Siapa Jodohku?

Siapa Jodohku?
Siapa dia?


__ADS_3

(Di Mall🛍)


"Akhirnya~ nyampe juga" ucap Anna sambil meregangkan ototnya yang pegal selama perjalanan.


"Na telpon Rilyn coba" suruh Aster yang baru saja keluar dari mobil.


Ketika ingin menelpon, tiba-tiba ada yang mengagetkan mereka berdua dari belakang.


"Duar!"


"Eh copot copot, Abang Arsi jodoh gue" latah Aster.


Semua orang terkejut, "What? Jodohmu? Jangan ngimpi!" Anna menoyor kepala Aster.


"Dih mang ngapa, sirik lo?" sewot Aster tak terima.


Rilyn sang pelaku yang membuat Aster latah, ikutan menoyor kepala temannya "Bodoh! Dia adeknya goblok"


...ꔫ🅘🅽🅕🅾ꔫ...


【Aerilyn Bellvania Anederea putri tunggal dari sang Ayah tampan dan Ibunda cantik yaitu Nishad Jazztin Anederea dan Candragitha Ayu Anederea.


Aerilyn ini walau dibilang anak tunggal bukan berarti anak manja yaa:) tidak seperti Danial si anak tunggal yang manjah.


Kalau Aerilyn bisa dibilang lawan sifat nya Danial. Dia anak yang super duper mandiri, dewasa dan hemat! Dia dari keluarga holkay? Jelas~ punya cabang perusahaan dimana-mana gitu loh!!


Waktu kecil Aerilyn tinggal dengan neneknya di desa. Lah kok didesa? Orang tuanya kemana? Ga sayang sama dia? Yah anak broken home, pisah sama ortu. Pasti ortunya cerai abis itu―


Stop, stop, stop! Please jangan mikir yang engga engga, mending kita mikir yang iya iya^^ Jadiiii Aerilyn tinggal sama neneknya karena keinginannya sendiri. Ayah Nishad dan Ibu Githa ga maksa Aerilyn buat tinggal sama neneknya kok, itu murni keinginannya sendiri.


Kalau kata Aerilyn "Berbakti sama nenek sendiri kan ga salah, anggap aja simulasi buat rawat Ayah sama Ibunda di masa depan"


Jelas kan?


Oh iya, karena selalu tinggal di desa makanya Aerilyn bisa dibilang anak yang sederhana. Percayalah walau Ayah dan Ibunya sering transfer, tapi Aerilyn dan neneknya jarang sekali menggunakan uang itu. Mereka lebih sering menggunakan uang hasil penjualan beras dan sayur-sayuran.


Nenek Aerilyn memiliki ladang sawah dan perkebunan yang sangat luas dan asri. Makanya setiap waktu memanen sayuran yang dipetik selalu terlihat segar.


Jadi gitu ceritanya! Oke sudah, mari kita balik ke cerita!】


Buat yang nanya Anna kok ga kaget, itu salah besar❌


Justru Anna kalau kaget ngegebuk orang✅


Tadi Aerilyn hampir kena pukulan Anna dan dia berhasil menghindar.


"Sekarang mau kemana?" tanya Aster.


"TIMEZONE!!!" seru Anna semangat.


"Ngikut aja" jawab Aerilyn.


Mereka bertiga berjalan masuk ke Mall dan menuju ke arah lantai 3 dimana timezone berada.


"WUHUU MAIN!!!" seperti nya yang sangat antusias hanya Anna.


"Lo kenapa Ri tumben banget kek badmood gitu?" tanya Rilyn yang mulai heran dengan Ria yang diam tidak bersemangat.


【Sekedar info : mereka bertiga punya panggilan akrab sendiri. Orang-orang biasanya manggil mereka dengan Aster, Anna dan Aerilyn. Nah jadi mereka kadang manggil nama temennya sendiri disingkat jadi :


Asteria >> Ria


Anna >> Na


Aerilyn >> Lyn/Rilyn


Biar pada ga bingung, kalo misalnya tiba-tiba ada nama asing sebenernya itu nama panggilan】


"Ga ada cogan, kan ku kesini mau cuci mata" Ria cemberut sedikit kesal.


"Wtf?! Gue kira lo sakit anjir" Lyn menyentil dahi Ria, ia sedikit kesal sempat mengkhawatirkan temannya itu.


"Aw ish sakit dodol!" ucap Ria sambil mengelus dahinya yang sedikit memerah.


"Ges makan dulu yuk" ajak Lyn yang merasa perutnya keroncongan minta diisi.


"GA!!! Aku mau main dulu, baru makan!!!!" Tolak Anna yang sepertinya amat sangat ingin main.


"Bodoh, dimana mana makan dulu baru main!!" timpal Ria karena ia juga mulai merasa lapar.


"Engga! Yang bener tuh main dulu abisin tenaga, baru ngisi tenaga!"


"Lo sekolah dimana sih?! Ngisi tenaga dulu baru main goblok!!" sarkas Ria.


Saudara kembar memang 11 12 ya😃 sama-sama kang ngegas+emosian.


"Aku maunya main dulu!!"

__ADS_1


"Makan!!"


"MAIN"


"MAKAN!!"


Sepertinya Anna dan Ria tidak tau tempat, perdebatan mereka mengundang mata pengunjung Mall "Kalian..." lerai Lyn dengan kesabaran penuh.


"Rilyn! Kita makan dulu/main dulu kan!" tanya Ria dan Anna bersamaan.


"Kita..." Akira menunda ucapannya.


"Main kan!" seru Anna.


"Makan dulu lah pasti!" Ria dengan pede percaya Rilyn akan memihaknya.


"Kita..." Rilyn dengan sengaja membuat penasaran dua orang itu.


Lalu tiba-tiba Lyn menyentil dahi mereka, "Sekali lagi kalian debat, kita mending pulang" ancamnya.


Mendengar kata pulang tiba-tiba membuat Ria menyaut, "Ayuk pulang aja! Atau ga kita main dirumah Anna!!"


"Ga!" tolak Anna dan Rilyn berbarengan.


"Hah... Pasti lo mau modus ke Bang Arsi kan?" tanya Rilyn yang paham maksud keinginan Ria.


Ria cengengesan, "Hehe tau aja sihh"


"Udahh mending kita makan abis itu belanja" akhirnya Rilyn memberikan saran yang disetujui mereka semua.


*Beberapa Jam Berikutnya🕣*


Setelah makan, sesuai rencana tadi akhirnya mereka lanjut berbelanja.


"Lyn aku cocok ga pakai ini?" tanya Anna sambil menunjukan dress putih yang lucu


"Hm, cocok aja sih" jawab Lyn.


"Apalagi kalau couple lan" sahut Ria.


"Sama siapa?" tanya Anna.


"Aduh bestie ku sayang~ makanya kalau punya pacar jangan kebanyakan~" ledek Ria sambil mencubit pipi Anna gemes.


Anna membalasnya santai, "Cuman dua doang"


Ria menoyor kepala Anna, "Orang normal cuman setia sama satu laki, lu tuh keknya kagak normal dah"


Anna ini ya, jika membahas laki-laki selalu saja pertanyaan yang sama.


"Kalo lu ga mau sakit hati, kagak usah pacaran!" sewot Ria.


"Aku sih fine aja, tapi mereka?"


"Jadi lo pacaran sama mereka karena kasian?" tanya Ria.


Anna diam.


"Nih sebagai bestie yang baik, coba tanya lagi sama hati dan pikiran lo. Apa lo suka sama mereka karena cinta? Atau justru karena kasian? Biar bagaimana pun gue ngomong gini juga demi kebaikan lo sama saudara gue" jelas Ria panjang lebar setelah mendapat respon diam dari Anna.


"Ululu~ tumben Ria peduli sama abangnya~" bukannya merenungkan apa yang Ria katakan, justru Anna meledek Ria sambil menoel-noel pipinya.


Ria menepis tangan Rilyn, "Anjir! Bukannya dengerin malah ngeledek"


Anna tersenyum, "Jangan serius-serius makanya"


"Gue gini buat kebaikan lo berdua, paham ga?" tanya Ria dengan raut wajah serius.


Anna sempat terkejut sesaat lalu menetralkan kembali ekspresi nya, "Iya aku paham kok" jawabnya sambil memeluk Ria.


Ria yang sempat emosi jadi mencair lagi dan membalas pelukan Anna.


"Gue juga ga mau kalau kalian kena karma dikemudian hari" ucap Ria pelan.


Setelah mengatakan itu Ria melepaskan pelukannya dan pergi memisahkan diri dari mereka.


Rilyn dan Anna tidak mengejarnya, mereka hanya melihat dari belakang, punggung sang sahabat yang menjauh.


"Kita biarin dulu kali ya dia sendiri?Keknya ucapan dia tadi masalah pribadi" ujar Rilyn yang disetujui dengan anggukan kepala dari Anna.


"Yahoo girl~" sapa seseorang dari arah belakang mereka.


"Ngapain lo kesini?" tanya Rilyn kesal.


"Ya mau ketemu pacar lah" jawab Arsa sambil merangkul Anna.


"Bohong, dia abis diusir dari rumah sama Bang Arsi" Anna membantu menjawab pertanyaan Rilyn.

__ADS_1


"Pfft.. diusir gimana?" Rilyn bertanya karena kedengaran nya seru.


"Dia berantem sama Nial, abis itu bikin Bang Arsi naik pitam terus-"


Belum sempat menyelesaikan, mulut Anna dibungkam dengan tangan Arsa.


"Shutt honey, udah jangan dilanjutin ceritanya~ let it be a secret between us~" Arsa mengedipkan sebelah matanya, bukannya salting atau apa Anna menanggapi nya dengan muka datar.


"Minggir!" usir Anna.


"Honey, kok kamu gitu sih"


"Pfft- sukur!" Rilyn menertawakan rayuan Arsa yang ditolak.


"Na" panggil Arsa yang kesekian kalinya, karna daritadi Anna hanya sibuk memilih gaun.


"Naaa emang kamu ga kangen aku?" pertanyaan yang lagi lagi diacuhkan oleh Anna.


Oke kesabaran Arsa tersisa seperempat, karena bukan sekali dua kali dia dihadapin sama sifat Anna yang seperti ini.


Arsa menarik lengan Anna dan memegang kedua bahunya, hingga membuat Anna menghadap dirinya, "Cantik nya Arsa, kesayangan Arsa plus cinta nya Arsa... I'm sorry if I have wronged you, so please don't ignore me"


Anna yang baru sadar kehadiran Arsa langsung menjawab, "Oh Arsa toh! Sorry, aku pikir tadi cowok iseng yang lagi rayu jadi aku ga sadar"


Arsa be like : "...."


Author be like : "...."


Jadi daritadi dia tuh ga marah? Dia begitu karna mikir itu orang asing?!! WHAT THE F-


Ekhem ekhem.....


Arsa memeluk Anna, "Aku ga tau kamu itu kelewat polos atau gimana"


Anna tak paham maksud Arsa. Apa hubungannya sama polos? Kan emang dia ga sadar aja kalau itu Arsa.


"Lagian kamu segala rayu rayu gitu, udah kek jamet pinggir jalan tau ga?"


"Kamu samain aku sama jamet diluar itu? Aku ini beda loh" Arsa sedikit tak terima dengan perkataan Anna barusan.


"Bedanya apa? Padahal jelas-jelas tadi suara mu kek 'ihhh cayang~ jan ambek~' gitu kan tadi?" Anna menirukan suara dan gaya Arsa ketika memanggil-manggilya tadi.


"Hee engga gitu tadi aku tuh" bela Arsa.


Anna memincingkan mata, "Terus gimana? Coba ulang, kita buktiin kamu jamet apa engga" tantang Anna.


"Oke! Aku ulang ya, ekhem... 'Na aku..." tiba-tiba Arsa diam.


"Kok berhenti?"


"Aku lupa sayang, tadi aku ngomong apa aja"


Anna Yang sudah tidak tahan pun akhirnya tertawa lepas. Sedangkan Arsa hanya menatap bingung pacarnya yang tiba-tiba ketawa, dia malah berpikir pacarnya ini kesurupan.


"Kamu ini..." ucap Anna disela sela tawa. "Lucu banget sihhh" Anna mencubit hidung Arsa dan mencium pipinya.


Arsa yang mendapat kecupan tak terduga pun langsung mematung.


Melihat tidak ada reaksi dari Arsa, Anna melambai-lambaikan tangannya didepan wajah Arsa.


"Sa, hei!" panggilnya.


"Want to buy ice cream?" tanya Arsa yang tersadar dari lamunannya.


Mendengar kata 'ice cream' langsung saja membuat mata Anna berbinar, "MAU!"


"Ayo kita beli, jadi cepet selesaiin belanja kamu. Aku tunggu depan toko ya" Arsa mengusap rambut Anna dan pergi.


"Rilyn! Udah ayok belanja nya, kita lanjut jajan" ajak Anna dari tempat kasir.


"Iya ini lagi ngambil dulu" balas Rilyn.


 ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄ ̄


'Aduh ga kuat aku dapet serangan begitu' batin Arsa sambil keluar toko dengan menutup wajahnya yang memerah karena nge-blush.


"Mau sampai kapan main pacar-pacaran?" tanya seorang perempuan tiba-tiba.


Sepertinya dia daritadi menunggu Arsa keluar.


"Bukan urusan lo, so don't interfere" balas Arsa yang tak senang dengan kehadiran perempuan itu.


"Gue kasih tau, jangan sampai kejadian itu terulang. Gue ga peduli sama lo but she is the person I love the mosthe's, kalau lo sampe nyakitin dia, I won't hesitate to kill you! Inget itu" ancam perempuan itu.


"Haha bunuh gue? Lo sendiri mau sampe kapan main permainan teman itu? Kalau lo emang berani, mau taruhan sama waktu? We'll see, she disappointed me first or you?!" Arsa pergi begitu saja setelah mengatakan itu.


"Arghh! Awas lo ya b*j*ng*n!!" perempuan itu meninju tembok disamping nya dan membuat tangannya terluka berdarah.

__ADS_1


...꧁Bersambung꧂...


Siapa perempuan itu? kenapa galak banget sama Arsa🤔


__ADS_2