
"Na, open house ga hari ini?" tanya Ria sesaat setelah bel pulang sekolah berbunyi.
"Mau ngapain?" tanya Anna balik.
Ria tersenyum memperlihatkan gigi, "Mau main sama nyan neko dong!" serunya.
Anna menatap Ria malas.
"Oh ayolah Na, gue udah lama nih ga main ke rumah lo" bujuk Ria sambil menangkupkan kedua tangannya memohon.
"Aku sama Abang mau ke dokter gigi" ucap Anna lalu beranjak pergi.
"IKUT!" seruan Ria membuat Rilyn dan Anna terkejut.
"Mau ngapain, goblok" Rilyn menabok kepala belakang Ria.
Buk
"Aduh, sakit weh" keluh Ria sambil mengelus kepala belakangnya.
"Dibilang ku mo maen sama nyan neko~" kekeuh Ria yang masih ingin main ke rumah Anna.
Anna yang ingin mengatakan sesuatu jadi terhenti ketika mendengar Arsi memanggilnya.
Dan boom💥
Kelas Anna yang kebetulan masih ada beberapa siswi, mereka langsung heboh melihat Arsius.
"KYAAA BANG ARSI"
"Gila dingin beut"
"Berasa dia manggil gue"
Dan lain-lain~
Anna yang melihat teman-teman kelasnya seperti itu merasa sudah terbiasa, karena ini bukan sekali dua kalinya kelas Anna heboh karena Arsi.
Anna keluar kelas dan menghampiri Arsi, diikuti dengan Ria dan Rilyn dibelakang.
"Udah siap kan?" tanya Arsi ketika Anna sudah berada didekatnya.
Dan tentu saja Anna menggeleng cepat sebagai jawaban.
"Kenapa? Kirain kamu udah siap" lagi, Anna membalasnya dengan gelengan kepala.
Arsi mengerjapkan mata berulang kali lalu melihat ke arah Ria dan Rilyn. Mereka yang dilihat pun seketika paham.
"Weh Na mending pergi sekarang" ujar Ria.
"Biar kamu sembuh" balas Rilyn sambil menyentuh pundak Anna, berusaha menyakinkan.
Tapi lagi-lagi Anna hanya memberikan jawaban gelengan kepala.
"Gini Na, yang gue denger. Kalo lo sakit gigi dan ga mau periksa, itu bakal berefek selamanya. Terus lo ga bisa lagi makan coklat sama permen! Emang lo mau ga bisa makan tuh mereka selamanya?" jelas Ria.
Anna syok ketika mendengar penjelasan Ria, seketika ia membayangkan hari-harinya tanpa manisan.
Satu kata setelah membayangkan nya, 'suram'.
Anna menggeleng cepat dan seketika mengangguk pasrah, lebih baik ia pergi ke dokter gigi daripada harus rela tidak bisa makan manisan selamanya.
Ria dan Rilyn bertos ria. Sedangkan Arsi tersenyum sambil mengusap kepala Anna.
"Adik Abang pinter" ucap Arsi.
"Bang Arsi! Open house ga hari ini?" tanya Ria ketika melihat Arsi dan Anna yang ingin pergi.
"Asal kalian ga bikin masalah, pintu rumah selalu terbuka buat kalian" jawab Arsi.
Ria seketika sorak sorai akhirnya bisa ketemu hewan peliharaan Anna yang gembul itu!
"Siap! Aman komandan" balas Ria hormat.
"Najis" komentar Rilyn ketika melihat Ria yang sebegitu senangnya diizinkan main.
"Kalian langsung kerumah aja, paling ada Mama dirumah" suruh Arsi lalu diberi acungan jempol dari Ria tanda mengerti.
Akhirnya Arsi dan Anna pergi ke dokter gigi. Sedangkan Ria dan Rilyn ke minimarket terlebih dahulu, untuk membeli camilan mereka.
__ADS_1
(Beberapa Jam Setelahnya⏰)
Anna House🏠
Brak!
Mendengar suara pintu yang dibanting membuat penghuni di dalam kamar itu loncat terkaget.
"Anjir anjir si Rilyn janda" latah Ria☺.
Rilyn yang tak terima dibilang 'Janda' itu pun melemparkan bantal dengan kencang ke arah Ria.
"Tega lo ya ngatain gue janda! Gue punya pacar juga kagak!" murka Rilyn yang masih terus melempari Ria bantal.
"Ampun Lyn! Kebiasaan latah gue kumat mulu nih" ucap Ria yang menutupi kepalanya, berusaha berlindung dari serangan bantal Rilyn.
"Lo abis dari luar negri bukannya bener malah tambah ngeselin njir!"
"Ampun kanjeng Rilyn"
Rilyn yang terlalu asik melempari Ria bantal, seketika teringat Anna. Akhirnya ia pun mengakhiri aksi lempar bantalnya dan mengalihkan atensinya ke Anna yang tengkurap diatas ranjang.
"Kenapa sih Na?" tanyanya sambil dhdhk ditepi ranjang Anna.
Tidak ada jawaban.
"Njir jangan bilang nih anak nangis atau ga ngambek gegara ga dikasih lolipop" tebak Ria asal yang ternyata mendapat sedikit reaksi Anna.
"Weh gila bener? Anjir apa gue jadi cenayang aja kali ya😃" ucap Ria bangga, sambil memikirkan ketika ia menjadi seorang peramal.
Anna yang sedang kesal itu pun menjadi tambah kesal ketika mendengar ucapan Ria, lalu Anna melempari Ria bantal.
Buk
Ria seketika jatuh terduduk. "Aduh pantat gue" ucapnya sambil mengelus-elus bokong nya yang sakit.
Anna menahan tawa.
"Terus aja terus, kalean semua pada bully gue hari ini. Puas kalean?" sewot Ria sambil bangun dari jatuhnya dan duduk disamping Anna.
"Sifat lo bully-able sih" balas Rilyn lalu lanjut menertawakan temannya ini.
"Anjir, gue mesti gimana? Sifat dah dari lahir begini" tanya Ria bingung.
Seketika Rilyn jadi tertawa terbahak-bahak.
"Cok! Ngebayangin Ria kalem awok banget" ejek Rilyn.
"Gu-gue bisa kok!" jawab Ria ragu-ragu.
"Kalo gitu, coba selama seminggu kamu jadi kalem!" tantang Anna pada Ria.
"Ikut dong!" Rilyn mengangkat tangan kanannya, "Kalo lo berhasil nanti gue sama Anna bakal kabulin 2 permintaan" tambah Rilyn.
"Masing-masing 2 orang?" tanya Ria.
"Ya" jawab Anna.
"O-oke! Siapa takut!" Ria menerima tantangan dari kedua sahabatnya itu.
"Dimulai besok ya" ujar Rilyn.
"APA? BESOK? Mingdep aja Lyn.. Gue kan perlu siap-siap gitu" tawar Ria, karena menurutnya itu terlalu mendadak. Ria bahkan belum tau bagaimana caranya menjadi kalem? Apa aja yang ga boleh dilakuin sama apa aja yang harus diperhatiin! Dia belum searching itu semua di gugel.
"Lo nawar kita anggep lo ga mampu" tolak Rilyn dengan tegas.
"Tapi Lynn!!! Gue perlu waktu banyak buat siapin itu" Ria masih mencoba dan mencoba membujuk kawannya ini untuk memberinya jeda waktu.
"Emang kamu perlu nyiapin apa Ri?" tanya Anna penasaran.
"Banyak! Gue searching gugel contoh orang kalem gimana, terus apa aja yang harus gue lakuin... Itu semua perlu kan?!" ucap Ria panjang lebar.
"Ga perlu" balas Rilyn.
"Kamu cuman perlu persiapin yang kecil, misalnya ubah cara bicara kamu jadi sedikit lebih sopan" usul Anna.
Ria terdiam. Setelah mendengarkan Anna mengusulkan itu, jadi membuatnya berpikir ribuan kali.
"Oke gu- maksudnya aku coba" ucap Ria.
__ADS_1
Anna dan Rilyn tersenyum bangga setelah Ria menyetujui untuk merubah dirinya menjadi pribadi yang lebih baik.
Tok tok tok...
"Kalian didalam?" tanya Arsi pemilik suara yang mengetuk pintu kamar Anna.
"Masuk aja Bang" ujar Anna.
Arsi membuka pintu itu dan ia terkejut, tidak bukan terkejut biasa, tapi ia sangat amat terkejut!
Arsi melihat-lihat sekeliling kamar adiknya ini, bagai kapal pecah😓
Anna yang paham dengan reaksi Abangnya itu pun mengatakan sesuatu, "Tadi abis perang bantal, nanti dibersihin kok" jelasnya.
Arsi hanya mangut-mangut paham. "Mama ngajakin kita makan malam bareng" kata Arsi setelah ia mengingat tujuannya ke kamar adiknya.
"Asik! Udah lama ga makan masakan Mama Ity" seru Rilyn semangat.
Anna hanya tertawa kecil, "Yaudah ayok turun. Nanti keburu masakan Mama dingin jadi ga enak" ajak Anna.
(Ruang Makan🍽)
"Mama~" panggil Anna dan langsung memeluk Mamanya.
"Akhirnya bidadari-bidadari turun juga" ucap Clarity―Mama Arsi & Anna.
"Mama Ity!!!! Rilyn kangen banget tau~" Rilyn menghampiri Clarity dan menyalimi tangannya, diikuti Ria dibelakang.
"Aduhh Mama juga kangen banget sama kalian" Clarity memeluk Ria dan Rilyn layaknya seorang Ibu Kandung yang sangat terpisah jauh dari anaknya.
"Mama hari ini masak banyak banget" komentar Arsi setelah melihat bermacam-macam makanan yang ada di meja makan.
"Iya dong. Kan hari ini Mama kedatangan 2 bidadari, jadi kita harus makan yang banyak!" balas Clarity sambil menyuruh anak-anak itu duduk.
"Aaa~ Mama bisa aja~" ucap Rilyn sedikit tersipu malu.
"Ria? Kenapa diam saja?" tanya Clarity heran.
Ria yang ditanya seketika terkejut, "Em anu Ma.. aku gapapa kok" jawabnya sambil tersenyum.
Clarity tidak ingin ambil pusing, ia akan menanyakannya nanti privasi berdua saja. Mungkin kalau rame Ria enggan mengatakannya.
Sepanjang jalan kenangan~♪♫
Ga ga salah narasi.
Sepanjang waktu mereka makan, Ria hanya menanggapi obrolan mereka dengan tersenyum, mengangguk dan menggelengkan kepala.
Hinga tiba-tiba Clarity mulai bertambah curiga dengan sifat Ria yang jadi pendiam. Ia mendatangi Ria yang duduk sendirian dibangku depan rumahnya.
"Ria sayang, kamu lagi ada masalah ya? Sini cerita sama Mama" ujar Clarity.
Ria terlonjak kaget, hampir saja ia latah dan mengatakan sesuatu yang salah. Sebelum akhirnya ia tersenyum kecil kepada Clarity.
"Engga kok Ma, Ria baik-baik aja" jawab Ria.
"Tapi daritadi kamu diam mulu, lagi sakit ya?" Clarity mendekatkan punggung tangannya ke dahi Ria, berusaha mengecek suhu tubuh Ria.
"Ahaha Mama... Ria ga apa, hari ini Ria justru bahagia kok" ucap Ria sambil menengadah untuk melihat bulan, tapi nihil tidak ada.
"Kamu kalo ada apa-apa cerita ya sama Mama, baik kamu ataupun Rilyn udah Mama anggap putri sendiri. Jadi ga usah sungkan buat cerita atau minta sesuatu" Clarity berusaha menyakinkan Ria bahwa ia tidak sendirian, Ria bisa bersandar pada keluarga Devaano.
"Iya Ma" jawab Ria.
"Yaudah Mama masuk ya, kamu kalo mau pulang jangan malem-malem. Atau mau nginep disini?" tanya Clarity.
"Ria pulang aja deh Ma, nginep disininya kapan kapan. Soalnya Arsa kasian, dirumah sendirian nanti"
Clarity mengangguk dan pergi masuk kedalam rumah.
Beberapa menit kemudian Anna dan Rilyn keluar. Rilyn keluar membawa tas sekolahnya dan Anna membawakan tas sekolah Ria.
"Makasih cantik" puji Ria.
Anna yang dipuji seketika syok, "Barusan kamu muji aku?" tanya Anna memastikan.
Ria menjawab dengan anggukan santai, lalu akhirnya ia pergi kearah mobil.
"Lyn, keknya bentar lagi bakal ada sesuatu yang menarik" ucap Anna yang masih sedikit syok.
__ADS_1
"Saking menariknya ku sampe ga sabar liat seminggu kemudian" Rilyn dan Anna bertos sebelum akhirnya Rilyn menyusul Ria.
...꧁Bersambung꧂...