Siapa Jodohku?

Siapa Jodohku?
Heran dan Bingung


__ADS_3

Kalian tau? rasanya dunia damaiiiiii sekali~


"Na, kalo tiap hari begini rasanya adem banget ya" ujar Rilyn sambil memakan bekalnya.


Anna tertawa pelan, "Sayangnya ini cuman bertahan selama seminggu Lyn"


"Ri coba lo tiap hari kalem gini, kan rasanya kita punya kuping jadi sopan karna terhindar dari kata-kata toxic" kata Rilyn diakhiri tawa.


Ingin sekali Ria mengucapkan beribu kata kasar, tapi tidak jadi karena mengingat tantangan yang ia terima dari kedua sahabat laknat nya itu.


Akhirnya Ria hanya menanggapi mereka dengan diam dan tersenyum tertekan.


Tanpa mereka sadari ada yang berjalan pelan-pelan dan berniat mengagetkan mereka.


Dor!


Kejut orang itu, dia adalah Aiden.


Dan seketika..


Bugh!


Anna meninju Aiden tanpa disadari.


"Aduh.." rintih Aiden sambil memegang pipinya yang terasa sedikit ngilu.


"Eh? Kak Aiden!" Anna baru sadar ketika yang ia pukul adalah teman Abangnya.


"Ternyata lo sebelas duabelas sama Arsi ya" ucap Aiden.


Anna tak paham, apa hubungannya dengan ia meninju Aiden dengan 11 12 sama Abangnya?


"Sakit loh Na" kata Aiden, ia berpura-pura seolah tinju Anna meninggalkan rasa sakit yang lama. Padahal rasa itu cuman sesaat doang.


Plak


Dari arah belakang ada yang memukul kepala Aiden, "Makanya dibilang jangan kagetin mereka, kan kena batunya" ujar Arsi si pelaku yang memukul Aiden.


"Iya sorry" ucap Aiden lalu duduk disamping Rilyn.


Sesaat setelah Aiden duduk ia baru tersadar, kenapa Ria tidak latah?


Brak!


Aiden menggebrak meja dan ditabok lagi sama Arsi, "Anjir sakit woi" keluh Aiden.


"Jangan berisik, nyet" kesal Arsi.


"Ya maap, lagi gue tadi reflek" balas Aiden tak bersalah.


"Reflek kenapa bang?" tanya Ivan.


Brak!


Sesaat setelah Aiden menggebrak meja lagi, ia langsung menghindar dari pukulan Arsi.


"Can you not bang the table?" tanya Arsi dengan imajiner perempatan bewarna merah (💢)


"Maaf Ar, cuman kali ini gue mesti pastiin sesuatu" jawab Aiden.


"What?" tanya Arsi sambil menaikan sebelah alisnya.


"Ri! Lo tadi ga latah?" tanya Aiden pada Ria.


Sedangkan yang ditanya sedikit bingung dengan harus menjawab apa, alhasil ia hanya menanggapi nya dengan deheman.


Seketika Aiden dan Ivan syok. Kenapa Ria jadi kalem gini?


"Van keknya gue mesti ke UKS deh, soalnya gue liat yang ga seharusnya gue liat" ucap Aiden yang masih syok dengan sifat Ria.


"Gue ikut bang! Gue juga ngerasa keknya ada yang salah sama mata telinga gue" tambah Ivan yang juga ikutan bingung dengan perubahan Ria.


Rilyn dan Anna tertawa geli melihat reaksi Aiden dan Ivan. Wajar sih bagi mereka melihat perubahan Ria seperti ini, soalnya yang mereka tau hanyalah Ria itu seorang perempuan bar-bar.


"Awok banget ya Kak" celetuk Rilyn di sela-sela tawanya.


"Berasa liat anak baru" balas Aiden yang ikutan tertawa.


"Bukan anak baru bang, tapi berasa liat calon istri yang diidamin"


Semuanya seketika memasang muka jijik, bisa-bisanya disaat mereka lagi bercanda, si Ivan malah ngebucin.


"Yee bisa aja bang toyib!" ucap Aiden sambil menoyor pelan kepala adiknya itu.


Disaat mereka lagi asik tertawa tiba-tiba handphone Anna berbunyi.


'Arsa' batin Anna.


Anna melihat sekelilingnya, ia tidak melihat Arsa. Akhirnya Anna izin pada mereka ingin pergi ke toilet, padahal aslinya mau angkat telfon dari Arsa.


Anna takut kalau ketahuan Arsi bahwa yang menelpon adalah Arsakha malah terjadi keributan.


"Ya halo Sa"


'Honey~ huuu~'


"Kamu kenapa?" tanya Anna khawatir dengan suara Arsa yang seperti mau menangis.


'Aku kangen sama kamu'

__ADS_1


"Aku juga kok, terus kenapa kamu tumben nelpon?"


'Pengen denger suara kamu, kita dilarang pacaran di sekolah bukan berarti nelpon kamu juga dilarang'


Anna tertawa mendengar penjelasan konyol seorang Arsakha. Padahal Arsakha di cap anak playboy, tapi kenapa dia bisa semanis ini ya.


"Sekarang kamu udah denger suara aku, terus mau ngapain?"


'Ayo hari minggu kita kencan'


"Kencan? Kemana?"


'Keliling Jakarta! Intinya ayok ketemuan, ku udah kangen banget sama honey'


"Em liat nanti ya kalo misalnya aku ga ada kegiatan lain"


'Huu honey jahat, emang honey ga kangen aku?'


"Ahaha kenapa mikir gitu?"


'Abisnya honey berasa mentingin kegiatan itu daripada pacar sendiri'


Mendengar ucapan Arsa seketika Anna teringat Danial. Anna belum melihat ataupun menanyakan lagi keadaannya setelah waktu itu.


'Honey?'


"Eh iya?"


'Kamu mikirin apaan sih sampe aku nelpon aja kamu diemin'


"Maaf Arsa, nanti aku telpon kamu lagi buat kasih tau bisa atau engga ya. Sekarang aku mau pergi dulu"


'Tunggu!'


"Ada apa?"


'Kiss dulu'


"Apaan sih kamu ini, oke deh. Bye Arsa sayang, muach~"


Setelah itu Anna menutup telponnya dan beralih ke pesan chat.


...Pacar🥺...


^^^Nial^^^


^^^Kamu okay?^^^


Tidak menunggu lama chat Anna langsung dibalas oleh Danial.


ANNA!!!!!!


AKU SAKIT🤒


Membaca kata 'sakit' seketika Anna terkejut dan mulai merasa bersalah.


^^^Kamu sakit apa?^^^


^^^Udah ke dokter?^^^


^^^Hari ini kamu ga masuk sekolah?^^^


^^^Udah makan siang belum?^^^


Aaaaaaa pacar aku ternyata khawatir ya😃


^^^Nial, aku serius^^^


Nial juga serius kok pacar


Nial lagi sakit


Sakit hati


^^^Kenapa?^^^


^^^Apa karena waktu itu?^^^


^^^Aku wakilin Abang minta maaf ya, waktu itu Abang keknya udah kelewatan banget:(^^^


Engga pacar! bukan itu!


^^^Eh? terus kenapa?^^^


Nial sakit hati karena jauh dari pacar🥺


Nial pengen peluk pacar


Pengen dengerin suara pacar


Pokoknya mau deket lagi sama pacar!!!!


Kapan ini semua berakhirT^T


Anna tersenyum. Ia tidak menyangka kalau kedua pacarnya itu bisa menjadi childish di saat bersamaan.


'Ini salah aku yang ga chat mereka, mungkin mereka sampe mikir kalo ngechat mereka juga termasuk larangan' batin Anna.


Pacar!!!!!

__ADS_1


Minggu kita jalan yuk!


Anna terdiam. Ah mereka mengajak bertemu di hari yang sama. Aku tidak bisa memilih salah satu, apa yang harus kulakukan?


^^^Nanti aku kabarin lagi ya^^^


^^^Aku mau ke kelas dulu^^^


^^^Aku lupa kalo nanti ada ulangan harian^^^


Oh oke! semangat ya pacar!!


SEMOGA PACAR DAPET NILAI BAGUS!!😘


Kalo ada yang ga paham


Pacar chat Nial aja! nanti Nial bantu!!


^^^Haha iya iya makasiii Nial ^^^


^^^Pacar aku yang baikkkk banget^^^



Lope buat pacar biar tambah semangat!


^^^Aku terima ya^^^


Iya!! udah sana pacar belajar!! nanti keburu jam masuk aja


Anna tidak membalas chatnya dan hanya membaca. Ia memutuskan kembali ke kelas.


...✎︎_______ˢᵏⁱᵖ________...


"Na lo sakit?" tanya Rilyn sambil menyentuh kening Anna, mengecek suhu.


Anna menggeleng lemas.


"Lo kenapa?" kali ini giliran Ria yang bertanya.


"Aku bingung" jawab Anna sambil melihat kearah dua sahabatnya itu.


"Kenapa?" tanya Ria lagi.


Anna menarik nafas dan menghembuskan nya, "Arsa sama Danial ngajakin kencan di hari yang sama"


"Terus apa masalahnya?" Rilyn tak paham permasalahan Anna.


"Aku bingung! Kalo mereka tiba-tiba ngajakin ketemuan gitu, otomatis mereka cuman mau pergi berdua! Terus terus, aku harus memilih salah satu dari mereka... hueee" Anna menenggelamkan wajahnya dibalik lipatan tanngan diatas meja.


Ria dan Rilyn menatap Anna pasrah, begini nih permasalahan kalau punya pacar dua.


"Na!" panggil Ria yang mulai terpikir sesuatu.


"Hm" jawab Anna masih dengan posisi yang sama.


"Sabtu nanti ada rapat OSIS, kenapa lo sama anak manja itu ga kencan sabtu aja?" usul Ria.


Mendengar saran Ria, Anna langsung mengeluarkan handphone nya dan chat Danial.


Anna berdoa semoga Danial setuju supaya Anna ga bingung lagi. Ria dan Rilyn yang berada disana pun ikut menunggu dengan khawatir.


*Brak (notif hp Anna, kalau pesan masuk)


"DIA BISA!!" seru Anna kepada kedua sahabatnya.


Ria dan Rilyn yang mendengar pun ikut bahagia, lalu akhirnya mereka bertiga berpelukan dan tamat....


Awokawok belum oi:V


"Tumben lo pinter" celetuk Rilyn pada kepintaran Ria.


"Mungkin efek dari tantangan ini, gue jadi bisa berpikir jernih" jawab Ria sambil menggaruk pipinya yang tak gatal.


Anna dan Rilyn tersenyum, lalu mereka merangkul Ria.


"Ri mau nambah durasi ga tantangannya?" tanya Anna.


"Ga! Gue ga mau! Perjanjian tetaplah perjanjian! Sesuai kesepakatan awal, gue cuman disuruh kalem selama seminggu dan itu ga lebih!" jawab Ria jelas.


"Kan kata lo dengan tantangan ini, lo jadi bisa berpikir jernih. Berarti bagus dong kalo kita perpanjangan lagi, siapa tau nanti justru lo jadi kebanggaan sekolah ini" rayu Rilyn.


Ria menggelengkan kepala, "Ga dan ga!" jawabnya valid.


"Emang kenapa, hm?" tanya Rilyn.


"Kalian ga tau aja rasanya jadi gue! Gue tuh kalo di kagetin rasanya nih mulut pengen ngucapin kata-kata kasar! Tapi apaah daya harus mengunci dan bersifat jaim demi menyelesaikan tantangan dari lo lo pada!" keluh Ria.


Anna dan Rilyn tertawa mendengar ucapan Ria. Ternyata dibalik sifat kalem nya itu, keluh kesah yang dirasakan sangat amat membebaninya toh.


"Iya deh engga" balas Anna.


"Yok pulang ges" ajak Rilyn kepada kedua sahabatnya dan dianggukin sebagai jawaban mereka.


...꧁Bersambung꧂...


Ada enaknya ada enggaknya ya ges punya pacar dua😀


Jan lupa tinggalkan jejak😘

__ADS_1


__ADS_2