Sikonyol Dan Bunga Sekolah

Sikonyol Dan Bunga Sekolah
bab 1 Kantin


__ADS_3

“Dul lihat Tika ga?” tanya Miko yang sedang mencari Tika


 


“Mana gue lihat, emang gue bapak nya apa. Coba lu cari dia di kantin! Mau ngapain sih?” ucap Dulloh  berbalik bertanya. membalas pertanyaan Miko.


 


“Kepo banget sih lu sendal musollah, anak kecil ga usah ikut campur urusan orang gede ya, mending lu minum obat cacing deh.” Ledek Miko dengan tawa yang keras nya, sambil bergegas meninggalkan si Dulloh sahabat Miko.


 


“Sialan lu! Woi lu pikir gue bocil melenial apa.” Teriak Dulloh yang melihat Miko pergi.


 


Miko pun bergegas menuju kantin yang di maksud si Dul tadi. Setibanya dikantin Miko bertemu Tika, Miko langsung memesan bakso dan duduk di depan Tika.


 


“Woi tikus, susah amat sih lu dicarinya udah kaya tikus got aja lu!” Ejek Miko yang menyebut kesamaan nama Tika dengan hewan tikus.


 


“Enak banget lu ngatain gue tikus, mulut lu ga pernah di sumpel ASI, ya, sama mak lu, Mik?!”  balas Tika dengan kesal


 


Hanya Miko yang berani menyebut tika dengan nama tikus disekolah nya. Seluruh murid takut terhadap ayah nya tika yang menjabat menjadi kepsek killer di sekolah.


 


“Kata siapa gue ga dikasih ASI, emang nya lu emak gue! Sok tau!” Miko membalas ucapan Tika dengan tawa yang mengejek.


 


“Tau dari mana gue ga di kasih ASI? Jangan – jangan lu emak gue ya! Sejak kapan lu nikah sama Bapak gue, kok tau banget!?” ledek nya lagi sambil godain Tika.


 


Tika pun merasa malu dengan ucapan Miko tadi, karena nada bicara Miko yang keras dan juga tawanya yang memancing seisikantin menuju kepada mereka berdua. Tika lalu begegas meninggalkan kantin dengan pipi merona bak buah persik yang matang.


 


“Brengsek lu, puas sekarang lu lihat gue begini.” Umpat Tika dengan wajah kesal karena Miko sudah membuat malu Tika.


 


Miko ga peduli dengan sikap tika yang marah terhadap nya. Bukan nya merasa kesal dan minta maaf, Miko malah sengaja mengejek nya lagi.


 


“Woi mak, lu mau kemana? Bayar dulu nih bakso anak lu.!!!” Balas Miko sambil tertawa, begitulah cara Miko memperlakukan Tika.


 


"Minta sono sama Bapak lu, emang nya gue emak lu apa!?" umpat Tika berjalan menuju kasir kantin.


 


"Berapa Bu semua nya?" tanya Tika yang hendak membayar.


 


"Sama punya mas Miko juga non?!" ucap kasir dengan sopan.


 


"Ga usah Bu, punya saya aja sendiri" Tika menegaskan kepada Ibu kasir.


 


Mendengar Tika hendak membayar sendiri, Miko langsung saja menyambar omongan Tika.


bak petir yang menggelegar di langit.


 


"Woi tikus! kalau lu ga bayarin gue sekarang. Gue gangguin lu nanti" teriak Miko dengan keras, berharap Tika mau bayar makan nya Miko.


 


Merasa Tika takut di ganggu lagi oleh Miko, akhir nya Tika pun terpaksa membayar nya. Tika melangkah keluar kantin dengan kesal, merasa di perolok oleh Miko.


 

__ADS_1


Hanya karena Miko pemuda yang berprestasi jadi merasa agak sombong, sebenar nya Miko dikenal disekolah bukan karena prestasi nya.


 


Tapi gaya nya yang urakan dan sering tidur di kelas, bukan hanya itu saja. Miko pun sering kali meminta uang jajan teman-teman nya di sekolah. Seluruh murid sekolah merasa takut dan hampir semua murid pernah merasakan bogem mentah Miko.


 


tok.. tok.. tok.. cklik. Suara pintu di buka


 


“Ayah..!! Eh maaf pak.” Ucap tika yang tidak sengaja memanggil ayah di ruangan kantor kepsek. Saat itu ayahnya sedang berbicara dengan salah satu guru.


 


Melihat tika datang dengan nada kesal, guru tersebut pergi meninggalkan ruangan.


 


“Saya pamit dulu pak, nanti kita bahas lagi sama guru guru yang lain tentang program ini.” ucap Ibu Meli sambil menyingkap bangku ke belakang.


 


“Ya bu Meli, terima kasih atas sarannya tadi. Nanti saya pelajarin dulu semua, lalu kita bahas lagi nanti dengan yang lain.” Jawab peksek sambil mengantar bu meli dan membukakan pintu.


 


“Ada apa kamu Tika, kamu kan tau jam segini itu jam sibuk nya Ayah?” Tanya kepsek selaku Ayah nya Tika juga, sambil menutup pintu.


 


“Aku kesal sama Miko yah!” Jawab Tika dengan nada kesal dan manja.


 


“Miko! Ada apa dengan anak itu?” ucap kepsek sambil menenangkan putri sulung nya.


 


“Miko sering ledekin aku yah, dia sering manggil nama ku tikus, aku jadi benci dengan nama itu.” Sahut Tika dengan nada kesal. Berharap nama panggilannya bukan Tika.


 


“Kesal ya kesal aja, tapi jangan benci juga dengan nama Tika. Kamu tau ga arti nama kamu yang sebenarnya.” Jawab kepsek dengan tenang dan menghampiri Tika.


 


 


“Nama kamu itu kan Artika Qotrunnada. Artinya seorang pemimpin yang tegas, bijak sana dan berhati lembut.” Sambil menenangkan Tika.


 


“Ya sudah, nanti Ayah panggil Miko kesini untuk memberi penjelasan.” Mencoba menghibur putri sulungnya.


 


“Iya yah..! hukum aja dia tuh, kalau perlu keluarin dia dari sini.” dengan kesal menjawab omongan kepsek.


 


“Ya sudah sana kamu keluar dulu, Ayah masih banyak kerjaan ini, kamu tenang aja nanti Ayah panggil dia kesini.” Ucap ayah nya yang sekaligus jadi kepsek di sekolah tersebut.


 


Setelah Ayah bilang gitu hati Tika pun senang dan meninggalkan kantor kepsek.


 


Dalam hati Tika “mampus lu cowo brengsek, besok gue tenang ga lihat lu lagi di sekolah ini.” gerutu Tika dalam hati sambil mendumel.


 


Tika adalah sosok gadis cantik (17) dengan paras cantik dan body nya yang montok kaya gitar arab. bak aktris model dan film jepang. Banyak murid laki – laki yang mencoba dekat dengan gadis ini, yang biasa di panggil Tika. Karena Tika anak dari kepsek Haryono. Yang terkenal killers, banyak murid yang enggan mendekati Tika.


 


Di perjalanan Tika bertemu dengan Miko yang menuju kantor kepsek, lalu diam – diam Tika membuntuti Miko dari belakang.


 


Tok.. tok.. suara pintu di ketuk. Lalu Miko masuk kedalam ruangan yang tidak di tutup.


 

__ADS_1


“Siang pak! Bapak panggil saya, ada apa ya Pak?” tanya miko yang penasaran


 


“Ya silakan masuk, dan duduk sini. Ada yang Bapak ingin tanyakan sama kamu” ucap Pak Haryono, membalas Miko.


 


“Terima kasih Pak!” jawab Miko sambil menggeser bangku dan duduk.


 


“Kamu saya dengar sering mengejek anak saya dan mempermalukan Tika di depan umum ya?!” tanya kepsek dengan nada keras


 


“Maksud kamu apa melakukan itu Miko?” tanya lagi dengan nada yang sama.


 


Karena Miko anak nya sedikit urakan dan sering bertingkah aneh. Jadi tidak heran buat pak Haryono dengan sifat nya Miko. Karena Miko murid prestasi di sekolah nya, jadi pak Haryono mempertahankan Miko.


 


Sejak kedatangan Miko di sekolah nya. Banyak prestasi yang di raih, salah satu nya di bidang matematika dan sains. Maka dari situ Pak Haryono mempertahankan Miko. Sudah lama sekolah yang di pimpin nya tidak menjadi juara di antara sekolah - sekolah ternama di tingkat kota.


 


“Ohh.. soal itu,” jawab Miko dengan santai, tanpa bedosa.


 


“Duh gimana ya Pak ngomong nya!” sambil tersenyum dan garuk – garuk kepala yang tidak gatal.


 


“Kamu itu kalau bicara yang benar, jangan berbelit seperti itu.” Jawab Pak Haryono dengan kesal.


 


"Kamu ga tau apa, Saya ini masih banyak kerjaan. bukan ngurusin kamu aja!" ucap kepsek dengan nada tinggi.


 


"Dih Bapak! siapa suruh Bapak urusin saya. Udah tau banyak kerjaan, masih ngurusin orang." ledek Miko sambil tertawa kecil.


 


"Sialan kamu ya, makin berani aja nada bicara mu itu." pak Haryono makin kesal dengan ledekan dari Miko.


 


“Hahaha, tenang Pak, santai dulu jangan emosi gitu” balas Miko dengan tenang sambil tertawa.


 


"Bapak ga peduli kamu mau murid pintar atau murid bodoh yang pura - pura pintar, Bapak bisa mengeluarkan kamu sekarang jugam


 


Mendengar omongan itu, sontak saja Tika yang menguping dari luar merasa kaget. Tika merasa pemuda itu sudah stres dan gila.


 


“Bapak tau ga! kenapa saya melakukan gitu?” tanya Miko dengan sedikit gaya celeneh nya.


 


“Kamu itu ngomong yang benar, jangan buat Bapak pusing dengan pertanyaan mu yang ga jelas itu” balas Pak Haryono dengan kesal.


 


“Kalau buka kamu murid yang berprestasi di sekolah ini, sudah lama Bapak keluarin kamu dari sekolah ini!” bentak Pak Haryono dengan raut wajah yang penuh emosi.


 


“Woles aja pak, jangan marah - marah gitu, kan bapak tadi tanya sama saya. Maka nya saya jawab. Saut Miko yang mencoba menenangkan kepsek killer tersebut.


 


“Tapi jawaban kamu ga ada yang serius dari tadi hanya omong kosong” ucap pak Haryono dengan sedikit menurunkan emosi.


 


“Sebenarnya saya..!!” sahut Miko sambil menggarukan kepala nya yang tidak gatal itu.

__ADS_1


 


Miko selalu bertingkah aneh saat di tanya pak Haryono, dan tidak selalu benar jawabannya. Sehingga membuat pak Haryono itu kesal menghadapi Miko.


__ADS_2