
"Bu gimana keadaan Bapak sekarang?" tanya Miko kepada ibu nya.
"Sudah lebih baik, nanti kamu sebelum sekolah mampir dulu ke Rumah Sakit ya!" ucap Ibu konah.
"Iya bu! nanti Miko mampir," balas Miko sambil memberesakan buku pelajaran nya.
"Nanti kamu pulang sekolah mau langsung kerja atau ke Rumah Sakit dulu? tanya Ibu konah.
"Langsung kerja Bu, lagi banyak orderan hari ini," balas Miko bergegas memakai sepatu.
Semenjak Ayah nya Miko sakit, Miko lah yang menjadi tulang punggung keluarga dan membantu mencari biaya pengobatan Ayah nya Sedangkan sang Ibu sibuk merawat Ayah dan Adik - Adik nya miko.
Miko menjadi kurir freelance di salah satu online shop. Sepulang sekolah Miko sibuk bekerja untuk mencari nafka dan biaya pengobatan. Tidak banyak teman - teman nya Miko yang tau akan keadaan Miko selama ini.
Setelah kembali nya Miko kesekolah, dia sering terlambat masuk dan tidur di kelas. Semua orang menganggap itu hak yang wajar buat Miko. Karena sebelum nya Miko sering seperti ini dan bahkan Miko tak segan membully tan nya. Namun kali ini sikap Miko berubah jauh, Miko terlihat sering berdiam diri dan melamun.
Miko selalu menjauhi teman - teman nya, tidak ada yang tau kenapa alasan nya. Miko juga sering izin pulang cepat. Karena semua Guru - Guru dan Kepsek sudah mengetahui keadaan Miko. Maka Miko mendapatkan izin dari pihak sekolah.
"Tik, lu lihat Miko ga?" tanya Sarah yang sudah dari dulu sampai disekolah.
"Belum lihat gue Sar dari tadi!" balas Tika sambil melihat kearah tempat duduk Miko.
"Lu merasa aneh ga sih dengan perubahan sikap Miko sekarang?" ucap Sarah penasaran.
"Iya kenapa tuh anak, ga biasa nya dia gini. Biasa nya usil banget tuh orang!" sahut Tika sambil merapikan rambut nya.
"Dia sering menjauhi kita sekrang, dan juga setelah pelajaran kedua dia izin pulang!" ucap Sarah dengan muka serius.
"Kalau istirahat tuh anak ada di mana sih?" balas Tika penasaran.
"Mana gue tau! apa kita datang aja kerumah nya nanti untuk cari tau tentang dia?" ucap Sarah
Tidak lama kemudian bel sekolah pun berbunyi, namun Miko masih belum datang. Hingga pelajaran pertama di mulaipun belum datang juga, sampai ditengah pelajaran pertama Miko baru tiba disekolah.
"Tok.. tok.. permisi Pak saya telat datang!" ucap Miko dengan nafas terengah - engah.
"Silakan masuk, langsung buka buku pelajaran kamu," balas Pak Mail Guru sains.
"Iya Pak, terima kasih!" ucap Miko sambil berlari kecil menuju bangkunya.
Beberapa menit kemudian mata pelajaran sains telah usai. Para murid memberikan buku catatan nya tadi dikerjakan. Pak Mail tidak lama kemudian pergi meninggalkan kelas.
__ADS_1
"Mik, lu dari mana aja selama ini, kok baru kelihatan? tanya sarah penasaran
"Maaf ya Sar, gue ketoilet dulu!" balas Miko sambil berdiri meninggalkan Sarah.
Sarah melihat tingkah Miko yang selalu menghindar membuat Sarah penasaran dengan sikap nya.
Miko sengaja menghindar dari Sarah, Miko tidak ingin siapapun yang mengetahui kesulitan yang dia alami. Sampai tiba jam pelajaran kedua. Miko baru masuk ke kelas lagi.
Hingga jam pelajaran kedua usai dan bel istirahat pun berbunyi, Miko langsung bergegas meninggalkan kelas dan pamit pulang.
"Tuh anak kenapa sih menghindar terus, setiap kali gue mau dekatin dia!" gumam Tika dalam hati.
"Sar kekantin yuk!" ajak Tika
"Traktir ya Tik?" balas Sarah sambil tersenyum
"Tik, siMemet kemana, kok ga kelihatan?" ucap Sarah sambil melihat kearah bangku nya Memet.
"Iya, dari tadi gue ga lihat dia. Ga tau gue dia dimana, apa dia sakit ya?" balas Tika
"Gue coba chat dulu deh," ucap Tika sambil berjalan.
Sesampai dikantin mereka berdua memesan makanan yang biasa mereka makan.
"Ga tau Sar gue bingung!" ucap Tika sambil menggelengkan kepala.
"Lu tuh harus tegas Tik, jangan sampai lu nyesel nanti nya!" balas Sarah serius.
"Masalah nya Miko ga bisa didekatin Sar, gue udah coba berapa kali chat dan telpon pun ga ada jawaban!" jawab Tika sedih.
"Terus lu masih mau lanjut sama Doni?" ucap Sarah dengan mulut penuh makanan.
"Bingung Sar! gue nyaman dengan Doni karena sikap nya ke gue, tapi perasaan gue buat Miko," balas Tika dengan nada pelan.
"Nanti temanin gue kerumah Miko ya Sar?" ucap Tika lagi.
"Iya entar gue temanin lu, itu ada kabar ga dari Doni?" ucap Sarah mengalihkan.
"Belum, gue tlp dulu deh!" balas Tika sambil cek ponsel nya.
Setelah beberapa saat Tika mencoba menghubungi Doni, masih tidak ada jawaban dari Doni. Tika langsung panik seketika.
__ADS_1
"Ga di angkat sama dia Sar!" ucap Tika gelisah.
"Lah tumben tuh orang ga ada kabar nya!" sahut Sarah serius.
"Mana gue tau, ga biasa dia kaya gini Sar!" ucap Tika sambil mencoba menelpon Doni.
Setelah Miko hadir ke sekolah lagi, Doni sengaja menghilang. Doni sadar bahwa sosok yang dicintai Tika adalah Miko. Namun cinta tika belum terbalas dikarena Miko sedang merundung dan menghilang untuk sementa waktu, setelah pristiwa penculikan itu.
Disaat Miko sedang mengantarkan barang untuk pelanggan nya, tiba - tiba dia berhenti kealamat yang bukan dituju. Miko melihat sosok yang sangat mirip dengan nya, Miko memutuskan untuk mengikutin sosok itu.
"Mas maaf, tau alamat ini mas?" tanya Miko berpura pura bertanya.
"Oh.. nanti mas ikutin aja jalan ini, terus nanti belok kanan, nanti mas tanya lagi aja disana. Itu ga jauh kok mas dari situ!" balas Doni dengan ramah.
Miko terdiam sejenak dan memperhatikan sosok yang ada didepan nya sekarang. Suara, wajah dan gaya bicara nya pun hampir sama persis dengan Miko. Rasa tidak percaya kepada Miko semakin besar, dan Doni tidak menyadari kalau yang sedang bertanya adalah Miko sambil mengenakan helm nya.
Dikarenakan Miko harus bergegas mengantar barang pelanggan nya, terpaksa Miko meninggalkan Doni. Lalu pergi begitu saja.
"Terima kasih banyak mas!" ucap Miko dengan menganggukan kepala.
Setelah Miko pergi meninggalkan Doni, tiba - tiba Doni berfikir kenal dengan suara dari pemuda tadi. Sontak saja Doni teringat dengan Miko, lalu Doni berlari mengejar Miko. Namun karena Miko mengendarai sepeda motor, Doni kembali lagi ketoko nya dan mengambil sepeda motor nya untuk mengejar Miko.
Sayang usaha Doni sia - sia, Miko tidak ada di alamat yang dituju, Miko sudah pergi meninggalkan tempat itu. Doni langsung mengeluarkan phonsel nya, dilihat begitu banyak pesan dan panggilan dari Tika diabaikan sebelumnya. Doni melakukan panggilan menghubungi Tika kembali.
"Halo, Tika, maaf aku baru kasih kabar sama kamu, tadi lagi banyak pesanan ditoko. Jadi aku udah izin libur sama Guru tadi pagi," ucap Doni memulai obrolan.
"Iya gpp, ku pikir kamu sakit!" balas Tika dengan nada lembut.
"Miko masuk hari ini?" tanya Doni dengan tegas.
"Miko!! kok kamu jadi tanya dia!" ucap Tika heran.
"Tapi Miko masuk sekolah kan, jangan ditanya dulu alesan nya ku tanya Miko sekarang, kamu jawab pertanyaan aku!" sahut Doni dengan tergesah - gesah.
"Iya tadi dia masuk, tapi dia izin pulang pas pelajaran kedua selesai!" balas Tika dengan nada sedikit cemas.
"Kamu kenapa tiba - tiba tanyain Miko, ada apa dengan Miko, Don!!" ucap Tika panik.
"Makasih ya Tik!" Doni langsung mematikan phonsel nya.
Setelah menghubungi Tika, Doni langsung mencari Miko lagi. Berharap dapat berbicara dengan Miko. Disaat yang sama di sekolah, Tika merasa khawatir akan Miko. Takut terjadi apa - apa dengan nya saat ini.
__ADS_1
"Sar, anterin gue yuk, penting ini!" ucap Tika dengan panik.
"Kenapa lu Tik?" balas Sarah penasaran.