
"Hai Tik! apa kabar lu?!" sapa Sarah yang sudah berapa hari tidak ketemu.
"Baik Sar!" sahut Sarah membalas sapaan teman nya.
"Oh ya Tik, gue minta maaf ya atas kejadian kemaren. Gue ga banyak bantu lu!" ucap Sarah menyesal.
"Gpp Sar! malahan gue terima kasih lu udah bantu gue manggil Polisi sama ortu gue" balas Tika sambil tersenyum.
"Oh ya Sar! lu ada lihat cowok brengsek itu" ucap Tika sambil celingak celinguk mencari orang.
Sejak kejadian penculikan itu, Miko dan Dulloh pun tidak ada kabar berita nya. untuk Dulloh sendiri sudah melarikan diri keluar kota. Dulloh sudah menjadi target Kepolisian.
Sedangkan Miko entah kemana tidak ada satupun yang tau keberadaan nya, baik keluarga dan teman dekat nya.
saat ini Miko lagi merasakan kekecewaan yang amat sangat besar, Miko masih tidak percaya sahabay baik nya tega melakukan tindak kriminal.
"Maksud lu Dulloh yang udah ngulik lu?!" tanya Sarah dengan ekpresi kesal.
"Bukan dia yang gue maksud, lagian ngapain sih lu sebut nama dia lagi. gue jijik dengar nya, apa lagi ingat kejadian itu!" ucap Tika sambil marah.
"Oohh..!! Miko maksud lu?" tanya Sarah menegaskan.
"iya! kemana dia sekarang. Tumben ga kelihatan batang hidung nya." sahut Tika, serius
"Mana gue tau, udah 3 hari ini dia ga masuk sekolah. Ya semanjak kejadian itu." ucap Sarah sambil menaikan bahu nya.
"Emang ada apaan sih?!" tanya Sarah, dengan bingung.
"Udah lupain aja, ga penting juga buat gue" sahut Tika sambil menggeser bangku nya.
Pada saat itu bel sekolah pun berbunyi, jadi tidak ada obrolan yang serius lagi antara kedua sahabat itu. Sampai jam istirahat tiba pun Tika langsung bergegas meninggalkan Sarah dan segera mencari Miko disetiap sudut sekolah.
Sampai bel kedua pun berbunyi kembali Tika masih sibuk mencari Miko, karena tidak menemukan Miko. Tika akhir nya kembali ke kelas untuk mengikuti pelajaran selanjut nya.
Sarah pun menjadi tidak fukos dengan materi pelajaran, yang saat itu guru sedang menjelaskan. melihat tingkah aneh sahabat nya, Sarah memperhatikan dengan serius. tapi Sarah enggan menyapa nya duluan.
"Kalian sudah mengerti apa yang tadi Ibu bilang" tanya guru terhadap semua murid nya.
"Sudah Bu!" sahut semua murid memecah keheningan.
Mendengar suara dari semua teman kelas nya. Tika pun tersadar dari lamunan nya, Tika pun Reflek menjawab.
"Sayaa Bu!!" ucap Tika dengan keras.
Melihat Tika yang tidak fokus, semua teman kelas nya menertawakan Tika karena salah menjawab. Tika merasa malu tidak karuan.
Lalu pelajaran dilanjutkan kembali.
Hingga jam pelajaran usai, Tika masih melamun.
__ADS_1
"Lu kenapa sih hari ini! jadi aneh banget ga kaya biasa nya?" tanya Sarah yang bingung melihat tingkah sahabat nya itu.
"Kalau lu sakit, ga usah sekolah dulu Tik!" ucap Sarah meyakinkan.
"Gpp kok Sar, gue cuma kurang enak badan ja kali" jawab Tika dengan santai.
"Ya udah lu ga usah sekolah ja besok!" sahut Sarah menenangkan.
"Gue duluan ya Sar! semenjak kejadian itu. gue di perketat sekarang." ucap Tika sambil berjalan meninggalkan Sahabat nya.
Sarah hanya melambaikan tangan nya saja. melihat tingkah aneh Tika, Sarah berfikir bahwa Tika mungkin masih ingat kejadian penculikan yang menimpa sahabat nya.
"Ayah..!! Ayah tau rumah Miko Yah?!" tanya Tika dengan serius.
"Kalau alamat nya ayah tau, dan masih ingat juga ayah dengan alamat rumah nya Miko!" jawab Pak Haryono dengan ekpresi datar.
"Kenapa kamu tanyain alamat rumah Miko?" ucap Pak Haryono heran.
"Kerumah nya Miko Yah sekarang" sahut Tika dengan gelisa.
"Ada apa kerumah Miko!! tumben banget kamu begini?!" ucap Pak Haryono yang masih bingung.
"Udah kita kerumah nya Miko aja, aku mau ucapin terima kasih loh sama Miko." sahut Tika dengan manja.
"Oh iya! Ayah juga lupa, sama tuh anak." ucap Pak Haryono serius.
"Tadi aku udah cari keseluruh sekolah ga ketemu Miko, bahkan kata Sarah dia udah 3 hari ga msuk kelas. sahut Tika dengan raut wajah sedih.
Ditengah jalan Pak Haryono berhenti ditoko buah segar untuk membeli oleh buat kluarga Miko dan beberapa Barang lain nya. Tidak lama kemudian mereka berdua sampai di rumah Miko.
...#tok.....
...#tok.....
...#tok....
...Suara pintu diketuk...
"Assalamualaikum" ucap pak Haryono memberikan salam.
"Waalaikumsalam!" jawab seorang wanita dari dalam rumah.
"Eeh.. Pak Haryono! silakan masuk Pak?" ajak seorang wanita itu.
"Iya Bu Konah, terima kasih!" seru Pak Haryono sambil berjalan masuk.
Sosok wanita yang terdengar dari dalam rumah tadi adalah Ibu nya Miko. Tika pun langsung mengikuti Ayah nya yang masuk kedalam rumah Miko.
"Silakan duduk pak?" ucap Ibu Konah dengan sopan.
__ADS_1
"Miko ada Bu?" tanya Pak Haryono tanpa basa basi lagi.
"Miko nya lagi ga ada di rumah Pak" jawab Bu Konah mengaskan.
"Udah berapa hari ini dia ga pulang pak" tegas Bu konah.
"Ya udah kalau gitu ini buat Miko sebagai ucapan terima kasih kami!" ucap Pak Haryono yang menyerahkan buket buah dan yang lain nya.
"Kalau gitu saya pamit dulu Bu" ucap pak Haryono sekali lagi sambil bangun dari tempat duduk nya.
Pak Haryono pun akhir nya pergi meninngalkan rumah Miko dengan segera. Tika pun tidak banyak bicara saat berada dirumah Miko. Tika merasa kecewa karena tidak dapat bertemu miko.
Sepanjang perjalanan pulang menuju rumah Tika, tidak banyak obrolan yang penting. Ketika sampai dirumah Tika langsung masuk kamar tidur nya, dan menangis tersendu - sendu.
...#kring......
...#kring.....
...#kring.....
Suara hp berdering. langsung saja Tika mencari hp nya.
"Hallo! kenapa sar?" tanya Tika dengan nada sedih.
"Lu kenapa? gue ada kabar berita baik nih buat lu!" ucap Sarah penuh semangat.
"Kabar apa sih?!" jawab Tika dengan enggan
"Udah deh lu keluar aja sini gue sharelok ya" ucap Sarah menegaskan.
"Iya - iya! bawel amat sih lu, gue izin ortu gue dulu." balas tika dengan enggan.
Setelah medapatkan izin dari kedua orang tua nya. Tika pun pergi kealamat yang ditujuh.
Setiba nya di lokasi Tika langsung aja mencar Sarah dengan segera.
"Ada apaan sih lu manggil gue kaya orang kesurupan gitu?!" ucap Tika dengan kesal.
"Gue ada berita baik nih buat lu!" balas Sarah dengan semangat.
"Berita apaan sih! kan lu bisa kasih kabar lewat pesan atau telepon gue?!" sahut Tika sambil menarik kursi.
"Gini, gue langsung ke intinya aja. Tadi gue lihat Miko di sebrang toko itu!" ucap Sarah dengan menunjukan sebuah toko yang di maksud.
"Yakin lu itu Miko?!" sahut Tika penasaran.
"Ga tau juga sih itu Miko apa bukan, tapi sosok nya mirip banget sama Miko." tegas Sarah.
"Ya udah kita kesana aja" balas Tika sambil bergegas menuju toko yang dimaksud Sarah tadi.
__ADS_1
Tanpa basa - basi lagi dua sahabat ini pergi ketoko yang dituju, berharap bisa bertemu dengan Miko. Sesampai nya ditoko tersebut, Tika dan Sarah mulai melihat kearah toko dan melihat sekililing toko.
Namun sosok Miko pun tidak terlihatan. Sarah dan tika pun masih ragu apakah benar Miko berada di toko ini. akhir nya mereka berdua memberanikan diri untuk mencoba menjadi pelanggan toko itu.