Sikonyol Dan Bunga Sekolah

Sikonyol Dan Bunga Sekolah
Bab 8


__ADS_3

"Miko silakan masuk, kamu bisa langsung duduk di tempat asal kamu sebelum nya" ucap sang Guru sambil berjalan kedepan pintu


"Terima kasih Bu" jawab Miko sambil tersenyum.


Seluruh kelas saat itu tiba - tiba terasa hening seperti habis melihat sosok hantu yang bergentayangan disiang bolong. Semua murid tidak percaya Miko yang sudah hampir 4 bulan lamanya tidak masuk sekolah, kini masuk lagi.


Sebagian ada yang senang Miko bisa hadir lagi disekolah, namun buat murid yang sering di tindas Miko merasa tidak senang. Yang lebih kecewa lagi Tika dengan kehadiran Miko.


"Hai guys!" sapa Miko keseluruh teman nya.


Namun tak ada satu orang pun yang menjawab sapaan dari Miko itu, Miko langsung saja berjalan menuju bangku yang berada paling ujung pojok kanan. Tempat itu lah pertama kali dia masuk sekolah dan duduk bareng sahabat nya Dulloh.


Kini miko enggan dekat dengan Tika dan mencoba menjauhi Tika. Semenjak kejadian penculikan pada saat itu, yang membuat dia malu sama diri nya sendiri. Bahkan yang jadi otak penculik nya adalah sahabat Miko sendiri.


Hingga jam pelajaran dimulai, tidak banyak obrolan yang peting. Mereka Fokus dengan penjelasan Guru kelas yang saat itu memberikan materi nya. Miko pun tidak mau kalah dan tertinggal jauh sama teman - teman nya. Sehingga membuat sebagian orang merasa heran melihat perubahan Miko yang sekarang.


"Bu mau bakso satu ya, kaya biasa?!" ucap miko kepada Ibu kantin.


"Eh nak Miko, kamu apa kabar sekarang! udah lama ga kelihatan?" ucap Ibu kantin dengan ramah.


"Alhamdulliah sehat Bu, cuma kamaren cuti sekolah karena harus merawat Bapak saya yang lagi sakit Bu" balas miko sambil sopan


"Oh jadi gitu, terus gimana kabar Bapak mu sekarang?" Tanya Ibu kantin sambil membuat Bakso pesanan Miko.


"Masih dirawat di rumah Sakit bu" ucap Miko dengan nada pelan.


"Semoga cepat sembuh ya Mik! ini pesanan kamu" balas Ibu kantin sambil memberi mangkok bakso.


"Terima kasih Bu" ucap Miko sambil berjalan menuju meja makan.


Saat Miko lagi asik makan bakso, Miko mendangar suara yang dia kenal.


"Hai Mik! gimana kabar lu?" sapa Sarah


"Iya Sar, alhamdulillah baik!" balas miko sambil mengunyah bakso kemulut nya.


"Mana Tika, tumben lu datang sendirian?" tanya Miko heran


"Di belakang sama Memet," balas Sarah sambil menarik bangku

__ADS_1


"Memet!" sahut Miko penasaran


"Oh ya lupa, lu kan ga kenal Memet. Dia murid baru dari pindahan sekolah lain," ucap Sarah sambil melihat ponsel nya.


Tidak lama kemudian Tika datang dengan Memet, Miko terkejut melihat mereka berdua gandengan tangan. Miko merasa kecewa dengan apa yang dia lihat, selama ini perjuangan Miko sia - sia. Tanpa menghabiskan makanan nya Miko pergi meninggalkan kantin.


"Mau kemana Mik?" tanya Sarah sambil memperhatikan Miko.


"Gue lupa ada yang ketinggalan," sahut Miko sambil berlari meninggalkan kantin.


Saat di depan pintu kantin, Miko berpapasan dengan Tika. Tika pun melihat Miko yang sedang tergesah - gesah, namun Miko tidak memperdulikan Tika yang sedang melihat nya itu. Tika merasa aneh dengan sifat Miko.


"Mau kemana tuh anak?" tanya Tika serius


"Mana gue tau! kata nya ada yang ketinggalan," balas Sarah sambil mengangkat pundak nya.


Memet yang melihat sosok Miko pergi merasa tidak enak. karena saat ini Tika sudah jadi milik nya. Tujuan awal dekatin Tika hanya untuk mencari informasi tentang Miko. Namun timbul perasaan terhadap Tika. Akhir nya Memet pun segera pergi menyusul Miko.


"Sebentar ya Tik, aku mau ketoilet dulu," ucap Memet dengan pura - pura memegang perut.


"Iya, jangan lama - lama," balas Tika


Memet langsung berlari kearah Miko pergi tadi, dan bergegas mencari Miko. Diwaktu yang sama, Tika dan Sarah membahas Miko.


"Lu tau Sar, keadaan nya gimana sekarang," balas Tika kecewa.


"Disatu sisi gue nyaman sama Doni, eh Memet maksud nya!" ucap Tika keceplosan.


"Doni..!! jadi Memet itu doni yang wajah nya mirip Miko," sahut Sarah penasaran.


"Ga sar, salah sebut tadi gue!" balas Tika gugup.


"Udah lu ga usah bohong sama gue lah!" sahut Sarah serius.


"Hem.. iya Sar memet adalah Doni yang kita temuin waktu itu," ucap Tika merunduk.


"Ya ampun Tika! pantas aja lu terima Memet, karena memet itu adalah Doni yang wajah nya mirip Miko!" sahut Sarah kecewa.


"Berarti lu selama ini emang suka sama Miko, lu sama aja bohongin perasaan lu sendiri Tik!" ucap Sarah dengan nada kesal.

__ADS_1


"Jelas beda oranglah, Doni itu bukan Miko. Mereka itu dua orang yang beda. Cowok yang lu suka itu Miko bukan Doni!" ucap Sarah lagi.


"Ya habis mau gimana lagi Sar! gue tau, gue yang salah. Ga seharus nya gue terima Doni. Tapi gue udah terlanjur nyaman dengan sikap nya Doni!" balas Tika sedih.


"Lu tau, dia kecewa sama lu Tika, gue juga kecewa sama lu. Ga ingat apa lu dengan pengorbanan dia sama lu Tika!" ucap Sarah kesal.


"Ya terus salah siapa dia hilang!" ucap Tika sambil menangis.


"Disaat gue udah terima Miko, dia malah hilang," ucap Tika lagi.


Sarah tidak bisa berkata apa - apa lagi. Karena emang semua nya ini bukan salah Tika sahabat nya itu. Yang membuat Sarah bingung ternyata Tika tidak bisa melupakan Miko, akhirnya memutuskan untuk berpacaran dengan Doni.


Setelah selesai Tika menangis, mereka berdua meninggal kantin dan masuk ke kelas. Saat itu Miko sudah izin pulang duluan. Tika merasa kecewa tidak bisa melihat sosok Miko lagi.


Tika teringat dengan sifat jahil nya Miko, dimana saat itu Tika sangat membenci Miko, namun setelah ada insident penculikan. Miko yang menolong Tika. Tika tidak tau apa yang terjadi dengan nya saat jadi korban Dulloh.


Setelah kejadian itu, Miko pun menghilang. Tika sadar akan kehilangan orang yang sering menjahilin nya, disaat itu juga Tika mulai jatuh cinta dengan Miko, hingga beberapa bulan Tika mencari Miko. Disaat putus asa Miko kini hadir lagi.


"Tik, aku antar ya pulang nya?" ucap Doni menawarkan.


"Ga Don, aku bareng Ayah ku aja!" balas Tika lemas.


"Ya udah nanti keluar yuk?" tanya doni mencoba menghibur.


"Ga Don, aku lagi malas," ucap Tika lagi.


Melihat sikap Tika seperti itu, Doni sudah paham dengan keadaan nya. Tidak seharus nya mereka berdua jadian. Doni pun merasa kesal dan kecewa dengan diri nya sendiri yang telah masuk di kehidupan Tika dan Miko.


Tidak ada banyak kata - kata yang terucap, kedua nya pergi begitu saja. Sesampai di rumah Tika langsung menangis histeris di kamar tidur nya. Mendengar Tika menangis, sontak saja ibu Tika langsung bergegas menghampiri Tika.


"Kenapa kamu nak?" tanya Ibu tika penasaran


"Huuuaaaa.... Miko Bu!" balas Tika yang menangis semakin kencang.


"Kenapa dengan Miko?" tanya Ibu yang semakin penasan.


"Miko masuk sekolah lagi Bu, disaat Aku ingin melupakan Miko dan menerima Doni jadi pacar ku Bu!" balas Tika terisak isak.


Sejenak Ibu Tika terdiam melihat anak nya yang sedang menangis. Ibu Tika tau betul kejadian yang di alamin anak nya itu.

__ADS_1


"Sudah kamu jangan menangis lagi, tanyakan hati mu. Mana yang terbaik buat kamu Tika," ucap Sang Ibu menenangkan.


Namun mendengar kata - kata dari Ibu nya, Tika semakin menjadi - jadi. Tika larut dalam kesedihan, Tika tidak dapat membohongi perasaan nya selama ini. Bahwa Tika benar - benar jatuh cinta dengan Miko.


__ADS_2