Sikonyol Dan Bunga Sekolah

Sikonyol Dan Bunga Sekolah
Bab 6


__ADS_3

"Pak saya pesan 2 ya, mau yang ini aja!" ucap Sarah sambil menunjuk menu makanan yang di pesan.


"Dibungkus apa mau makan disini?" tanya pedagang dengan sopan.


"Makan sini saja pak" balas Sarah sambil celingak celinguk seisi ruangan.


"Silakan duduk dulu mbak, nanti kami antar" ucap seorang pedagang.


Kemudian Tika dan sarah pun memilih tempat duduk yang strategis. Namun mereka berdua masih merasa gelisah, sebab orang yang dimaksud tidak kelihatan.


Hampir setengah jam mereka berdua duduk di toko makanan itu, menu makanan pun yang di pesan belum datang juga. Kebetulan saat itu toko lagi ramai pengunjung.


"Permisi mbak, ini pesanan nya!" ucap pelayan toko dengan ramah.


"Iya mas, terima kasih" balas Tika sambil melihat sekitar toko.


Pelayan toko itu akhir nya menyadari tingkah aneh dari dua sahabat itu, dan tanpa ragu lagi pelayan menanyakan apa yang di lakukan mereka berdua.


"Permisi mbak, lagi cari apa ya mbak?!" tanya pelayan toko dengan nada pelan.


"Ga mas! cuma mau lihat - lihat aja." jawab Sarah dengan cepat.


"Kalian baru ya datang kesini" ucap Pelayan toko yang masih tidak puas sama jawaban Sarah tadi.


"Iya mas, kami baru tau kalau di jalan ini ada toko makanan yang enak" ucap Sarah sambil mengalihkan.


"Mas tau orang ini ga?!" tanya Tika yang sudah tidak sabar lagi.


"oohh..!! ini mas Doni mbak, kalian teman nya mas doni ya?" ucap pelayan toko yang masih bingung.


"Aduh mbak kenapa ga dari tadi aja kalian ngomong, dari pada clingak clinguk gitu" sahut pelayan sambil tersenyum.


"Maaf mas, kami hanya memastikan aja. Orang ini ada disini?" tanya Tika yang masih penasaran.


"Mas doni selalu ada mbak, toh dia yang punya Toko ini" ucap pelayan toko dengan sopan.


"Doni! Bukan Doni mas nama nya, tapi Miko" sahut Tika yang masih bingung apa yang di maksud pelayan toko.


"Nanti saya panggil aja mas Doni nya kesini, biar kalian tanya aja sama orang nya" ucap pelayan toko.


Akhir nya pelayan toko pun meninggalkan dua sahabat itu, tidak lama kemudian muncul sosok yang di kenal Tika. sontak aja Tika langsung menyapa dengan kasar seperti biasa.

__ADS_1


"Eeh berengsek! dari mana aja lu, kok ga pernah masuk sekolah brapa hari ini?" ucap Tika tanpa ragu.


Doni pun bingung apa yang diucapkan Tika, Pria ini merasa tidak mengenal Tika dan Sarah.


"Maaf mbak ada apa ya! kok mbak nya marah sama saya?" ucap Doni dengan sopan.


Tika pun juga merasa heran dengan tingkah laku pria yang di duga Miko ini. Tidak biasa nya Miko yang Tika kenal penuh dengan sopan santun gini. Tapi Tika meyakinkan kalau pria ini Miko, pria yang sudah menyelamatkan Tika.


"Lu Miko kan! sejak kapan lu berubah jadi sopan gini?" tanya Tika penasaran.


"Saya Doni mbak bukan Miko" ucap Doni menegaskan kan.


Doni adalah sosok yang sangat mirip dengan Miko, dari postur tubuh, suara, bahkan wajah pun mirip. yang beda hanya lah tingkah laku nya. Miko dan Doni dua orang yang berbeda.


Kebetulan wajah Doni sangat mirip sekali dengan Miko. Doni terlahir dari keluarga berada, sedangkan Miko dari keluarga sederhana, tidak ada hubungan darah antar Miko dan Doni.


"Mbak salah orang kali mbak!" ucap doni dengan sopan.


"Maaf mas, tapi kami yakin tidak salah kok" sahut Sarah dengan tegas.


"Ini lu kan?" ucap Tika sambil menunjukan photo Miko.


"Ini siapa ya mbak?" ucap Doni yang kebingungan.


"Udah deh lu jangan pura - pura lagi." sahut Tika dengan kesal.


"Mbak, saya serius loh, dari kecil saya tidak pernah belajar di sekolah umum" ucap Doni menjelasakan.


"Saya ini belajarnya home scholing mbak." ucap Doni lagi.


"Lu jangan bercanda deh! gue ga suka bercandaan lu Mik" sahut Tika dengan kesal.


Setelah beberapa waktu perdebatan, datang Ayah dari Doni dari kejauhan. Karena melihat anak nya Bertengkar sama orang lain. Langsung saja Ayah nya Doni menghampiri.


"Ini ada masalah apa ya sama anak saya mbak?" tanya Ayah Doni dengan sopan.


Melihat sosok Ayah nya Doni Tika pun terkejut. Ternyata Doni benaran bukan nya Miko teman yang Tika kenal. Langsung saja wajah Tika pucat basi dan malu. Karena tika sudah salah orang.


"Maaf pak kami salah orang rupanya." ucap Tika dengan malu.


"Habis nya Doni ini mirip sama teman kami pak" sahut Sarah sambil menunjukan photo Miko.

__ADS_1


Ayah nya Doni pun terkejut melihat photo Miko yang mirip dengan Doni. Dilihat nya terus photo dan wajah anak nya itu. Merasa tidak percaya dengan apa yang terjadi.


"Ya udah pak kami pamit dulu" ucap Tika dengan wajah malu.


"Iya dek, hati - hati di jalan" balas Ayah Doni.


"Kami minta maaf atas kesalah pahaman tadi" sahut sarah sambil menundukan kepala.


"Gpp mbak, wajar kalian salah paham. Orang wajah nya pun sama banget kaya saya" ucap Doni sambil tersenyum.


Akhir nya Tika dan Sarah pergi meninggal toko itu dengan kecewa. Berharap bisa bertemu dengan Miko dan meminta maaf sekaligus berterima kasih atas pertolongan nya.


Namun sayang sekali ternyata sosok itu bukanlah Miko melainkan Doni yang wajah nya mirip sekali dengan Miko.


"Kamu gpp kan Don?" tanya Ayah Doni memastikan anak nya baik - baik saja.


"Aman kok Yah, cuma aku tadi kaget aja sama mbak nya. dia marah - marah sama ku." ucap Doni dengan wajah bingung.


"Ayah juga bingung Don, kok bisa ya wajah kalian itu sama persis" sahut sang Ayah sambil tersenyum.


"Apa jangan - jangan Ayah menikah lagi dengan wanita lain selain Ibu." ucap Doni menggoda Ayah nya.


"Enak saja kamu ngomong, jangan sembarangan kamu. Kalau sampai ibu mu tau bisa bahaya." balas Ayah sambil berbisik


"Hahahah.... Ayah ada - ada saja." ucap Doni dengan tawa nya yang keras.


"Tapi gadis itu lumayan cantik Don" sahut ayah menggoda anak nya.


"Dih Ayah genit" Balas Doni sambil meninggalkan Ayah nya.


Setelah kejadian salah paham itu, Doni pun terbayang terus dengan Tika dan Sarah. Apalagi dengan sosok Miko yang wajah nya mirip dengan Doni.


Doni pun mencari tau kebenaran dari sosok Miko ini, dan ada hubungan apa dengan dua gadis itu dan juga Doni. keesokan hari nya Doni memerintahkan orang untuk mencari informasi.


karena penasaran nya, Doni pun meminta izin ke Ayahnya dan masuk kesekolah normal. Doni menyamar sebagai Murid pindahan dari sekolah lain. Semua berkas sudah di urus sama anak buah nya Doni.


"Anak - anak, tolong jangan berisik. Hari ini ada siswa baru pindahan dari sekolah lain" ucap sang guru menerangkan.


"Ini memet saputra, dia pindahan dari SMA 18, semoga kalian bisa menerima memet dengan baik." Ucap Bu Guru sambil tegas.


"Hai guys, saya memet asal dari tegal, salam kenal semua nya" memet memberi salam dengan malu.

__ADS_1


"Silahkan kamu duduk di bangku belakang itu" ucap Bu Guru sambil menunjukan bangku paling belakang


Doni pun berhasil menyamar sebagai Memet dan menjadi murid SMA 80, Doni sudah mengatur nya supaya bisa 1 kelas dengan Tika dan juga Sarah.


__ADS_2