
Setiba dirumah, Tika pun melanjutkan tidur nya lagi. Dia tidak perduli dengan kondisi kamar nya yang berantakan.
"Tika..!! kamu makan dulu, baru tidur habis itu." suara teriakan yang begitu keras dari ruangan dapur.
"Iya Bunda!! nanti dulu Bun, aku masih capek." jawab Tika dengan teriakan membalas sang Bunda.
Setelah menolak untuk diajak makan Tika melanjutkan tidur nya lagi. Hingga waktu sudah menunjukan Pukul 14:35 wib.
Tidak lama suara handphone pun berdering.
triling... triling.. suara handphone berdering. Tika langsung mencari handphone nya itu, dan mencari sumber bunyi yang terus mengganggu tidur nya.
"Hallo.. siapa ini?" ucap Tika yang masih belum sadar dari tidur nya.
"Tika! gue lagi di jalan ini, sebentar lagi sampe rumah lu" jawab Sarah dengan suara bising di jalan.
"Jangan bilang lu masih tidur!?" Sarah kembali menegaskan.
Sontak saja Tika langsung mematikan handphone nya itu, dan langsung bangun dari tempat tidur nya. Tika bergegas menuju kamar mandi untuk bersiap - siap.
"Nih anak kenapa, tiba - tiba langsung matiin hp nya". dumel Sarah dalam hati.
Tidak butuh waktu lama Sarah pun sampai di depan rumah tika. Sarah langsung memakirkan motor nya di samping Rumah.
ting.. tong.. bell berbunyi
"Ya tunggu sebentar!" suara teriak pria dari dalam rumah, sambil membuka pintu.
"Eh Sarah! cari Tika ya?" tanya Pak Haryono dengan senyum tipis.
"Iya Pak! Tika ada Pak?" ucap Sarah dengan sopan.
"Silakan masuk dulu, Tika masih mandi kaya nya. kamu mau minum apa, sambil menunggu Tika." ajak Pak Haryono sambil tawarkan minum.
"Ga usah deh Pak, ga lama juga kok." balas Sarah dengan malu - malu.
"Yakin kamu ga mau minum dulu! oh ya gimana kabar orang tua kamu" ucap Pak Haryono dengan muka datar nya.
"Iya Pak terima kasih, Alhamdulillah sehat semua pak." jawab Sarah sambil senyum tipis.
"Kamu duduk santai aja dulu, anggap rumah kamu sendiri. Bapak cek Tika dulu kedalam." ucap Pak haryono meniggal kan Sarah.
"Iya pak terima kasih" jawab Sarah dengan sopan dan malu - malu.
Ini kali pertama buat Sarah main kerumah Tika. Meskipun mereka berdua sahabat dari masih SMP. jadi merasa Sarah agak canggung dengan suasana rumah Sarah.
Tidak menunggu, Tika pun keluar dengan gaya seadanya Tika. Sarah kaget melihat sahabat nya begitu ketinggalan zaman.
"Ya ampun Tika!! lu ga salah pakai baju begini untuk kemall?" tanya Sarah dengan kaget dan rasa ga percaya.
Buat Sarah hal ini ga bisa dibiarin begitu saja.
karena Sarah dan Tika sungguh jauh berbeda selera. Sosok feminim nya Sarah ingin sekali merubah cara berpakaian sahabat nya itu.
"Kenapa emang dengan Gaya gue Sar?!" sahut Tika dengan santai.
"Ga ada yang salah sih dengan pakaian nya. Tapi lu itu cewek Sar, masa ga ada sisi feminim nya sedikit." ucap tika yang masih tidak percaya melihat Tika.
__ADS_1
"lu itu cantik Tik! saat pakai baju sekolah, gue pikir lu juga akan feminim sehari - harinya. masih dengan rasa tidak tidak percaya nya.
"Yang gue tau itu lu dulu feminim banget orang nya" ucap Sarah lagi yang masih aneh melihat gaya sahabat nya itu.
Sarah sudah lama ga bertemu Tika setelah masuk di SMA. banyak yang tidak di ketahui oleh Sarah selama ini. semasa zaman Smp dulu, mereka selalu kompak dan modis. Bahkan gaun mereka pun sama, seperti anak kembar.
"Jadi pergi apa ga sih lu Sar!? kalau lu kesini cuma untuk komentar cara gua dandan. mending lu pulang aja deh" sahut Tika dengan kecewa melihat Sarah mengejek nya.
"Bukan nya gitu Tika! ya gue masih ga percaya aja" mencoba menenangkan Tika.
"Ya udah yuk Kita berangkat, nanti keburu sore" ajak Sarah bergegas meninggalkan rumah Tika.
Tidak lama kemudian, Sarah dan Tika pun sampai dimall yang dituju. Pada saat yang sama Dulloh pun kemall. mereka akhir nya saling bertemu.
"Eh itu bukan nya Dulloh ya?" tanya Sarah meyakinkan Tika.
"Iya benar, itu emang Dulloh. yuk buruan kita kejar!" sahut Tika sambil berlari duluan.
"Dul.. Dull.. Dulloh!!" Teriak Sarah dengan keras, hingga semua orang yang ada di lobby mall pun melihat nya.
"Eh Sarah, Tika!! kok kalian disini juga?" sapa Dulloh dengan senang.
"Iya Dul, biasa ada barang diskon hari ini!" balas Sarah sambil memamerkan barang branded nya itu.
"Hahaha...!! dasar cewe modis" ledek Dulloh sambil tertawa kecil.
"kalau lu belanja barang diskon juga Tik?" ucap Dulloh yang menyakan kepada Tika.
"Ga dul, gue cuma anterin doang. udah tuh gue nunggu di toko kaset" balas Tika dengan nada yang biasa.
"Boleh lah, inikan tempat umum. Siapa pun bebas kemana aja." ledek Tika tegas.
"Bukan gitu maksud nya Tika, gue temanin lu ke toko kaset." tegas Dulloh meyakinkan, berharap Tika tidak keberatan.
"Ya udah, gue juga pasti bosen sendirian" sahut tika sambil menuju toko kaset.
Dalam hati dulloh sangat senang sekali, karena bisa berjalan berdua dengan pujuaan hati nya. Sedangkan disekolah Dulloh selalu tidak dapat kesempatan karena ada nya Miko.
Tanpa sadar, mereka asik mendengarkan musik dan memilih beberapa untuk dibawa pulang. Sehingga timbul perasaan Dulloh untuk mengukapkan nya dan tidak sabar lagi.
"Tika!! aku mau ngomong serius sebentar boleh?" ucap Dulloh dengan nada lembut
"Ya ngomong aja disini" balas Tika yang masih asik memilih kaset.
"Ga bisa disini Tika, terlalu berisik" ajak Dulloh lagi, berharap Tika mau pindah tempat.
"Ya udah hayo, gue juga udah haus. kita kesana aja" sahut Tika sambil mengarahkan salah satu cafe dimall.
Sesampai di cafe, mereka berdua memesan minuman ringan dan snack. Lalu memilih tempat duduk di paling ujung ruangan.
"Ada apaan sih!! kata nya lu mau ngomong serius. ya udah ngomong sekarang!!?" tanya Tika yang masih penasaran, dengan apa yang mau dibicarakan Dulloh
"Aku ga enak sama kamu Tik!!" ucap Dulloh
"Ga enak kenapa lu sama gue" tika mencoba mengerti apa yang di katakan Dulloh.
Tika masih belum menyadari perubahan dari Dulloh saat ini. Bahkan Tika penasaran dengan apa yang mau dibicarakan bukan perubahan nya.
__ADS_1
"Kamu jangan marah ya Tik, jangan benci aku juga" ucap Dulloh dengan nada lembut dan penuh harapan.
"Eh Dul, lu itu cowok bukan bencong. Kalau ngomong yang tegas lah. gue ga suka gini" tika pun mulai kesal dengan tingkah Dulloh.
"Iya maaf, aku tuh suka sama kamu Tika. mau ga kamu jadi pacar ku Tik?!" ucap Dulloh penuh harap.
Dalam fikiran Dulloh semoga Tika ga menolak nya dan berharap Tika menjadi milik nya. Dulloh akan merasa bangga dan buat iri semua murid sekolah.
namun kenyataan ga sesuai dengan apa yang di harapkan. Tika bukan nya menerima Dulloh, malah sebaliknya mencaci dulloh.
"Gila lu ya dul!! gue pikir lu teman gue yang baik, tanpa harus jadi orang yang nyebelin" sahut Tika dengan kesal.
"Ini pasti lu sekongkol ya, sama sih brengsek itu?!" ucap tika lagi yang semakin kesal
"Lu itu ga ngaca apa Dul, luh itu Jelek dan hitam. terus apa kata temen - temen gue nanti kalau gue jadian sama lu Dul..!!" ejek nya lagi sambil memaki.
"Lagian kan lu itu sahabat nya si cowok brengsek itu, apa ini ada hubungan nya dengan dia kan?!" ucap Tika yang semakin menjadi dan selalu menuduh Dulloh.
"Demi Tuhan Tika, ini ga ada hubungan nya dengan Miko. Aku itu tulus sama kamu Tika, aku jatuh cinta sama kamu saat kita masih ospek dulu!!" jawab Dulloh meyakinkan Tika.
"Ga mau tau gue! inti nya gue ga suka sama lu" Tika bergegas meninggal kan Dulloh.
Pada saat itu suasana di dalam cafe cukup lumayan ramai. Banyak pengunjung melihat pertengkaran Tika dan Dulloh.
Dulloh pun melihat sekitar ruangan cafe, dan merasa malu.
Munculah niat Jahat nya Dulloh untuk menghabisi wanita sombong itu. Dulloh menghubungi teman - teman nya dan merencanakan niat jahat nya itu.
Tidak butuh waktu lama teman - teman Dulloh pun datang menghampiri nya. Tanpa basa basi lagi Dulloh langsung mengarahkan rencana nya. Setelah memberi tau niat Jahat nya, teman - teman Dulloh bersiap di posisi masing - masing.
Selang waktu beberapa menit, target yang dituju pun datang. setibanya di parkiran, Tika langsung di culik oleh teman nya Dulloh tadi.
Sarah yang berada didekat nya Tika pun langsung berteriak minta tolong.
"Tolong... tolong... ada penculikan.. tolongin teman saya..!!" teriak Sarah dengan keras sambil mengejar mobil yang membawa Tika.
Orang sekitar mall pun merasa cuek dengan teriakan Sarah. Menganggap bahwa itu hanya rekayasa belaka dan berfikir Sarah itu wanita gila. Sampai di depan jalan raya, tiba - tiba seorang pemuda menghampiri Sarah.
"Kenapa mbak?" tanya pemuda tersebut.
Sarah pun langsung menoleh ke arah suara yang menyapa nya. saat itu Sarah belum tau siapa pemuda yang menghampiri nya.
"Mas.. mas.. tolongin teman saya mas!" ucap Sarah dengan panik.
"Sarah!!" seru pemuda itu sambil melepaskan helm nya.
Melihat sosok yang di kenal nya Sarah pun merasa lega.
"Miko! kok lu ada disini" tanya Sarah penasaran, dengan kehadiran Miko.
"Gue kebetulan lewat sini, tadi habis antar pesanan barang bokap gue" ucap Miko menegaskan.
"Lu kenapa Sar! apa yang terjadi sama lu?!" tanya Miko dengan serius.
"Tika, Mik.. Tikaa!!" jawab Sarah dengan panik.
Mendengar Tika dalam bahaya, Miko pun menjadi gelisah dan turun dari sepeda motor nya. Mencoba nmenghampiri Sarah dengan tenang, dan mencari tau apa yang terjadi.
__ADS_1