Singularity

Singularity
Because ice cream?


__ADS_3

Gue gak tau lagi mau ngomong apa sama Gavin, muka dia keliatan sedih banget, gue gak tega sama dia.


"Vin jalan-jalan yuk"


"Terus PRnya?"


"Ah udahlah, gue mau jalan-jalan beli es krim"


"Udah ayo" ~(sambil narik-narik tangan Gavin)


"Ayo dong incess"


"Kok incess si? Lo kira gue banci" jawab dia sambil berdiri


Sementara itu tangan gue gak dilepasin sama dia, dia genggam malahan. Gue kan jadi malu.


"Naik"


"Iya"


"Pegangan ya!"


"Ehmm.."


"Udah" ~ (sambil narik tangan gue biar mau pegangan ke dia, gak sih lebih tepatnya kayak meluk dari belakang bukan pegangan, dasar cowok modus. Kalo lagi kayak gini, gue jadi ingat pertama kali gue sama Gavin ketemu)


.


"Sampai"


"Yeayyy" gue seneng banget soalnya udah sampai di toko es krimnya.


Gavin yang liat gue cuma senyum-senyum aja.


"Masuk yuk" ajak dia, sambil genggam tangan gue.


"Eh...."


.


"Mau rasa apa kamu li?"


(Pasti kumat lagi aku kamunya, nanti kalo dilarang dia bakal diam aja cuek kaya patung, daripada gue jalan-jalan sama patung gak enak, mending sama manusia aja) ~ batin gue


"Aku mau strawberry aja"


"Mbak strawberry 2, topping mix" mesenin ke orang yang jual


"Pftt lo suka strawberry?" Tanya gue sambil ngeledekin Gavin


"Enggak sih, tapi cuma mau nyoba aja, rasa kesukaan kamu ya?"


"Iya,enak banget"- jawab gue sambil aegyo ke dia


"Cih..ngapain aegyo di depan ku"


"Ampun oppa" ucap aku sambil ledekin dia terus lari-larian.


.

__ADS_1


"Ah capek, es krimnya belum kah?"


"Abis ini mungkin udah sampai"


"Ehm iya"


"Akhirnya es krimnya sampai" kata Gavin yang keliatannya juga nungguin es krimnya.


Akhirnya gue makan deh tu es krim sama Gavin, tapi hening banget gue sama Gavin udah gaada topik lagi buat diomongin..


"Li.."


"Iya?"


"Agak kesinian"


"Kenapa?" ~Tanya gue sambil ngedeketin muka gue ke dia, dianya langsung ngarahin tanganya ke muka gue, tapi gue hindari.


"Eh jangan macem-macem"~ sambil mundurin muka


"Gue gabakal gigit lo" ucap Gavin sambil narik tangan gue, terus bersihin sudut bibir gue pake jarinya.


H E N I N G . . . . . . .


Setelah es krimnya abis dia nawarin es krim lagi ke gue.


"Lo gamau bungkus es krim lagi?"


"Boleh emang?"


"Boleh dong, aku pesenin ya?"


"Ehm iya vin" (sambil senyum lebar)


"Udah ayo"


"Kita kemana Vin? Inikan bukan jalan pulang ke rumah gue"


"Ke taman, lo gamau kencan sama orang ganteng kayak gue?" Ucap dia sambil ketawa


"Hilih"


.


"Turun li"


"Udah sampai ya?"


"Iya sayang masak aku nyuruh kamu turun pas belum sampai tujuan"


"Eh mulutnya jaga ya, jangan modusin gue"


"Hahaha kamu lucu li"


"Apaan sih" ucap gue sinis


"Duduk sini aja" ajak Gavin


"Tamannya indah ya, gue seneng banget...bunganya juga cantik"

__ADS_1


"Kamu seneng ya, makanya aku ajak kamu kesini"


"Iya" sambil menunjukkan senyum termanisku


"Ini es krimnya li, aku tadi pesenin yang rasa spesial"


"O iya, kamu gak pesen lagi?"


"Enggak li, udah kenyang"


"Aku makan ya?"


"Iya"


"Ini enak banget Vin, kamu mau gak?"


"Boleh"


Gue langsung spontan suapin Gavin es krim.


"Enak ya?" Tanya gue


"Banget" jawab dia sambil senyum ganteng ke gue.


(Kenapa jantung gue berdetak cepet banget ya) ~ batin gue.


"Li.."


"Iya vin?" Gue noleh sambil deg-degan, gue gak tau kenapa jantung gue kayak gini.


Gavin yang manggil gue malah ngedeketin mukanya deket banget ke gue, tapi gue heran kenapa gue gak ngehindar atau melakukan perlawanan, mata gue cuma melotot ke arah matanya , gue kaget banget karena hampir gaada jarak lagi. Perasaan gue berkata lain entah itu rasa kaget karena takut atau ingin dia ngelakuin sesuatu ke gue.


Cupp


Ini benar-benar first kiss gue, gue gamau, gue pingin nolak tapi udah kejadian dia cium bibir gue.


H E N I N G..........


Fiks gue jadi keringetan + membisu


"Maaf li"


"Gue ga sengaja"


Gue jawabnya cuma ngangguk-ngangguk, uda kehabisan kata-kata terus juga malu.


"Li.."


"Aku pingin ngungkapin sesuatu sama kamu"


Karena gue udah jadi kayak cewe bisu, gue gak ngomong trus hadap Gavin sambil naikin kedua alis gue.


"Ini mungkin aneh li....


Kita kenal belum terlalu lama, semenjak aku kenal kamu bahkan dari pertemuan pertama kita...."


"Vin kayaknya kita harus pulang deh" (ucap gue motong ucapannya Gavin, gue motong ucapannya Gavin soalnya bingung harus jawab apa, jantung gue uda kenceng banget detaknya)


"Li, lo gak bisa motong ucapan gue" kata Gavin sambil pegangin bahu gue buat diarahin ke depan dia.

__ADS_1


Gue cuma bisa natap matanya yang nunjukin ketulusan.


"Vin..."


__ADS_2