Singularity

Singularity
RAIN


__ADS_3

Hari ini pak Tom gak datang sendiri dia bersama seorang murid baru cowok.


Cowok itu bawa tas sekolah, dan membawa peta, kaya Dora aja :v


Nggak yang dibawa dia itu kayaknya surat penerimaan siswa baru deh.


“Selamat pagi anak-anak” Sapaan Pak Fitom


“PAGI PAK GURU” teriak ciwi-ciwi XII MIA 5 yang lebih keras melebihi cowoknya yang hanya 10 butir.


“Perkenalkan ini murid baru di kelas ini” kata Pak Tom


“Hai semuanya, nama gue Gavin Narandha, kalian bisa panggil gue Gavin. Gue pindahan dari SMAN 1 ELANG”


“Gavin, silahkan kamu duduk di sampingnya Lia (sambil nunjuk gue), semoga kamu betah di kelas ini”


“Iya Pak terimakasih”

__ADS_1


"Ok anak-anak kita mulai pelajaran hari ini ya" Perkataan yang selalu diucapkan pak Tom


"Iya pak" ucap siswa siswi serentak


Awalnya gue ngerasa canggung satu meja sama tu cowok, soalnya dia kelihatan dingin banget. Ini pertama kali gue duduk ama cowok di kelas, padahal gue lebih suka duduk sendirian di kelas soalnya lebih nyaman buat BOCAN alias bobok cantik.


“Pinjem pensil lo dong?” tanya Gavin tanpa menoleh dan tetap fokus ke bukunya.


..........


“Lo tanya ke gue?” jawab gue kebingungan.


“Iyalah, terus mau tanya ke siapa?”


“Oh ada nih” jawab gue dengan nada cuek, sembari memberikan pensil.


Suasana hening ada di antara kita berdua, gue yang kebiasaan tidur pas jamkos, fangirlan sama temen-temen gue, dengerin musik keras-keras. Sekarang gabisa ngelakuin itu, soalnya ni cowo bener bener kuat banget pantatnya, sedari awal jam pelajaran sampe sekarang mau pulang dia betah banget duduk doang gak kemana-mana. Gue aja yang terkenal pendiam (kecuali dengan apapun yang terkait BTS gue jadi hiperaktif) dan sering di kelas gak pernah duduk selama itu. Dia bener-bener duduk terus sampai jam pulang. Kegiatan yang dia lakuin cuma baca, nulis, baca, nulis. Gak bosen apa ya?

__ADS_1


"Kayaknya dia pinter... gawat bisa kesaing gue" (batin gue)


Wajar kalo gue takut kesaing soalnya gue itu berturut turut juara 1 di kelas, padahal gak pernah belajar, ngerjain PR juga jarang. Kadang gue juga bingung sama guru-guru kenapa kok bisa selalu gue yang dapat peringkat satu di kelas, atau mungkin temen satu kelas gue emang agak dodol.


Sore ini keliatan mendung banget, awan yang awalnya cerah di langit sekarang udah berubah warna jadi abu-abu. Awan abu-abu itu sedikit demi sedikit meneteskan air hujan yang awalnya tenang, sekarang semakin deras tak terkira. Petir dan kilat kini mulai bermunculan. Sebenarnya gue harus pulang naik bus, tapi cuaca hari ini seperti tak mendukung gue buat pulang. Gue udah nunggu 30 menit kedatangan bus di halte tapi belum ada bus yang lewat di sini.


“Apa gue harus jalan kaki ya? Mana jalan ke rumah lumayan jauh lagi”


"Dingin banget lagi"


(gue emang sering ngomong sama diri sendiri kalo gak ada temen)


Tiba-tiba sosok lelaki bermasker hitam yang tertutup helm dan mengendarai motor berhenti di depan halte, ia melambaikan tangannya dengan isyarat manggil gue buat datang ke tempatnya berhenti.


"SIAPA??" tanya gue dari halte dan pertanyaan berpusat padanya


Dia menghiraukan pertanyaan gue dan tetap ngelambain tangannya isyarat manggil gue.

__ADS_1


__ADS_2