
Pintu mobil terbuka, aku otomatis menolehkan kepalaku pada pintu tersebut. Nampak seseorang sedang membawa 2 kantongan plastik di tangannya.
“Kamu sudah bangun?”
Aku merubah tatapanku menjadi tatapan tajam. “Bisa kau jelaskan apa yang terjadi?”
Dia duduk di kursi setir dan membawa dua kantongannya pada jok mobil dibelakang. Lalu menatapku dalam-dalam. “Bagian yang mana?”
Aku masih belum merubah tatapanku. “Sudahlah! Jangan berbasa-basi terus Yeda. Cepat katakan!”
“Oh, bisakah kau bersabar? Aku hanya bercanda~”
Tanpa mengubris perkataannya, aku menatapnya datar.
Dia terkekeh. “Baiklah Nyonya Yeda. Semalam Tuan Yeda ini menemanimu di sini tanpa tidur. Padahal Tuan Yeda ini berniat untuk menggendongmu ke atas. Tapi, Tuan Yeda ini tahu, walaupun kamu adalah seorang tokoh yang melakukan hal-hal haram, kamu juga pasti menjaga dirimu. Tuan Yeda ini tahu kamu tidak pernah disentuh oleh siapapun kecuali ayahmu. Bahkan 3 teman laki-lakimu juga tidak pernah menyentuhmu, kan? Semuanya hanya sampai sebatas pelukan.”
Aku terkejut. Aku kagum dengan caranya menghormatiku. Tapi, darimana dia tahu tentangku sampai sangat terperinci seperti itu.
Sebelum aku bertanya dia sudah mengalihkan topik. “Ayo sarapan!”
“Jangan banyak tanya dulu. Kamu harus mengisi perutmu agar kau bisa berpikir dengan tenang!”
Tangannya dengan lincah mengeluarkan makanan dari dalam kantongan plastik.
“Makan di sini? Oh ayolah! Aku bahkan belum mencuci mukaku, aku juga belum menyikat gigiku!”
Dia menatapku. “Tidak usah! Kamu sudah sangat cantik.”
Lagi dan lagi aku tidak bisa mengontrol detakan jantungku. “Aku kan sudah bilang jangan mengatakan hal itu lagi!”
“Ah-maaf. Sangat menyayangkan jika kamu tidak di puji!”
Aku hanya diam. Sudahlah. Detakan jantung ini pasti akan kembali normal seiring berjalannya waktu.
Kami makan dalam diam. Entah kenapa sejauh ini makanan yang dibawa oleh Yeda selalu nikmat.
“Hari ini kita mau kemana?”
Aku menoleh kepadanya. Sejenak aku berpikir, kita bersama tinggal beberapa hari lagi. Dan besok kita akan pergi ke negara lain sebelum 4 makhluk itu menemukan kita.
“Terserah,” Aku melanjutkan makanku.
Seperti biasa jantungku masih belum bisa aku kontrol. Tapi, itu semua aku alihkan dengan makanan.
Makanannya sudah mau habis, aku keburu makan cepat-cepat. Aku tidak mau dia menungguku karena makananku belum habis.
Lebih tepatnya aku tidak mau dia melihat caraku makan. Sungguh jaga image itu sangat sulit.
Untungnya aku menghabiskan makananku di saat dia minum. “Aku masuk duluan ya. Mau mandi!” Dia nampak mengangguk lalu mengambil sampah makanan.
Oh, aku lupa mengambil sampah makananku.
***
Aku masuk dalam kamarku dihotel. Menetralkan jantung yang terkena sinar pesona dari sang CURIOS.
__ADS_1
Aku menghempaskan tubuhku ke kasur dan mulai menatap langit-langit. Aku mulai memikirkan sesuatu yang mengganjal. Tinggal beberapa hari lagi aku bersenang-senang tanpa senjata seperti ini.
Bagaimanapun juga aku harus kembali. Mewujudkan impianku yang merupakan permintaan mama yang terakhir. Dan membalaskan dendam mama. Aku juga harus pulang demi papa yang kini dalam keadaan penyembuhan.
Perasaan ini harus aku hilangkan. Perasaan ini tidak boleh bertambah. Aku ingat bagaimana sulitnya aku melupakan sosok Gara.
Aku melampiaskan kemarahanku kepada pekerjaan. Aku meminta pekerjaan lebih, sehingga aku diberikan pekerjaan ini.
Aku hanya menerima pekerjaan ini hingga aku sadar bahwa semua ini SALAH.
Awalnya aku berniat untuk melepas pekerjaan ini. Tapi, aku urungkan. Karena aku akan melepaskan kata ‘Dunia Kegelapan’ pada kehidupan manusia dengan menjadi yang tertinggi.
Tapi, setelah mendengar kata ‘C.Pe’, semua angan-anganku rasanya tidak mungkin. Karena C.Pe bukan terpilih dengan hasil kerja keras, tapi dipilih dengan hasil keturunan. Apalagi ketika mendengar C.Pe-lah yang tertinggi di Dunia Kegelapan.
C.Pe adalah sebuah keluarga. Mereka semua tidak pernah mempublikasikan diri mereka dari abad pertama dikenalnya C.Pe hingga sekarang.
Tingkat tertinggi Dunia Kegelapan ada dua.
C.Pe
Mafia Chair.
Sekarang ada lima orang yang dipilih sebagai kandidat Mafia Chair. Mereka berlima menyelesaikan misi-misi yang diberikan oleh C.Pe.
Dan di-era pemilihan saat ini, C.Pe memberi misi pertama yakni berjuang selama dua tahun untuk meraih sesuatu yang dinamai ‘pencapaian’ yang memuaskan.
Dan misi keduanya adalah menuntaskan kasus berlalu dengan caramu. Berjuang sendiri dalam keadaan apapun.
Dan semua itu dengan cara tersendiri. Seperti aku yang keluar negri. Harya yang berdiam diri di dalam rumah. Angga yang masih terbaring di atas kasur rumah sakit. Demian yang tinggal di TKP selama menelusuri. Dan Berch yang kini terbaring di peti mayat.
Kematian Berch memang belum dipublikasikan. Tapi, semua itu akan dipulish ketika Mafia Chair yang baru sudah terpilih.
Berch sudah jelas tidak terpilih sebagai Mafia Chair, jadi alasan akurat untuk kematian Berch adalah dia depresi karena kegagalan dan memilih untuk membunuh dirinya sendiri. Dengan temperamen yang seperti itu, kecurigaan orang akan makin kecil.
Dunia Kegelapan memang KEJAM!
***
Aku membuka mataku perlahan. Kudapati diriku menikmati hangatnya kasur. Tidak biasanya aku tertidur lagi jika sudah tertidur lama.
Aku menatap langit-langit kamar dengan tatapan kosong. Aku masih berusaha untuk mengumpulkan nyawaku.
Tapi, setelah mataku melirik jam aku tiba-tiba terduduk. Aku ketiduran 2 jam?!
Tidak!! Ini kelewatan!
Aku segera meraih tabku dan mengotak-atik jadwal penerbangan. Aku mulai mengambil jadwal penerbangan sesuai seleraku. Aku memesan 2 tiket ke negara barat dan memilih jam penerbangan yang tepat.
Aku masuk toilet dan mulai membersihkan diri. Dari toilet aku bisa mendengar ketukan di pintu. Dan aku yakin itu adalah Yeda.
Aku dengan segera mengambil handuk dan mulai membungkus tubuhku. Walaupun suara ketukan sudah tidak terdengar lagi tapi aku masih buru-buru. Kucari pakaian yang tepat dan mengenakannya dengan sigap.
__ADS_1
Sedetik kemudian pintu kamar hotelku terbuka. Aku cukup terkejut, untung saja pakaianku sudah aku pakai semua. Ada dua orang yang berada di pintu. Semuanya pria dan semuanya aku kenal.
Satunya petugas hotel yang kukenal dengan nama Hasbi. Sejauh ini, dia adalah petugas hotel yang aku percayai. Dan satunya lagi adalah pria yang menemaniku akhir-akhir ini. Yeda. Semuanya menampakkan wajah panik. Dan aku wajah terkejut.
Aku baru mau menegur mereka. Tapi Yeda dengan wajah paniknya berlari kecil ke arahku dan langsung memelukku.
“Syukurlah!” Lirih Yeda. Aku hanya terdiam.
“Syukurlah,”
Aku melirik Hasbi yang mengusap dadanya seakan dia sangat lega.
Aku sebenarnya tidak nyaman dengan pelukan ini. Apalagi aku pasti akan malu jika Yeda mendengar detakan gila yang dikeluarkan oleh jantungku ini.
Aku mendorong Yeda pelan. Hasbi masih ditempatnya.
“Bisa kalian jelaskan apa maksudnya ini?” Aku menatap keduanya tajam.
Mereka diam. “Sini Hasbi. Kamu masuk! Kamu harus ikut menjelaskan!”
Hasbi menurut dan mereka berdua terduduk diam di sofa. Lama terjadi keheningan, dengan pelan terdengar suara Yeda dan diikuti oleh Hasbi.
Aku sangat kesal. Suara yang mereka keluarkan adalah suara tawa!
Ada apa dengan mereka yang tiba-tiba tertawa?! Padahal aku sedang meminta penjelasan!
“Kalau kalian tidak diam aku akan mengunci kamar ini untuk kalian berdua!”
Ancamanku itu tidak membuat mereka berhenti. Dan itu makin membuatku jengah, aku akhirnya melakukan apa yang aku katakan yang tadi.
Aku berdiri dan berjalan menuju pintu kamar hotel ini. Aku keluar dan mengunci mereka dari luar, biarlah mereka mau ngapain dari dalam. Aku hanya membawa handphone dan dompet yang memang sudah berada di dalam kantong pakaian yang aku kenakan sekarang.
Aku tahu mereka bisa membukanya dari dalam. Tapi, apakah mereka tahu aku akan pergi kemana?
Penerbangan yang kupesan tadi seharusnya masih ada beberapa jam lagi. Jadi, mari kita nikmati liburan di sini.
Aku berjalan menuju supermarket yang ada di depan hotel ini. Aku masuk dan memilih makanan halal.
Memilih makanan halal disaat mata, tangan kaki, jari-jari sudah memiliki hobi melakukan hal-hal haram.
Tapi, setidaknya makanan yang aku makan masih halal dengan menggunakan uang yang kuraih dari penghasilan perusahan yang memperebutkan saham. Apakah itu haram?
Sangat sulit memilih makanan ringan yang halal di sini. Aku harus melihat bahan-bahan yang digunakan.
Tapi, biarlah. Selain menenangkan pikiran, aku juga jadi bisa berpikir mengenai pikiranku ini. Huh!
Aku bersamanya tinggal beberapa hari lagi. Dan aku bisa merasakan setiap aku bertemu dengannya aku pasti bertambah jatuh cinta.
Aku sadar hal ini tidak wajar. Lagipula aku sudah tidak pantas menerima cinta lagi.
Forex pasti sudah dalam perjalanan menuju tempat ini. Apakah aku harus kembali saja sekarang?
Waktu kami juga hanya tinggal beberapa hari lagi. Tidak apa-apa, kan? Anggap saja ini adalah liburan untuknya.
Aku harus pulang! Banyak hal yang menungguku.
__ADS_1
Ya! Aku harus pulang! Demi impian dan perasaanku!
***