
Al menatap Bee bingung lalu menatap prof Alfred Yang melihat Bee
" Apa prof juga mengenalnya " Kata Al
" Siapa yang tidak kenal dia , dia seorang senator terkenal jaman presiden Barrak obama " jelas prof Alfred
" Oh my good " kata Al kaget Karna dia tak tahu apa apa Dan juga tidak tahu siapa sebenarnya tuan Muller
"Putra pertamanya ketua MPR dan putra bungsu nya seorang jendral " kata prof Alfred lagi menjelaskan
" Astaga jadi Al menjadi dokter pribadi tuan Muller Bee "kata Melanie ikut kaget
" Mhem " jawab Bee sambil mengangguk
" Gila lho Al , bagaimana bisa kau dekat dengan orang hebat bro " Kata Willy
" Ah itu hanya kebetulan saja will " kata Al
" Kebetulan yang membawa keberuntungan will " kata prof Alfred
" Ya betul itu prof "Kata Willy kagum dengan Al
Setelah cukup lama membahas tuan Muller mereka pun kembali membahas Masalah jantung . Dan setelah cukup lama membahas semuanya mereka pun pulang Bee yang berencana ingin membuat minuman herbal mengikuti Al pulang Untuk melihat bahan bahan yang kurang Karna ingin membantu Al membuatnya
" Apa kau yakin kita perlu membuat nya banyak " Kata Al melirik Bee
" Ya kalo bisa, Kenapa tidak Agar lebih jelas " Kata Bee
" Baiklah kita lakukan , apa perlu kita perlu membawanya ke lab " Kata Al
" Good idea Al , teman ku bekerja di sebuah lab Kita bisa menelitinya di sana Ayo kita ke flat mu dulu " kata Bee
" Ok " kata Al Yang melangkah pelan Agar Bee bisa mengimbangi nya Entah sejak kapan mereka berdua akrab Al hanya bersikap santai Karna tahu Bee gadis yang baik Dan Al hanya bisa menjaganya Agar gadis itu nyaman berteman dengan nya .
" Kenapa jalanan terlihat sepi ? " kata Bee Melihat jalanan yang sangat sepi
" Mungkin sudah pada pulang " kata Al
" Woi cepat masuk , mereka sedang mencari pasien covid .Jangan diluar cepat pulang " kata seorang mahasiswa lain berteriak Yang membuat Al dan Bee saling pandang Dan cepat cepat menuju flat Al dan mendorong pintu
" Ayo cepat masuk " Kata Al
" Ya " Kata Bee Yang mengintip
Benar saja banyak orang berpakaian tentara mencari siswa Yang berkeliaran Di jalanan yang ingin membawa dan mengangkut mereka ke bagian karantina
__ADS_1
"Al untung kalian sudah pulang , Aku takut kalian ditangkap .Bee kau jangan pulang dulu Tadi ada seorang pria yang membubar kan kami Menyuruh kami cepat pulang Agar tak berkeliaran di jalan Karna akan ada pemeriksaan Mereka akan menangkap para siswa yang akan di karantina dan di isolasi Untuk jadi kelinci percobaan vaksin " kata Deni berbisik
" Astaga dari mana kau tahu " kata Bee
" Dari pria yang menyuruh kami pulang Makanya bila yang masih berada di kampus di suruh pulang malam Agar tak terlihat mereka ." kata Deni
" Astaga kenapa harus menguji vaksin pada rakyat mereka kan bisa menguji nya pada pimpinan mereka dulu atau abdi negara " kata Bee
" Entah lah aku juga tidak tahu, kita tak perlu ikut campur Karna ini masalah pemerintah Biarkan saja mereka melaku kan nya . Kami berdua hanya mahasiswa pendatang Bee Tak berani ikut campur " kata Deni
" Ya Bee itu benar , kita bukan siapa siapa di sini Lebih baik kami diam Dan tak membuat ulah " Kata Al menimpali
" Lalu bagaimana kalo tuan Muller membutuhkan mu Al " kata Bee
" Aku bisa minta ajudan nya menjemput ku Bee " kata Al santai
" Astaga iya juga ya " Kata Bee berpikir
" Ya sudah ayo kita ke dapur Kita makan dulu Aku sudah memasak tadi Sama ayam goreng dan sambal juga sayur sop buatan Al " Kata Deni
" Ya ,ayo kita makan habis itu sholat bersama " Kata Al
" Ayo Bee " kata Al
" Oh tidak sama sekali tidak merepotkan kok Bee ,Al dia sangat cantik seperti ratunya bidadari " kata Deni berbisik di kuping Al
"Kau ini ada ada saja " kata Al
" Ada apa, kok kalian berbisik " kata Bee
heran
"Deni bilang kau cantik seperti ratunya bidadari Ainul mardiah Bee " kata Al
" Astaga aku pikir apa ?, Ya ampun aku tersanjung sekali " Kata Bee tersenyum Merasa geer kalo Al mengatakan Kalo ia cantik seperti bidadari .
" Hehehe ...... tapi kenyataan nya memang
begitu kok Bee " kata Deni malu Sambil mengaruk kepalanya yang tak gatal
" Apa kau sudah punya kekasih Bee ?" kata Deni
" No, why ?" kata Bee Yang membuat Deni Sambil melirik Al
"' Den Bee itu umurnya baru 20 tahun dan ia masih muda Tidak seperti kita " kata Al menjelaskan
__ADS_1
" What 20 Are you serius Al " kata Deni
" Ya Al benar Den, umur ku memang baru dua puluh tahun Apa ada masalah buat mu ?" kata Bee
" Oh tidak , ayo duduk " Kata Deni menarik kursi untuk Bee Sedangkan Al mengambil piring sambil memanaskan sop
" Kalian memasak sendiri , sepertinya enak Karna baunya wangi " kata Bee duduk di kursi Sambil melihat ayam goreng dan sambal
" Apa kau memasak sendiri juga " kata Deni menatap Bee Yang membuat Deni menelan salivanya .
" Ya tapi kalo di rumah aku jarang memasak " Kata Bee
" Nih sopnya " Kata Al menyodorkan mangkok untuk Bee Deni dan dirinya sendiri Sedangkan Deni mengambil nasi dan minum untuk mereka Lalu Al dan Deni pun duduk untuk makan bersama
" Bismillah " Kata Bee menyuap nasinya Dan menikmati masakan Al dan Deni
" Ini sangat enak , apa kalian berdua memasaknya " Kata Bee
" Ya ..... " kata Deni aku bisa jadi koki mu Bee Kalo kau butuh " kata Deni
" Hehehe..... boleh boleh bro, tapi kemaren Al juga sudah jadi koki di sana " kata Bee terkekeh
" Wah ....itu sih koki pribadi , aku ngak ikut campur kalo untuk itu Ya kan Al " kata Deni memainkan alisnya pada Al
Sedangkan Al hanya diam Tak bergeming karna tak ingin luka lamanya terulang lagi ia hanya ingin fokus sekolah untuk bisa sukses . Apalagi ia belum mapan secara ekonomi .
" Waktu itu aku sakit Den, aku minta tolong padanya " kata Bee
" Ya aku tahu Al sudah cerita kok " Kata Deni tersenyum Lalu melirik Al
" Kau bisa istirahat di kamar Al, Biar Al nanti yang tidur di kamar ku " kata Deni
" Ya terimakasih " Kata Bee Sedangkan Al hanya diam tak bersuara Asyik menikmati makanan nya.
Setelah makan ketiga sholat Bee memperhatikan Al dengan seksama Ketika pria cuek itu memimpin sholat Dan membaca surat dengan fasih Hingga membuatnya semakin kagum Sampai sore Bee disana Namun entah mengapa ia malas pulang Dan Al menyuruhnya istirahat di kamarnya .
" Kamar yang bagus, rapi " Kata Bee Ketika masuk kamar Al Dan terlihat di meja Al di penuhi buku buku kuliah Yang membuat Bee kagum pada Al Karna kamar rapi dan tertata Tidak seperti kamarnya Yang sedikit berantakan Apalagi kalo ia lelah Bee tak mau membereskan kamarnya .
" Bee , aku ambil baju sebentar ya " kata Al Yang masuk kamar nya
" Ya silahkan " kata Bee tersenyum Menatap punggung Al yang mengambil baju di lemarinya
" Al apa aku bisa pinjam kaosmu ?" kata Bee
" Hah.. .." kata Al kaget Karna tak percaya wanita anggun seperti Bee ingin meminjam bajunya .
__ADS_1