Sistem Emak

Sistem Emak
Bab 24 Akhirnya bertemu dengan Raja Planet Mustahil


__ADS_3

Hari yang ditunggu pun tiba, atas undangan dari Raja Planet Mustahil, emak, babe dan Mita telah berada di paviliun kerajaan khusus penerimaan tamu yang berada tidak jauh dari tempat tinggal utama.


Selain raja dan ratu turut serta para menteri dan tak ketinggalan adalah orang yang pernah diutus oleh pihak istana.


Raja pun menyambut kehadiran emak, babe dan Mita dengan ramah, acara penyambutan di iringi dengan tarian khas Planet Mustahil yang di tarikan oleh anak anak dengan bakat sihir, menjadikan tarian semakin indah dengan permainan sihir di dalam nya.


Kemudian acara makan siang di lanjutkan dengan inti acara yaitu presentasi dari Perusahaan D'Group.


Tidak ada yang aneh dari penggunaan alat alat sihir di planet ini, oleh karena itu emak menyuruh Mita membawa alat presentasi di inventori yang ada pada aplikasi MMaps.


Sebelum presentasi di mulai Mita membagikan smartphone serta buku petunjuk penggunaannya kepada seluruh orang yang hadir, kecuali Raja, karena beliau sudah memilikinya.


"Silahkan yang mulia ratu serta tuan tuan sekalian untuk menyalakan smartphone yang telah saya bagikan dengan menekan tombol power yang ada di sebelah kanan dengan layar menghadap ke arah kita, kita akan mulai mensetting nya"


Setelah setting smartphone dengan pengunci ganda yaitu nomor penduduk dan sidik jari selesai.


Mita membahas panel Surya dan power bank sebagai sumber energi yang diperlukan oleh smartphone agar bisa tetap digunakan.


Sumber energi tersebut bisa dibeli di aplikasi D'Group


"Selanjutnya kami persilahkan yang mulia dan tuan tuan semuanya untuk melihat layar smartphone terdapat dua aplikasi di dalam nya.


Yang satu bernama D'Group, satunya lagi MMaps. Penjelasan mengenai masing-masing aplikasi terdapat pada aplikasi itu sendiri.


Karena inti dari presentasi ini adalah kami ingin mengajukan kerjasama dengan yang mulia raja perihal pembuatan aplikasi yang dibutuhkan oleh kerajaan.


Dari pengamatan saya selama ini salah satu persoalan adalah pengumpulan pajak dari para wajib pajak dan pendistribusian nya kepada kementerian terkait"


Mita telah selesai memberikan presentasi, namun mereka tampak lebih antusias dengan aplikasi MMpas yaitu peta Planet Mustahil dibanding dengan penjelasan Mita.


Salah satu menteri mengajukan sebuah pertanyaan untuk menghilangkan rasa penasaran nya.

__ADS_1


"Maaf nyonya, yang bernama MMaps ini apakah benar bentuk dari Planet Mustahil yang kami tempati?"


"Betul sekali tuan, tak ada satupun semut yang dapat bersembunyi dari peta ini, bahkan kita dapat mengetahui adanya seseorang yang sedang bersembunyi di sekitar kita.


Jika orang yang bersembunyi adalah pengguna smartphone maka nomor identitas mereka akan langsung kita ketahui dengan mengklik tanda panah"


Mita menjelaskan dengan sangat baik, namun banyak yang tidak faham, karena smartphone memang menyerupai alat ajaib, namun pertama kali ada di Planet Mustahil.


Emak terlihat sedang termenung, namun siapa yang tau jika emak lagi ngobrol sama Dul "Dul, ribet amat sih kudu jelasin ini itu, mendingan loe bikin nih orang pada langsung paham gitu Dul, puyeng gue dengerin nya"


(Dasar emak emak, padahal bukan dia juga yang ngoceh, hadeeeh, Mak ... Mak ..., udahlah Mak nikmatin aja proses nya, di Planet Mustahil ini emak bisa mengeluarkan semua potensi smartphone keluaran D'Group, gak bakal ada saingan Mak) jawab Dul


(Dengerin ya Mak, potensi memonopoli perdagangan di Planet Mustahil sangat besar, di samping membantu seluruh orang terbuang yang ada disini, pihak kerajaan juga akan sangat berterimakasih dengan kehadiran emak dan Perusahaan D'Group) tambah Dul


"Kalau gitu atur aje dah Dul, setelah pertemuan dengan Raja Planet Mustahil, gue ama mau pulang dulu ke Bumi, kangen anak-anak, loe tanganin semuanya ya Dul" pinta emak.


(Ashiaaap, semangat emak! fighting! [ala Korea] jangan kendor!) Dul menyemangati emak yang udah down.


(krik ... krik ... ) Dul diam


Selesai emak ngobrol ama Dul, selesai juga Mita menjelaskan perihal MMaps.


Babe Sobari mengakhiri pertemuan dengan berkata "Maaf yang mulia, jika yang mulia berkenan, saya akan meminta salah satu asisten Mita untuk stand by di kerajaan untuk membantu siapa pun yang minta di pandu dalam penggunaan smartphone"


Raja sangat senang dengan ide babe "Terimakasih banyak atas kemudahan yang tuan berikan, namun saya menginginkan 10 orang, bukan hanya 1, mengingat luas nya kerajaan.


Meskipun terdapat buku petunjuk pemakaian, namun tidak semua orang faham dengan yang dimaksud didalam nya.


Bukankah praktek secara langsung lebih mudah di fahami daripada hanya sekedar membaca teori nya saja"


Babe pun menjawab pernyataan yang mulia raja Planet Mustahil "Yang Mulia sangat benar akan hal itu, baiklah saya akan mengirim 30 orang asisten Mita untuk menjelaskan berbagai hal yang belum di fahami"

__ADS_1


Asisten Mita yang dimaksud adalah karyawan dari Dul, karena karyawan yang direkrut dari Planet Mustahil belum faham keseluruhan penggunaan smartphone dan kegunaan aplikasi yang ada di smartphone


Para menteri sangat mengagumi smartphone, khususnya menteri sumber daya manusia, karena selama ini dia merasa kasihan dengan orang terbuang.


Mereka hanya bisa bekerja dengan mengandalkan kekuatan tubuh nya saja, tanpa bisa menggunakan sihir yang pada akhirnya memperlambat pekerjaan, hingga tak ada yang mau mempekerjakan mereka.


Akhirnya babe pamit setelah kedatangan 30 orang asisten Mita yang telah ditugaskan oleh menteri sumber daya manusia.


Setelah kepergian emak beserta rombongan, pihak kerajaan dan para menteri yang dihadiahkan smartphone langsung memesan panel Surya dan power bank.


Bahkan tidak sedikit yang membeli beberapa smartphone untuk keluarga nya.


Benar perkataan Dul, emak menang banyak, namun bukan emak namanya kalau tidak menjadikan dirinya sebuah keran rezeki.


Emak tidak langsung pulang, namun meminta menteri sumber daya manusia untuk mengantarnya berkeliling ketempat orang terbuang.


Emak mengalahkan rasa rindu kepada anak-anak nya, demi melihat kebahagiaan orang terbuang yang benar benar kurang beruntung.


Meskipun mereka bisa mengenyam pendidikan sampai tinggi dan tidak mengkhawatirkan akan biaya kesehatan, namun untuk hidup, mereka hanya mengandalkan hasil alam.


Ditambah kelambanan dalam bekerja serta tidak adanya fasilitas peralatan dan perlengkapan bercocok tanam yang memadai, menjadikan masa tanam lebih lama dan kualitas jauh dari standar yang ditetapkan Planet Mustahil.


Setiap emak singgah, emak selalu menemui kepala desa untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi, apakah kekurangan peralatan atau perlengkapan atau apapun yang dibutuhkan.


Emak tak segan segan mengeluarkan semua yang dibutuhkan oleh mereka, bahkan emak meninggalkan seorang asisten Mita di tiap desa untuk mendampingi dan mengajari segala hal dasar sampai kepada ilmu moderen.


Dengan kata lain, emak meningkatkan taraf hidup orang terbuang di Planet Mustahil.


"Dul, kalau mereka butuh pabrik pengolahan, langsung ACC ya Dul, agar mereka bisa langsung menikmati hasil nya, entah itu di jual atau di gunakan untuk diri mereka sendiri" perintah emak.


(Siap lapan enam Mak!) jawab Dul semangat.

__ADS_1


__ADS_2