Sistem Emak

Sistem Emak
Bab 32 Sistem Dunia Baru


__ADS_3

Emak tetap mendengar suara Dina meskipun ia hanya berbicara dalam hati nya "Dina mau menerima amanah ini Mak, semoga Dina bisa menjaganya"


Emak pun menghela nafas lega "Huf... terimakasih banyak Dina, emak yakin kamu mampu, semoga manusia tak kan punah dari dunia tempat tinggal mu"


Dina berkata lagi dalam hati nya "Memang emak dari dunia mana?"


Emak menjawab"Dari dunia yang jauh, sebaik nya kamu pelajari dulu sistem yang emak berikan"


"Siap Mak" jawab Dina dalam hati nya.


Emak tak lagi menjawab, tapi langsung menyerahkan pengawasan kepada sistem otomatis yang terdapat di CCTV.


Tidak seperti Intan, entah mengapa emak saat ini lebih tenang dan lebih percaya dengan Dina.


Emak pun tak selalu melihat dunia Dina lewat CCTV.


Bahkan kini, emak tak pernah lagi memantau Intan maupun Dina.


Emak tinggal bertanya dengan Mita ataupun asisten Mita jika emak berada di Planet Mustahil.


Emak juga bisa bertanya dengan Noni dan asisten Noni jika emak berada di Bumi.


Yah, kini emak semakin santai menikmati hidup, setelah kembali ke bumi nanti, emak berencana akan menyambangi dunia paralel yang ketiga.


Selain dengan keluarga kecil nya, emak lebih sering berdiskusi dengan Dul mengenai dunia paralel, maupun tentang misi selanjutnya yang akan Dul berikan kepada emak.


Sepertinya emak senang tugas nya bisa di wakilkan oleh seseorang yang memang penduduk asli di dunia paralel tersebut.


"Dul, emak jadi senang banget nih, enak ya bisa bagi-bagi kebahagiaan, meskipun sebenarnya memberikan tugas dan misi, tapi itu juga kan demi kebaikan orang-orang yang ada disana"


Dul menjawab dengan nada santai.


(Dul bisa berevolusi seperti ini juga berkat emak yang permintaan nya gak masuk di akal.


Poin sistem minta unlimited,


Saldo rekening minta unlimited,


Mangkanya biar gak ribet, status emak Dul buat jadi maksimal


Akhirnya lama kelamaan memicu Dul ter upgrade otomatis menjadi Induk Sistem, fasilitas sistem apapun yang emak minta untuk menjalankan misi di dunia paralel, akan langsung tersedia)


Mendengar jawaban Dul, emak semakin bahagia "Alhamdulillaah, emak jadi tambah senang Dul.


(Kalau senang mah harus itu Mak, jangan lupa bersyukur dengan sesegera mungkin melaksanakan misi yang numpuk)


Denger omongan Dul, emak jadi protes ...


"Lah bukan numpuk kagak pernah dikerjain Dul, itu misi nya aja yang dateng langsung serombongan sampai serebu dunia paralel, untung aja emak kagak mabok misi.


Tapi emak senang sih meskipun numpuk, misi bisa di jalankan dimana aja.


Buktinya sekarang emak bisa bertemu Dina sambil nemenin Cici dan Udin bermain di wahana.


Yah, meskipun tidak menemani mereka secara langsung.

__ADS_1


Untung aja babe mau terus menerus di repotkan sama anak-anak nya"


Tak lama kemudian Cici, Udin dan babe memasuki benteng pertahanan mereka.


"Mak, seru banget loh hari ini, Cici banyak dapat item, uang Cici juga tambah banyak, kalau kita ke bumi, Cici bakal traktir semua teman-teman Cici"


Udin pun tidak kalah semangat "Iya betul Mak, seru banget kita hari ini ya be?"


Si babe hanya mengangguk ringan dan meminta emak membuatkan es kopi.


"Mak, cuaca kayak gini enak nya minum es kopi nih, iya kan Din?"


Udin yang di kasih kode malah gak faham "Ah Udin mah gak mau es kopi be, Udin minta bikin mie instan aja, minum nya teh tawar anget"


Emak dan Cici hanya bisa tertawa dengar jawaban Udin


Cici berkomentar "Ikan kembung bawa patin, kaga nyambung Din, ha ha ha ha ha ha ha"


Emak langsung berdiri dan menuju dapur "Sebentar emak ke dapur dulu ye, emak bakal bikinin buat kita semua"


Cici juga ikutan berdiri dan berlari nyusul emak "Ikan kembung bawa Udin!!! kagak bakal nyambung kalau ngomong sama Udin!!!! Ha ha ha ha ha ha ha"


Udin yang belum juga faham, malah cuek tak menghiraukan ucapan Cici malah mengobrol seru dengan babe.


Emak yang mendengar Cici berteriak jadi gemes, apalagi tidak ada tanggapan dari Udin.


PLETAK!


Emak menjentikkan jari nya di dahi Cici.


Cici hanya bisa mengusap dahi nya pasrah, karena tidak mungkin membalas perbuatan emak nya.


Cici belum mau jadi batu kayak Malin Kundang, wkwkwk


Emak berucap dengan nada gemas "Lagi kamu tuh ya, iseeeeng banget.


Untung Udin kaga faham apa yang kamu omongin, huh, emak paling kesel kalau dengar kalian berselisih paham, apalagi sampai saling ngomong nya pakai gas motor 4 tak"


Cici akhirnya nyaut juga...


"Mangkanya Mak, kalau gak mau Cici godain Udin, kasih Cici adek lagi, perempuan ya Mak, nggak mau kalau laki-laki, nanti kayak Udin lagi, ha ha ha ha"


Emak hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar celotehan Cici.


Emak dan Cici juga terlibat obrolan seru di dapur sambil membuat pesanan masing-masing anggota keluarga.


Tak berapa lama, dua es kopi, satu es teh manis, satu teh hangat dan empat mie instan rasa soto telah terhidang di meja makan.


"Ayoo cepetan pada kemari, pesenan udah jadi, siapa cepat dia dapat, yang gak kebagian jangan nangis yeeeee!!!!"


Cici sengaja berteriak untuk meledek Udin lagi.


.


.

__ADS_1


.


Meskipun hanya wahana permainan, di pulau zombie ini akan berbahaya bagi pemain yang belum memiliki atau memasuki benteng pertahanan pada malam hari.


Namun tak perlu khawatir, karena jika para pemain mati di wahana, dia akan tetap hidup ketika dikirim ke peti mati yang ada di gerbang kedatangan plus perpulangan.


Zombie di wahana ini sangat cepat berevolusi mangkanya emak jadi males keluar dari benteng.


Emak tinggal menerima hasil party mereka saja.


Memang benar, emak emak akan selalu menjadi ratu di keluarga kecil nya.


.


.


Tak terasa, mereka sudah lama berada di wahana pulau zombie.


Akhirnya Cici dan Udin merasa bosan juga dengan wahana pulau zombie, lalu meminta pulang ke bumi.


Dan disinilah mereka berada, di rumah sederhana Griya Maharani.


Cici dan Udin serempak berteriak.


"Wellcome back to home"


Lalu memeluk emak dan babe nya bergantian.


"Terimakasih emak....


Terimakasih babe....


Udah mau nemenin kita bermain di pulau zombie.


mmmuuuaaach!!!


Sehat-sehat terus emak dan babe"


Emak dan babe pun mengusap kepala Cici dan Udin secara bergantian.


"Aamiin, iya sama-sama anak-anak, kalau kalian senang kami juga senang, semoga kalian selalu akur seperti ini ya"


Babe menambahkan "Kalian juga harus saling menyayangi, karena tak ada yang namanya istilah bekas saudara.


Kalau bekas istri atau bekas suami itu ada istilahnya dan kalian tak dapat memilih di antara keduanya.


Jika ada masalah, semua bisa dibicarakan baik-baik, jangan langsung ambil kesimpulan tanpa bertanya terlebih dahulu kepada yang bersangkutan.


Jika ingin menasehati, maka lakukan empat mata, bukan di depan umum, atau di grup yang berisi banyak orang.


Jika menasehati didepan umum, itu artinya mempermalukan orang tersebut di depan umum.


Hindari itu, sama sekali jangan pernah melakukannya"


Emak, Cici dan Udin meresapi apa yang dibicarakan babe, dan membenarkan nasehatnya.

__ADS_1


Mereka berjanji akan berusaha sebaik mungkin dan menghindari hal tersebut.


__ADS_2