Sistem Emak

Sistem Emak
Bab 28 Intan dan Sistem Cashback sepuluh kali lipat


__ADS_3

Emak melihat Intan berlari dan terus berlari, tak dihiraukannya sapaan dari orang yang dikenalnya.


Ketika sampai depan rumah kontrakannya bertepatan dengan suaminya yang sedang berjalan menuju pintu.


"Kamu kenapa lari-lari kayak dikejar setan aja" ucap suami Intan


Intan tidak menjawab dia hanya menunduk dan mengikuti langkah suaminya.


"Bawa duit berapa? sini aku minta" suami nya langsung merogoh kantong Intan, dan mengambil semua upah nya hari ini.


"Udah cepat sana bikin kopi, taro plastik yang kamu bawa disini, aku mau liat" dirampasnya plastik hitam pemberian pemilik warung dan buah yang dibeli Intan tadi.


"Buah nya jangan dimakan mas, buat Adit yang sedang sakit, nasi yang sebungkus lagi juga buat Adit ya mas" Intan berbicara sambil memohon.


"Iya bawel, aku juga tau, ini yang sebungkus aku makan, udah.lapar ini perut, orang interview kerja kaga dikasih makan"


Emak melihat adegan itu langsung mual dan mematikan layar langsung masuk kamar.


Didalam babe sudah menanti kekasih hatinya "Mak, jangan di pantengin terus ngapa, udahlah delegasi kan saja sama karyawan dari Dul"


"Be, emak bersyukur banget punya laki kayak babe, liat suami nya Intan itu rasanya pengen emak bejek bejek jadi rujak bebek" keluh emak.


"Mangkanya delegasi kan dulu sama karyawan Dul, nanti kalau udah happy, minta ama karyawan buat info emak" saran babe dan berharap emak menerimanya.


"Boleh juga ide nya, tapi emak penasaran aja ama jalan ceritanya, tapi bisa aja sih liat rekaman nya, kan direkam 24 jam / 7 hari sama CCTV.


Tapi tetep aja be, emak pengen liat langsung" pinta emak.


"Ya sudahlah, tapi jangan sampai terbawa emosi ya" babe mengingatkan emak yang selalu menangis kala adegan sedih, dan kesal kala ada yang bertentangan dengan hati nya.


🌥️ Keesokan pagi nya emak melihat Intan bergegas membawa Adit ke puskesmas terdekat, untuk ongkos angkot dan berobat dia memiliki uang 100.000 cashback dari sistem.


Karena dia dan suaminya nikah siri, dia tidak memiliki dokumen buku nikah, apalagi kartu keluarga, yang mengakibatkan tidak diterima nya asuransi bantuan dari pemerintah setempat.


"Kiri, puskesmas ya bang" Intan menyetop angkot yang dinaikinya.

__ADS_1


"Ini ongkosnya bang" Intan mengeluarkan uang 100.000


Abang angkot rada kesel, pagi pagi udah di suguhi uang 100.000, untungnya dia selalu menyiapkan uang recehan untuk kembalian.


"Nih kembalian nya, kalau pagi pagi gini jangan dibiasakan naik angkot dengan uang seratus ribuan buk" sang supir ngasih kembalian rada sewot.


"Maaf bang, uang saya tinggal satu-satunya itu"


Tanpa mendengar penjelasan Intan, supir udah ngegas.


Tiba-tiba layar smartphone menyala dan tertulis (Cashback sepuluh kali lipat ongkos angkot, saldo 100.000)


Emak lihat Intan sudah tidak kaget seperti semalam, hanya sedikit terhenyak, lalu kembali seperti biasa.


Dilihatnya Intan menuntun Adit masuk dan di dudukkan pada bangku tunggu. Intan mendaftar dan menunggu bersama Adit.


Untung nya hari ini tidak terlalu antri, hanya dengan waktu dua jam, mereka telah keluar dari puskesmas.


(Cashback sepuluh kali lipat biaya berobat, saldo 200.000)


Emak melihat Intan hanya sedikit terhenyak kembali.


Intan pun mematikan layar smartphone nya dan menuju warung makan tempat nya mengais rezeki.


Benar kata pemilik warung, ketika anaknya berada di sisinya, Intan kerja dengan lebih giat, bukan hanya mencuci piring, bahkan dia pun selalu merapihkan dan mengelap meja ketika pelanggan pergi.


Emak tak khawatir lagi dengan Intan, namun CCTV tetap merekam nya, Dul juga diminta memasang alarm jika Intan dalam bahaya.


Meskipun emak sudah mendelegasikan misi mengawal Intan kepada karyawan Dul, emak tetap ingin menceritakan kisah Intan dan sistem cashback sepuluh kali lipat sampai tuntas.


"Dul, kira-kira etis gak ya kalau emak ceritain Intan dan sistem cashback sepuluh kali lipat di tulis di Novel ini" tanya emak ke Dul


(Jangan Mak, nanti Dul akan tenggelam) jawab Dul


"Emang nya pembaca bakal protes Dul?" tanya emak lagi

__ADS_1


(udah pasti Mak) jawab Dul lagi


"Yau dah deh cerita Intan kita taro di novel lain ya Dul, judul nya Intan dan Sistem Cashback sepuluh kali lipat, emak gak pede ama pembaca master" ucap emak


Dul hanya bisa diam (krik... krik...)


Oke deh pembaca sekalian, kita berkisah tentang Intan dan sistem cashback sepuluh kali lipat, di novel lain ya, karena masih akan ada kisah lain nya di dunia paralel yang lain.


Dibawah ini ada sedikit kisah Intan, yuk simak lagi.


Warung tempat Intan bekerja sudah tutup "Maaf Intan, malam ini tidak ada makanan yang tersisa, semuanya habis terjual, ini upahmu dan ada lebih sedikit buat Adit, jangan lupa belikan buah ya"


"Baik Bu, terimakasih banyak, saya pamit dulu, ayo Adit, bilang apa ama Ibu?"


"Terimakasih banyak Bu" ucap Adit


Setelah Intan menerima upah, Intan menggenggam tangan Adit agar tak terlepas saat berjalan keluar menunggu angkot.


Intan dan Adit berhenti di supermarket tak jauh dari rumah kontrakannya, Ia ingin membeli kebutuhan dapur yang sudah kosong sejak beberapa bulan ini.


(Cashback sepuluh kali lipat ongkos angkot, saldo 300.000; tunai; transfer) Intan mengklik tunai lalu mematikan layar smartphone nya dan mengecek saku sebelah kirinya, di lirik sekilas ada tiga lembar seratus ribuan.


Intan pun masuk ke dalam supermarket dan membiarkan Adit memilih banyak makanan yang di sukainya, tak lupa ia selipkan susu instan 2 kotak besar.


Setelah bayar di kasir Intan menyuruh Adit menunggu di bangku panjang sambil memakan bubur instan yang dibeli nya tadi, karena supermarket menyediakan air panas nya.


"Adit tunggu di sini ya, tidak boleh kemana mana, Ibu mau membeli beras dan kebutuhan pokok lain nya" perintah Intan kepada Adit.


Adit hanya mengangguk kan kepalanya.


(Cashback sepuluh kali lipat membeli makanan, saldo 3.000.000; tunai; transfer) Intan mengklik tunai


Setelah mendapati uang di saku kirinya, Intan kembali membeli kebutuhan pokok berupa beras 2 x 20 kilo, minyak 3 x 2 liter, gula putih 2 x 1 kilo, gula merah 2 x ½ kilo, teh celup 2 x 25/dus kecil, kecap 2 x 1.600 liter, dll


Intan meminta pegawai supermarket membagi dua belanjaan nya, karena dia ingin berbagi dengan orang yang akan mengantarkan belanjaan nya ini.

__ADS_1


"Mba ada pegawai yang bisa bantu saya membawakan belanjaan ke rumah saya? kebetulan rumah saya hanya 10 rumah di dalam gang yang depan, belanjaan yang saya pisahkan ini akan saya kasihkan kepada yang antar belanjaan saya, gimana mba?"


Adakah yang rela membantu atau membantu karena tergiur oleh pemberian Intan??


__ADS_2