Sistem Emak

Sistem Emak
Bab 34 Klik untuk membeli


__ADS_3

Dirasa telah selesai membantu emak. Babe, Cici dan Udin izin ke kamar masing-masing, mereka tak ingin mengganggu tugas emak.


Emak yang tidak ngeh jika sistem sudah terkirim bersama sang wanita, malah ngeklik ulang ketika beralih ke layar yang menunjukkan posisi sang pria.


Klik!


"Syukurlah Dul, sistem sudah emak kirim bersamaan dengan datang nya wanita tersebut ke dunia binatang.


Dia jatuh tidak jauh dari tempat laki-laki itu berdiri.


Jika saja Dul itu bisa mewujudkan dirinya menjadi manusia, maka dia akan memutar malas bola matanya.


(Mak, kita akan merubah alur dari sistem, sebelum bisa menggunakan sistem, mereka harus dipaksa menikah dulu Mak)


Emak yang mendengar penuturan Dul menjadi lebih semangat, karena memang misi sebenarnya kan menjadikan populasi manusia menjadi yang terbanyak, bahkan pemimpin di dunia binatang ini.


"Emak setuju Dul, bagus banget ide loe, keren Dul, gas keun"


(Emak benar-benar gak ngeh ya, coba cek layar Mak)


"Emangnya ada apaan sih Dul, emak udah klik kok sistem nya pas kursor diatas kepala laki-laki itu berwarna hijau......, tapi....., eh, tunggu, kenapa bisa dua dua nya punya sistem Dul?


Kenapa si wanita nya juga ada sistem, apakah memang ada induk sistem lain ya Dul?"


(Emak tadi gak sengaja nge-klik kirim sistem kepada si wanita pas dia terjun dan dikirim ke portal)


"Waduh! terus pegimane dah kelanjutan nya Dul?"


(Yah itu dia Mak, mereka harus dipaksa menikah sebelum menggunakan sistem agar sistem bisa menyatu juga, satu sistem untuk mereka berdua)


"Oke deh emak coba pakai fitur voice command.


Lihat itu yang laki-laki dia nyamperin ke arah jatuh nya si wanita.


Ehm, tes, tes, one, two, three....


Udah oke kan Dul?"


(Lanjut Mak)


"Hai anak muda, halo ... hei, hei!


Gak kedengaran kayak nya Dul.


Itu dia manggil-manggil wanita itu dengan nama Dul, apa mungkin dia kenal ya Dul?"


Emak melihat si laki-laki terus saja memanggil-manggil si wanita Eirene, Eirene, sambil memeluk nya erat.


Namun wanita yang di panggil Eirene hanya memiliki tatapan kosong meskipun sudah sadar dari pingsan nya.


Emak pantang menyerah "Hai anak muda, dengarkan aku, kamu dapat menyembuhkan Eirene dengan menikahinya terlebih dahulu, jika sudah klik....., maksudnya jika sudah malam pertama, kamu dapat membeli obat penyembuh untuk Eirene.


Cara membelinya aku akan informasikan setelah pernikahan mu"

__ADS_1


Emak melihat laki-laki itu termenung seperti mendengarkan apa yang diucapkannya, lalu dia pun mulai berbicara.


"Benarkah....


Apa benar yang kamu ucapkan?


Lalu siapa kamu?"


Emak senang ketika ucapan nya mendapatkan respon dari laki-laki tersebut.


"Emak akan memberikan kemudahan untukmu melalui sistem, dan untuk mulai menggunakan sistem, kalian harus menikah, selain untuk membeli obat penyembuh, Kamu juga bisa berbagi sistem dengan Eirene.


Ada yang ingin emak tanyakan, pertama siapa namamu, terakhir apakah kamu mengenal wanita yang kamu panggil Eirene."


Laki-laki tersebut berdecih sambil mengusap rambut Eirene dengan rasa sayang.


"Cih, mengapa kamu ingin tahu tentang diriku?


Apa untungnya buatku jika kamu mengetahui nya?


Tapi karena kamu sudah berniat membantuku, maka tak masalah jika hanya ingin mengetahui hal yang tadi kamu tanyakan.


Perkenalkan, aku Zigfrids panggil aku Zi, Eirene adalah calon istri ku sebelum aku terhempas ke dunia aneh ini.


Aku rasa itu sudah cukup"


Emak sempat terharu, ternyata wanita yang hendak bunuh diri itu adalah calon istrinya, mengapa bisa kebetulan sekali, itulah yang dinamakan takdir.


"Oke Zi, berusahalah untuk segera menikahi nya, pakailah adat pernikahan dari dunia asal kalian, mintalah pertolongan kepada tokoh masyarakat setempat, emak yakin masih banyak binatang yang memiliki hati nurani.


Emak akan terus memantau dirimu dan Eirene, fighting!"


Emak melihat Zi sedang berusaha membawa Eirene ke suatu tempat, mungkin ke tempat tinggal nya selama di dunia binatang ini.


"Oke, mari kita tinggalkan Zi, dan beralih ke Intan.


Woooow sudah banyak kemajuan yang Intan peroleh.


Waaah, dia mau membangun mansion sebesar itu?


Apakah dengan mengumpulkan semua tim yang terdiri dari 3 orang wanita itu dia punya rencana untuk membuat harem bagi suaminya?


Apakah sudah sejauh itu pemikiran Intan?


Aku coba tanyakan pakai voice command.


Assalamu'alaikum, Intan, sayang, kamu dengar emak nak?"


Emak lihat Intan sedang rapat bersama dengan Bani dan tiga orang wanita, tatapan tiga wanita itu harus nya sudah bisa dibaca Intan, karena emak juga sudah faham dengan sekali lihat.


Intan menjawab dalam hatinya "Intan dengar Mak, sudah lama sekali emak tidak menyapa, apa kabar Mak? sehat kan?


Intan ucapkan terimakasih banyak, dengan sistem cashback sepuluh kali lipat yang emak kirimkan"

__ADS_1


Emak senyum lalu menanyakan sesuatu yang ingin diketahui nya "Maaf nak, apa kamu bermaksud untuk menjadikan mereka bertiga itu madu mu?"


Emak melihat Intan langsung berdiri dari duduk nya sambil berteriak "Apa???!!!!"


Intan berusaha tenang lalu emak lihat dia berjalan keluar ruangan rapat "Maaf, silahkan lanjutkan rapat nya, aku mau ke toilet sebentar"


Intan kembali berbicara sama emak "Mak, masih dengar Intan?


Apakah tindakan Intan yang mengumpulkan mereka bersama di mansion nanti terlihat seperti merekrut madu, bukan merekrut karyawan yang solid Mak?"


Emak menjawab apa adanya "Yang emak lihat seperti itu, apakah kamu tidak melihat tatapan tiga wanita itu kepada suamimu?


Itu tatapan kagum dan mengandung cinta di dalamnya. Jika memang kamu tidak berniat menjadikan mereka madumu, lebih baik jauhkan mereka dari sisimu segera sebelum semuanya terlambat."


Emak melihat Intan melebarkan senyumnya, namun tak lama ia terisak.


"Ternyata hanya emak yang peka, aku sengaja mendekatkan mereka semua disisi ku, seperti yang emak lihat dan terka, itulah maksud ku.


Namun aku akan melakukan nya perlahan, sampai mereka sendiri mengakuinya, karena selama ini aku tak pernah memiliki saudara dan orang tua.


Aku ingin memiliki mereka sebagai saudaraku seutuhnya, memiliki orang tua mereka seutuhnya, aku memang egois.


Tapi....


Hiks....


Akan terasa hampa.....


Hiks.....Hiks....


Jika hanya Adit dan Bani saja yang berada di sekeliling ku, hiks....


Hiks.... hiks.....


Aku ingin memiliki keluarga besar Mak"


Emak menangis dalam hatinya ketika dengar penuturan dan alasan Intan "Jangan menangis lagi Intan, apapun itu, selagi masih di jalur kebaikan, emak akan dukung, jangan patah semangat, oke?


Fighting!!!


Senyum lah Intan, emak mengerti, ternyata kamu memiliki hati yang sangat sangat baik, itu bukan sikap egois.


Itu adalah rasa kasih dan sayang melimpah yang ada di hatimu, jagalah itu agar kamu tetap berada di jalur.


Ingat, setitik saja terbersit kejahatan, sistem akan lenyap, hanya menyisakan yang belum kamu terima, paham maksud emak nak?


Emak pamit, kamu akan kembali dipantau sistem"


Emak lihat Intan hanya menganggukkan kepalanya.



Contoh mansion yang akan Intan bangun, Intan dapat dari pinterest.

__ADS_1


__ADS_2