Sistem Emak

Sistem Emak
Bab 31 Susah nya naik level


__ADS_3

Setelah naik level, para pemain akan di arahkan ke area yang lebih dalam dimana zombie sudah berevolusi ke level yang lebih tinggi.


Lebih ke dalam area, lebih tinggi level zombie bahkan banyak juga binatang dan tumbuhan yang berevolusi.


Saat ini level pemain tertinggi adalah level 2, sedangkan wahana sudah di buka seminggu yang lalu.


Level nol memang sangat mudah, bahkan seorang emak sangat mampu melampaui nya, mulai dari level satu ke atas, semua terasa sulit, bahkan banyak pemain yang di teleportasi ke peti mati maupun berubah menjadi zombie.


Emak yang bosen karena susah nya naik ke level yang lebih tinggi, akhirnya dia cuma ngobrol ama Dul sambil membuka aplikasi CCTV untuk mengeksplor dunia paralel yang kedua.


Seperti biasa, emak menggunakan proyektor untuk memperluas jarak pandang nya.


"Dul, ini dunia apaan, kok pada hancur, seperti dunia mati yang tak berpenghuni gini sih Dul"


(Karena kita lagi di wahana pulau zombie, Dul sekalian mau ngasih liat emak kalau memang ada dunia paralel yang sedang mengalami kondisi seperti di wahana ini Mak)


Emak terkejut dengan apa yang dikatakan Dul "Lah emang iya Dul, ini bukan di wahana kita Dul? Aduh.... kasihan banget dah ah.


Pada kemana sih nie orang orang ya Dul, perasaan gue udah muter-muter daerah sini belum ketemu sama satupun makhluk hidup maupun mayat hidup"


Dul kembali menjelaskan (Periksa daerah pedalaman Mak, kalau dekat pantai gini zombie lebih agresif, mangkanya manusia kagak ada yang kemari, Zombie juga takut air, jadi dia pada sembunyi di balik pohon, kalau ada ombak besar pada nyamperin, kebetulan ini malem ombak lagi tenang)


"Nah iye bener Dul!!, emak liat bayangan di balik pohon kelapa!!" Emak tereak sambil nunjuk-nunjuk ke arah pohon.


Setelah puas memandangi kejelekan dan kebusukan zombie asli yang bukan di wahana, meskipun yang ada di wahana juga kaga kalah jelek nya ama yang asli.


Emak terus dan terus masuk ke area yang lebih dalam di benua tersebut.


"Dul, itu kayak pengungsian, wah bagus pilih lokasi yang di kelilingi tembok tinggi dan gerbang yang kokoh, wah itu juga ada petugas militer yang berjaga"


Emak masuk ke dalam pengungsian yang cuman ada aula di dalam nya.


"Ini bekas tempat apaan ya? cuman ada aula doang, nah terus kebutuhan dasar nya gimana?


Ya ampun mana itu ada yang lagi hamil Dul, dua orang lagi Dul, kasian banget Dul, emak pilih salah satu dari mereka aja ya Dul?"


(Jangan lupa di awasi dulu Mak sebelum ngasih sistem Dul ke mereka) Jawab Dul


Emak hanya manggut-manggut tanda setuju dengan apa yang di minta Dul. Sambil mengawasi kelompok kecil yang sedang berbincang-bincang.


"Kak Dina, hari ini kita udah bayar sewa Shelter sebesar 60 inti kristal, jadi kamu dan Nia gak perlu khawatir, oke?"

__ADS_1


Wanita yang di panggil Dina itu tersenyum sambil mengusap kepala adik nya.


"Kamu, Indra, Alea dan Mas Bram pasti sangat kesusahan untuk memenuhi kebutuhan kita, betul kan Nia?"


Wanita yang di panggil Nia hanya mengangguk namun adik laki-laki menggeleng-gelengkan kepalanya "Tidak ... tidak ... jangan berbicara seperti itu kak, berkat Alea sampai saat ini kita tidak pernah kekurangan apapun, apa kakak lupa kalau aku, Alea, Indra dan mas Bram memiliki kelebihan masing-masing.


Bahkan Alea memiliki hal yang orang lain tidak punya, di Shelter ini mungkin juga di kota ini hanya Alea yang memilikinya"


Setelah mereka berkumpul Emak melihat kursor nama diatas kepala, ternyata wanita yang bernama Dina itu memiliki suami Bram dan seorang anak yaitu Indra. Sedangkan Nia adalah istri dari Dirga dan Alea adalah anak mereka.


Entah kebetulan atau memang sudah ditakdirkan, kehamilan Dina hanya lebih lama dua Minggu dari kehamilan Nani. Hal ini mudah di ketahui dengan bantuan dari Dul.


"Bagaimana Dul? udah oke? kalau lama-lama Emak gak tega Dul"


Emak terus mendesak Dul untuk menyetujui saran nya, memberikan Sistem Dunia Baru kepada salah satu wanita yang sedang hamil tersebut.


(Dul udah konfirmasi bahwa umur kehamilan wanita yang bernama Dina itu lebih tua, jika kursor sudah menunjukkan warna hijau, emak boleh klik menu berikan sistem kepadanya)


Akhirnya Dul memberikan informasi yang membuat emak senang.


"Terimakasih banyak ya Dul"


Emak melihat banyak nya zombie dan binatang bermutasi di luar benteng pertahanan yang dibuat Cici, sekarang mereka sudah memasuki area dalam.


Memang zombie di wahana lebih ganas daripada dunia yang ditempati Dina dan keluarga nya.


Namun tetap saja itu adalah dunia asli, bukan wahana bermain, wahana uji nyali ataupun wahana pulau zombie miliknya.


Setelah puas mondar mandir, emak balik lagi ke layar lebar yang ada di ruang tamu.


Pada saat itu emak melihat Dina ditampar oleh salah satu pengungsi yang ada di Shelter tersebut.


PLAK!!!


Dina "Maaf, aku gak sengaja mbak, tadi kakiku tersandung, karena lagi hamil, jadi aku gapai apapun, kebetulan mbak lewat, maafkan aku ya mbak"


Wanita "Mangkanya!! punya mata dipake dong!!, bagus aku bisa tahan badan kamu!!, meskipun baju ini tak lagi berbentuk!! hu!!"


Dina "Sebentar aku ambilkan bajuku buat ganti punya mbak nya"


Emak lihat wanita itu mengikuti Dina, mungkin dia khawatir Dina akan berbohong kepadanya. Saat Dina hendak berdiri, di sambar nya baju itu dan langsung dipakai, tanpa membuka baju nya yang sobek.

__ADS_1


wanita"Sebagai ganti rasa malu, aku minta makanan yang kamu punya, cepat sini kasihkan aku!!"


Dina "Ah iya mbak, tunggu sebentar"


Emak melihat Dina mengambil roti, mungkin itu jatah makan malam nya hari ini. Terlihat Nia mengusap ngusap pundak Dina, memberikan dukungan agar Dina lebih bersabar.


Betapa keras nya kehidupan setelah bencana, banyak yang telah kehilangan akal sehat nya, apalagi makanan menjadi barang langka.


Jika itu minuman, emak pernah melihat lewat CCTV nya Dul, kalau Dirga adalah orang yang memiliki kekuatan air.


Bahkan Dirga menjual air yang di kumpul kan nya kepada pengungsi lain.


Emak mengetahui jika kekuatan adalah hal yang mutlak harus dimiliki seseorang di dunia seperti itu, jika dia yang tidak memiliki kekuatan apapun, hanya bisa menjadi pesuruh bahkan budak dari orang-orang berkekuatan.


Pada saat emak melihat Dina sedang berpelukan dengan Nia, emak pun melihat kursor sudah berwarna hijau.


Emak langsung klik "Sistem Dunia Baru" dan diarahkan tulisan itu ke kursor yang ada di atas kepala Dina.


"Assalamu'alaikum Dina, ini emak, kamu gak usah takut, emak hanya menyampaikan amanah untuk memberikan Sistem Dunia Baru kepadamu, apa kamu mau menjaga amanah ini?"


Emak melihat Dina celingukan mencari asal suara, namun tak menemukan asal suara tersebut.


"Dina, tak usah kamu cari-cari, asal suara emak, kamu hanya perlu mengatakan mau atau menerima"


Dina "Nia, kamu dengar suara orang yang manggil namaku gak?"


"Dina, tak perlu bertanya pada orang lain, karena cuma kamu yang dengar suara emak, kamu hanya perlu menjawab nya dalam hati"


.


.


.


.


.


.


Kira-kira bagaimana tanggapan Dina ya?

__ADS_1


__ADS_2