
×SKANDAL×
PART 1
"Maaf aku terlambat" ucap Namish dengan nafas terengah-engah.
"Sudah biasa, kau duduklah" ucap Ranveer, sutradara film.
Namish langsung duduk di kursi yg telah di persilakan. Namun matanya tertuju pada seorang gadis yg tengah duduk di sampingnya itu.
"Dia siapa?" tanya Namish dengan melirik Ranveer.
"Begini Nam, ini adalah Tejasswi Prakash. Dia aktris pendatang baru di dunia hiburan. Dia yg nantinya akan menjadi lawan mainmu di film terbaru mu ini" jelas Ranveer.
"APA??"
Namish bangkit dari posisinya.
"Apa maksudmu Ranveer? Aku seorang Namish Taneja seorang artis terkenal dan sedang berada di puncak popularitasnya kini aku harus beradu akting dengan artis baru sepertinya? Memangnya dia bisa apa? Berapa serial yg dia pernah mainkan? Atau berapa film yg sudah dia bintangi?"
Ranveer hanya menarik nafasnya. Dia sudah paham dengan baik sikap Namish yg memang sedikit sombong itu. Dia melirik Teja yg hanya terdiam dan menunduk.
"Ini sudah keputusanku dan Mr. Rathore Nam, dia memang belum pernah main serial atau film manapun. Tapi kami yakin jika film ini akan booming jika kau dan dia yg jadi bintangnya"
"Kau selalu saja menjadikan aku tumbal? Kemarin kau memasangkan aku untuk bermain serial dengan Srithi Jain tapi hasilnya apa? Serial ku tidak sukses kan? Sekarang kau menawarkan aku untuk bermain di film mu tapi di pasangkan dengan artis baru lagi, kau ingin membebankan semuanya kepadaku? Kau ingin mendompleng popularitas ku saat ini?"
Ranveer menarik nafasnya dengan kasar, dia benar-benar geram dengan sikap Namish.
"Terserah kau Nam, jika kau tidak mau Mr. Rathore mempersilakan mu untuk mundur dari kontrak ini, biar kami mencari lagi lawan main pria yg cocok untuknya. Mungkin Zein.. Rohit.. Aashim.. A..."
"Hentikan, kenapa kau menyamakan aku dengan aktor-aktor kacangan seperti mereka? Baiklah aku akan menerima kontrak ini"
Ranveer hanya tersenyum. Namish membaca dengan seksama surat perjanjian kontrak kerja itu. Namish sesekali melirik Teja yg masih terdiam di posisinya.
"Mana?"
"Apanya?"
__ADS_1
"Pulpen Rav, aku tidak bawa pulpen"
Ranveer hanya tersenyum dan memberikan pulpennya. Namish langsung menandatangani kontrak itu.
"Teja, silakan di baca dulu. Jika kau setuju dengan semua syaratnya kau boleh langsung menandatanganinya"
Teja hanya mengangguk, dia membaca setiap halaman itu. Namish menatapnya dengan kesal.
Teja mulai mengambil pulpen itu dan menandatangani berkas perjanjian itu.
"Selamat Teja.. Namish.. Selamat memulai kerjasama yg baik"
Namish dan Teja saling lirik, Teja mengulurkan tangannya tapi Namish hanya tersenyum sinis.
"Aku pamit dulu, Bro. Bye.."
Namish langsung pergi meninggalkan ruangan itu tanpa menyambut uluran tangan Teja. Teja langsung menurunkan tangannya itu.
"Jangan di ambil hati Tej, dia memang seperti itu. Sombong. Tapi kau buktikan saja lewat akting terbaikmu yah"
Teja hanya mengangguk.
"Ranveer, panggil saja aku Ravi. Tak usah terlalu formal, usiaku juga tidak terpaut jauh dengan dirimu"
Teja hanya mengangguk dan tersenyum.
Di luar ruangan Teja tak sengaja berpapasan lagi dengan Namish. Tapi Namish malah membuang mukanya.
"Sombong sekali dia" gumam Teja.
***
"Hai sayang"
Roop datang langsung mencium pipi Namish.
"Hei kenapa wajahmu kau tekuk? Bukankah seharusnya kau bahagia. Adars bilang kau mendapatkan kontrak untuk bermain film lagi"
__ADS_1
Namish hanya merengut.
"Tak usah di bahas"
"Hei Baby, kau kenapa? Kabar bahagia seperti ini jadi harus di bahas, katakan siapa lawan mainmu? Pasti artis yg sangat terkenal bukan? Alia Bhatt? Shradda Kapoor?" tanya Roop bersemangat.
Sementara Namish dia hanya melenguh dan menggelengkan kepalanya.
"Artis baru lagi"
"Apa artis baru lagi? Siapa namanya? Apa pengalamannya? Dia pernah bermain di serial apa? Atai film apa?"
Namish hanya mendengus.
"Teja, entahlah. Malah Ranveer bilang jika dia belum punya pengalaman bermain di serial maupun di film"
"APA??"
Namish hanya mengangguk.
"Aku tidak pernah mendengar nama itu, nama itu benar-benar tidak terkenal, Honey. Astaga hal buruk apa yg nantinya akan terjadi pada dirimu"
Namish hanya mengedikkan bahunya.
"Aku tak mempunyai pilihan Roop, jika aku mundur mereka akan menggantiku dengan aktor kacangan lain. Kau tau kan jika karierku sedang meroket, jadi aku terima saja tawaran itu" jelas Laksh.
"Ya sudah lakukan yg terbaik menurutmu, aku yakin dengan kemampuan Namish ku ini"
Namish hanya tersenyum.
***
"Kau sombong sekali Namish, kau pikir aku mau berurusan denganmu, untuk dekat denganmu saja aku merasa sangat jijik. Lihat saja, kau boleh sombong kepadaku saat ini dan mengacuhkan diriku tapi lihat saja sebentar lagi kau akan takluk dan memohon cintaku, kita lihat saja tanggal mainnya Nam. Siapa yg akan memohon dan kalah" ucap Teja dengan merobek foto Namish dan membakarnya.
Teja tersenyum dengan sinis.
"Aku akan puas jika melihat hidupmu sangat hancur, Namish"
__ADS_1
To be continued... 😄😄