SKANDAL

SKANDAL
Rencana


__ADS_3

Buat yg masih mau baca dan nungguin.. 😄😄


×SKANDAL×


PART 4


"TEJAAA" teriak seorang pria dengan memakai jubah hitam.


Teja mengerutkan dahinya.


"Si-si-apa?"


Pria itu membuka tudung kepalanya.


"KAKAK" teriaknya.


Teja langsung memeluk erat kakaknya itu.


"Bagaimana kabarmu sayang, kakak rindu sekali dengan adik kakak yg satu ini"


Teja hanya tersenyum.


"Kakak yg dari mana saja, kenapa baru kembali dari London sekarang, apa kau tak merindukanku?"


"Aku selalu merindukan adik kecilku ini" ucap Shashank dengan mencubit gemas pipi adiknya itu.


Shashank merangkul tubuh adiknya itu.


"Dimana kakak mu yg misterius itu?"


Teja menatap bingung.


"Siapa?"


"Kau pasti tau"


"Ohh.. Dia sedang ada urusan kak"


Shashank (Jagdish) hanya mengangguk.


"Katanya kau sekarang menjadi seorang artis yah?" godanya.


Teja hanya tersipu malu.


"Adik kakak ini memang selalu membanggakan"


***


BRAAKKK....


"Lihat itu Nam, apa yg kau lakukan dengan Teja di club itu hah?"


Namish membulatkan matanya saat dia melihat foto-foto yg di banting di atas meja tadi.


"Ini kau lihat! Videonya sudah tersebar ke seluruh internet"


Namish memperhatikan video waktu dia dan Teja tengah asik berciuman di club itu.


"Video itu benar, dan bukan hoax" ucapnya pelan.


"Lalu?"


"Aku dan Teja telah berpacaran" ucapnya pelan.


Adars menghampiri Namish dan menatapnya lekat.


"Apa maksudmu? Berpacaran? Kau dan Teja?"


Namish hanya mengangguk.


"Secepat itukah kau mencintai dirinya? Bukankah kalian baru saja mengenal, Nam?"


"Entahlah, cinta datang karena terbiasa"

__ADS_1


Adars hanya menggelengkan kepalanya.


Dia menatap Namish yg ingin melangkahkan kakinya keluar ruangan Adars.


"Kau ingin kemana?"


"Keluar, ada apa?"


"Banyak wartawan di luar sana"


Namish masuk kembali ke dalam ruangannya, dia mengintip keadaan sekitar luar, dan benar saja banyak sekali wartawan yg sudah berkumpul disana.


"Sial! Untuk apa mereka semua disini" keluhnya


"Menunggumu memberikan klarifikasi mengenai video itu"


Namish mengusap wajahnya dengan kasar, dia mondar mandir di ruangan Adars. Dia lalu mengambil ponselnya.


"Halo Teja, kau dimana sayang?"


"......."


"Jangan kemana-mana dan jangan keluar rumah, sedang banyak wartawan dimana-mana"


"........"


"Jangan banyak tanya Teja, kau berdiam diri saja di rumah. Lihat televisi Tej, beritanya sudah menyebar kemana-mana"


Namish mematikan ponselnya.


***


"Astaga!"


Teja melongo tak percaya dengan apa yg di lihatnya.


"Siapa yg menyebarkan video itu"


Teja ngetuk-ngetuk dahinya dengan telunjuknya, dia berpikir.


"Tapi apa mungkin jika kakak yg melakukannya"


Teja mondar-mandir, dia menggigit bibir bagian bawahnya.


"TEJA" teriak seseorang.


Taja langsung menoleh.


"Zein, ada apa?"


"Kata kakakmu aku suruh kesini untuk menjagamu, karena sedang banyak wartawan yg menunggumu di rumah, mereka menunggu klarifikasi mu"


"Zein, apa kau tau siapa yg menyebarkan video itu"


Zein hanya menyunggingkan senyumnya.


"Kakakmu" jawabnya singkat.


"Kakak? Untuk apa kakak menyebarkan video itu?"


"Katanya itung-itung pemanasan untuk Namish, dia pasti sekarang sedang sangat gelisah"


"Bukankah sama saja kakak membuat aku malu"


"Kau tenang saja, serahkan semuanya pada kakak mu, dia bilang nama baik Namish yg akan di pertaruhkan disini"


Teja hanya mengangguk.


***


"Eheeemmm"


Namish yg dari tadi mengendap-endap masuk ke rumahnya, dia terkejut saat mendengar suara deheman yg sangat familiar di telinganya.

__ADS_1


Namish langsung menoleh.


"Kakak"


"Eheemm kau dari mana saja?"


"Itu kak, tadi aku.. Hmm tadi aku..."


"Sibuk pacaran dengan pacar barumu?" tebaknya.


Namish hanya terdiam tak menjawab.


"Gadis itu cantik, lebih cantik dari Roop. Kakak menyukai gadis itu"


Namish membulatkan matanya.


"Benarkah kak?"


Tina hanya mengangguk.


"Terimakasih kak"


Namish langsung memeluk tubuh kakaknya itu.


"Kapan-kapan kau ajak dia menemui kakak yah"


Namish hanya mengangguk.


"Pasti kak"


Namish berlari menuju kamarnya.


***


"Kak, untuk apa kakak menyebarkan video ku dengan Namish itu?"


"Hahahahaha.. Aku hanya ingin membuat Namish sedikit terkejut"


"Tapi kak"


"Sayang kau tenang saja"


Teja hanya mengangguk.


"Shashank sudah kembali dari London?"


Teja hanya mengangguk.


"Dia bertanya tentang kakak"


"Kau jangan mengatakan jika aku sering menemuimu yah"


Teja mengerutkan dahinya dan berpikir.


"Kenapa memangnya kak?"


Pria itu hanya tersenyum, dia membuka tudung di kepalanya dan membuka penutup di sebelah wajahnya.


"Mungkin dia akan terkejut saat melihat wajahku yg sekarang seperti ini"


Teja menatap sedih wajah kakaknya itu, dia langsung memeluknya.


"Kakak jangan seperti itu, biar bagaimanapun Teja sangat menyayangi kakak, sama seperti Kak Shashank"


Pria itu hanya mengangguk.


'Semua ini gara-gara Namish, Tej. Maka dari itu dia harus mendapatkan ganjarannya' batinnya.


Pria itu kembali memakai tutup muka di sebelah wajahnya.


'Cepat atau lambat kau pasti akan hancur Namish. Kau tak akan menolak jika di dekati oleh Teja, maka dari itu aku sengaja menggunakannya untuk memikat dirimu' batinnya.


To be continued.....

__ADS_1



__ADS_2