
×SKANDAL×
PART 9
"DASAR ****!! BRENGSEK!!" teriak Saurabh, dia langsung menarik kerah baju Namish dan mendorong tubuh Namish hingga tersungkur. Namish hanya menatap dengan sinis. Saurabh langsung menghampiri Namish dan menghajarnya tapi tak ada perlawanan sedikit pun dari Namish. Namish hanya tersenyum.
"AKU BUNUH KAU, NAM!! **** KAU!! SIALAN!! BERANI SEKALI KAU MENYENTUH ADIKKU, HAH!!!"
Namish hanya tersenyum mengejek, dia menepiskan tangan Saurabh. Di menatap lekat wajah Saurabh.
"Kau masih saja menyembunyikan wajahmu di dalam topeng itu, harusnya dari dulu kau mengijinkan aku untuk membiayai operasi plastik mu, daripada seperti ini. Kau nampak seperti penjahat"
Namish membulatkan matanya. Dia mengepalkan tangannya dan ingin menonjok wajah Namish.
"Lakukanlah, kau mau habisi aku juga silakan! Tapi kau jangan menyesal jika nanti Teja akan melahirkan seorang anak tanpa ayahnya"
Saurabh menjatuhkan kembali kepalan tangannya itu.
"**** kau, Nam"
Saurabh meninggalkan Namish. Namish merasakan sakit di seluruh tubuhnya akibat di hajar saurabh tanpa ampun.
Namish bangkit dia lalu merebahkan tubuhnya di sofa dan mulai memejamkan matanya.
"Bahkan Dewa tak mengijinkan aku untuk bahagia hari ini saja"
***
PLAAAKKK...
"MOM.. HENTIKAN MOM.. AKU MOHON!"
Teja menundukkan kepalanya, dia terus menangis dan bersimpuh di hadapan ibunya.
"Kau tau Shashank, lihat adikmu ini, dia telah menggoreskan luka yg sangat dalam di hatiku. Apa dia sudah kehilangan akalnya, mengapa dia melakukan hal bodoh itu, bagaimana jika pria itu kabur dan lari dari tanggung jawab, bagaimana? Mau di taruh dimana mukaku" ucap Tapasya lirih.
Shashank menatap lirih tubuh Teja, dia menghampiri Teja dan mendekapnya, dia mengusap airmata di pipi Teja.
"Ssstt.. Jangan menangis lagi"
Shashank menggelengkan kepalanya.
"TEJAAA!!!"
semuanya langsung menoleh ke sumber suara itu.
"Saurabh" ucap Tapasya pelan.
Tapasya menatap Saurabh yg kini tengah berdiri di hadapannya. Saurabh menatap lirih ibunya, dan menyentuh kaki ibunya meminta berkatnya.
"Saurabh.. Putraku" lirih Tapasya, dia langsung memeluk erat tubuh putra yg sudah lama tak pernah dia temui.
"Kau kemana saja Nak? Apa kau tak merindukan ibumu ini?"
Saurabh meneteskan airmatanya.
"Kau masih memakai topeng ini, Nak?"
Saurabh hanya mengangguk.
"Mom.. Maafkan aku.. Karena aku Teja menjadi seperti ini, aku yg menyuruh Teja untuk mendekati Namish agar bisa leluasa untuk balas dendam kepadanya tapi ternyata malah Teja jatuh ke perangkapnya, dia terbuai oleh rayuan pria itu, Mom"
Tapasya membulatkan matanya.
"Dia tidak bersalah, Nak. Namish.. Bukan dia yg menyebabkanmu celaka"
__ADS_1
Saurabh membulatkan matanya. Tapasya mulai menceritakan kejadian yg sebenarnya kepada Saurabh.
#FLASHBACK....
"Hei Saurabh apa kau sudah membaca script nya dengan benar?"
Saurabh hanya tersenyum.
"Lihat saja, aku pasti akan lebih unggul dari Namish" ucapnya bangga.
Namish tiba-tiba melintas melewati Saurabh. Dia menghampiri dan mengulurkan tangannya. Saurabh menatap dengan bingung.
"Ada apa?"
"Aku ingin meminta maaf atas sikapku kemarin, aku bersalah. Aku tak seharusnya bersikap seperti itu kepadamu"
Saurabh hanya terdiam. Dia mengulurkan tangannya dan langsung memeluk tubuh Namish.
"Tidak apa-apa Nam, hanya kau sahabat terbaikku"
Tiba-tiba seseorang meneriaki nama mereka.
"Saurabh.. Namish.. Ayo kita mulai"
Namish dan Saurabh mulai beradu akting.
"CUTT!!!!"
"Namish, siram wajah Saurabh dengan air di gelas itu"
"Gelas ini?" teriak Namish dengan memegang gelas di tangannya.
"Iyah.. Ayo kita mulai lagi syutingnya"
"Awwww"
Saurabh memalingkan wajahnya, dia merasakan jika wajahnya terasa sangat panas.
"Aaawwww sakitt" rintihnya.
Seluruh kru menghampiri mereka, Namish langsung menghubungi ambulans.
"Dia terkena air keras jadi sebagian wajahnya melepuh dan terbakar"
Namish langsung shock. Dia langsung menghubungi ibunya Saurabh.
Namish menceritakan segalanya kepada ibunya Saurabh.
Ibunya Saurabh mengerti jika itu bukanlah suatu kesengajaan tapi memang secara kebetulan saja Namish yg di suruh untuk menyiram wajah Saurabh, Namish mau bertanggung jawab dan menanggung semua biaya operasi plastik Saurabh. Tapi Saurabhnya yg tidak mau, dan malah kabur dari rumah sakit.
Tapasya meneteskan airmatanya saat dia mengingat kejadian itu. Ada rasa tidak enak kepada Namish karena selama ini sudah salah paham kepada Namish, dia langsung mengingat jika baru saja dia menghajar Namish tanpa ampun.
Saurabh melirik tubuh Teja yg masih bersimpuh. Saurabh langsung mendekap tubuh Teja dan membantunya untuk berdiri. Teja masih menangis sesenggukan dan menunduk, dia tak berani menatap mata Tapasya. Tapasya langsung mendekap tubuh putrinya itu.
"Maafkan ibu sayang"
Teja mengeratkan pelukannya.
***
"Selamat Nam, filmmu dan Teja sangat sukses, tiket kalian selalu terjual habis di setiap harinya" ucap Adars.
Namish hanya terdiam, setelah seminggu dari kejadian dirinya di pukuli oleh Saurabh dia tak pernah lagi berhubungan dengan Teja, entah apa sekarang hubungan mereka. Namish hanya menarik nafasnya dalam.
"Ada apa Nam? Apa kau asa masalah?" tanya Adars khawatir.
__ADS_1
Namish hanya menggelengkan kepalanya.
TING.. TONG...
Namish melirik ke daun pintu itu, dia lalu menuju pintu itu dan membukanya, seorang wanita memeluknya dengan erat.
"Aku sangat merindukanmu, Nam"
Namish menyunggingkan senyuman di bibirnya saat mendengar suara wanita yg sangat dia rindukan.
"Ohh.. Nampaknya aku harus pamit dulu. Bye.."
Adars langsung berlalu pergi.
Namish menutup dan mengunci pintu apartemennya.
"Nam, kau kemana saja? Kau bahkan sama sekali tak menghubungiku"
Namish hanya tersenyum simpul.
"Ada apa? Kenapa tiba-tiba kau berani ke apartmentku"
Teja mengeluarkan kotak kecil. Namish menatap bingung kotak tersebut.
"Apa ini, Teja?"
"Bukalah"
Namish lalu membuka kotak itu, dia langsung membulatkan matanya.
"Tejaa.. Ini..."
"Kau harus secepatnya bertanggung jawab, Nam"
Namish mengangguk dia lalu mendekap erat tubuh Teja.
"Aku sangat mencintaimu, Tej. Secepatnya aku akan menikahimu"
Teja hanya mengangguk, Namish mendekatkan wajahnya ke wajah Teja.
"WOYYY.. NAMISHH.. BUKA PINTUNYA" teriak Saurabh.
Namish langsung terkejut, dia menelan ludahnya sendiri. Dia melangkahkan kakinya untuk membuka pintu itu.
"Saurabh, aku minta maaf kepadamu. Tapi kau jangan memisahkan aku dari Teja dan calon anak kita"
Saurabh mengepalkan tangannya, membuat Namish menutup kedua matanya. Dia sudah pasrah dengan apa yg antinya di lakukan oleh Saurabh. Dia langsung mendekap erat tubuh Namish, membuat Namish membuka kembali matanya.
"Besok mau tidak mau kau harus menikahi adikku yah, jangan sampai kau meninggalkan dia. Besok dan sampai 3 bulan aku akan tetap memantaumu selama aku di London"
"London? Untuk apa kau pergi kesana?"
"Aku harus mengoperasi wajahku ini agar kembali menjadi tampan"
Namish hanya tertawa geli, Teja mengembangkan senyumnya saat melihat kedua orang yg dia sayangi kini telah berbaikan.
"Eheemm.. Apa kalian melupakan aku?"
Saurabh dan Namish saling pandang, dia lalu menghampiri Teja dan menggendongnya.
"Ahh.. Kakak.. Namish.. Hentikan!"
Mereka hanya tertawa dengan geli.
---THE END---
__ADS_1