SKANDAL

SKANDAL
Perangkap


__ADS_3

×SKANDAL×


PART 2


"Tejasswi Prakash.. Ohh jadi dia seorang model"


Namish memperhatikan foto Tejasswi di laptopnya itu. Rasa gengsi di dirinya sangatlah tinggi maka dari itu dia mencari informasi sendiri mengenai Teja. Namish memperhatikan dengan seksama foto-foto Teja, tak terasa dia menyunggingkan senyum di bibirnya, sebenarnya dia kagum dengan kecantikan yg di miliki Teja, tapi tau sendiri Namish itu sombongnya seperti apa. Tidak ada yg bisa menandingi kesombongannya itu.


"Cantik" gumamnya.


Fokus Namish terganti dengan suara nada dering telpon di ponselnya.


"Ya Roop, ada apa?"


"......."


"Maaf aku tidak bisa ikut denganmu, hari ini adalah hari pertamaku syuting"


"........"


"See you. Bye"


Namish menaruh ponsel ke saku celananya, dia mengambil kunci mobilnya dan melangkahkan kaki keluar dari rumah.


"Mau kemana, Nam?" tanya Anna purna ibunya.


"Namish, syuting dulu Ma. Bye" ucap Namish dengan mencium kening Anna.


"Hati-hati"


"Ya Ma"


Namish memasuk mobilnya dan melajukan mobilnya dengan sangat cepat.


***


"Maaf.. Aku terlambat. Jalanan tadi sangat macet"


Mereka hanya terdiam.


"Hello.. Apa kalian mendengarku?"


"Duduklah, Nam"


Namish lalu duduk di samping Teja. Dia melirik Teja yg sedang terdiam, entah mengapa dia merasakan getaran saat melihat Teja.


"Nam, hari ini adalah hari pertama kalian syuting, aku harap kalian bisa menjalin chemistry dengan baik"


Namish hanya mengangguk.


"Apa kau meragukan kemampuanku, Ravi?"


"Tidak Nam, bukan seperti itu. Ya sudah kau latihan saja duku dengan Teja, bangun chemistry kalian yah"


Namish hanya mengangguk, dia langsung meraih tangan Teja.


"Ayooo"


Teja tak bergeming, dia masih terdiam di posisinya.


"Teja.. Ayoo"


Namish menatap mata Teja, pandangan mereka pun saling beradu. Teja lalu bangkit dan mengikuti langkah kaki Namish pergi.


Ranveer hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum.


Di luar ruangan...


"Ayo kita mulai latihan, hmmm dari sini saja"


Teja hanya mengangguk.


"Tej, mengapa kau selalu diam? Apa kau masih marah kepadaku kemarin? Ya sudah aku meminta maaf atas sikapku yg kemarin"


Teja hanya tersenyum.


"Tak usah seperti itu Nam, lagi pula aku sadar koq posisiku sebagai artis baru dan memang tidak bisa di samakan dengan dirimu, jam terbangmu bahkan lebih banyak dibandingkan aku"


"Sstttt (Namish menaruh jari telunjuknya di bibir Teja) berhenti mengatakan hal itu. Sudah kita mulai saja proses readingnya dan setelah itu kita latihan untuk membangun chemistry kita"


Teja mengangguk setuju.

__ADS_1


Sesekali Namish mencuri pandangannya untuk menatap wajah cantik Teja.


'Bodoh sekali aku, menolak untuk beradu akting dengan dengan wanita secantik dirinya' batin Namish.


Namish terus tersenyum dengan masih menatap Teja. Teja bingung dibuatnya, dia mengibaskan tangannya.


"Namish.. Hei.. Nam"


Namish mengedipkan matanya, dia mengelus tengkuknya.


"Kau sangat cantik Teja" ucapnya pelan tapi terdengar oleh Teja.


Teja hanya tersipu malu.


"Tej, malam ini ikut aku yuk. Kita ngobrol di luar ngebahas tentang script ini, biar kita lebih akrab saja. Itu juga kalau kau mau sih"


Namish menundukkan kepalanya menanti jawaban dari Teja.


"Iyah.. Aku mau Nam"


Namish mendongakkan kepalanya dan tersenyum.


"Baiklah.. Nanti malam aku jemput yah di rumahmu, kau kirim saja alamat lengkapnya"


Teja hanya mengangguk.


***


Malam hari....


Teja telah tampil menawan dengan gaun berwarna hitam sebatas lututnya, dia terus memperhatikan dirinya di pantulan kaca itu. Dia menyunggingkan senyuman di bibirnya.


"Kau sudah masuk perangkapku Namish, lihat saja sebentar lagi kau akan menjadi milikku. Persetan dengan kekasihmu itu, akan aku pastikan kau akan segera mengakhiri hubunganmu dengannya" ucap Teja dengan nada sinis.


TIN.. TIN..


Teja tersenyum saat mendengar suara klakson mobil, dia langsung mengambil tas kecilnya dan keluar dari kamarnya.


Di halaman rumah Teja....


Namish membulatkan matanya saat melihat penampilan Teja, dia memperhatikan dari ujung kaki hingga kepala.


Namish menyunggingkan senyumnya.


"Kau cantik Teja" pujinya.


Teja hanya tersenyum.


Namish keluar dari mobilnya, dia membukakan pintu mobilnya untuk Teja.


Skipp....


Mereka telah sampai di sebuah club. Teja celingak-celinguk melihat sekitar.


"Ada apa Tej, tak perlu risih. Kan ada aku" ucap Namish meyakinkan.


Teja hanya mengangguk. Teja memegang tangan Namish erat, dan itu membuat Namish menyunggingkan senyumannya.


Mereka perlahan melangkahkan kakinya ke dalam club. Duduk di sudut club itu, Teja hanya terdiam saat melihat Namish menjauh untuk mengambil minuman.


Namish menyodorkan minuman untuk Teja.


"Tidak Nam, aku tidak minum alkohol"


"Coba dulu Teja, dalam kehidupan seorang artis minuman ini adalah minuman biasa. Tidak akan mabuk koq"


Namish menaikkan alisnya.


Teja hanya terdiam, dia perlahan meraih gelas yg di berikan Namish.


"Bersulang"


Namish meminum wine itu, Teja meminumnya dengan perlahan.


"Enak kan?"


Teja hanya mengangguk.


"Tej, ayo kita dance"


"Tidak Nam, aku tidak bisa"

__ADS_1


"Ayolahhh"


Namish meraih tangan Teja dan mengajak Teja untuk dance disana.


"Seperti ini Tej, ikuti gerakanku. Rileks dan jangan kaku sepeti itu"


Teja mulai mengikuti gerakan Namish.


Namish memajukan wajahnya untuk mengecup bibir Teja. Refleks Teja langsung memejamkan matanya. Namish melumat semakin dalam bibir lembut Teja, dia hanyut oleh bibir mungil Teja yg rasanya sangat manis dan memabukkan baginya.


"NAMISHHH" teriak seseorang.


Namish langsung melepaskan pagutan di bibir Teja.


"Roop" ucapnya gugup.


PLAAAKKK..


"Apa-apaan ini Nam, tadi pagi kau menolak ku untuk pergi tapi sekarang kau pergi dengan artis baru ini, dan kau asik bermesraan dengannya" teriak Roop.


Seluruh orang memperhatikan Namish, Ropp dan Teja. Namish seakan malu, dia langusng menarik tangan Roop dan Teja keluar dari club.


"Lepaskan Nam" teriak Roop.


Namish menghempaskan tangannya.


"Apa-apaan kau Roop? Berteriak seperti itu, kau ingin membuat image ku hancur hah?" bentak Namish.


"Ya memang, kau berselingkuh dengan artis baru ini. Menciumnya di depan umum, apa kau tidak malu Nam" teriak Roop.


Sementara Teja hanya memperhatikan mereka dan tersenyum penuh kemenangan.


"Lagi pula apa yg kau lihat darinya Nam, cantikan juga aku dibandingkan dirinya. Apa kau sudah gila menduakan aku dengan wanita murahan seperti dirinya"


PLAAAAKKK....


"Jaga omonganmu Roop. Dia bukan wanita murahan seperti yg kau bilang"


"Lalu apa sebutan bagi wanita yg mau dengan mudahnya di cium oleh pria asing di depan umum, hah"


"Sudah Roop, kita akhiri saja hubungan ini. Aku sudah muak dengan sikapmu itu"


Roop membulatkan matanya, dia tersenyum sinis kepada Teja.


"Ohh jadi kau lebih memilih si jalang ini dibandingkan aku? Baiklah Nam, akan aku pastikan jika suatu saat nanti kau akan menyesal"


Roop lalu pergi meninggalkan Namish.


Namish menghampiri Teja dan menarik lengan Teja.


"Maafkan aku, Nam. Aku benar-benar meminta maaf, karena diriku kau dan Roop jadi putus" ucap Teja dengan terisak.


Teja menundukkan kepalanya. Namish mengangkat dagu Teja untuk menatapnya.


"Tak usah meminta maaf yah"


Namish menghapus airmata di pipi Teja. Dia mengelus lembut pipi Teja. Matanya tertuju kepada bibir mungil yg barusan dia cium. Nikmat!


Namish hanya tersenyum, dia menyentuh pelan bibir Teja.


"Untuk ciuman tadi, aku meminta maaf karena aku jadi terbawa suasana"


Teja hanya mengangguk dan tersenyum.


Namish menggengam tangan Teja dan melangkahkan kakinya untuk menuju ke parkiran mobil. Namish sesekali menatap Teja.


"Tej, maukah kau menjadi kekasihku?"


Teja hanya mengangguk.


Namish memeluk erat tubuh Teja.


"Terimakasih Tej, aku mencintaimu"


Teja tersenyum dengan sinis.


'Cepat sekali kau masuk ke dalam perangkapku, bodoh. Lihat saja setelah ini, hidupmu akan ku buat menderita Nami' batinnya sinis.


To be continued....


__ADS_1


__ADS_2