SKANDAL

SKANDAL
Genggamanku


__ADS_3

×SKANDAL×


PART 3


"Kau tenang saja kak, Namish sudah berada dalam genggamanku, sebentar lagi tujuan kita akan segera tercapai kak"


"Kerja bagus sayang, tak salah jika kakak yg menyuruhmu untuk mendekatinya"


Teja hanya tersenyum.


"Ya sudah kak, aku pergi dulu. Jaga diri kakak"


Teja meninggalkan pria itu, pria itu tersenyum sinis.


"Aku sudah tidak sabar menantikan kehancuranmu, Namish"


***


"Nam, kau putus dengan Roop?" tanya Priyank yg tiba-tiba datang.


Namish hanya tersenyum.


"Tapi aku sudah memiliki gantinya"


Priyank langsung menoleh tak percaya.


"Siapa?"


"Tunggu sebentar lagi, nanti juga kau akan lihat"


Priyank hanya mendengus kesal.


"Pagii, maaf aku terlambat" ucap seorang wanita dengan nafas yg masih terengah-engah.


Namish dan Priyank langsung menoleh.


"Astaga, apa saat ini aku sedang berada di surga hingga aku melihat seorang bidadari disini"


Teja hanya menatap dengan bingung, Namish langsung menghampiri Teja dan merangkulnya. Dan itu sukses membuat Priyank semakin melongo.


"Nami, kau mengenalnya?"


"Sangat, karena dia kekasihku" ucap Namish dengan mencium pipi Teja.


'Astaga pria ini agresif sekali, kemarin bibirku yg dia cium sekarang pipiku, entah apa yg akan dia lakukan nanti. Jika bukan karena tujuanku sudah aku patahkan tulang tangannya dan aku tampar dengan keras pipinya itu' batin Teja.


Teja hanya tersenyum kaku, dia menyingkirkan tangan Namish dan itu membuat Namish menjadi sangat bingung.


"Ada apa sayang?"


"Ini di depan umum Nam, jaga sikapmu"


Namish hanya terkekeh.


Priyank langsung menghampiri Temish.


"Hei nona, apa benar jika si bodoh ini kekasihmu?"


Teja hanya mengangguk.

__ADS_1


"Astaga, mengapa kau mau. Apa kau tidak tau jika Namish seorang player?"


Namish langsung melototi Priyank.


"Oh yah? Benarkah?"


"Teja, jangan di dengarkan omong kosongnya itu, kau ingat kan semalam aku memutuskan Roop demi dirimu?"


'Dasar bodoh, siapa suruh kau lakukan itu lldemi aku' batin Teja.


Teja hanya mengangguk.


"Jadi untuk sekarang, kau selalu menjadi milikku, tak ada yg lain, sungguh" ucap Namish meyakinkan.


Priyank hanya tertawa geli.


"Yakin Nam? Selama pacaran dengan Roop yg hampir 3 tahun saja kau sudah puluhan kali berselingkuh" ledek Priyank.


"Priyank" ucap Namish dengan menatap tajam ke arah Priyank.


Priyank langsung kabur.


"Teja.. Kau hati-hati saja dengannya" teriak Priyank.


'Aku bahkan tidak minat dengan temanmu ini' batinnya.


"Teja ayoo. Kita mulai latihan"


Teja hanya mengangguk.


"Dia tadi bermain juga dalam film ini?"


"Siapa? Priyank?"


Teja hanya mengangguk.


"Tidak, Nam"


Teja menggeleng.


"Ya sudah kita lupakan saja Priyank, ayo kita mulai latihan"


Sepasang mata terus mengintai gerak gerik mereka dengan tersenyum sinis.


***


Teja memasuki sebuah toilet, tapi dia merasa jika dia sedang di ikuti. Teja menoleh ke belakang, dia terkejut saat melihat seorang wanita dengan memegang sebilah pisau di tangannya. Dia tersenyum dengan sangat sinis, sementara Teja dia menjadi sangat ketakutan.


"Kau mengingatku kan Teja?"


Tubuh Teja gemetar, lidahnya terasa kelu. Teja sangat takut dengan benda yg di pegang oleh wanita itu, benda itu mengingatkan Teja tentang peristiwa di masa lalunya yg membuat dia sangat trauma.


"Ro-roop kau mau a-pa?"


Roop berjalan mendekati Teja, dia tersenyum dengan sinis.


"Kau tenang saja aku tak akan membunuhmu, aku hanya ingin lihat bagaimana jika pisau ini menggores sedikit wajahmu, apakah Namish akan tetap mencintaimu?" ucapnya dengan sinis.


Teja menelan ludahnya, dia terus mundur untuk menjauhi Roop, tapi langkahnya terhenti saat dia sudah mentok di tembok. Teja memejamkan matanya saat Roop semakin mendekatkan pisau itu ke wajah Teja.

__ADS_1


"Aaawwwww"


"Teja, apa kau baik-baik saja?" tanya seorang pria.


Teja hanya mengangguk, dia membawa Teja keluar. Meninggalkan Roop yg masih pingsan dan tersungkur di lantai toilet itu.


Teja merasa sangat ketakutan, jadi dia mendekap pria itu dengan erat. Namish yg sedang melintas melihatnya dengan tatapan yg sangat cemburu. Dia langsung menghampirinya.


"Hei lepaskan Teja, dia kekasihku. Berani sekali kau mendekapnya seperti itu"


Pria itu melihat tubuhnya yg sedang di dekap Teja dan dia menatap Teja yg masih memejamkan matanya.


"Apa kau tidak lihat Nam, siapa yg mendekapku lebih dulu?"


Namish mendengus kesal, dia melihat tangan Teja yg melingar di perut pria itu. Namish melepaskan tangan Teja dan menarik tangannya, membuat Teja langsung membuka matanya. Teja terkejut saat melihat Namish ada di hadapannya.


"Teja, apa kau baik-baik saja?"


Teja hanya mengangguk.


"Jika Zein tidak datang depan waktu, entah apa yg akan terjadi denganku nantinya" ucapnya sendu.


"Apa maksudmu?"


"Mantan kekasihmu yg gila itu, dia ingin melukai Teja dengan pisau tadi"


"Maksudmu Roop?"


"Lihat saja di toilet sana, dia masih pingsan disana"


Namish langsung menuju toilet itu dan benar saja dia melihat Roop tengah pingsan dengan sebilah pisau di tangannya. Namish geram, dia menyiram Roop dengan air. Membuat Roop langsung membuka matanya.


"Ada apa Namish?"


"Ada apa? Kau bertanya ada apa atas apa yg kau lakukan kepada Teja? Lihat saja Roop jika kau masih berbuat macam-macam kepada Teja, aku tak segan-segan untuk melaporkanmu ke polisi"


Roop hanya menelan ludahnya.


Di luar toilet....


"Terimakasih Zein, kau telah menyelamatkanku"


"Tak usah sungkan Teja, kakakmu yg menyuruhku untuk menjaga mu dari Namish ataupun yg lainnya"


"Dari Namish?"


"Iyah, kakak mu tak ingin kau malah terbawa perasaan dengan Namish dan hanyut oleh rayuannya itu"


Teja melenan ludahnya sendiri dan mengatur nafasnya.


"Namish itu seorang player, akan sangat mudah baginya untuk membuatmu takluk"


Teja hanya mengangguk dan berpikir.


"Buktinya kemarin kata kakakmu kau hanyut dengan ciuman panasnya"


Astaga! Teja benar-benar merasakan sesak nafas dengan perkataan Zein.


'Jadi kakak melihat aku berciuman dengan Namish, astaga!' batinnya.

__ADS_1


To be continued... 😃😃



__ADS_2