SKANDAL

SKANDAL
Gelisah


__ADS_3

×SKANDAL×


PART 7


Teja terus memainkan kedua jari telunjuknya dan memutarnya ke satu arah, hatinya gelisah. Ingin nangis, tapi dia malu jika harus menangis di hadapan orang banyak, dia terus berpikir dengan menggigit bibir bawahnya.


"Tej, kau kenapa sayang?" tanya Namish lembut.


Dia langsung duduk di samping Teja dan mengenggam erat tangan Teja. Mata Namish menatap lekat wajah Teja. Namish menyentuh dagu Teja untuk melihat ke arahnya. Mata mereka beradu, terlihat jelas kegundahan di wajah Teja.


Namish mengelus pipi Teja. Sedangkan satu tangannya yg lain masih menggenggam tangan Teja.


"Katakan, sayang. Apa yg membuatmu khawatir?"


Teja masih terdiam, dia menepis tangan Namish di pipinya dan melepaskan tangannya dari Namish. Teja pergi menjauh dar Namish.


Namish menghampiri Teja, dia langsung mendekap erat tubuh Teja. Entah mengapa Teja merasa tenang saat Namish memeluknya.


"Tak perlu khawatir, ada aku yg akan selalu menjagamu disini, Teja"


Teja hanya terdiam, dia memejamkan kedua matanya. Menikmati pelukan hangat yg di berikan oleh Namish. Tiba-tiba mata Teja terbuka saat dia merasakan ada seseorang yg memperhatikannya, Teja membulatkan matanya saat melihat Saurabh tengah menatap lekat Teja. Raut wajahnya menujukkan ekspresi marahnya. Teja langsung mendorong tubuh Namish, hingga membuat Namish sedikit tersentak.


"Ada apa, sayang? Hei? Apa kau baik-baik saja?"


Teja terdiam, dia lalu pergi meninggalkan Namish tanpa mengucapkan sepatah kata apapun.


Namish menatap kepergian Teja dengan lirih, dia memutar tubuhnya saat dia merasa ada seseorang yg memperhatikannya. Namun orang itu sudah pergi dengan cepat.


"Siapa dia?" ucap Namish pelan.


***


"Jangan pakai hati, Tej. Kakak tidak suka. Kakak hanya tak ingin jika nantinya kau malah sakit hati" saran Saurabh.


Teja hanya terdiam, dia masih asik memainkan game di ponselnya.


"Hei, apa kau dengar aku?"


Teja masih terdiam.


"Tej, jangan jatuh cinta dengan Namish, nanti kau akan menderita, Namish itu seorang player kakak tidak ingin jika nantinya kau hanyut oleh rayuannya"


Teja menghela nafasnya, dia memalingkan wajahnya dan menatap lekat ke arah Saurabh.


"Kau tenang saja kak, aku profesional" jawab Teja singkat.


Saurabh hanya tersenyum dan mengelus rambut adiknya itu.


"Baiklah, kakak pergi dulu. Kakak takut jika Mom, melihat aku menemuimu"


Teja hanya mengangguk.


Dia menatap kepergian kakak sulungnya itu.


Shashank yg sedari tadi memperhatikan gerak-gerik mereka kini menghampiri Teja.


"Untuk apa dia kesini? Berani sekali dia, jika ibu tau bisa habis dia"


Teja hanya menyunggingkan sedikit senyumnya.

__ADS_1


"Kau di racuni apa olehnya? Jangan percaya dengan apa yg dia katakan, dia sering mengada-ada"


Teja hanya terdiam.


Shashank mencubit gemas pipi Teja.


"Aaawww.. Sakit kak" kesal Teja.


Shashank hanya tersenyum.


"Biarlah, abis adik kakak yg ini sombong, ya sudah kakak balik saja besok ke London"


"Kakak"


Teja langsung beranjak dari tempatnya dan memeluk kakak tersayangnya itu.


"Kak, aku sangat menyayangimu, jangan pergi lagi yah"


Shashank hanya tersenyum.


"Tidak akan pernah"


***


"Kau darimana saja Nam, dua hari ini tidak pulang?"


"Aku lelah kak, aku menginap di tempat Adars"


"Di tempat Adars, atau menginap di tempat kekasih barumu itu?"


Namish hanya tersenyum.


Namish berjalan dengan langkah gontai, dia merasakan tubuhnya sangat lelah sekali. Dia masuk ke dalam kamarnya dan merebahkan tubuhnya ke kasur empuk miliknya itu.


Namish mengatur nafasnya, dia memejamkan matanya. Ingatannya selalu terbayang tentang kejadian kemarin malam di dalam mobil itu.


Namish memeras rambutnya.


"Astaga! Aku benar-benar sudah gila"


Namish mengambil ponselnya, dia lalu menghubungi Teja.


Di telpon....


"Teja, malam ini kita jalan yuk?"


"Tidak bisa, Nam. Aku sedang ada urusan"


"Urusan? Tentang apa?"


"Maaf Nam, aku tidak bisa memberitahumu karena ini hal yg sangat privasi"


"Oh, baiklah. Kau hati-hati saja Tej"


"Ya sudah Nam. Bye"


Namish menjatuhkan ponselnya ke ranjang.


"Kenapa Teja selalu bisa membuatku tak berhenti untuk memikirkannya"

__ADS_1


Namish memejamkan matanya dan tertidur.


***


#FLASHBACK.....


"Nam, kau main dengan Roop?" tanya Saurabh.


Namish hanya mengangguk.


"Waaahhh, selamat yah Nam. Kau memang aktor yg hebat" ucap Saurabh menepuk pelan bahu Namish.


Namish menyingkirkan tangan Saurabh dari bahunya.


"Jangan di sentuh. Nanti bajuku kotor karena tanganmu itu"


Saurabh menelan ludahnya sendiri, dia tak menyangka sahabatnya berkata seperti itu.


"Hei, baby"


Roop datang langsung mencium pipi kanan dan kiri Laksh. Dia sesekali melirik Saurabh dan tersenyum mengejek.


"Baby, kah jangan berteman dengan si cupu ini deh. Nanti artis-artis lain tidak ada yg mau berteman denganmu"


Namish hanya mengangguk dan tersenyum.


"Lagian siapa juga yg menganggap si bodoh ini teman, dia saja yg percaya diri. Mungkin dia bangga karena temannya menjadi seorang artis"


Namish menyombongkan dirinya, dia lalu pergi meninggalkan Saurabh.


Saurabh mengepalkan tangannya.


"Lihat saja Nam, aku pasti akan membalas omonganmu itu. Lihat saja jika aku juga menjadi seorang artis siapa yg lebih di elu-elukan oleh fans nya" ucap Saurabh sinis.


Saurabh tersenyum sinis mengingatkan kenangannya dengan Namish.


"Kau pikir aku akan membiarkanmu untuk mendekati adikku, lihat saja saat kau benar-benar mencintainya. Akan aku pastikan Teja meninggalkanmu, Nam. Lihat saja tanggal mainnya" ucap Saurabh dengan sinis.


***


Teja terus menatap foto Namish di ponselnya itu, dia sesekali tersenyum. Shashank mengambil paksa ponsel Teja.


"Ohh.. Jadi adikku ini sedang kasamaran" ledek Shashank.


"Isshhh.. Kakak sini berikan ponselnya kepadaku"


Shashank memberikan ponsel itu kepada Teja, saat Teja ingin berlalu lengan Shashank menahan tangannya.


"Ayo jujur kepada kakak, katakan jika kau memang benar-benar mencintai Namish"


Teja hanya terdiam, dia menusukkan kepalanya. Shashank menarik dagu Ragini hingga mata mereka beradu.


"Tanyakan kepada hatimu, Ragini. Jangan kau bohongi perasaanmu sendiri"


Shashank lalu pergi meninggalkan Teja yg masih melamun.


"Tidak akan.. Aku tidak akan dan tidak akan pernah mungkin mencintanya"


To be continued....

__ADS_1


__ADS_2