
Setelah Shen Sui pergi datanglah Xue Ying ke hadapan Yang Chen.
"Kau sangat beruntung ya, sekali lolos seleksi murid langsung dapat lencana gugus tugas, dan dapat hadiah dari seorang guru." ucap Xue Ying.
"Aku rasa begitu." ucap Yang Chen sambil memperhatikan gulungan yang di berikan oleh Shen Sui.
"Jadi... kau akan pergi kemana hari ini??." tanya Xue Ying.
"Mungkin... ke hutan." ucap Yang Chen.
"hah... apa kau tidak muak terus terusan berburu dan berkultivasi." ucap Xue Ying.
"Tidak." ucap Yang Chen.
"Ah... kau tidak asik." ucap Xue Ying.
Keesokan harinya di saat Yang Chen sedang sarapan dia di datangi oleh seseorang yang tidak dikenalinya.
"Yang Chen, kami orang orang dari balai gugus tugas memanggilmu atas perintah tuan Xian Jian." ucap orang itu.
"Aku sedang sarapan." ucap Yang Chen.
"Tidak masalah, pergilah ke balai gugus tugas jika kau sudah selesai!!." ucap orang itu.
"Ya, aku akan segera kesana." ucap Yang Chen.
Setelah selesai Yang Chen langsung pergi menuju balai gugus tugas dan menemui seorang wanita berambut ungu dengan gaun berwana putih yang dipakainya dia bernama Wu Fei yang bertugas untuk membagikan tugas kepada para petarung.
"Baiklah Yang Chen tugas pertama mu kali ini adalah mengintai desa tsai fu di pegunungan selatan. kami mengeluarkan tugas ini karena sudah lebih satu bulan ini desa tsai fu masih belum ada kabar tentang produksi besi. kami menduga bahwa desa tsai fu telah di kuasai oleh seorang petarung yang kuat, tetapi ini masih sebuah dugaan jadi kalian hanya perlu melakukan pengintaian pada desa itu. dalam tugas mu kali ini kau akan ditugaskan bersama dua orang dari balai gugus tugas dari daratan tenggara, semoga kau dapat bekerja sama dengan mereka." jelas nona Wu Fei sambil menunjuk ke arah Lin Jin dan Lin Feng.
"Perkenalkan namaku Lin Jin aku rekan satu timmu sekarang." ucap Lin Jin sambil mengulurkan tangannya.
"Nama ku Yang Chen senang bisa berkenalan dengan mu." ucap Yang Chen.
__ADS_1
Lin Jin seorang gadis berambut hitam yang panjangnya hanya sebahu dan memakai sebuah gaun berwana biru muda.
"Perkenalkan namaku Lin Feng aku rekan satu tim mu sekarang." ucap Lin Feng.
"Namaku Yang Chen senang bisa berkenalan dengan mu." ucap Yang Chen.
Lin Feng seorang pria berambut hitam dan memakai baju yang serba hitam dan sebuah pisau di pinggangnya.
"Baiklah, sekarang kalian boleh pergi, dan jika masih ada hal yang kurang jelas kalian bisa mencari informasi lengkapnya di dalam gulungan ini." ucap Wu Fei sambil memberikan sebuah gulungan.
"Terima kasih." ucap Yang Chen.
Yang Chen, Lin Feng, dan Lin Jin pergi menuju ke desa tsai fu dan butuh waktu 2 hari untuk sampai ke sana dalam perjalanan Yang Chen malah di bicarakan oleh rekan satu timnya.
"Bukannya dia ya, yang di sebut sebagai sampah oleh orang orang, kenapa dia bisa menjalankan tugas." bisik Lin Feng pada Lin Jin.
"Aku juga tidak tau, yang ku dengar dari orang orang ayahnya adalah ketua klan yang keempat dan ayahnya tewas saat melindungi batu permata jiwa. sementara ibunya adalah seorang penyihir dari klan siwei minjie." bisik Lin Jin.
"Kalian tau aku menggunakan jiwa burung hantu untuk menambah sensitifitas pendengaran ku, jadi walaupun kalian berbisik aku masih bisa mendengarnya." ucap Yang Chen.
"Iya... aku juga minta maaf." ucap Ling Feng.
"hari sudah mulai gelap. lebih baik sekarang kita cari tempat untuk istirahat." ucap Yang Chen.
"Kelihatannya tempat itu cocok." ucap Lin Jin sambil menunjuk ke arah sebuah bukit.
"Oke kalau begitu Lin Jin kau yang memasak, aku akan mengambil air dan mencari kayu. Yang Chen kau punya panah jadi kau saja yang pergi berburu." ucap Lin Feng.
"Baiklah, aku setuju." ucap Yang Chen.
Tidak lama kemudian mereka telah selesai mengumpulkan semua benda yang mereka butuhkan dan Lin Jin mulai memanggang hewan yang telah di buru oleh Yang Chen.
"Aku tidak menyangka kau bisa berburu secepat itu." ucap Ling Feng.
__ADS_1
"Aku sudah belajar berburu sejak usia ku 7 tahun." ucap Yang Chen.
"Benarkah siapa yang mengajari mu berburu??." tanya Lin Jin sambil membolak balik daging yang di panggangnya.
"Aku belajar sendiri." jawab Yang Chen.
"Wah... ternyata kau orang yang hebat, tetapi... kenapa orang orang selalu merendahkan mu??." ucap Lin Feng.
"Itu karena aku sulit sekali untuk membangkitkan jiwa petarung ku, dulu saat aku berusia 7 tahun paman Xiao Lan membawaku untuk mengikuti seleksi murid. tetapi sayang, aku bahkan tidak bisa mengaktifkan jiwa petarung ku, bahkan sampai aku berusia 13 tahun. dan semenjak saat itu aku di sebut sebagai sampah oleh orang orang."jelas Yang Chen.
"Benar juga, dalam klan Linghua orang yang tidak bisa membangkitkan jiwa petarung sampai dia berusia 10 tahun di sebut sebagai prematur. dan jika tidak berhasil membangkitkan jiwa petarunga pada usia 13 tahun akan di buang ke desa desa kecil yang berada di bawah ke kuasaan klan untuk menjadi seorang petani. tetapi kenapa kau tidak di buang Yang Chen??." ucap Lin Jin.
"itu karena paman Xiao Lan memohon kepada ketua klan. hingga aku di beri kesempatan 1 tahun lagi, dan semenjak saat itulah aku di sebut sebagai sampah." ucap Yang Chen.
"Aku tidak menyangka ternyata kehidupan yang kau jalani lebih rumit dari pada aku." dalam hati Lin Feng.
"Apa kalian berasal dari luar??." tanya Yang Chen.
"Iya kami berasal dari pusat klan Linghua yang berada di daratan tenggara." ucap Lin Jin.
"Aku pernah baca di dalam sebuah gulungan bahwa di daratan bagian tenggara ada hewan yang bernama kangguru. apakah itu benar??." ucap Yang Chen.
"Ya itu benar. kami juga biasanya berkultivasi dengan jiwa hewan itu." ucap Lin Feng.
"Kapan kalian akan kembali ke pusat klan yang berada di tenggara??." tanya Yang Chen.
"Masih belum tau. memangnya kenapa??." ucap Lin Jin.
"Aku ingin pergi ke sana dan memburu beberapa kangguru." ucap Yang Chen.
"Nanti kalau kami akan pulang kami akan memberi tau mu, jadi sekarang kamu makan saja besok kita akan kembali melanjutkan perjalanan." ucap Lin Jin sambil memberikan daging panggang yang sudah matang.
"Terima kasih." ucap Yang Chen.
__ADS_1
"Ya sama sama." balas Lin Jin.