
Setelah sampai di rumah Yang Chen langsung membersihkan diri dan langsung pergi ke perpustakaan gulungan klan untuk memperluas wawasannya.
Di sisi lain Xue Ying telah sampai dirumah dan menemui kedua orang tuanya.
"Xue Ying akhirnya kamu pulang, cepat mandi dan makan malam bersama ayah dan ibu." ucap Xue Qing (ibu Xue Ying).
"Baik bu." ucap Xue Ying.
Setelah selesai mandi Xue Ying pun kembali ke meja makan.
"Jadi kemana saja putri ku pergi hari ini??." tanya Xiao Lan (ayah Xue Ying).
"Aku pergi ke hutan dan menemani Yang Chen berburu." ucap Xue Ying senang.
"Hadeh... anak itu suka sekali berburu dan memancing, padahal biaya hidupnya sudah di tanggung oleh ketua klan." ucap Xue Qing.
"Dia berburu untuk mengkultivasi jiwa petarungnya, bukan untuk makan." ucap Xue Ying.
"Apa!!." teriak Xiao Lan dan Xue Qing bersamaan.
"Di.. dia berburu untuk mengkultivasi jiwa petarungnya." ucap Xue Ying.
"Lin Lan putramu akhirnya bisa mengaktifkan jiwa petarungnya hahaha..." ucap Xiao Lang senang.
"Ya dan akhirnya usaha ku menabung untuk membeli ramuan penutrisi jiwa telah terbayarkan." ucap Xue Qing.
"Seingat ku mereka tidak sesenang ini saat aku bisa mengaktifkan jiwa petarung, hu...uh Sebenarnya yang anak kalian itu aku atau Yang Chen sih." dalam hati Xue Ying.
"Kita harus memberikan hadiah untuk pencapaiannya kali ini." ucap Xue Qing.
__ADS_1
"Aku akan memberinya gulungan jurus tingkat perunggu." ucap Xiao Lan.
"Kalau begitu aku akan memberikannya ramuan penutrisi jiwa." ucap Xue Qing.
"Xue Ying kamu akan memberikan hadiah apa padanya." ucap kedua orang tua Xue Ying bersamaan.
"Aku akan memikirkannya nanti." ucap Xue Ying.
"kalau begitu ayo cepat makan setelah itu kita pergi ke pasar dan kau bisa menemukan hadiah yang cocok untuknya." ucap Xiao Lan.
Setelah selesai makan mereka pun pergi ke pasar untuk membeli barang yang akan di hadiahkan kepada Yang Chen. setelah selesai berbelanja mereka malah bertemu dengan Yang Chen.
"Yang Chen, paman dengar dari Xue Ying kau sudah bisa mengaktikan jiwa petarung mu." ucap Xiao Lan.
"Ya, begitulah." ucap Yang Chen.
"Kau benar benar hebat Yang Chen, kau sangat membanggakan paman. sebagai ucapan selamat atas pencapaian mu kali ini paman akan memberikan hadiah khusus untuk mu."
"Tiga gulungan ini adalah gulungan jurus, bisa digunakan untuk menyerang, bertahan dan juga meningkatkan kecepatan, sementara yang satunya lagi adalah tehnik kultivasi khusus di tingkat perunggu. kau harus menguasai kempat empatnya dan paman yakin kau bisa naik ke tingkat perak dengan mudah." ucap Xiao Lan.
"Terima kasih paman aku sangat menghargai pemberian paman." ucap Yang Chen.
"Yang Chen lihat ini, ini adalah ramuan penutrisi jiwa, denga meminum ramuan ini kau bisa meningkatkan kekuatan jiwa mu, ini ramuan kualitas terbaik loh, efek nya sudah pasti sangat besar." ucap Xue Qing.
"Terima kasih bibi aku sangat menghargai pemberian bibi." ucap Yang Chen.
"Xue Ying dimana hadiah mu??." ucap Xue Qing.
"Aku masih belum tau harus memberi apa, jadi hadiah ku besok saja ya." ucap Xue Ying.
__ADS_1
"Xue Ying kau tidak boleh begitu, cepat ajak Yang Chen kepasar dan belikan beberapa barang yang dia inginkan!!." ucap Xue Qing.
"Baiklah bu." ucap Xue Ying pasrah.
Setelah menyuruh Xue Ying untuk membeli barang yang di inginkan Yang Chen, Xiao Lan dan Xue Qing pun pulang ke rumah, sementara Xue Ying harus kembali lagi ke pasar untuk menemani Yang Chen memilih barang.
Yang Chen memasuki satu persatu toko toko yang ada di pasar itu tetapi dia tidak membeli satu barangpun hingga membuat Xue Ying kesal.
"Kau sudah memasuki setiap toko yang ada di sana, menanyai barang yang ini, barang yang itu, tapi kau tidak memilih satu barang pun. jika kau tidak memilih hadiah mu aku akan di marahi oleh ibuku." tegas Xue Ying.
"Barang barang yang mereka tunjukkan pada ku adalah barang barang palsu, lebih baik aku tidak memilihnya dari pada membuang uang mu." ucap Yang Chen.
"Aku tidak mau tau pokoknya kau harus memilih hadiah mu." ucap Xue Ying.
"Begini saja, kau temani aku berburu dan aku akan menganggap itu sebagai hadiah dari mu, bagaimana??." tawar Yang Chen.
"Baiklah aku setuju." ucap Xue Ying.
Setelah itu mereka pun pergi ke rumah Yang Chen untuk mengambil busur lalu pergi ke hutan untuk berburu.
"Yang Chen hewan apa yang akan kau buru kali ini??." tanya Xue Ying.
"Aku ingin memburu burung hantu dan serigala." jawab Yang Chen.
"Kenapa kau memburu burung hantu dan serigala??."vtanya Xue Ying.
"Burung hantu memiliki pendengaran yang sangat sensitif dan juga matanya dapat menangkap cahaya di malam hari sementara serigala memiliki indra penciuman enam kali lebih baik dari pada seekor anjing, aku yakin dengan berkultivasi menggunakan jiwa kedua hewan itu dapat meningkatkan ketangkasanku ku saat bertarung." jelas Yang Chen.
"Dari mana kau tau tentang hal ini??." tanya Xue Ying.
__ADS_1
"Dari perpustakaan." jawab Yang Chen.