
Kesokan harinya mereka melanjutkan perjalanan dan sampai di desa tsai fu.
"Jadi desa inilah yang akan kita intai." ucap Yang Chen.
"menurut informasi peta yang ku dapat dari gulungan, ini adalah desa tsai fu. tetapi dalam gulungan tidak di beri tahukan bahwa desa tsai fu memiliki sebuah tembok." ucap Lin Jin.
"Itu berarti desa ini benar benar telah di jarah oleh sebuah komplotan besar. dan mereka memerintahkan para penduduk untuk membangun tembok agar meningkatkan pertahanan mereka." ucap Lin Feng.
"Dugaan kalian cukup masuk akal, tetapi kita tidak akan tau jika kita tidak melihat sendiri." ucap Yang Chen.
"Kalau begitu ayo kita lihat." ucap Lin Feng.
Setelah selesai berunding mereka akhirnya menyelinap masuk ke dalam desa tersebut di saat mereka berhasil melewati tembok mereka melihat banyak sekali orang yang berjaga di sekitar rumah penduduk dan juga pinggiran tembok.
"Sekarang apa." ucap Lin Feng.
"Kalau menurut analisa ku orang orang yang berjaga itu bukanlah penduduk asli desa ini. aku rasa para penduduk sedang bekerja di tambang besi saat ini. bagaimana kalau kita lihat tambang besinya saja." ucap Yang Chen.
"Itu ide yang bagus." ******* bareng
Setelah itu mereka langsung bergerak secara diam diam menuju ke tambang besi dan saat mereka sampai di sana.
"Hey... kau cepat kembali bekerja dan jangan bermalas malasan." ucap seorang penjaga sambil mencambuk seorang pria yang sudah berusia tiga puluhan itu.
(Tas... suara cambuk penjaga yang menghantam tubuh pria itu)
"Akh!!..." teriak pria itu kesakitan.
"Jika ada yang masih ingin bermalas malasan akan ku cambuk seperti kotoran ini." ucap penjaga itu.
Setelah melihat kejadian itu tiba tiba saja Lin Feng mengaktifkan jiwa petarungnya dan melompat ke arah penjaga itu.
__ADS_1
"Yang seperti kotoran itu adalah kau!!." teriak Lin Feng saat melambung di udara.
Lin Feng menendang wajah penjaga itu dengan kekuatan penuhnya hingga tubuh penjaga itu terpental dan menabrak diding tambang.
(Brak... suara tubuh penjag yang menghantam tembok)
Melihat kejadian itu para penjaga lang sung ketakutan sementara para penduduk malah bersorak gembira.
"Ayo... hajar dia, hajar, aku sudah tidak tahan dengan kekejaman mereka, hajar dia, hajar sampai mati." sorak para penduduk.
Para penjaga tambang itu terlihat sangat ketakutan tetapi mereka juga sangat takut untuk kabur.
"Apa yang kalian tunggu cepat bunuh bocah itu!!." teriak ketua penjaga.
Para penjaga itu maju dan menyerang secara brutal menggunakan cambuk mereka. tetapi bagi Lin Feng itu bukanlah hal yang sulit. karena Lin Feng dapat bergerak dengan cepat menghidari tali cambuk yang di arah kan oleh para penjaga.
(Tas... Tas... Tas... suara tali cambuk para penjaga yang menghantam tanah)
Lin Feng memukul salah satu penjaga dengan kekuatan penuhnya hingga tubuh penjaga itu terpental dan menabrak tembok lalu dia bergerak dengan cepat ke samping penjaga yang lainnya dan memukulnya dengan kekuatan penuhnya. Ling Feng terus mengulangi gerakannya sampai sampai seluruh dinding tembok tambang itu di hiasi dengan mayat mayat para penjaga yang menempel.
"Hah... hah... hah... sekarang hanya tinggal kau saja.... apa ada kata kata terakhir yang ingin kau sampaikan." ucap Lin Feng.
"Cih... kau sombong sekali. mari kita lihat sampai di mana ke sombongan mu itu di hadapan ku." ucap ketua penjaga sambil mengaktifkan jiwa petarungnya.
Jiwa petarung ketua penjaga itu berwarna hijau yang berarti jiwa petarungnya sudah berada di tingkat perak. kekuatan Lin Feng yang saat ini masih berada di tingkat perunggu kemungkinan bagi Lin Feng untuk menang sangat lah kecil tetapi dia tetap bertarung melawan ketua penjaga itu.
"Aku tidak akan kalah dari mu!!." teriak Lin Feng sambil berlari ke arah ketua penjaga itu.
Ling Feng berlari dengan kecepatan 90 km/h dan di saat dia sudah berada di hadapan ketua penjaga itu dia langsung memukulnya dengan kekuatan penuh tetapi ketua penjaga itu hanya menahannya dengan satu tangan.
(Bam... suara tinju Lin Feng yang di tahan oleh ketua penjaga itu)
__ADS_1
Ketua penjaga itu langsung meremas tangn Lin Feng yang masih di tahan olehnya.
"Tadi kau sangat sombong, sekarang dimana kesombonganmu itu bocah!!." teriak ketua penjaga sambil mengayunkan tinjunya.
Di saat ketua penjaga itu mengayunkan tinjunya ke arah wajah Lin Feng, Lin Jin mengaktifkan jiwa petarungnya dan langsung melompat ke arah tinju ketua penjaga dan saat Lin Jin sampai di hadapan tinju ketua penjaga itu dia langsung menahannya dengan kedua tangannya.
(Bam... suara tinju ketua penjaga yang di tahan oleh Lin Jin.)
Kekuatan tinju ketua penjaga itu lebih kuat dari pertahanan Lin Jin hingga membuat tubuh Lin Jin terpental dan terseret di atas tanah.
(Bug... dug... dug... sreeeeerret.... suara tubuh Lin Jin yang terseret di atas tanah.)
"Lin Jin!!." teriak Lin Feng.
"Inilah akibatnya jika kau terlalu sombong." ucap ketua penjaga sambil melempar tubuh Lin Feng.
Ketua penjaga itu melempar tubuh Lin Feng dengan kekuatan penuh hingga tubuh Lin Feng menabrak dinding tambang.
(Brak... suara tubuh Ling Feng yang menghantam dinding tambang)
"Aku bahkan belum menggunakan satu jurus pun, tapi kalian berdua sudah terjatuh." ucap ketua penjaga.
di saat ketua penjaga itu sibuk mengoceh Yang Chen membidik kepala ketua penjaga itu dari tempat persembunyiannya dan menembaknya tepat pada baguian belakang kepala.
"Kalian berdua terlalu lemah... akh... ah..." perkataan ketua penjaga itu terhenti saat anak panah Yang Chen telah menusuk ke kepalanya.
Ketua penjaga itu langsung tewas dan terjatuh karena anak panah Yang Chen.
Yang Chen kemudian keluar dari tempat persembunyiannya dan menghampiri teman temannya.
"Lin Jin, Lin Feng. apa kalian baik baik saja??." tanya Yang Chen khawatir.
__ADS_1