
Setelah selesai membahas tentang peringkat jiwa, mereka pun menyantap ikan toxotes yang sudah di panggang oleh Xue Ying, setelah selesai menyantap ikan ikan itu tiba tiba saja muncul seekor buaya dari telaga.
"Yang Chen awas!!. ada seekor buaya di belakang mu." teriak Xue Ying.
Yang chen dengan sigap bangkit dari duduknya dan mengambil busurnya, kemudian dia membidik buaya itu dan mulai memusatkan energi jiwanya ke lengan kanannya, tetapi buaya itu bergerak dengan cepat hingga terlalu dekat dengan Yang Chen.
"Sial, tidak sempat lagi untuk menyerang." dalam hati Yang Chen.
Buaya itu sudah berada di depan Yang Chen dan membuka rahangnya untuk menggigit kaki Yang Chen, tapi Yang Chen langsung melompat ke atas tubuh buaya itu, saat kedua kakinya mendarat di atas tubuh buaya itu Yang Chen melompat lagi sambil membidik kepala buaya itu, lalu dia memusatkan seluruh energi jiwanya ke lengan kanannya, dan saat kedua kaki Yang Chen mendarat di tanah dia sudah selesai mengalirkan energi jiwanya ke anak panah miliknya, lalu buaya itu pun membalikkan tubuhnya sambil membuka rahangnya. Yang Chen langsung melepaskan anak panahnya dan mengenai rahang bagian atas buaya itu sampai menembus kepalanya hingga buaya itu tewas.
"Hmm... Yang tadi itu terasa mendebarkan, tapi setelah buaya itu mati jadi terasa menyenangkan." dalam hati Yang Chen.
"Apa kau baik baik saja Yang Chen??." ucap Xue Ying Khawatir.
"Ya, aku baik baik saja." ucap Yang Chen.
Setelah berhasil mendapatkan jiwa buaya itu Yang Chen mulai berkultivasi lagi. setelah selesai berkultivasi Yang Chen mulai mencari hewan hewan lainnya, dan dia berhasil memburu seekor kuda dara dan juga gorila dewasa, setelah mendapatkan jiwa kedua hewan itu Yang Chen langsung melanjutkan kultivasinya hingga selesai.
"Bagaimana, apa kau sudah merasa lebih kuat sekarang??." tanya Xue Ying.
"Aku masih belum tau, jadi aku berencana untuk mengetesnya." ucap Yang Chen.
"Bagaimana kalau kau mengetesnya dalam sebuah pertarungan??." tawar Xue Ying.
"Itu ide bagus, tapi berbandingan kekuatan kita sangat jauh, aku harap kau tidak terlalu serius melawan ku." ucap Yang Chen.
"Aku selalu serius dalam pertarungan, jadi berusahalah agar tidak babak belur." ledek Xue Ying.
Yang Chen mulai mengaktifkan jiwa petarungnya dan mempersiapkan posisinya, berbeda dengan Xue Ying yang malah asik memandangi Yang Chen sambil memamerkan senyum manisnya.
"Jika kau tidak mengaktifkan jiwa petarung mu aku tidak akan menyerang." ucap Yang Chen.
"Baiklah aku akan mengaktifkannya." ucap Xue Ying sambil mengeluarkan energi jiwanya secara perlahan.
"sial, jiwa petarungnya sudah berada di tingngkat perak, bagaimana caranya agar aku tidak babak belur di buatnya??." dalam hati Yang Chen.
__ADS_1
"hey, pertarunganya belum di mulai kenapa kau sudah berkeringat??." ledek Xue Ying.
"Jujur saja, tekanan yang kau berikan sangat mengerikan, membuat ku jadi berkeringat." ucap Yang Chen.
"Padahal aku memandangi mu sambil tersenyum, tetapi kau bilang aku memberikan tekanan yang sangat mengerikan." ledek Xue Ying.
"Yang aku maksud adalah tekanan dari jiwa petarung mu, bukan pesona paras wajah mu." ucap Yang Chen.
"Hihihi... ngomong ngomong kalau kau tidak menyerang, aku akan menyerang duluan loh." ucap Xue Ying.
"Coba saja kalau kau bisa." ucap Yang Chen.
Xue Ying berlari menuju ke arah Yang Chen dengan kecepatan 120 km/h.
(swuuusss..... suara angin saat Xue Ying berlari)
Yang Chen dapat menebak kecepatan berlari Xue Ying hingga dia hanya diam karena dia tau tidak mungkin baginya untuk melarikan diri saat Xue Ying berada tepat di hadapan Yang Chen Xue Ying langsung mengepalkan tangannya dan langsung memukul wajah Yang Chen. Yang Chen dengan sigap dan cepat menahan pukulan Xue Ying dengan kedua telapak tangannya.
(Boom... suara tinju Xue Ying yang di tahan oleh Yang Chen)
tetapi kekuatan tinju Xue Ying sangatlah kuat hingga membuat Yang Chen terseret mundur.
Yang Chen terseret sampai kehilangan keseimbangan, di saat itu pula Xue Ying langsung berlari dengan cepat menuju ke arah Yang Chen.
(swuuusss suara angin saat Xue Ying berlari)
Yang Chen yang menyadari akan hal itu langsung melakukan back flip dan melompat ke atas sambil mengambil busur yang ada di punggungnya dan membidik Xue Ying.
Xue Ying yang bisa menebak rencana Yang Chen langsung berhenti berlari untuk melihat arah tembakan Yang Chen.
dan saat Yang Chen menembakkan anak panahnya Xue Ying langsung berlari memutar dari sisi kanan menuju ke tempat Yang Chen akan mendarat .
(wuss... suara angin saat anak panah Yang Chen di tembakkan)
Yang Chen melihat Xue Ying berlari kearah tempatnya jatuh langsung melakukan back flip dengan cepat agar menciptakan sebuah dorongan angin.
__ADS_1
(Siusiusiu.... suara angin saat Yang Chen melakukan back flip)
Yang Chen berhasil membuat tubuhnya berpindah sejauh 11 meter dari titik awal pendaratannya saat kedua kaki Yang Chen telah berada dia atas tanah dia melihat Xue Ying sudah berjarak 7 meter di hadapannya hingga Yang Chen pun meleparkan busurnya seolah olah busurnya adalah sebuah bomerang.
(Wongwong... suara busur Yang Chen yang berputar putar)
Xue Ying yang melihat itu langsung menundukkan tubuhnya hingga busur itu berlalu di atas tubuhnya dan pada saat Xue Ying melihat ke arah Yang Chen ternyata Yang Chen sudah berada di hadapannya dan Yang Chen pun langsung meluncurkan tinjunya Xue Ying yang sudah tidak bisa mengghidar akhirnya menahan tinju Yang chen dengan lengan kanannya.
(bam... suara tinju Yang Chen yang ditahan oleh Xue Ying)
"Apa!!. dia hanya menahannya dengan satu tangan." dalam hati Yang Chen.
"120 KG, boleh juga." ucap Xue Ying.
Xue Ying meremas tangan Yang Chen dengan keras dan melemparkan tubuhnya ke arah salah satu pohon yang ada di sekitarnya.
(Brak... suara tubuh Yang Chen yang menabrak pohon)
"Akh a... ku menyerah" ucap Yang Chen.
"Hmm... aku baru saja menggunakan 1/3 kekuatan ku, tapi kau sudah menyerah." ucap Xue Ying sombong.
"Aku tidak sanggup lagi jika harus bertarung dengan mu, kau terlalu kuat."
ucap Yang Chen.
"Ya, lagi pula hari sudah semakin gelap" ucap Xue Ying.
"Kalau begitu, ayo kita pulang!!." ucap Yang Chen.
Tidak lama kemudian Yang Chen dan Xue Ying sampai di daerah klan Línghún dan mereka berpisah karena arah rumah mereka berbeda.
"Hey Xue Ying." ucap Yang Chen.
"Hmmm...." ucap Xue Ying.
__ADS_1
"Terima kasih ya untuk hari." ucap Yang Chen sambil tersenyum.
"Ya, sama sama." ucap Xue Ying lembut.