
"Huhu, Aku hanya ingin mengetes seberapa tangguh kalian dalam menahan kekuatan angin itu dan aku rasa kalian sangat berpotensi untuk menjadi pahlawan" balas Gabriel dengan senyum yang sangat menyebalkan di mata Rey.
"Sudahlah, itu belum seberapa untuk pelatihan kalian nantinya karena alam semesta harus memiliki penjaga yang kuat seperti kalian untuk menyeimbangkan setiap tatanan kehidupan" ujar Gabriel yang setelahnya dia menjentikkan tangannya sekali dan membuat tempat itu berubah kembali menjadi tempat saat pertama kali mereka menginjakkan kaki tadi.
Tempat di mana itu merupakan tatanan awan yang sangat banyak dengan Gerbang menuju entah kemana itu.
"Kalian saat ini berada diperbatasan dunia roh dan dunia asal kalian sehingga dunia ini aka sangat berbeda dengan apa yang kalian ketahui sebelumnya, tapi sebelum itu kalian harus bersabar untuk menunggu kedua teman kalian agar kalian semua lengkap dan siap untuk tahap pelatihan" Ujar Gabriel menjelaskan apa yang akan mereka lakukan kedepannya.
Rey menghela nafas, "sebenarnya dari tadi kau itu mengatakan apa hah? Latihan, alam semesta, ledakan, sebenarnya maksudmu itu apa!?" Rey sudah jengah dengan ketidakmampuannya dalam memikirkan hal itu lagi sehingga dia mengeluarkan semua unek-unek nya yang dari tadi dia simpan.
__ADS_1
Gabriel yang mendengarnya hanya tersenyum kecil, "nanti kau akan tahu sendiri seiring berjalannya waktu!" Balas Gabriel yang setelahnya muncul sebuah tongkat dengan cahaya di pucuk atas tongkat itu.
Gabriel mengetukkan sekali pada tempat itu yang membuat gerbang itu terbuka dan mereka menatap takjub ke arah tempat itu.
"Aku baru mendapatkan kabar bahwa kedua teman kalian tengah salah dalam mengambil jalan dimana mereka tidak bisa keluar dari zona mereka jadi kita akan meninggal mereka dan kalian harus melanjutkan nya bertiga dulu!" Ujar Gabriel saat membuka gerbang itu untuk mereka masuk.
"E-eh apa yang terjadi!!?" Rey panik saat tubuhnya mulai melayang tidak terkendali dimana kakinya di atas dan kepalanya di bawah, sangat berbeda dengan Els dan juga Lucas yang dengan santai bisa melayang di udara.
Gabriel terkekeh kecil, dia baru sadar jika anak ini sangat unik dan membuat suasana hati siapapun menjadi bahagia dan itu semua sangat bertolak belakang dengan kekuatan yang ada didalam tubuhnya yang cenderung energi kegelapan.
__ADS_1
"Kalian akan melayang saat masuk nanti dan jangan pernah menginjak lantai pada setiap apa yang kalian lihat karena jika itu terjadi maka roh yang ada pada diri kalian akan terpisah dari raganya!" Ujar Gabriel mempringati mereka semua.
Gabriel mengarahkan tongkat yang dia bawa ke arah depan sehingga membuat mereka ikut terbang ke arah depan, Rey yang saat ini memiliki posisi paling aneh juga ikut maju dengan gaya berguling-guling karena tubuhnya sulit untuk dikendalikan.
Saat mereka masuk pintu yang tadinya terbuka kini langsung tersegel kembali dan mereka dapat melihat sebuah pemandangan yang sangat berbeda dimana itu terlihat seperti pegunungan es yang diatasnya terdapat kota.
"Itu adalah kota pertama yang akan kita masuki dimana kota itu berada di atas awan jadi kalian harus bersikap sesuai dengan sikap biasa kalian agar kalian bisa masuk ke dalamnya" ujar Gabriel yang disambut oleh mereka dengan tatapan tidak paham.
"AYO!" Ujarnya dengan mengarahkan mereka ke gerbang tempat mereka akan masuk ke dalam kota itu.
__ADS_1