
Sebuah asap hitam keluar dari kepala Raya dan tidak dia sadar itu karena tidak terasa apapun di tubuhnya. Asap itu seketika hilang entah kemana dan saat ini berhasil menghilang dalam sekejap.
"Namaku Yuta dan aku datang untuk melatihmu seperti yang dikatakan oleh Mikhael dan Gabriel beberapa saat yang lalu!" Ujarnya dengan tenang sehingga membuat Lucas mau tak mau percaya.
Bagaimana tidak jika dia tiba-tiba bisa berhasil datang dan pergi sesuka hatinya tanpa diketahui oleh makhluk di sekitarnya.
"Lalu dimana mereka sekarang!?" Tanya Lucas yang berdiri dan membersihkan baju yang dia kenakan.
Yuta turun dari tempatnya berjongkok tadi dan merubah wujudnya menjadi lebih berbeda dan sekarang dia sangat mirip dengan Mikhael.
"Mereka saat ini tengah mendapat masalah serius dan akan bertambah serius ketika mereka tidak tahu bahwa bahaya sudah mengintai!" Ujarnya menyeringai tanpa diketahui oleh Lucas.
Lucas hanya mengangguk, didengar dari perkataannya saja dia sudah tahu bahwa guru baru yang akan melatihnya itu terlihat sama dengan Mikhael dan Gabriel.
"Sekarang kita akan berlatih di tempat yang sudah aku siapkan dan sekarang..."
Yuta membuat gerakan memutar tangan dan seketika sebuah portal terbuka.
"Masuklah dan sekarang kita akan berlatih sesuai dengan pelatihan milikku!" Bisiknya pada Lucas yang membuat mata Lucas bersinar hitam dan dia sekarang terkendali pada kekuatan Yuta.
__ADS_1
Lucas melangkahkan kakinya dengan pelan dan masuk ke dalam protal diikuti oleh Yuta yang merubah wujudnya menjadi asap hitam masuk ke dalam portal itu dan tertutup. Lucas hilang ke dalam kegelapan.
***
Raya mendongak dan menatap uluran tangan itu dengan mengernyit heran.
"Bangunlah! Aku sebenarnya cukup percaya dengan cerita yang dikatakan oleh Rey tadi tapi setelah aku pikir-pikir kembali kemungkinan bahwa orang yang menyerang kita beberapa waktu lalu sepertinya bisa mengubah wujudnya untuk mirip dengan seseorang" Ujar Els dengan datar.
Raya menghela nafas, "aku tidak terlalu paham sebenarnya kenapa kalian terlihat sangat membenciku bahkan dengan alasan yang tidak aku mengerti!" Ujar Raya dengan pelan.
"Aku ti-"
Wajah Raya memerah bukan karena malu melainkan menahan amarahnya.
"APA YANG KAU TAHU TENTANG HIDUPKU SIALAN! Kau hanya manusia menjijikkan yang bahkan sangat bodoh percaya pada musuhmu!" Teriak Raya dengan kesal dan membuat mereka berdua semakin memanas.
"Cih, dasar pengkhianat lebih baik sekarang kau perg-" ucapan Rey terhenti ketika Gabriel datang dengan kecepatan yang tidak terduga.
"Dimana Lucas?" Pertanyaan itu muncul begitu saja dari Gabriel dan membuat mereka bertiga terdiam.
__ADS_1
Els melihat ke sekelilingnya dan baru dia sadari juga ternyata Els belum kembali setelah berpamitan untuk turun sebentar dan berjalan-jalan ke sekitar.
"Tidak mungkin!" Gumamnya pelan yang ternyata masih bisa didengar oleh mereka bertiga.
"Kenapa!?" Els panik karena memang jika itu menyangkut Lucas maka dia akan panik bukan main.
Gabriel tidak menjawabnya dan dia sekarang fokus untuk memanggil Mikhael ke tempat ini.
"B-baiklah!" Ujar Rey ketika Gabriel mengintruksi menggunakan aura miliknya.
"Lucifer berhasil menekan energi nya dengan mempengaruhi pikiran Raya sehingga tidak bisa dideteksi oleh apapun, bahkan untukku! Aku baru bisa mengetahuinya ketika dia sudah keluar dan meninggalkan beberapa energi gelap" jelas Gabriel.
.
.
.
.
__ADS_1