Spirit World

Spirit World
PERGILAH!


__ADS_3

"Hahahaha, aku lupa jika belum memberitahu kalian tentang itu" ujarnya.


Mereka semua yang melihat itu hanya menatapnya dengan aneh termasuk Mikhael yang juga menatapnya datar dan aneh.


Gabriel diam dan batuk canggung dan setelahnya dia mengetuk tongkatnya sehingga memunculkan cahaya yang lurus keluar hingga tak bisa mereka lihat.


"Ini adalah waktu dan kalian berada pada garis yang ini" Tunjuknya pada cahaya itu.


"Waktu sangat rapuh dan bekerja sesuai dengan keinginannya sendiri, tidak ada yang tahu dimana awal dan akhir dari waktu itu sendiri sehingga kalian harus mulai untuk mencarinya" Ujar Gabriel yang membuat mereka mengernyit heran.


Demi apapun yang ada di alam semesta ini mereka sangat sulit untuk mengartikan apa yang dikatakan oleh para malaikat itu, mereka sangatlah misterius dan begitu banyak tanda tanya yang ada di dalam benak mereka selama ini.


Lucas menghela nafas panjang, dia yang bisa dikatakan kepintarannya jauh dari Rey saja tidak paham apa lagi dengan anak yang tengah pingsan itu.


"Sebenarnya apa maksud kalian ini kami bahkan tidak paham sama sekali dengan apa yang kalian katakan itu!" Ujar Lucas dengan lelah.

__ADS_1


Gabriel tertawa kecil berbeda dengan Mikhael yang hanya tersenyum datar seperti biasanya.


"Intinya kalian harus tahu tentang jati diri kalian sebenarnya karena ini semua akan berkaitan dengan apa yang akan kalian hadapi ke depannya!" Jawab Mikhael dengan datar seperti biasanya tapi masih ada kesan ramah dan lebih bisa dibilang tegas.


Berbeda dengan kedua orang itu yang tengah memperhatikan perkataan Mikhael dan Gabriel, Raya sedari tadi hanya memandangi tubuh tak sadarkan diri Rey dengan pandangan marah, sakit hati dan hal-hal yang sulit untuk dikatakan.


Raya mengangguk dan ikut mendekat ke arah lubang yang berisi air berwarna merah itu, dapat terlihat Els dan Lucas yang was-was dengan keberadaan Raya di sekitar mereka.


Mereka semua mengernyit heran, "Siapa yang terakhir?" Tanya Raya.


Gabriel tersenyum, "bagaimana keadaanmu setelah mendapatkan pelajaran baru?" Tanya Gabriel yang membuat Rey menatapnya dengan tatapan aneh dan terkejut.


"Wah tenyata kau masih mengingatku!" Ujarnya dengan tersenyum senang.


Rey memperhatikan sekelilingnya, "kenapa kau membawaku ke tempat ini lagi?" Tanya Rey.

__ADS_1


"Malaikat agung memerintahkan ku untuk memberimu sebuah segel agar energi gelap dalam dirimu tidak keluar saat kau dalam fase kemarahan!" Ujar Hedero.


"B-bagaimana kau tahu tentang itu?" Tanya nya dengan sedikit terbata.


"Dua hal pasti yang harus kau tahu bahwa malaikat yang kau temui adalah malaikat tertinggi dari semua malaikat karena mereka memiliki sebuah tingkat spiritualitas yang melebihi semua makhluk sehingga mereka disebut malaikat agung! Mereka bisa pergi kemana saja tanpa terkecuali setelah mendapat sebuah anugerah dari Sang Pencipta, tapi hal itu tidak berlaku untuk satu malaikat yang berkhianat!" Jelas Hedero dengan panjang.


"Sudahlah aku yakin kau tidak paham sama sekali dengan apa yang aku ucapkan jadi lebih baik sekarang kau duduk dan akan aku pasang segel didalam dada mu!" Ujar Hedero menunjuk sebuah pentagram yang terlihat berbeda saat dia datang ke tempat aneh ini, yang bahkan terlihat menyeramkan.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2