
Surga adalah tempat yang indah, tempat dimana kebahagian dari setiap orang terlaksana. Setidaknya itulah apa yang dikatakan oleh mereka yang percaya dengan Tuhan, tetapi Akira tidak termasuk ke dalam rombongan orang - orang itu.
Seorang pria berpenampilan serba hitam berdiri ditengah padang rumput yang hijau, pria itu adalah Akira. Akira tiba di sebuah padang rumput yang luas di Alam Surga, ia terpaku begitu melihat pemandangan menakjubkan di depannya.
'aku tidak menyangka kalau apa yang mereka katakan itu benar.' batin Akira dengan ekspresi terpukau.
Padang bunga yang indah berwarna - warni terlihat menakjubkan dari jauhnya garis cakrawala. Hembusan angin yang sejuk, membawa serta aroma harum dari bunga yang ada disana. Itu terasa sangat menenangkan ketika Akira menghirupnya. Teriknya matahari tidak membuat Akira merasa panas, tapi justru malah semakin memperlihatkan keindahan dari surga.
Akira duduk mengambil posisi bersila, ia memejamkan matanya, dan berkata, "Aku suka tempat ini."
Ketenangan yang tak tergambarkan meliputi diri Akira. Ini adalah kedamaian sejati yang tidak pernah ia rasakan dalam hidupnya.
[ Surga merasa senang dikunjungi oleh Master. Ia juga merasa senang karena sepertinya Master menyukai tempat ini. ]
'mungkin aku akan sedikit berlama disini.' batin Akira merasa senang.
Akira membuka matanya, ia ingin merasa sedikit lebih lama melihat keindahan ini.
Tiba - tiba sebuah layar virtual berwarna merah muncul di hadapan Akira, dan itu adalah notifikasi dari Hell System.
[ Master telah membunuh Iblis Tingkat Leader. 2000 poin telah didapatkan. ]
[ Master telah membunuh Iblis Tingkat Leader. 2000 poin telah didapatkan. ]
[ Master telah… ]
Dan begitu seterusnya notifikasi dari Hell System terus bermunculan, sehingga membuat Akira merasa terganggu.
__ADS_1
'sepertinya mereka telah memulainya dengan baik. Matikan notifikasi yang mengganggu ini, aku sedang melihat pemandangan yang indah di depanku.' batin Akira merasa kesal. System pun mematikan notifikasi tentang hal itu.
Akira lanjut menikmati pemandangan indah di depannya.
-
Setelah Akira merasa cukup puas melihat pemandangan dari Alam Surga, Akira memulai perjalanannya menyusuri Alam Surga. Akira melihat banyak hal yang menakjubkan, yang tidak pernah ia lihat sebelumnya. Namun ada satu hal yang membuat Akira terheran.
'meskipun aku telah mengedarkan seluruh indra spiritual milikku sampai jarak jutaan kilometer jauhnya, aku tidak menemukan satupun manusia atau jiwa manusia disini. Apa pengertian dari 'Surga' dan Alam Surga yang ada disini berbeda dengan apa yang ada di Bumi? Lalu, dimana tempat orang - orang yang telah mati tinggal? Apa kau mengetahuinya System?' batin Akira penasaran.
[ … ]
'satu lagi sebuah rahasia ya.'
Melihat System yang tidak mau menjawab pertanyaannya, Akira menghentikan rasa penasarannya tentang hal tersebut. Akira terbang menggunakan sayap miliknya.
Dalam jarak sekitar 250 km, Akira melihat sebuah Danau yang sangat luas. Jika ada orang yang melihatnya, dia mungkin akan berpikir itu adalah sebuah sungai yang besar, karena setiap ujung dari danau tersebut tidak terlihat oleh mata telanjang.
Akira melesat cepat menuju Danau tersebut. Tidak membutuhkan waktu yang lama baginya untuk sampai ke Danau itu, ia hanya membutuhkan waktu sekitar 5 detik untuk tiba di pinggiran Danau itu.
Akira turun dan berdiri di pinggiran Danau. Ia mengubah tampilan item dari menjadi pakaian dalam. Akira berpikir untuk berendam sejenak di Danau itu.
Akira memasukan tubuhnya kedalam Danau itu. Segera ia berendam di Danau itu, perasaan nyaman tak terbayangkan meliputi dirinya. Air Danau yang hangat memberikan perasaan menyegarkan untuk tubuh Akira.
'ahh… entah sejak kapan aku terakhir kali mandi. Ini menyenangkan.' Akira menikmati dirinya berendam di dalam Danau.
Setelah beberapa saat berendam di Danau, tiba - tiba sebuah buih yang sangat besar muncul dari tengah Danau. Tidak lama kemudian dari tengah Danau tersebut, sebuah kepala Naga yang sangat besar muncul.
__ADS_1
Akira yang sejak awal sudah merasakan kehadiran dari Naga itu, hanya diam melihat Naga itu muncul. Selama itu tidak mengganggu dirinya, Akira tidak akan melakukan apapun.
Naga itu memiliki tanduk yang sangat besar, memiliki kumis yang panjang terkulai, dan memiliki sisik berwarna putih bersih yang terlihat begitu mengkilap karena sinar Matahari. Naga itu membuka matanya, ia melihat Akira yang sedang berendam dengan tatapan yang mengerikan.
Akira yang melihat itu hanya diam dengan ekspresi datar, ia sedikitpun tidak peduli dengan kehadiran dari Naga itu. Naga itu lalu mendengus, dan mengeluarkan asap yang hangat dari lubang hidungnya, asap itu mengenai Akira dan tercium olehnya bau yang sangat wangi.
'hmm… apa napas dari Naga memang selalu wangi seperti ini?' Akira merasa heran dengan bau wangi yang tercium dari napas Naga itu.
Lalu, muncul dan terbuka. Buku itu dengan sendirinya menuliskan sesuatu di lembar halamannya.
[ Naga adalah eksistensi yang Agung, setiap dari tindakannya mempengaruhi alam disekitarnya, termasuk napas dari Naga itu sendiri yang memiliki aroma wangi. Aroma wangi dari napas Naga bisa mempengaruhi tumbuhan menjadi lebih subur ketika mengenainya. Karena itulah setiap di mana ditemukan sebuah sarang Naga, tumbuhan di sekitarnya akan terlihat jauh lebih besar dan subur. ]
'begitu ya.'
Naga itu memilih untuk mengabaikan Akira dan kembali menyelam ke dasar Danau. Ia mengambil pilihan yang tepat untuk tidak mengganggu Akira, sebab jika dia mengganggu Akira, saat itu juga dia akan tewas dengan mengenaskan.
Setelah merasa puas berendam di Danau, Akira pergi dan lanjut menjelajahi Alam Surga. Akira mengubah tampilan menjadi pakaian Kimono Pendek untuk pria.
Akira terbang sangat cepat di atas langit, semakin jauh ia pergi, semakin banyak hal menakjubkan yang ia lihat.
Akira melihat seekor burung yang memiliki 6 ekor di belakangnya, burung itu memiliki bulu berwarna ungu dengan gradasi kuning di setiap ujung bulunya. Disisi lain Akira melihat Naga yang sangat besar terbang di atasnya, Naga itu berbeda dengan apa yang ia temui di Danau, dan masih banyak hal menakjubkan lainnya yang telah Akira lihat di Alam Surga.
'ini benar - benar Surga yang indah, tempat ini sangat damai.' batin Akira.
Lalu, ia berhenti di sebuah batang pohon yang sangat besar.
Tidak terasa Akira telah berkeliling di Alam Surga seharian. Matahari mulai tenggelam di sisi barat yang menandakan hari mulai memasuki petang.
__ADS_1