
Akira melayang dalam luar angkasa yang bebas dengan tubuhnya yang tidak tertutupi sehelai kain pun. Meskipun begitu Akira tidak merasakan dingin ataupun kesulitan bernapas seperti manusia pada normalnya, tentu saja hal itu dikarenakan, tubuh dari Akira sendiri yang sepenuhnya telah ditingkatkan menjadi tubuh kuat yang tak terkalahkan, bukan hanya memiliki kekerasan yang luar biasa, tubuh baru dari Akira juga memiliki daya tahan yang luar biasa kuat pada segala jenis energi yang ada di dunia ini, dinginnya luar angkasa hanyalah hal yang kecil bagi tubuhnya.
'sial, bagaimana bisa aku berakhir disini? Aku pikir setelah keluar dari Sanctuary, aku akan kembali ke tempat semula, dalam goa yang berada di belakang air terjun, tetapi aku malah terpental ke Planet ini. Aku tidak tahu bagaimana bisa terpental sampai ke planet ini, yah, bagaimanapun juga tempat misterius seperti Sanctuary yang bahkan aku tidak bisa mengetahui asal usulnya, tempat seperti itu sungguh tidak bisa ditebak, lalu sekarang apa yang akan aku lakukan?'
Sebuah planet yang cukup besar terpampang jelas di hadapan Akira, planet tersebut setidaknya memiliki lima buah satelit alami yang memiliki ukuran yang beragam, ada yang seukuran bulan ada pula yang besarnya sebesar benda langit pluto.
Planet ini bernama Prison Of Madness.
Seperti namanya planet ini digunakan sebagai tempat hukuman serta siksaan bagi mereka orang - orang jahat yang ada di seluruh alam semesta, jika neraka ada setelah kematian, maka Prison Of Madness adalah neraka yang berada dalam kehidupan.
Tidak ada hukum kematian dalam planet ini, semua nya abadi, jika tubuhmu dihancurkan, kau akan hidup kembali, siklus itu akan terus berulang sampai jiwa dalam diri orang tersebut benar - benar bersih akan dosa yang pernah mereka perbuat, lalu apa yang akan terjadi setelah diri mereka tersucikan? Tidak ada yang mengetahui akan hal tersebut, tetapi yang pasti mereka yang telah tersucikan akan menghilang secara misterius dari planet tersebut, apa yang terjadi setelah itu masih menjadi misteri di Prison Of Madness.
'jadi begitu, Prison Of Madness sungguh tempat yang mengerikan, tidak peduli kekuatan apa yang kau miliki, kekuatan tersebut tidak akan berguna di tempat ini, tapi tentu saja itu tidak berguna di hadapanku, sungguh para penjahat yang malang.' Akira menggelengkan kepalanya.
'sayang sekali tidak ada hal yang menarik di planet ini, apa yang berada dalam planet ini hanyalah para penjahat yang mencoba bertahan hidup dari berbagai siksaan, tidak ada alasan bagiku untuk mengunjungi tempat seperti itu, tapi di 'Bulan' yang paling besar itu, ada sesuatu yang kuat.'
Akira mengalihkan pandangannya ke arah 'Bulan' yang memiliki ukuran sebesar pluto, tanpa pikir panjang Akira bergerak cepat menuju 'Bulan' tersebut.
Di 'Bulan' yang paling besar dari yang lain.
Ada sosok yang sedang duduk dalam posisi bersila, sosok tersebut mengenakan jubah berwarna hitam yang menutupi seluruh bagian tubuhnya, terkecuali di bagian mukanya yang dipenuhi dengan aura gelap, di punggung sosok tersebut juga terdapat sebuah senjata sabit yang memiliki ukuran cukup besar.
"ada yang datang, aku tidak merasakan kekuatan yang hebat, tapi aku bisa merasakan bahaya darinya."
-
"yoo Grim Reaper~"
Sebuah suara yang mendadak muncul secara tiba - tiba, sontak mengejutkan batin dari sosok tersebut.
'apa?!'
Sosok itu berbalik mengalihkan pandangannya ke arah Akira, aura gelap di wajahnya menghilang, menampilkan wajah dari sosok tersebut yang ternyata berbentuk tengkorak.
"mustahil! bagaimana bisa kau tiba - tiba muncul disini?! Bagaimana dengan penghalang yang telah kupasang?!"
Melihat Akira yang tiba - tiba muncul di belakangnya tanpa terdeteksi penghalang yang sudah ia pasang, itu membuat sosok tengkorak tersebut terheran, pasalnya penghalang yang tengkorak itu pasang bukanlah penghalang biasa, melainkan penghalang yang memiliki pertahanan yang sangat kuat, serta memiliki kemampuan serangan balik yang begitu kuat, yang bahkan bisa menghancurkan bintang sekalipun.
Melihat Akira yang berdiri di hadapannya tanpa terdeteksi serta dalam kondisi yang baik - baik saja, membuktikan bahwa penghalang yang sudah ia buat tidak berguna, itu sungguh sangat menodai harga dirinya yang sudah dengan susah payah membuat penghalang tersebut.
"aku tidak menyangka akan melihat sosok Grim Reaper sungguhan." Akira tersenyum lebar, Grim Reaper yang selama ini hanya bisa ia lihat dalam video game, kini ia melihatnya di dunia nyata, itu membuat Akira senang karena Grim Reaper adalah salah satu dari desain karakter game yang Akira suka.
"aku tidak mengerti apa maksudmu, tapi bagaimana bisa..." tengkorak itu kehabisan kata - kata, dirinya merasa sangat bingung dan heran dengan manusia yang berada di hadapannya.
"Grim Reaper, kau memiliki 'kekuatan' yang sangat menarik." mata Akira melebar, Akira tidak percaya bahwa ada kekuatan yang unik semacam itu.
Sebelumnya Akira tidak mengetahui kemampuan apa yang tengkorak itu miliki, ia juga tidak mengetahui bahwa ada sosok Grim Reaper di 'Bulan' yang tandus ini, Akira hanya merasakan bahwa ada sosok kuat yang tinggal di 'Bulan' ini.
Setelah Akira menggunakan skill Nigh Boundlessnya, Akira sedikit mengetahui tentang sosok Grim Reaper tersebut dan itu cukup mengejutkan bagi Akira.
Perlu diketahui bahwa pengetahuan yang Akira ketahui itu hanyalah berisi informasi 'biasa' yang terdapat di seluruh Alam Semesta, tetapi jika ingin mengetahui sesuatu yang lebih besar, itu membutuhkan izin terlebih dahulu dari Alam Semesta, yang berarti bahwa sosok yang kini berada di hadapan Akira, bukanlah sosok yang sembarang.
Akira melanjutkan pembicaraannya.
"dunia ini sungguh sangat luas, bahkan kemampuan seperti itu sungguh ada, kemampuan 'mengubah dosa menjadi Kekuatan' itu sungguh luar biasa."
"kau...?! Bagaimana bisa kamu mengetahui hal itu? Siapa kau?! siapa namamu manusia?" sekali lagi sosok tengkorak itu dibuat terkejut oleh Akira, mengapa manusia di hadapannya bisa mengetahui sesuatu yang bahkan ia tidak pernah bilang kepada siapapun.
Mendengar kata 'manusia' yang keluar dari mulut tengkorak itu, membuat Akira sedikit terkejut.
"oh, ternyata kamu mengetahui tentang 'manusia', tidak seperti makhluk yang pertama kali aku temui, dia sungguh sangat payah. Hah... sudahlah lupakan itu, lalu namaku itu Akira, camkan itu baik - baik, dan aku hanya seorang manusia biasa." jelas Akira sembari tersenyum lebar.
-
Di sebuah tempat misterius yang tidak diketahui, sosok manusia terlihat duduk disebuah kursi takhta.
"Akira? Akira ya, Itu terdengar seperti nama dari jepang, hmm, akan ku ingat nama itu." sosok itu tersenyum tipis.
-
__ADS_1
Kembali ke 'Bulan'.
"seorang manusia biasa? Hmm, aku tidak percaya itu, lalu dari tadi kau belum menjawab pertanyaanku, Akira, darimana kamu mengetahui tentang kekuatanku?"
"darimana? Aku tidak tahu, aku hanya mengetahuinya saja."
"itu tidak menjawab pertanyaanku."
"hah dari mana aku tahu, kau tidak berhak mengetahuinya."
Melihat Akira yang sepertinya tidak mau menjawab pertanyaannya, tengkorak itu memilih untuk diam dan menyimpan jauh - jauh rasa penasarannya.
"hei, Grim Reaper." sapa Akira. Lalu Akira melanjutkan perkataannya tanpa menunggu reaksi dari tengkorak itu.
"kau sungguh sangat berdosa, tapi justru karena kau berdosa, kekuatan yang kau miliki semakin kuat, membuat 'nereka' yang berada di kehidupan, itu sungguh sangat berani, apa kau tidak takut mendapat murka dari tuhan karena hal itu?"
"hmm, jika tuhan murka dan dia menurunkan azabnya padaku, aku hanya perlu melawannya, itu bukan sesuatu yang perlu aku takuti." balas tengkorak itu dengan santai.
"wah, sungguh sangat sombong, apa kau yakin bisa melawan tuhan? hahaha..."
"aku percaya dengan kemampuan yang ku miliki."
Akira yang merasakan keseriusan dari perkataan tengkorak tersebut, menghentikan tawanya. Akira menatap dingin tengkorak itu lalu berkata, "kalau begitu kau sungguh sangat bodoh."
"terserah jika kau memanggilku bodoh atau apapun itu, yang perlu kamu ketahui adalah, bahwa selama aku memiliki kekuatan, aku akan melawan apapun itu, bahkan jika itu tuhan!" tegas Grim Reaper.
"melawan apapun ya, bahkan tuhan, kau sungguh sangat percaya diri dengan kemampuan yang kau miliki, kau tidak tahu batas akan dirimu sendiri, karena itulah kau sangat sombong, melawan tuhan? Sungguh omong kosong.
kalau begitu, bagaimana jika kau berduel denganku? Aku ingin merasakan seberapa hebat kekuatan yang kau miliki hingga kau berani berbicara seperti itu." Akira melebarkan senyumnya.
Mendengar perkataan dari Akira, tengkorak itu segera bangkit dari duduknya, ia langsung berbalik menghadap Akira, sekarang posisi keduanya saling berhadapan satu sama lain.
Tengkorak itu mengambil senjata sabit yang berada di punggungnya, lalu untuk sesaat ia memainkan sabit tersebut, sampai akhirnya sabit itu terarah pada Akira.
"melawanmu? Cih siapa takut. Aku tidak tahu kau itu siapa atau apa, tapi jika kau ingin menantang ku, maka Aku, Heriotza Garezurra akan melawanmu."
Akira hanya tersenyum tipis menanggapi perkataan dari Heriotza Garezurra. Tanpa banyak pikir lagi, dengan cepat Akira bergerak dan langsung melancarkan serangan kuat berupa pukulan ke arah Heriotza.
Pukulan dari Akira dan sabit Heriotza saling bertemu, Menciptakan dentuman serta gelombang kejut yang sangat kuat!
BOOMMM…!!!
Hasil dari serangan yang Akira lancarkan berhasil mengubah Heriotza beserta senjatanya yang berbentuk sabit menjadi butiran debu, tanah dari arah pukulan yang Akira lancarkan juga mendapatkan kerusakan hebat yang menjalar sangat luas.
"apa - apaan ini? Apa aku terlalu berlebihan? Ohh, ayolah aku hanya melakukan sebuah pukulan biasa dan kamu langsung berubah menjadi debu? Sangat payah! Ku tarik kembali kata - kata ku tadi, ternyata kau lebih buruk dari dia, cih, ku pikir ini akan sedikit lebih lama."
Heriotza yang sudah berubah menjadi butiran debu karena pukulan dari Akira, menjadi merasa sangat terhina, dengan sekejap Heriotza bangkit kembali seperti semula. Heriotza pun memilih untuk mengambil langkah mundur.
Melihat Heriotza yang bangkit kembali, Akira hanya diam, ia sudah tahu bahwa kekuatan yang tengkorak itu miliki bukan sesuatu yang remeh.
"ohh, sudah kuduga kau tidak akan mati secepat itu, lebih baik kau kerahkan semua kekuatan yang kau miliki, sebelum aku mengubahmu kembali menjadi butiran debu." Ucap Akira sembari tersenyum tipis.
Manusia yang sebelumnya Heriotza rasakan tidak memiliki kekuatan apa - apa, kini sangat mengejutkannya, Heriotza tidak menyangka bahwa seorang manusia yang hanya dengan satu kali pukulan biasa, bisa menghancurkan seluruh tubuhnya sampai menjadi butiran debu.
'sungguh kekuatan penghancur yang hebat, walaupun aku sudah menggunakan 1 triliun kekuatan dosa yang ku miliki, lalu mengubahnya menjadi pertahanan, itu masih bisa membuatku hancur sampai menjadi butiran debu!
Sialan, jangan bercanda, kekuatan dosa itu bukan sesuatu yang remeh, 1 triliun pertahanan itu sudah sangat cukup untuk menahan serangan yang memiliki kekuatan untuk menghancurkan ratusan bintang! Aku tidak menyangka seorang manusia memiliki kekuatan seperti itu.
Tapi mengapa meskipun dia memiliki kekuatan yang begitu hebat, aku masih tetap tidak mengetahui seberapa besar kekuatan yang ia miliki? Itu berarti manusia itu jauh lebih kuat dariku!
Kalau begitu, aku akan langsung menggunakan seluruh kekuatan dosa yang ku miliki! Akan ku gunakan 1.000.000.000.000.000.000 kekuatan dosa!
Serangan dari kekuatan dosa kali ini bisa menghancurkan bintang yang tak terhitung jumlahnya hanya dengan 1x serangan! Mari kita lihat manusia apa kau bisa menahannya.'
Mengetahui kalau pertahanan yang ia gunakan dengan 1 triliun kekuatan dosa tidak berguna, Heriotza tanpa ragu mengerahkan seluruh kekuatan dosa yang ia miliki.
Kekuatan yang begitu hebat, secara misterius mengalir dalam diri Heriotza, kekuatan tersebut mengandung jumlah energi yang begitu luar biasa besar, yang bahkan jika kekuatan tersebut dikeluarkan di luar, itu bisa menutup penuh satu galaksi Bima Sakti!
Tubuh Heriotza beserta sabit yang ia gunakan dengan cepat membesar sampai menutupi ribuan bintang di sekitarnya.
__ADS_1
Akira melebarkan matanya, ini baru pertama kali baginya melihat sosok yang begitu besar dalam dunia nyata, adrenaline yang luar biasa berpacu dalam diri Akira, detak jantung Akira bertaut dengan kencang, ini adalah pertarungan yang selalu ia bayangkan!
"BAGUS, INILAH YANG KU MAKSUD! KEKUATAN YANG HEBAT ITU KELUARKAN SEMUANYA!" seru Akira.
Akira tersenyum lebar, ini adalah puncak kesenangan dalam pertarungan yang baru pertama kali ia rasakan.
Tubuh Heriotza beserta senjata sabitnya berubah menjadi sangat besar, ukurannya bahkan melebihi ribuan bintang di sekitarnya, baginya sekarang Akira terlihat seperti semut yang sangat kecil.
'lihatlah manusia, ini adalah kekuatan dari seorang dewa! Kau telah melawan sesuatu yang sudah di luar akal sehat mu!'
Akira masih tetap menunjukan senyumnya dengan lebar, raut wajahnya menunjukan kalau dirinya tidak peduli pada seberapa besar kekuatan yang Heriotza tunjukan padanya.
"Grim Reaper, jika kau mengeluarkan kekuatan yang hebat, maka aku juga akan mengeluarkan kekuatan yang jauh lebih hebat darimu." gumam Akira
Akira mengangkat tangan kanan miliknya,
lalu mengacungkan jari telunjuk yang diatasnya terdapat satu butiran energi berwarna putih yang hanya memiliki ukuran sebesar kelereng.
"tidak perlu menjadi besar untuk menunjukkan kekuatan mu, karena yang kuat selalu datang dari yang kecil. Lihatlah bagaimana satu butir energi kecil ini menghancurkan seluruh kekuatanmu!"
Satu butir energi berwarna putih yang berada di telunjuk tangan kanan Akira, tiba - tiba mengalir kekuatan yang begitu besar didalamnya, karena hal tersebut ratusan ribu bintang di sekitarnya bergetar dengan hebat! Tak terkecuali tubuh Heriotza yang sudah membesar, Heriotza merasa tubuhnya ditekan oleh sesuatu yang misterius.
'apa yang manusia itu lakukan, tekanan hebat macam apa ini?! Tidak mungkin kekuatan dosa 1 kuintiliun yang telah ku gunakan masih mampu menekanku hingga seperti ini!
Aku telah mengalokasikan semua kekuatan dosa yang ku punya kedalam beberapa aspek seperti kekuatan, kecepatan serta pertahanan, sehingga itu hampir membuatku hampir tidak terkalahkan di semesta ini! Tapi, ini tidak seperti kekuatan dosa yang ku punya berguna di hadapannya! sebenarnya siapa manusia itu?! Aku harus menyelesaikan pertarungan ini dengan cepat!'
Heriotza mengayunkan sabit besar yang ia punya ke arah Akira, ayunan dari sabitnya dengan mudah membentur serta menghancurkan ratusan bahkan ribuan bintang yang dilewatinya. Suara dari ledakan bintang yang hancur menggema ke seluruh sudut bagian dari ruang luar angkasa tersebut.
Awan nebula yang dihasilkan dari ledakan bintang tersebut, turut mengisi ruang luar angkasa yang kosong, menghasilkan pemandangan yang sangat indah dimata Akira.
"sungguh pemandangan yang indah, ini baru pertama kali aku melihat sesuatu yang seperti ini, kalau begitu aku akan menambah keindahan ini." Akira tersenyum tipis.
"katsu!"
Setitik kecil energi berwarna putih yang berada di telunjuk tangan kanan Akira menjadi tidak beraturan, lalu, dengan sangat cepat sebuah cahaya berwarna putih menyebar, menyelimuti ruang luar angkasa yang kosong. Tidak lama kemudian sebuah ledakan yang maha dahsyat terjadi.
BOOMMM…!!!
DUARR…!!!
Dengan sangat cepat ledakan tersebut menghancurkan Heriotza beserta ratusan ribu bintang di sekitarnya menjadi butiran debu luar angkasa, tak terkecuali Prison Of Madness, planet 'neraka' tersebut kini hancur tak tersisa!
'ini, aku merasa sedikit bersalah karena telah menghancurkan jutaan kehidupan serta ribuan peradaban yang ada.' Akira memasang ekspresi canggung.
'ledakannya masih sehebat itu bahkan setelah aku menekannya. Sekarang Grim Reaper itu benar - benar telah menghilang, tapi dia belum mati.' Akira melihat ke atas, ke arah gumpalan awan nebula yang memancarkan cahaya yang indah.
'ini terlihat seperti kembang api, sungguh sangat indah. Ku harap kau juga melihatnya Grim Reaper.' Akira tersenyum tipis.
-
Di tempat yang tidak diketahui, sosok seorang manusia dengan posisi berdiri terlihat sedang menatap indahnya rembulan malam.
'seorang manusia dengan kekuatan yang hebat, apa rahasia dibaliknya? Semakin aku melihat Alam Semesta, ini semakin menarik.' senyuman yang tipis terbentuk di mulut sosok tersebut.
-
'hah, sepertinya aku harus bertanggung jawab atas semua kerusakan ini.'
Akira menjentikkan jarinya, dengan sekejap seluruh bintang beserta sejarahnya yang telah hancur terbentuk kembali seperti semula, terkecuali Prison Of Madness dan Heriotza Graezzura, keduanya telah benar - benar lenyap.
'tidak peduli bagaimana aku memikirkannya, kekuatan hukum ini terlalu mengerikan, mengembalikan ratusan bintang yang telah hancur hanya dalam sekejap mata, itu sungguh luar biasa.
Kekuatan hukum ya, selama makhluk itu mempunyai kontribusi besar terhadap Alam Semesta, maka dia akan mendapatkan kekuatan hukum yang ada di Alam Semesta tersebut, tentunya kekuatan hukum yang didapatkan itu sebanding dengan kontribusi yang makhluk itu berikan, itu sudah menjadi ketentuan di seluruh Alam Semesta yang ada.
Hukum disini itu berarti 'hak istimewa' atau 'akses istimewa' yang tidak semua makhluk lain bisa menggunakannya, contohnya 'aku ingin menghidupkan orang yang mati.' tapi karena aku tidak memiliki kekuatan hukum, aku tidak bisa melakukannya, sebaliknya jika aku memiliki kekuatan hukum dan kontribusiku sudah cukup untuk hal itu, maka aku bisa menghidupkannya, semakin besar kontribusi mu, semakin besar pula yang bisa kau lakukan, jadi bukan tidak mungkin untuk semua makhluk di seluruh Alam Semesta ini menjadi Maha Kuasa.
Lalu apa kontribusi yang ku berikan pada Alam Semesta ini? Pasti ada kaitannya dengan system itu.' Akira mengambil napas panjang.
'hah, sudahlah tidak perlu terlalu dipikirkan, memang sudah sejak awal dunia selalu dipenuhi dengan hal yang misterius. Baiklah, petualangan ku belum selesai, jadi mari kita lanjutkan petualangan di Alam Semesta yang luas ini.' Akira tersenyum tipis.
__ADS_1
Akira bergerak cepat dengan tubuhnya yang masih tetap tidak tertutupi satu helai kain pun.