
Akira terbang dengan santai melihat - lihat sekitar Alam Surga. Akira menengok ke arah kanan, entah kenapa perhatiannya tertuju ke arah itu.
Dari kejauhan, Akira bisa melihat dengan jelas sebuah pemandangan padang bunga sakura yang sangat indah. Padang bunga tersebut tepat berada diatas tebing dari sebuah Gunung yang sangat besar.
'ternyata di tempat ini juga ada bunga sakura ya.' batin Akira melihat ke arah itu.
Di antara tebing - tebing itu, terdapat satu pohon bunga sakura yang sangat besar, berdiri di salah satu ujung tebing yang ada di sana. Dengan sangat jelas Akira bisa melihat bunga - bunga dari pohon sakura yang besar itu berjatuhan ke tanah, dan sesekali juga ada dari bunga - bunga yang jatuh itu menyentuh sebuah bulu berwarna putih bersih. Dan ternyata itu adalah bulu dari seekor Kera yang sedang duduk bersila dibawah pohon sakura besar.
Merasa tertarik akan kehadiran dari Kera itu, Akira pun pergi menghampirinya.
Tanpa Akira sadari, dirinya secara tiba - tiba langsung tepat berdiri 5 meter di hadapan kera itu. Akira pun terheran kenapa hal itu bisa terjadi, ia pun segera bertanya kepada System.
'system, kenapa tiba - tiba aku berada disini?'
[ Tentu saja itu karena kemampuan dari yang melanggar Hukum 'Terbang Sangat Cepat Sampai Ke Tujuan' menjadi 'Seketika Sampai Tujuan.' ]
'begitu ya, aku mengerti, jadi Hukum yang ada pada teleportasi itu seperti ini. Hmm... Abaikan itu, sebelumnya aku tidak pernah melihat seekor Kera sebesar ini.' batin Akira takjub. Ia terfokus dengan apa yang ada di hadapannya, dengan cermat Akira mengamati Kera itu.
Dihadapan Akira bisa terlihat seekor Kera yang sangat besar. Memiliki bulu berwarna putih bersih, dan memiliki tinggi hampir sekitar 3 meter, atau bahkan mungkin saja bisa lebih jika Kera itu berdiri. Kera itu sendiri tidak memakai sehelai kain pun di badannya, dan sepertinya Kera itu sedang duduk bermeditasi.
Merasakan ada kehadiran yang datang padanya secara tiba - tiba, Kera itu pun membuka matanya, ia bisa melihat ada sesosok makhluk aneh yang sedang berdiri di hadapannya, dan makhluk itu adalah Akira.
Akira memperhatikan kedua mata dari Kera itu yang memiliki warna emas, dan pupilnya yang berwarna oranye. Dari kedua matanya tersebut, Akira bisa mengetahui kalau Kera itu bukanlah Kera yang sembarangan.
Akira mendekat ke arah Kera itu, sekarang jaraknya dengan Kera itu hanya sekitar 2 meter.
Akira membeli sebotol sake yang lengkap dengan 1 meja kecil dan 2 cawan kecil dari Hell System, lalu ia menempatkannya di tengah - tengah mereka berdua.
Pada saat Akira hendak membeli sake itu dari Hell System, Akira menemukan sesuatu yang mengejutkannya. Ternyata harga dari sake itu hanya sekitar 10 Point, padahal kualitas dari sake tersebut berada pada tingkatan Surgawi.
Akira pun bertanya pada System kenapa hal itu bisa terjadi, dan ternyata juga mempengaruhi Hell System, yang membuat seluruh harga dari Toko Hell System menurun secara drastis.
Setelah itu Akira pun menuangkan sake tersebut ke dalam 2 cawan yang telah ia siapkan. Kera putih yang tidak mengerti dengan apa yang Akira lakukan, akhirnya memutuskan untuk berbicara.
"apa yang kau lakukan?" tanya Kera Putih.
Sontak hal itu membuat Akira sangat terkejut, ia tidak menyangka Kera di hadapannya ini bisa berbicara menggunakan bahasa Manusia.
'apa?! Dia bisa menggunakan bahasa manusia?'
[ Tidak, Kera putih itu tidak bisa berbicara menggunakan bahasa Manusia. ]
[ Sebaliknya, membuat Master bisa mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Kera putih itu. ]
'begitu ya, kemampuan ini ternyata serba guna. Terus tadi dia bertanya padaku, apa yang aku lakukan? Hmm… apa dia tidak mengetahui tentang minum sake bersama?'
Akira pun angkat bicara.
"yah, tidak ada alasan yang serius bagi ku untuk melakukan ini." kata Akira sambil melirik ke arah sake di depannya.
"aku hanya ingin mengajakmu untuk minum bersama, karena aku sudah lama tidak melakukan ini." tambah Akira sambil tersenyum tipis, tangannya meraih salah satu cawan yang sudah diisi dengan sake tersebut.
"ayo minumlah." kata Akira sambil mengangkat cawan ditangannya.
Kera putih itu menyipitkan matanya, seolah dia mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Akira, Kera itu mengambil satu cawan yang masih tersisa di meja, lalu, Ia mencoba terlebih dahulu untuk mencium bau dari air yang ada di cawan itu, untuk memastikan kalau air itu tidak mengandung racun atau hal semacamnya yang bisa membahayakan bagi tubuhnya.
Setelah mencium bau dari air didepannya, mata dari Kera itu melebar.
Matanya yang berwarna emas dengan pupilnya yang berwarna oranye, semakin terlihat jelas oleh Akira, dan itu terlihat sangat menakjubkan baginya.
Tercium oleh Kera itu bau yang sangat wangi dan menyegarkan, selain itu, dari mencium baunya saja Kera putih itu bisa merasakan kalau tubuhnya telah sedikit bertambah kuat, spontan Kera itu pun langsung meminumnya sampai habis.
Melihat hal itu, Akira pun ikut meminum sake miliknya.
"hahaha... inilah yang aku maksud!" kata Akira sambil tersenyum lebar.
Perasaan puas setelah meminum sake yang sudah lama tidak ia rasakan, kini telah muncul kembali, dan itu membuatnya merasa sangat senang.
Sementara itu, untuk Kera putih sendiri, setelah ia meminum air yang dikasih oleh makhluk aneh di depannya ini, seketika tubuh bagian dalam serta luar miliknya terasa jauh lebih kuat dan keras.
Ia pun meminta lebih pada Akira dengan mengajukan cawan yang berada di genggaman tangannya.
Mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Kera itu, Akira malah mengeluarkan 10 botol sake lebih yang terisi penuh pada Kera putih tersebut.
Kera putih itu merasa sangat bahagia melihat Akira yang mengeluarkan lebih dari 10 botol sake yang terisi penuh. Ia pun mengepalkan kedua tangannya, dan memberi hormat pada Akira.
__ADS_1
"sudahlah, tidak perlu seperti itu. Memang saat ini aku hanya membutuhkan teman untuk minum." ucap Akira sambil tersenyum lebar.
Tanpa menunggu lebih lama lagi, Kera itu pun langsung meminum sake yang Akira berikan, tidak mau kalah dari Kera itu, Akira juga meminum lebih banyak sake yang telah ia sajikan. Keduanya terus beradu siapa yang paling banyak meminum sake.
Sampai pada puncaknya, sekitar 109 botol sake yang kosong terlihat begitu banyak berserakan di bawah pohon sakura yang besar. Akira dan Kera putih itu akhirnya memutuskan untuk berhenti minum setelah merasa sangat puas dengan menghabiskan 109 botol sake sebelumnya.
"ahh… ini sangat nikmat!" ucap Akira sambil mengusap bekas sake yang masih tersisa di mulutnya.
Seolah mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Akira, Kera putih itu mengangguk, sambil tersenyum tipis.
Kera itu merasa sangat bahagia karena sake yang diberikan oleh Akira telah membawa perubahan drastis pada tubuhnya, membuat tubuh dari Kera itu menjadi semakin kuat dan bertambah keras. Selain itu juga, sake yang ia minum telah memperbanyak jumlah Qi yang ada pada penyimpanan di dalam tubuhnya, membuat dirinya tidak perlu lagi berlama - lama untuk bermeditasi mengumpulkan sejumlah Qi yang besar.
"baiklah… selanjutnya adalah ini!" ucap Akira sambil mengeluarkan sesuatu. Dan ternyata itu adalah 2 butir pil yang memiliki kandungan energi yang sangat kuat.
Sekali lagi mata dari Kera putih itu melebar tak percaya, melihat sesuatu yang mirip seperti kotoran kambing memiliki kandungan energi yang sangat kuat.
"kau tau apa ini kawan?" tanya Akira sambil menunjukkan sebutir pil ditangannya.
Dengan ekspresi yang masih terkejut Kera itu menggelengkan kepalanya.
"ini adalah pil immortal! Hanya dengan sebutir pil ini saja kau bisa menjadi keberadaan yang tidak terkalahkan! Cobalah pil ini jika kau tidak percaya." kata Akira sambil tersenyum lebar.
Kera putih itu hanya diam melongo mendengar semua perkataan yang Akira lontarkan.
Akira tiba - tiba bangun dan berdiri di hadapan Kera itu, lalu ia berkata, "bukalah mulutmu kawan." ucap Akira sambil tersenyum tipis.
Seolah ia mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Akira, Kera itu pun patuh dan membuka mulutnya dengan lebar.
Akira dengan tenang membeli banyak pil yang sama dari Hell System, sekarang tangan kanannya penuh dengan pil immortal tersebut.
Dengan kecepatan yang tidak terlihat, Akira segera memasukan semua pil immortal itu ke dalam mulut Kera putih.
"MMMMMM…!"
Sontak hal itu membuat sang Kera Putih terkejut. Kera itu pun mencoba untuk memberontak saat Akira memasukan banyak pil kedalam mulutnya, tapi ia tidak bisa melakukan itu karena ada tangan kiri Akira yang seolah menekan pundak kanannya dengan keras, membuatnya menjadi lemah tak berdaya. Kera putih itu pun hanya bisa pasrah, dan terpaksa menelan semua pil dalam mulutnya dengan susah payah.
Setelah semua pil immortal itu masuk ke dalam perutnya, Kera putih itu merasa ada sejumlah energi yang sangat besar terus bergejolak di dalam tubuhnya.
Tidak lama kemudian, sebuah pilar energi yang sangat kuat dan besar terbentuk di sekitaran Kera putih. Pilar energi itu menjulang sangat tinggi seolah menembus langit.
'ini dia! Kelahiran dari seorang Immortal Supreme!' batin Akira bersemangat.
Meskipun dia menyebutkan kata 'Immortal Supreme' tapi itu hanya sekedar kata yang keluar dari mulutnya secara sembarang.
Mata Akira melebar bersemangat ketika melihat ada pilar energi yang terbentuk di sekitaran Kera putih. Dirinya tahu ini adalah sebuah fenomena yang terjadi ketika seseorang naik ke tingkatan yang lebih tinggi, Akira tahu hal ini karena dia sering membaca novel wuxia/xianxia.
'pil dan sake yang telah aku keluarkan sebelumnya adalah sesuatu yang sangat kuat yang terbuat dari intisari kekuatan para Dewa. Aku tidak tahu bagaimana sistem bisa mendapatkannya, tapi yang jelas ini adalah sesuatu yang sangat langka dan luar biasa! Baiklah… langkah selanjutnya adalah menangani para Makhluk Surgawi yang mengganggu.'
Akira bisa merasakan banyak Makhluk Surgawi yang datang padanya dengan jumlah yang tak terhitung. Mulai dari yang besar sampai yang terkecil semuanya bergerak mendekat ke arah Akira dan Kera putih.
Pilar energi yang sangat besar tersebut ternyata menarik banyak perhatian dari Makhluk surgawi. Entah apa yang membuat mereka semua tertarik dengan gejolak energi besar itu, tapi yang pasti mereka datang bukan untuk maksud yang baik.
Hembusan angin yang sangat besar begitu terasa oleh Akira.
Di atas langit yang luas, terlihat begitu banyak gerombolan wyvern dan Naga berkaki empat dengan ukuran sebesar gunung terbang mengelilingi pilar energi. Langit di sekitaran Akira menjadi gelap karena dikerumuni Naga dan Wyvern yang tak terhitung jumlahnya.
Tidak berhenti sampai disitu, tanah di sekitaran Akira juga mulai bergetar dengan hebat. Berbagai jenis Makhluk Surgawi yang tak terhitung jumlahnya dengan berbagai ukuran, sambil mengeluarkan hawa membunuh yang sangat kuat, mulai mendekat ke arah Akira.
Situasi di tempat itu pun menjadi sangat tegang. Akira hanya tersenyum tipis melihat begitu banyaknya Makhluk Surgawi yang mengelilingi mereka berdua.
Akira melayang di udara, ia mengambil dari tempat penyimpanan miliknya. Akira melepaskan pedang itu dari sarungnya, dan mengangkat pedang itu ke atas.
"mulai dari aku mengangkat pedang ini, siapapun yang bergerak, bahkan jika itu satu inci pun. Aku akan membunuhnya." ucap Akira dengan tegas.
Akira berkata pelan, namun membuat perkataannya menjadi terdengar sangat keras, dan bisa dimengerti oleh Makhluk Surgawi yang ada disana.
Setelah peringatan tegas dari Akira, para Makhluk Surgawi itu malah melompat kegirangan, seolah mereka menantang Akira untuk melakukan itu. Mereka juga berteriak seolah mengejek kalau Akira tidak akan bisa melakukan itu.
Para Naga dan Wyvern mengaum, seolah perkataan yang Akira lontarkan hanyalah sebuah candaan.
"kalian ini… sudah ku beri peringatan tapi malah mengabaikannya, jangan salahkan aku jika spesies kalian punah." gumam Akira sambil tersenyum tipis.
Akira menghela nafas panjang.
0.000000001 mikrodetik.
__ADS_1
Akira melesat dengan sangat cepat, sampai waktu pun seolah dibuat berhenti olehnya. Akira bergerak menuju ke tempat para Naga dan Wyvern berkumpul.
0.00000000001 mikrodetik.
Tanpa disadari oleh siapapun, Akira dengan kecepatan yang lebih dari cahaya, memotong seluruh bagian tubuh dari Naga dan Wyvern sampai ke bagian terkecilnya.
0.0000000000001 mikrodetik.
Semakin Akira bergerak, waktu semakin berjalan lambat, atau bahkan mungkin cenderung berjalan mundur. Akira melesat ke bawah tebing, menuju ke tempat para Makhluk Surgawi lainnya berkumpul.
0.000000000000001 mikrodetik.
Sekali lagi dengan kecepatan yang jauh lebih cepat dari cahaya, Akira memotong semua Mahluk Surgawi itu sampai ke titik dimana darah mereka pun tidak terjatuh ke tanah.
0.00000000000000001 mikrodetik.
Akira kembali ke tempatnya semula, ia duduk di hadapan Kera putih yang masih mengontrol gejolak energi yang sangat besar dalam tubuhnya.
Akira membeli sebotol sake dari System, dan ia meminumnya dengan santai.
Sementara itu untuk para Makhluk Surgawi, mereka masih melompat - lompat, dan berteriak dengan girang. Sampai pada waktu dimana Akira menjentikan jarinya. Dan...
BOOOOMMM....!!!
Tidak ada bekas darah, tidak ada pula bekas potongan tubuh, mereka semua menghilang seolah tidak pernah ada.
Ayunan pedang dari Akira yang memotong mereka dengan sangat cepat, menjadikan mereka semua butiran debu.
'dasar payah.' batin Akira merasa puas.
membuat Akira yang bergerak dengan lambat, menjadikannya bergerak dengan sangat cepat sampai melebihi batas waktu. Tidak sampai membutuhkan waktu 1 detik bagi Akira untuk menghabisi begitu banyak Makhluk Surgawi yang tak terhitung jumlahnya.
Akira masih menunggu Kera putih di hadapannya selesai mengontrol gejolak energi besar dalam tubuhnya.
-
10 hari kemudian.
Akhirnya setelah 10 hari berlalu, pilar energi yang mengelilingi di sekitaran Kera putih itu mulai menghilang sedikit demi sedikit, dan sampai pada waktunya pilar energi itu telah menghilang sepenuhnya.
Kera putih itu membuka matanya, ia bisa merasakan dirinya telah berada pada tingkatan dimana ia bisa melakukan apapun dengan sesuka hatinya.
Kera putih itu memperhatikan kesekitarnya, ia mencari Akira untuk mengucapkan banyak terimakasih karena telah membantunya sampai pada tingkatan ini. Ia pun mengedarkan indera persepsinya sampai dengan jarak ribuan kilometer, tapi ia tidak bisa menemukan Akira.
"hoi, kau sudah bangun ya."
Terdengar suara yang familiar bagi Kera putih itu yang berasal dari pohon sakura besar dibelakangnya, dan ternyata itu adalah suara dari Akira yang sedang duduk di salah satu batang pohon.
Segera setelah ia melihat kehadiran dari Akira, Kera putih itu pun langsung bersujud dihadapannya. Akira yang melihat Kera itu bersujud, segera turun dan membangunkan Kera itu.
"tidak perlu seperti itu, aku bukan seperti tuhan yang harus kau sujud di hadapannya." ucap Akira sambil tersenyum tipis.
"baiklah, sekarang mari kita lihat sejauh mana kekuatanmu telah berkembang. Tunjukan kekuatanmu padaku." lanjut Akira.
Kera putih itu mengangguk seolah ia mengerti dengan apa yang Akira katakan. Lalu, ia terbang melesat ke atas langit, Akira pun ikut menyusul Kera itu, ia melebarkan sayapnya, dan berdiri di samping Kera itu.
Menggunakan tangan kirinya, Kera putih itu menunjuk sebuah gunung yang sangat jauh, jaraknya sekitar 1600 km dari mereka berdua yang sedang terbang.
Pandangan Akira pun mengikuti ke arah mana yang ditunjuk oleh Kera putih, ia bisa melihat dengan jelas sebuah gunung yang sangat besar. Akira mengangguk seolah memberikan tanda kalau ia melihat apa yang ditunjuk oleh Kera putih.
Jari - jari dari Kera putih yang menunjuk gunung tersebut, mulai bergerak. Lalu, Jari - jarinya seolah mencengkeram sesuatu yang tidak terlihat dengan sangat kuat. Akira yang melihat itu, segera mengerti dengan apa yang akan dilakukan oleh Kera putih.
Tiba - tiba, bersamaan dengan tangan Kera putih yang mengepal keras, gunung besar yang Akira lihat itu seketika langsung hancur.
DUARRRR….!!!
Ledakan suara dari gunung yang hancur itu pun terdengar oleh mereka berdua yang jaraknya sangat jauh dari gunung tersebut.
"hebat, kamu sudah bisa menghancurkan sebuah gunung yang sangat besar tanpa harus menyentuhnya, terlebih lagi itu bisa dilakukan dari jarak yang sangat jauh." kata Akira memuji Kera putih. Kera putih itu hanya mengangguk sambil tersenyum tipis menanggapi perkataan dari Akira.
Tiba - tiba seluruh bulu di badan Kera putih itu berdiri, ia bisa merasakan ada hawa membunuh yang sangat kuat terarah padanya. Ia pun segera menengok ke arah dimana hawa membunuh tersebut berada, dan ternyata pusat dari hawa membunuh itu adalah Akira.
Sambil tersenyum lebar, Akira mengeluarkan hawa membunuh yang sangat kuat, lalu ia berkata, "sekarang kau sudah bertambah kuat, mari kita bertarung."
Senyuman itu terlihat sangat mengerikan. Keringat dingin mulai muncul di tubuh Kera putih, ia bisa merasakan sebuah bencana telah datang padanya.
__ADS_1