
Setelah Akira menghancurkan batu besar tersebut hingga hancur berkeping - keping, muncullah sebuah portal yang memiliki tekstur seperti air yang memiliki pintu masuk seukuran orang dewasa.
'lubang yang dimaksud system ternyata sebuah portal, tapi kenapa system menyebutnya lubang? Apakah kecerdasaan buatannya tidak lengkap sehingga tidak bisa membedakan mana lubang yang saling menghubungkan satu ruangan dengan ruangan lain dan mana portal yang saling menghubungkan antar kedua dimensi yang berbeda? Akan kucari tahu lebih lanjut tentang system ini nanti, yang lebih penting sekarang adalah portal yang ada dihadapanku ini, kuharap didalamnya terdapat musuh yang bisa ku hajar untuk menguji kekuatan yang baru kudapatkan.' Akira segera menepis pemikirannya tentang system, dan tanpa ragu memasuki portal tersebut.
Akira sangat mendetail tentang hal kecil apapun, sekecil apapun keanehan yang terjadi bisa Akira rasakan kalau ada yang tidak beres dengan hal tersebut. Bagi Akira, system yang selama ini ia ketahui memiliki kemampuan untuk merubah tubuh fisiknya yang semula lemah, menjadi tubuh yang memiliki kekuatan super sehingga ia bisa menghancurkan batu yang sangat besar hanya dengan satu kali pukulan.
Proses mengubah tubuh yang lemah menjadi kuat pun hanya membutuhkan waktu yang sangat singkat, di belahan bumi mana pun tidak akan ada keajaiban semacam ini terjadi, hanya Akira yang pernah mengalaminya.
Untuk mendapatkan tubuh fisik yang sangat kuat, seseorang harus melakukan pelatihan fisik yang sangat extreme, yang mana bahkan mengharuskan mereka untuk menembus batasan pada diri mereka sendiri.
Sedangkan dengan bantuan system Akira hanya membutuhkan waktu beberapa detik untuk mendapatkan tubuh yang kuat, bukannya system ini sangat luar biasa? Tapi kenapa System yang luar biasa ini bisa membuat kekeliaruan kecil seperti hal tadi? Bagi Akira ini sesuatu yang aneh.
-
Setelah memasuki portal tersebut, Akira tiba di sebuah tempat terbuka yang membuat Akira terkejut sampai dirinya tidak membiarkan matanya untuk berkedip, Akira melihat pemandangan yang luar biasa terpampang di hadapannya.
Apa yang Akira lihat saat ini adalah sebuah tempat terbuka yang sangat luas yang mana tempat ini memiliki keseluruhan pijakannya berupa lantai transparan yang membuat lantai tersebut memantulkan bayangan dari langit atas yang dipenuhi dengan benda - benda langit seperti planet dan bintang - bintang yang memancarkan cahaya yang sangat indah, adapun sesekali terlihat sebuah meteorit melintas diantaranya, tidak ketinggalan juga awan Nebula turut mewarnai keindahan langit ditempat tersebut. Akira tidak bisa melepaskan pandanganya dari hal itu.
__ADS_1
"Wow." hanya satu kata itu yang terucap dari mulut Akira. Keindahan langit yang penuh warna ini membuat Akira terbius, terdiam untuk beberapa saat.
Akira menggelengkan kepalanya untuk menyadarkan dirinya yang larut dalam lamunan, Akira kembali sadar dan melihat waspada kesekitarnya, tidak ada hal yang aneh selain portal tempat ia masuk yang tiba - tiba menghilang, sejauh mata memandang hanya ada kesunyian di tempat yang luas tersebut.
'untuk tempat seindah ini, ini sangat sepi. Tempat apa ini? Apa yang terjadi dengan tempat apa ini?' Akira larut dalam pertanyaan yang muncul dalam kepalanya.
"Selamat datang wahai jiwa yang mendapatkan pencerahan." tiba - tiba terdengar sebuah suara yang menggema ke seluruh tempat itu, Akira yang mendengarnya terkejut dan langsung mengedarkan pandangannya untuk mencari sumber dari suara tersebut. Tiba - tiba sebuah mahluk berbentuk humanoid muncul, mahluk itu memiliki kedua tangan dan kaki yang mirip dengan manusia, tetapi mahluk itu tidak memiliki hidung, mata dan mulut pada wajahnya dan juga tidak memiliki telinga pada bagian samping kepalanya. Mahluk itu memiliki wujud seukuran orang dewasa dan memiliki tubuh yang berwarna hitam pekat yang di dalam tubuhnya terlihat banyak benda - benda langit yang bersinar terang mengisi kegelapan pada tubuhnya, mahluk itu hanya memakai jubah berwarna hitam yang tidak menutupi bagian depan dari tubuhnya.
Mahluk itu melayang pelan ke arah Akira, Akira yang melihat mahluk itu menuju ke arahnya hanya bisa terdiam. Setelah sampai dihadapan Akira, mahluk itu mulai mengamati Akira dengan cermat, sesekali mahluk itu menyentuh tubuh Akira, terlihat mahluk itu sedang memastikan sesuatu yang menurutnya aneh.
"kau ini ngapain hah?!" Akira berbicara dengan nada yang sedikit keras.
"hmm..." mahluk itu berhenti mengamati Akira, pandangannya mulai tertuju ke arah wajah Akira. "kau aneh, pada umumnya mahluk yang mendapatkan pencerahan hanya jiwanya saja yang bisa pergi masuk ke Seven Holy Places, sedangkan kau... Kau ini bisa membawa serta masuk tubuh fisikmu, baru kali ini aku mendapatkan kasus seperti ini." mahluk itu melihat dengan heran pada Akira.
"pencerahan? Seven Holy Places? Apa maksudnya itu?" Akira bertanya menaikan alisnya, bagaimanapun hal tersebut sangat terdengar asing bagi dirinya.
"kau sungguh tidak tau apa itu pencerahan dan Seven Holy Places? Padahal itu pengetahuan yang sangat umum didunia ini." tanya mahluk itu.
__ADS_1
"ughhh... Sebenarnya aku bukan dari dunia ini, aku datang dari bumi." jawab Akira dengan nada datar.
"ohh... Ternyata kau datang dari semesta lain, pantas saja kau tidak mengetahui tempat sehebat Seven Holy Places, lalu bumi itu tempat seperti apa?" tanya mahluk itu dengan rasa penasaran yang tinggi.
"bumi... Bumi adalah rumah bagi kami ras manusia tinggal, planet yang indah namun perlahan hancur karena ulah manusia itu sendiri. Sedangkan manusia sendiri itu mahluk yang memiliki kecerdasaan sehingga kami bisa menciptakan berbagai macam teknologi, dari kecerdasaan dan teknologi itulah manusia perlahan berkembang membangun peradabannya sendiri. Omong - omong kami manusia tidak memiliki kekuatan super, jadi yang bisa kami banggakan hanyalah sebuah kecerdasaan rata - rata yang kami miliki... Yah kau bisa melihat dari tubuhku yang lemah ini..." Akira tersenyum canggung menjawab pertanyaan dari mahluk itu.
"menyedihkan... Manusia dan bumi sangat menyedihkan, dimana pun sebuah kecerdasaan bukan lah sesuatu yang dapat dibanggakan, hanya karena kalian manusia yang tidak memiliki kekuatan super lalu membanggakan kecerdasaan yang kalian miliki, bukannya itu terlihat menyedihkan? Maksudku hewan rendahan ditempat aku lahir pun memiliki kecerdasaan, jadi apa bedanya kalian dengan hewan? Hahaha... Lalu teknologi? Diplanet manapun yang memiliki tanda kehidupan sebuah peradaban dari suatu mahluk pasti akan selalu memiliki teknologinya masing - masing, lalu bumi aku yakin itu juga tempat yang tidak pantas untuk disebutkan, entah bumi ataupun manusia itu bukan sesuatu yang luar biasa. Pantas saja aku bahkan tidak pernah mendengar tentang manusia dan bumi, ternyata itu adalah sesuatu yang tidak pantas untuk ku ketahui." mahluk itu terus berbicara tentang seberapa rendah nya manusia dan bumi, tentu saja Akira yang mendengarnya sedikit kesal. Akira tahu kalau manusia memang menyedihkan dan bumi juga tempat yang biasa saja jika dibandingkan dengan tempat yang ia datangi sekarang, tetapi mendengar semua ocehan sampah yang keluar dari mahluk yang berasal bukan dari bumi, itu sangat memuakan bagi Akira.
Dengan spontan Akira membalas perkataan mahluk itu. "kau bilang manusia dan bumi bukan lah sesuatu yang layak kau ketahui? Oi mahluk aneh bukanya itu hanya wawasan mu saja yang kurang?, terlebih kau juga bilang kalau aku adalah kasus baru mahluk yang dapat memasuki Seven Holy apalah itu namanya yang membawa serta tubuh fisik kedalamnya, padahal sejauh yang kau ketahui hanya jiwanya saja yang bisa memasuki tempat tersebut, itu lebih menunjukan bahwa wawasan mu itu kurang luas, jika wawasan mu luas tentu saja kau bisa mengetahui kasus seperti apa yang ku alami. Jika kau menganggap dirimu itu mahluk superior yang memiliki kedudukan yang tinggi, tetapi tidak tau pada hal yang rendah, bukannya itu terdengar bodoh? Jangan berdalih atas kalimat 'sesuatu yang rendah tidak layak untuk diketahui' jika kau tidak tau bilang lah tidak tahu, jangan malah berbohong, kebohongan itulah yang membuat mu terlihat bodoh, dasar mahluk aneh." itu dia kesombongan dalam diri Akira keluar, Akira sudah tidak dapat lagi menahan rasa ingin merendahkan mahluk itu, ketika mahluk itu berbicara tentang merendahkan manusia dan bumi. Tatapan mata Akira yang lesu seolah membuatnya tidak tertarik berbincang dengan mahluk yang berada dihadapannya. Kesombongan dari manusia tidak akan memandang siapa yang ada dihadapan mereka.
Mahluk itu hanya terdiam, hingga beberapa saat mahluk itu tertawa dengan keras. "Ha Ha Ha... Manusia kesombongan mu itu sangat menarik." mahluk itu mengambil jarak beberapa langkah mundur dari Akira, "sudahi bicaranya, manusia mari kita bertarung, mari kita buktikan apakah kesombongan mu itu layak atau tidak."
Meskipun mahluk itu tidak memiliki mata untuk melihat seperti mahluk pada umumnya, Akira tetap bisa merasakan mahluk itu menatapnya dengan sangat tajam dan juga tekanan yang dikeluarkan oleh mahluk tersebut terasa sangat berat bagi Akira, meskipun dirinya sudah memperkuat tubuhnya dengan skill .
'sial sudah kuduga akan berakhir seperti ini, apa boleh buat aku hanya bisa bertarung semampuku.' Akira mengepalkan tangannya dengan keras.
Semuanya sudah terlanjur kacau, meskipun Akira tidak memiliki pengalaman bertarung, situasi saat ini memaksanya untuk bertarung, entah menang atau kalah Akira tidak peduli, apa yang harus dia lakukan sekarang hanyalah melawan sekuat tenaga.
__ADS_1