Stay With??

Stay With??
2


__ADS_3

Jangan lupa Vote & Comment! 😇


**


Besoknya di Vila Indah.


Indah sedang tengkurap di atas sofa sambil menonton film Thailand Favoritnya yaitu My True Friend.  Meskipun udah berulang kali ia menontonnya tapi Indah merasa nggak pernah bosan. Menurutnya Film ini mengandung arti tersendiri. “Hiks.. Pacar ganteng Gue jangan dipukul” Ucap Indah saat melihat adegan perkelahian di film tersebut.


Astrid yang baru saja datang mengambil cemilan di kulkas menggeleng – geleng kepalanya melihat Indah. “Ck Masih ajah demen liat” Indah menoleh kearah Astrid yang baru saja mengganggu ketenangan menontonnya.


“Ish, sirik ajah” Indah menjulurkan lidahnya.


“Btw, tadi malam Lo kemana sih?” tanya Astrid.


“Dari Vila temen Gue, kebetulan ajah Dia juga liburan di sini terus nggak sengaja ketemu dianya” Jelas Indah.


“Cewek apa Cowok?” tanya Astrid lagi.


Indah menjeda Film yang dia tonton lalu bangkit duduk menghadap ke Astrid. “Cowok namanya Roby Sbastian seumuran sama kita, tapi kok Astrid tiba-tiba kepo yah? Mau Gue PDKT in?” Goda Indah kepada Astrid. Ia tahu pasti kalau sahabatnya yang satu ini sangat malas kalau lagi berhubungan sama yang namanya cowok.


Astrid memutar kedua bola matanya. “Malas Amet Gue”.


“Idihh.. Ntar Gue liatin Fotonya” Indah mulai mencari-cari Ponsel nya. Disitu ia mulai sadar Ponsel tidak ada.


“Eh, Ririd Liat Ponsel Gue nggak?, perasaan semalam ada” Astrid Menggeleng-gelengkan kepalanya. “Gue Nggak tahu, Tanya Salwa gih”.


“Wawa....” Teriak Indah. Salwa yang pada saat itu sedang asik sendiri memakai eye liner terkejut menyebabkan Eye liner nya belepotan di kelopak matanya.


“Ihh... Indah Tuh kan Blepotan, lagian kenapa sih teriak ke ada maling ajah” Ucap Salwa sambil membersihkan kelopak matanya menggunakan tisu.


“Liat Ponsel Gue nggak?” tanya Indah To the point.


“Nggak liat, semalamkan setelah Nelpon Lo Gue langsung tidur” Ucap Salwa.


Indah baru mengingat kalau semalam Ia meletakkan Ponselnya di.... “Aduh... Pasti ketinggalan di Vila Roby, Kok Gue Bisa lupa sih.. Ahh gara-gara cowok tukang marah itu sih” gerutu Indah.


Indah buru-buru mengambil tas kecil selempangnya. Kemudian langsung pergi tanpa pamit ke Astrid maupun Salwa bingung melihat Indah yang seperti orang di kejar setan.


“Lah, Indah kenapa sih ambil tas langsung pergi ajah malah Pakaian nggak diganti udah tau banyak mata keranjang di sini” Ucap Astrid yang melihat Indah pergi hanya dengan memakai Kaos Lengan seperempat warna hitam dipadukan dengan Celana pendek warna putih yang 20 cm diatas lutut.


“Emang Ririd pernah di godain cowok di sini yah.. Terus gimana cowoknya Ganteng nggak Rid?” Ucap Salwa.


Astrid menoleh lalu menoel kepala Salwa. “Cogang mulu isi otak Lo, au ah gelap Gue” Astrid berlalu meninggal kan Salwa.


“Ihh.. Ririd yang kamu lakukan ke saya itu jahat tau” Ucap salw Dramatis.


**


Sementara itu Indah berjalan cepat menuju Vila Yang di tempati Roby dan teman-temannya. Saking buru-burunya tak sengaja Indah menabrak seseorang.


“Eh.. Sorr..... Fatir” Ucap Indah melihat orang yang di tabraknya adalah Fatir.


“Indah, Kok bisa di sini” Tanya Fatir Heran apalagi melihat pakaian yang Indah pakai sekarang yang memperlihatkan kaki jenjangnya.


“Gue lagi mau ke Villa Lo, ada yang ketinggalan semalam” jawab Indah.


“Yaudah Bareng Gue ajah, Tapi Gue mau beliin anak-anak makanan dulu” tawar Fatir.


“hmm.. Ok deh, kuy” Indah hendak berjalan tapi tangannya di tahan oleh Fatir otomatis Indah tidak jadi jalan dan langsung menengok ke Fatir yang sedang memegang tangannya.


“Tir..” Ucap Indah sambil melirik Tangannya yang di pegang.


Fatir langsung melepasnya dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. “hmm Sorry, Gue Cuma mau...” Fatir membuka jaket yang dipakainya terus mendekat ke Indah lalu melingkarkan Jaketnya ke Pinggang Indah. “Di sini banyak Paparazi” Ucap Fatir setelah melingkarkan jaket itu kepinggang Indah.

__ADS_1


Indah yang paham pembicaraan Fatir Tersenyum dan mengucapkan terima kasih ke Fatir. Setelah itu mereka berjalan membeli makanan lalu menuju ke Vila.


Sampai di Vila mereka masuk bersama. Saat mereka masuk Indah mendengar suara seseorang yang sedang bernyanyi sambil memainkan Gitar.


“In My Dreams, Your With Me


We i’ll be everything I want US to be


And from there, Who knows?


May this will be the Night that We kiss For the First time


Or is that Just Me and My Imagination”


Nampak suara itu enak di dengar di telinganya. “Suara siapa?”  tanya Indah ke Fatir.


“oh, Itu Suara Yudha emang suaranya Keren dari dulu”. Jawab Fatir.


Tanpa Indah sadar ternyata dia telah memuji suara Yudha. Cowok yang paling nyebelin yang pernah dia temui. “oh. “ Ucap Indah singkat.


“Fatir.. Udah dateng Lu dari tadi kek Gue udah laper sini makanannya” ucap Roby


“Nggk Gue lebb......... Eh Ada Indah, Silakan duduk” Erwin dan Roby yang tadinya main cerocos ajah langsung ramah.


“Eh.. Makasih Win” Indah duduk di Sofa berhadapan dengan Yudha yang masih sibuk memetik senar Gitarnya.


“Btw, pagi-pagi amet dateng kesini kangen amah Gue yah” canda Roby.


“Idihh amit-amit Dah, Jadi Gue kesini mau Nanya Semalem kalian ada yang liat Hp Gue nggak? Semalem Gue letaknya di meja ini terus waktu Gue balik ke Vila Gue lupa ambil” Jelas Indah.


Roby, Fatir dan Erwin menggeleng serempak kecuali Yudha. “Hmm, Lo? “ Tanya Indah ke Yudha.


“Gak tau” Ucap Yudha acuh.


Yudha menatap kepergian Indah. Sebenarnya Ponsel itu ada pada dirinya tapi masih ada yang ingin ia ketahui tentang Indah. Ntah kenapa ia tiba-tiba penasaran.


“Oi Gue keluar bentar” Ucap Yudha yang mulai berdiri.


“Kemana? Tuh Gue udah beliin makanan kalo mau cari makan” Ucap Fatir.


“Paketan gue habis, kecolongan semalem” Ucap Yudha menyindir lalu berjalan keluar.


Fatir yang ketahuan lagi hanya menggaruk Kepalanya yang tidak gatal karena di beri sindiran keras oleh Yudha. Kebiasaan Fatir saat Yudha sedang tidur adalah Suka mencuri Hotspot di Ponsel Yudha, Alasan dia sedang berhemat. Tapi untungnya Yudha tidak pernah mempermasalahkan itu, walaupun ia sedikit jengkel dengan Fatir.


Sementara itu Yudha keluar mengejar Indah yang belum pergi jauh.


“Tunggu” Ucap Yudha Saat Indah sudah berada tepat di depannya.


Indah berhenti berjalan dan berbalik. Ia sedikit kaget melihat Yudha yang tiba-tiba ada. “Kenapa?, Gue buru-buru kalo nggak penting” ketus Indah karena dia masih jengkel dengan Yudha.


“Menjelang Sunset temui Gue di Pantai” Ucap Yudha singkat lalu hendak berjalan balik.


Indah masih bingung dengan Yudha yang tiba-tiba datang dan memintanya untuk bertemu di Pantai. “Paan sih Lo Gaje’ banget”.


“Yang Lo cari ada di Gue” Indah Kaget sekaligus senang mendengar perkataan Yudha. Saat ia ingin mengatakan sesuatu ke Yudha. Tiba-tiba Yudha sudah menghilang dari hadapannya.


“Ihh.. Gajelas banget tuh Anak, kalau mau balikin yah kenapa harus nunggu Sunset”. Indah memutuskan untuk kembali ke vilanya.


Sampai di Vila Indah masuk dan langsung menjatuhkan diri ke sofa. “Indah sayang, kenapa sih tadi tiba-tiba ajah pergi sekarang baru datang langsung kek gini” Tanya Salwa.


“Gue capek” jawaban Indah membuat Salwa memutar ke dua bola matanya.


“Ish, Salwa lagi perhatian malah di gituin.. Tapi btw Ini jaket siapa perasaan baru liat” Salwa mengamati jaket yang melingkar di pinggang Indah.

__ADS_1


Indah pun menceritakan tentang Jaket itu kepada Salwa. “Whattttt” pekik Salwa.


“Ihh.. Berisik tau” Indah melemparkan bantal sofa ke Salwa.


“uhh Sosweet banget huaaa Wawa juga mau” Salwa membayangkan.


“Lebay.. Minggir Gue mau Videocall” Indah mengambil laptop di atas meja. Mulai mengotak-atiknya hingga akhirnya Tersambung ke seseorang yang jauh di Sana.


Sementara itu Yudha yang berada di Vilanya sedang melihat Foto-foto Indah bersama seseorang yang sepertinya Indah sangat dekat dengan orang itu di lihat dari cara mereka berfoto.


**


 


Sore hari menjelang Sunset Indah sudah datang lebih awal dari pada Yudha. Sambil menunggu Yudha Indah memilih duduk di pasir sambil menikmati pemandangan di depannya. Tak lama berselang


“Udah lama?” tanya seseorang yang Indah kenali Suaranya.


“Nggak juga, jadi Too the point ajah kenapa?” Indah tidak ingin basa-basi.


“Gue mau nanya sesuatu. Apa  Hubungan Lo sama Mr.Aditya?”.


“Sorry itu Privasi, tapi kok Lo bisa tahu?”.


“Dari sini” Yudha mengeluarkan Ponsel Indah. Indah yang kaget langsung mengambil Ponsel itu dari Yudha.


“Ih.. Hp Gue, dasar Lo... Jangan bilang Lo liat Semua privasi Gue di sini” tanya Indah mengintomidasi.


“Hanya Dikit, tapi Gue heran kok Lo bisa sedekat itu sama dia. Yang Gue tahu keluarga Aditya itu bukanlah keluarga sembarangan. Kalian udah sep..... ”


“Stop”Indah langsung menempelkan jari telunjuk ke bibir Yudha. “Iya Gue emang deket dengan Sam tapi itu terlalu Privasi untuk Lo tau” Ucap Indah lalu melepas telunjuknya dari bibir Yudha.


“Oh” Ucap Yudha singkat lalu hendak berdiri ingin meninggal kan tempat itu.


“Woy, Nggk jelas banget Gue masih mau bertanya” Ucap Indah yang langsung menarik tangan Yudha.


Yudha yang tiba-tiba ditarik mendadak kehilangan keseimbangan dan ia pun terjatuh dengan posisi Indah berada di Bawahnya. Mereka terdiam dan menatap satu sama lain. Saat masih dalam posisi tersebut tiba-tiba.


“Aaaahhhhkkk..... Indah mata Gue udah nggak suci hiks” Suara teriakan membuat kedua langsung tersadar. Yudha segera bangkit dan meninggal tempat itu tanpa menoleh lagi. Jantungnya sekarang seakan tidak bisa di kontrol.


Indah bangkit untuk duduk. Ia tidak menyangka kejadiannya seperti ini. Sementara itu Salwa dan Astrid mendekat ke Indah.


“Indah Lo nggak pp kan, Omg itu tadi siapa?, Cowok Lo?, atau orang jahat yang mau jahatin Lo? Aduh Lo nggak lecet kan?” Tanya Salwa yang di hadiahi tempelengan oleh Astrid. “Ihh, Astrid sakit tau” Salwa mengusap kepalanya.


“Lagi Lo sih, Mulut tahan dikit jangan langsung kayak bebek” ujar Astrid.


Indah yang melihat kedua Sahabatnya itu hanya bisa memutar kedua bola matanya. “Balik kevila yuk, Gue lagi malas” Ucap Indah sambil berdiri di ikuti oleh Astrid dan Salwa.


“Indah pokoknya Gue nggak mau tahu. Lo utang penjelasan sama Gue” Ucap Salwa.


“Bawel” Ucap Indah sambil membersihkan Pasir yang menempel di badannya.


“itu tadi siapa? Temen Lo?” tanya Astrid.


“Nggak tau, Dia Cuma balikin Hp Gue” jawab Indah.


“Tapi Kok tadi Dia.....”


“Kecelakaan” Potong Indah cepat. Lalu berjalan mendahului Salwa dan Astrid, mereka saling memandang heran melihat Sahabatnya yang satu itu.


Sementara itu Yudha yang sudah berada di Vilanya berusaha menetralkan detak Jantungnya. Entah kenapa kejadian tadi membuatnya merasakan sesuatu yang berbeda.


**

__ADS_1


@liliscorpio


__ADS_2