
Jangan lupa Vote & Comment!
**
Hari ini adalah hari kepulangan Indah ke Jerman, Indah sudah mempersiapkan semua barang-barangnya yang sudah ia kemas. Setelah membawa semua kemobil ia berangkat.
"Ndah Ntar jangan lupain Gue yah kalo Lo nanti udah dapet teman bule" Salwa memeluk Indah saat mereka sudah akan berpisah jalur.
"iya, Ndah jaga diri Lo baik-baik juga jangan lupa ngasih kabar. Seneng Gue bisa kenal sama Lo". Astrid menepuk bahu Indah.
Indah terharu melihat kedua sahabatnya ini. "Gue nggak akan lupain kalian, Harusnya Gue yang berterima kasih karna udah mau jadi sahabat yang baik buat Gue dan selalu nemenin Gue tiga tahun terakhir ini". Indah memeluk keduanya seakan itu yang terakhir mereka bertemu.
**
Sementara itu Yudha, Fatir, Roby dan Erwin juga sedang mempersiapkan kepulangan mereka ke jakarta. Bedanya mereka berangkat Sore hari.
Pagi ini Yudha jalan-jalan ke pantai tak sengaja ia lewat didepan Vila Indah dulu. Kini Vila itu sudah sepi tidak seperti kemarin-kemarin. Sebenarnya Yudha tidak bermaksud bersikap seperti itu ke Indah Cuma ia menghindar agar tidak terlalu dalam lagi berurusan dengan Indah.
Yudha menikmati angin pagi pantai hingga seseorang datang menepuk bahunya.
"Yoo... Sendiri ajah" Yudha melirik orang itu yah.. Itu adalah Roby. "Lagi mikirin apa? Mikirin Indah yah?" tebak Roby asal.
"Paan sih, Gue Cuma menikmati liburan akhir Gue karna setelahnya Gue nggak tau lagi kapan bisa kesini lagi. Dan tadi Lo bilang Indah? Hmm Sorry dia bukan siapa-siapa Gue nggak penting Gue mikirin dia" ujar Yudha.
"Semerdeka Lo ajah.. Jodoh nggak lari kemana Bro, Kalau Jodoh itu pasti akan bertemu lagi tanpa sengaja dan tak terduga" Ucap Roby yang mendapat jitakan oleh Yudha.
"Sotoy Lu Nyet" Ucap Yudha meninggalkan Roby.
**
Sementara itu Jet pribadi Indah sudah mendarat di bandara internasional Jerman. Indah langsung menuju kemobil jemputannya yang sudah menunggunya dari tadi. Mobil itupun segera melaju meninggalkan bandara menuju ke Mansion keluarga Indah.
Sampai di Mansion Indah langsung di sambut oleh kedua orang tuanya. Dengan penuh kerinduan Indah memeluk keduanya. "Mommy, Daddy Indah kangen banget".
"Sayang, Mom juga kangen banget sama kamu".
"Daddy juga"
Ucap Mrs.Alexander dan Mr.Alexander seraya memeluk Anak Bungsunya itu melepas rindu selama 3 tahun ini mereka jarang bertemu karena permintaan Indah ingin menempuh pendidikan di Indonesia tempat kelahiran Mommynya.
"Bagaimana keadaanmu Sayang saat berada di Indo" tanya Mrs.Alexander.
"I'm Fine Mom, Indah punya banyak teman di Sana......"
Indah mulai menceritakan semua yang dia lewati saat berada di Indonesia, masalah sekolahnya dulu sampai saat liburannya waktu di Lombok ketika ia bertemu Roby dan teman-temannya. Sementara Mrs.Alexander tersenyum mendengar cerita anak Bungsunya itu. Ia bersyukur Selama jauh darinya Indah mampu menjaga dirinya dengan baik.
"Daddy senang mendengar semuanya" Mr.Alexander mengusap kepala Indah dengan lembut.
"Yah sudah Sayang kamu pasti lelah setelah perjalanan Jauh, Sebaiknya kamu istirahat Nanti malam Mom and Daddy akan mengajak mu diner di restoran Favoritmu" Ucap Mrs.Alexander.
Indah sangat senang mendengar ucapan Mommynya. Setelah mencium kedua pipi orang tuanya Indah menuju ke kamarnya. Yah hari ini memang sangat melelahkan.
Saat Indah membuka pintu kamarnya matanya langsung membulat. Ia menutup pintu kamarnya dan menguncinya. Ia menatap langit-langit kamar yang hampir setengahnya di penuhi oleh balon warna-warna tak lupa setiap balon menggantung sebuah Foto dirinya dan Seseorang.
Ia meraih salah satu Foto yang menggantung di tali balon tersebut. Itu adalah Fotonya saat ia berlibur ke Italia bersama seseorang yang sangat Indah sayangi 4 tahun lalu. Di foto itu mereka tertawa lepas tanpa beban.
Saat pikiran Indah sedang melayang mengingat tentang Foto itu. Tanpa sadar seseorang dari arah balkon mendekat kearahnya. Tangan seseorang itu bergerak memeluk Indah dari belakang sambil berisik di telinga Indah.
"Welcome back kesayanganku"
Foto yang berada di tangan Indah langsung terlepas. Tubuhnya seakan mematung mendengar bisikan itu. Suara yang sangat Indah rindukan. "Sam.. " Ucap Indah pelan.
Yah, itu adalah Sam Aditya seseorang yang Indah begitu rindukan. "I miss U".
__ADS_1
Indah tanpa berkata langsung berbalik memeluk Sam dengan sangat erat menyalurkan rasa rindunya. Sam pun membalas pelukan Indah tak kalah erat.
Cukup lama dengan posisi itu Sam melepas pelukannya kemudian menangkup pipi Indah agar ia bisa melihat wajah seorang Gadis yang sangat ia sayangi. Indah pun melakukan hal yang sama menangkup pipi Sam kemudian mendekatkan dirinya. Kening dan hidung mereka bahkan sudah bersentuhan Nafas mereka dapat mereka rasakan satu sama lain.
"I miss You Too" Ucap Indah kemudian kembali memeluk Sam. Kali ini tangannya mengalung sempurna di leher Sam.
Keduanya larut menyalurkan rasa rindu mereka masing selama tiga tahun berpisah, dalam hati Sam ia berjanji tidak akan membiarkan Indah pergi lagi. Cukup tiga tahun ini setelahnya ia tidak akan lagi. Sementara Indah di dalam lubuk hatinya yang paling dalam ia sangat berterima kasih karna Sam bisa bertahan di sisinya dan selalu membuktikan Janjinya.
**
Setelah dinner bersama keluarganya Indah mengajak Sam jalan-jalan ke taman tempat mereka bertemu dulu. Dimana Semua berawal dan mereka saling kenal. Mereka duduk di bangku yang masih sama tidak berubah posisi hanya dekorasi taman itu sudah agak berubah dibanding beberapa tahun yang lalu.
Mereka duduk bersama dengan posisi Indah bersandar di bahu Sam dengan tangan yang digenggam oleh Sam di atas pangkuannya.
"Kamu masih ingat kan?" tanya Indah menatap Tangannya yang di genggam oleh Sam.
"Yeah, bagaimana bisa aku melupakannya" Sam mengecup kepala Indah.
Keduanya sama-sama terdiam mengenang Nostalgia mereka. Bunyi handphone Sam langsung membuatnya tersadar. Ia mengeram kesal siapa yang sudah mengganggu waktunya bersama Indah.
"Ck, Smith kenapa dia harus menelepon" kesal Sam melihat layar Ponselnya tertera Nama Smith. Adik semata wayangnya.
Indah terkekeh melihat Sam kesal karena telpon dari Smith. "Angkat lah Sam" Ucap Indah melihat Sam yang tak kunjung mengangkat telpon dari Smith.
Sam mau tidak mau mengangkat telpon itu. Sementara Indah memainkan Ponselnya saat Sam mengangkat telponnya.
"ada apa? Bisa kah kau menelepon nanti Kau merusak suasana saja" geram Sam.
"hmm.. Ciee yang lagi lepas rindu ni Sama Kak Indah hahahaha"
Sam semakin kesal karena Smith malah menggodanya. "Smith To the point atau Kakak matiin".
"Yah, tidak seru Aku Cuma merindukanmu Brother. Aku sedang di Paris rumah Daddy tapi Daddy bilang Kau sedang ke Jerman menemui Kak Indah"
Ia menoleh kesampingnya melihat Indah sedang Memainkan Ponselnya. Merasa di perhatikan Indah menoleh dan matanya langsung terkunci dengan tatapan Sam. Indah tersenyum menatap Sam. "Bagaimana?" tanya Indah.
"Seperti biasa, Smith selalu mengganggu" Sam memutar kedua bola matanya.
Senyum Indah berubah menjadi tawa lepas melihat perubahan Sam. Yah Sam memang paling tidak suka jika waktu privasinya di ganggu. Apalagi Smith yang paling sering mengganggunya seperti sekarang ini.
Wajah kesal Sam langsung berubah menjadi senyuman tipis melihat Indah Gadis kesayangannya itu tertawa lepas. Ia baru melihatnya lagi setelah tiga tahun terakhir ini.
Sam menarik Indah kedalam pelukannya. Malam ini sangat membahagiakan bagi mereka berdua dimana semua kenangan mereka terulang kembali. Ditempat yang sama mereka membagi kebahagiaan dan saling melengkapi.
**
Indah sedang berada di kamarnya dengan senyuman yang bertengger di bibirnya. Membuka Ponselnya melihat moment yang mereka abadikan tadi.
Indah membuka aplikasi Instagramnya FollowersNya sudah lumayan banyak itu tapi Postingannya hanya ada empat Foto itupun Fotonya saat ia juara Model remaja Internasional, bersama keluarga besarnya, picture kota Bangkok Dan terakhir saat ia liburan di Lombok bersama kedua sahabatnya. Ia tidak terlalu ingin memperlihatkan Kehidupannya kepada publik untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Tangan lentik Indah mulai menggerakkan jarinya menyapu layar Ponselnya. "ini baru Pas" guman Indah setelah menemukan Foto untuk ingin ia Posting menambah satu koleksi di Instagram.
Dalam kurun waktu beberapa detik Postingan Indah langsung di banjiri likers sementara Indah mematikan CommentNya untuk menghindari pertanyaan yang menanyakan siapa yang sedang bersamanya di dalam foto itu.
Esok paginya Indah sedikit terusik dari tidurnya karena ada sebuah usapan halus di pipinya. Indah mengeliat membuat orang yang mengusap pipinya itu terkekeh. "Indah.. Bangunlah Sayang" Sam kembali mengusap Pipi Indah dengan lembut.
Perlahan Indah membuka matanya samar-samar ia melihat Wajah Sam. "Sam.. Masih ngantuk" Ucap Indah dengan suara khas bangun tidur.
Sam tersenyum menggeleng-geleng kepalanya melihat Indah. "Sayang, hari ini aku mau Pulang ke Paris".
Indah langsung bangun mendengar ucapan Sam. Matanya langsung segar rasa kantuknya tadi tiba-tiba menghilangkan di gantikan rasa sedih.
"Sam... Ka.. Kamu tidak serius kan" lirih Indah.
__ADS_1
Sam membawa Indah kepelukannya. "Sorry" Ucap Sam seraya memeluk Indah.
"Kamu mau mengantarku ke bandarakan Sayang?".
Indah hanya terdiam dalam pelukan Sam. Merasa tidak ada respon Sam melepas Pelukannya kemudian menangkup pipi Indah. "sorry Aku lupa, kamu pasti masih lelah sebaiknya kamu istirahat jaga kesehatan dan jangan lupa Minggu depan Aku akan menjemputmu sesuai dengan keinginanan mu dulu" Sam tersenyum tulus mengecup kening Indah.
Saat Sam sudah hendak keluar dari kamar Indah,
"Sam.." Indah berteriak pelan memanggil namanya. Sam menoleh. "Tunggu Aku di bawah. Biarkan Aku mengantarmu".
Sam menganggukkan kepalanya kemudian keluar dari kamar Indah. Indah dengan segera menuju kamar mandi karna tidak ingin membuat Sam menunggu Lama.
Flashback on
Indah dan Sam baru saja merayakan kelulusannya di Junior High School. Di atas sebuah gedung perusahaan milik Daddy Sam mereka duduk melantai bersama menikmati Sunset dan Angin sore yang tidak begitu kencang.
"Indah, apakah kamu memiliki keinginan yang belum pernah terkabul sampai sekarang".
"Keinginan yang belum terkabul" ulang Indah. "jika Aku mengatakannya Apa Kamu akan mengabulkan keinginan ku itu" lanjut Indah.
Sam membawa Indah mendekat. "Apapun for You" Ucap Sam lembut tapi serius.
Indah tersenyum lebih mendekatkan dirinya ke Sam. "Keinginan dari dulu ingin tinggal di Negara yang sering Dramanya Aku Nonton karena Aku suka tempat-tempat yang berada di sana walaupun Aku belum pernah ke sana Aku hanya selalu melihatnya dari drama yang aku tonton" Ucap Indah membayangkan.
"Tapi sayang banget Mommy sama Daddy tidak memberi izin karena Aku masih terlalu kecil kata mereka untuk tinggal di sana dan Jauh dari Mereka" Lanjut Indah.
Sam mengerti maksud Indah. "Tunggulah sebentar lagi" Ucap Sam setelah mendengar Keinginan Indah. Lalu perlahan ia mendekatkan bibirnya mengecup singkat pipi Indah setelah itu membawa Indah ke pelukannya.
"Keinginan mu akan terkabul, apapun akan ku Lakukan asalkan itu membuatmu bahagia" Ucap Sam dalam hati.
Flashback off
**
Di sisi lain Yudha sedang packing barang - barang nya karena Lusa Ia akan meninggalkan Indonesia untuk melanjutkan Studynya ke Bangkok, Thailand.
"Yudha" terdengar suara yang sedang memanggilnya dari luar kamar di sertai ketukan pintu. Yudha beranjak membuka pintu kamarnya.
"Sayang kamu sudah selesai packingnya?" tanya Tanya Yusrah Mama Yudha.
"Dikit lagi Ma, tinggal masukin baju-baju ke koper abis itu selesai" Jawab Yudha.
"Oh, di bawah ada Temen-temen kamu. Samperin Gih biar Mama yang masukin baju-baju kamu" suruh Mama Yudha.
Yudha mengangguk setelah itu keluar kamar menghampiri teman-temannya yang tidak tau kenapa malam-malam gini datang tak diundang ke rumahnya.
"Kenapa malam-malam dateng ke rumah Gue?"
"Ada tamu bukannya dikasi minum malah di kasih pertanyaan" Ucap Erwin.
"iya tuh" timpal Fatir.
"Gue lagi sibuk kalau nggak penting pintu keluar sebelah sana" tunjuk Yudha dengan dagunya. Secara tak langsung Yudha mengusir mereka berdua.
"Yud, Yud jahat Lu jadi sahabat. Kita kesini Cuma mau ngajakin Hangout kan Lusa Lo udah berangkat ke Thailand kapan lagi coba kumpul bareng kalau Lo udah Ke Thailand" Fatir menjelaskan maksud kedatangannya dengan Erwin.
Yudha menghela nafas walau bagaimanapun Fatir dan Erwin adalah sahabatnya dari Smp. "Hmm.. Ok Gue minta izin Mama dulu".
Setelah meminta izin mereka pergi bersama.
**
@liliscorpio
__ADS_1