Stay With??

Stay With??
3


__ADS_3

Jangan lupa Vote & Comment! 😇


***


Malam harinya Indah Sedang Duduk santai di luar Vila. Tiba-tiba Salwa datang sambil membawa Ponsel Indah yang berbunyi.


“Indah sayang lain kali kalo mau keluar kamar bawa dong Ponselnya, dari tadi bunyi mulu sampe kuping gue sumpek dengernya tau” cerocos Salwa sambil memberika ponsel itu ke Indah.


“Hihihi.. Sorry, kalu gitu gue mau angkat dulu bye” Indah pun beranjak dari tempat duduknya.


“Halo” indah Mulai mengangkat telponnya.


“..........”


“Iya sorry, tadi ketinggalan di kamar”.


“..........”


“Hmm, Kurang 1 minggu lagi kamu tau kan aku juga lagi liburan mau seneng-seneng dulu bareng sahabat Aku”.


“..........”


“Iya bye, Love U” Indah pun menutup telpon itu dengan senyuman yang tak luput dari bibirnya Indah kembali ke tempat Duduk nya.


Bunyi pesan masuk di Ponsel. “Line dari Fatir” guman Indah. Dari pada tidak memiliki kerjaan ia pun memilih untuk chat dengan Fatir.


@AnggaraFat.


Hey..


^^^@Alexanderindah ^^^


^^^Hyy, Tumben ada apa? ^^^


@AnggaraFat.


Hmm.. Nggk Kok, btw Besok ada acara?


^^^@Alexanderindah ^^^


^^^Kosong, kpn? ^^^


@AnggaraFat.


Mau ngajak Joging, Ntar ketemunya di taman, gimana?


^^^@Alexanderindah ^^^


^^^Boleh jg, berdua? ^^^


@AnggaraFat.


Nggk, Ngajak yg lain juga.. Gimana?


^^^@Alexanderindah ^^^


^^^Ok,, tp Gue ngajak Astrid sm Salwa jg yah.. ^^^


@AnggaraFat.


No.problem


^^^@Alexanderindah ^^^


^^^Thx.. ^^^


@AnggaraFat


Good Night, Nice dream


^^^@Alexanderindah ^^^


^^^Too.. ^^^


Pagi harinya semua pada bersiap-siap untuk joging.


Di Vila Indah.

__ADS_1


“Ndah, janji yah ada cowok ganteng yang nemenin awas aja kalo nggak Salwa Ngambek” Ucap Salwa yang sebenarnya malas untuk ikut joging tapi mendengar ada kata Cogans Dia langsung semangat.


“Iya.. Wawa Pasti ada, Nggak Nyesel Nantinya” Indah meyakinkan.


“Paan sih Cowok Mulu yang di bahas” Astrid memutar kedua bola matanya.


“Idihh, Salwa Doain Ririd Ntar jatuh cinta sama Mereka” Salwa menjulurkan lidahnya.


Indah jengah melihat mereka selalu berada mulut dengan topik itu-itu mulu. “STOP deh... Kuy berangkat Ntar kesiangan” Ucap Indah Menarik kedua lengan sahabatnya itu.


Mereka mulai Joging bertiga. Saat sedang Joging Indah kebelet mau ke kamar kecil. Ia pun mengajak Salwa untuk menemaninya. Kini tinggal Astrid yang Joging sendiri mengitari taman. Tiba-tiba Ia bertabrakan dengan seseorang. Hampir saja ia terjatuh kalau saja orang itu tidak menimangnya.


Awalnya Mereka saling berpandangan. Astrid langsung tersadar dan melepaskan diri. Tiba-tiba ia menjadi salah tingkah. “Nggk pp Kan” tanya orang itu.


“Oh, iyah Thanks” Ucap Astrid sedikit canggung.


“Btw sorry, Gue duluan” Ucap orang itu lalu kembali melanjutkan Lari paginya.


Sementara itu Astrid memegang DadaNya. “Kok Gue jadi begini yah” Astrid mencoba merileks kan kembali gemuru di Dada nya.


**


“Ndah, boong yah, katanya tadi ada cogans?” gerutu Salwa.


“Sabar dikit napa sih Wa” Ucap Indah.


Sampailah mereka ditaman di sana Ada Yudha, Fatir, Roby dan Erwin yang sedang istirahat habis Joging.


“Oi..” Sapa Indah.


“Hai Indah” Sapa Roby balik.


“hii, katanya mau ngajak temen mana?” tanya Fatir.


“Eh, Salwa Astrid, kenalin ini Fatir, trus ini Roby yang temen Gue itu, yang lagi duduk sana namanya Erwin dan Muka datar itu namanya Yudha” Indah memperkenalkan Fatir dan kawan-kawannya.


Astrid mematung melihat Fatir. “Dia kan orang yang tadi, Omg dunia sempit banget sih” batin Astrid.


**


Sore harinya Yudha, Fatir, Roby dan Erwin sedang bermain Volly di pantai. Pandangan Yudha tanpa sengaja melihat Indah sedang asik berfoto-foto di pinggir pantai bersama sahabatnya. Terlintas ide jahil di pikiran Yudha.


Indah sangat kesal lalu menendang bola itu ke laut. Yudha yang melihat bola itu terseret ombak langsung menyamperi Indah. “Woi, Siapa Lo buang itu bola” geramnya.


“Oh, jadi Lo yang lempar bola itu” Indah mendorong bahu kiri Yudha.


“Paan sih Lo dorong-dorong Gue. Pokoknya Gue nggak mau tau Ambil cepet itu bola”


“Nggak mau, itu juga gara-gara Lo”.


Indah hendak pergi tapi tiba-tiba Yudha langsung menarik tangan Indah. Indah reflek terhempas ke dada Yudha. Kini tidak ada lagi jarak antara mereka. “Ambilin Bola Gue” tekan Yudha menatap tajam ke Arah Indah.


“Nggk mau” Ucap Indah yang masih menempel di Dada Yudha.


Yudha tersenyum miring Mendekatkan wajahnya ke Indah. “Beneran nggak mau” Wajah Indah tiba-tiba pucat melihat kelakuan Yudha.


“Huaaa.... Ririd Gue baper hikss” Ucap Salwa manja membuat Indah langsung mendorong Tubuh Yudha lalu pergi dari pantai.


“Dasar pengganggu suasana” sindir Erwin.


Salwa yang merasa tersindir langsung menghampiri Erwin. “Lo nyindir gue”


“Iya, kenapa?”


“Dasar co.......mppptth” belum sempat Salwa berkata lebih lanjut Astrid terlebih dahulu mengbekap mulut Salwa.


“Eh, Sorry yah kita duluan dulu” Astrid menahan malu dan segera membawa Salwa pergi.


Fatir dan Roby yang melihat itu menggelengkan kepalanya.


“Itu cewek mulutnya kek Toak ajah” Ucap Erwin.


“Idihh... Awas entar Lo suka” Goda Fatir.


“Nah, betul Kata Fatir btw nggak pp sih Kalo Erwin suka biar nggak jomblo” Roby ikut-ikutan.


“iii... Gue nggak bakal suka sama dia” Erwin berlagak jijik.

__ADS_1


“Kita liat aja nanti” Fatir Tersenyum jail.


Di tengah mereka sedang menggoda Erwin. Yudha berteriak.


“Woi, Kuy balik ke Vila” Teriak Yudha berjalan duluan.


**


“Ihh.. Kesel, kesel bat. Gue tadi” racau Indah tidak jelas saat sudah sampai di Vila.


“Indah sayang... Tenangin diri dulu yah... Tarik nafas dalam-dalam dulu” Salwa menenangkan.


Indah Menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya kasar.


“Nih, minum dari pada ngoceh nggak jelas” Astrid datang membawa minuman. Indah langsung mengambil dan meminumnya sekali tegukan. Astrid dan Salwa melongo melihat itu.


Baru saja Indah terdiam suara Ponselnya tiba-tiba terdengar “Aduh.. Siapa sih yang telpon udah tau Gue lagi badmood”. Tanpa melihat ke layar Ponselnya Indah langsung mengangkatnya.


“Apa sih, nelpon-nelpon  Gue” Marah Indah kepada penelpon.


“Indah, are you ok?”Ucap penelpon itu. Suara yang sangat Indah kenal.


“OMG, Sorry Aku.... Hmm” Indah pusing untuk mencari kata-kata yang pas.


“No problem, How Are You?” tanya penelpon itu.


“I’m Fine, btw Why?”


“Kamu tidak lupakan 2 hari lagi, Aku menunggu mu. and I Miss U” orang itu mengingatkan.


“oh, Yeah.. Of course Miss U too”


“Ok, See U”


Tut.


Sambungan terputus. Ia hampir melupakan masa liburannya tinggal 2 hari lagi tapi dia belum cerita apa-apa ke kedua sahabatnya.


“Indah” panggil Salwa melihat Indah mematung setelah menerima telepon.


“Eh, iya Wa” Indah segera tersadar dari lamungannya.


“Baik-baik aja kan, Kenapa sih?” tanya Salwa prihatin.


“Nggk pp kok Gue keknya Mau istirahat, duluan yah”.


**


Sementara itu di Vila Yudha.


Yudha sedang termenun memikirkan kejadian yang di pantai. Tanpa sadar Roby sedari tadi memanggilnya.


“Woy” Roby menjitak dahi Yudha.


Yudha langsung sadar. “Paan sih” Yudha melemparkan bantal sofa ke Roby.


“Dari tadi Gue panggil tapi dapetnya Cuma kacang... Sakitnya Hayati Bang” Ucap Roby dramatis sambil mengelus dadanya.


Yudha memutar kedua bola matanya melihat tingkah sahabatnya yang satu ini. Ia lebih memilih mengambil gitar yang berada di dekatnya dan memainkannya.


“Tuh kan Gue di kacangin... Woy Gue mau tanya” Yudha menoleh Tanpa menghentikan petikan Gitar nya sambil menaikkan sebelah alisnya.


“Perasaan Lo Ke Indah sebenarnya apa?” Tanya Roby.


Seketika Yudha menghentikan petikan Gitarnya. “Kenapa tanyain itu” Tanya Yudha.


“Yaelah... Di tanya malah balik nanya” Ucap Roby.


“Hmm... Nggk ada apa-apa” Ucap Yudha.


“Yakin?” Roby memastikan. Yudha hanya membalas dengan deheman.


Yudha juga tidak tahu bagaimana perasaannya ke Indah. Pertemuan mereka memang bisa di bilang kurang menyenangkan tapi entah kenapa Yudha merasa ada sesuatu yang menarik saat setelah ia bertemu dengan Indah.


“tinggal dua hari lagi, sebelum terlambat bro” Roby menepuk pundak Yudha kemudian beranjak dari tempat duduknya.


Dua hari lagi mereka akan kembali ke Jakarta karena mereka harus mengurus pendaftaran untuk masuk ke universitas yang diinginkan. Roby akan melanjutkan Studynya di Paris, Fatir dan Erwin sepakat untuk masuk ke Universitas yang sama di Jakarta. Sementara Yudha sendiri Akan melanjutkan pendidikannya Di Bangkok, Thailand sesuai permintaan Orang tuanya.

__ADS_1


**


@liliscorpio


__ADS_2