
Jangan lupa Vote & Comment! 😇
**
Yudha sudah berada di Thailand 2 hari yang lalu. Untuk saat ini Yudha masih menginap di Hotel karena ia masih mencari tempat tinggal yang cocok. Hari ini ia mau melakukan kunjungan ke kampus yang akan ia tempati nanti. Sekalian ingin mengenal lingkungan kampus tersebut.
Ia beruntung bisa mendapat kesempatan untuk kuliah di sini karena di kampus ini dikenal dengan 3K yaitu Ketampanan, Kekayaan, dan Kepintaran. Dalam 3K Yudha sudah termasuk.
Tibalah Yudha di Kampus tersebut. Ia mulai berjalan melihat-lihat sambil menghafal letak tempat tersebut. Saat Yudha berjalan di koridor tak sengaja ia bertabrakan dengan seseorang sehingga berkas orang itu jatuh kelantai.
"Sorry.." Ucap Yudha hendak membantu.
"No Problem, saya yang terburu-buru" orang itu segera memungut berkas yang jatuh di lantai lalu berjalan terburu-buru menuju parkiran ia tak sadar melupakan salah satu berkasnya.
"Hey.. Brother" panggil Yudha tapi Pria yang seumuran dengannya itu sudah memasuki mobil dan berjalan meninggalkan area Kampus.
Yudha segera mengejar orang itu menggunakan mobilnya. Yudha terus mengejarnya sampai mobilnya memasuki perumahan elite. Yang Yudha tahu hanya 1% kalangan yang mampu tinggal di area perumahan ini.
Mobilnya terparkir di depan Sebuah Mansion elegan bergaya Eropa. Saat ini ia sudah berada di depan pintu memencet sebuah tombol yang ia kira bel tapi ternyata bukan, pintu terbuka secara otomatis.
Saat pintu terbuka Yudha mematung dengan apa yang dilihatnya. Ia tak percaya sesuatu yang sangat kebetulan tapi seperti terencana. Jauh-jauh ia kesini untuk melupakan tapi ia malah semakin dekat dengan apa yang ingin ia jauhi.
Yudha baru tersadar ketika mendengar seseorang sedang memarahi lewat telepon.
"No.. Kalian harus menemukannya"
"..............."
"Jika tidak segera menemukannya sampai 1 jam kedepan kalian harus menerima konsekuensinya"
Tut.
Orang yang tadi menelepon menoleh kearah pintu yang terbuka melihat Yudha berdiri di sana.
"Hmm.. Sorry tadi ada masalah silakan masuk jika ada perlu" Ucap Sam berjalan menuju sofa dan duduk single sofa.
Yudha masuk dan duduk di sofa panjang.
"Jadi?" tanya sang pemilik Mansion.
Yudha meletakkan berkas itu di atas meja. "Tadi Anda melupakan ini di koridor, saat kita bertabrakan" jelas Yudha Formal.
Sang pemilik Mansion langsung mengambil berkas itu dan melihatnya. Ternyata benar ini adalah berkas yang ia cari dan beruntung tidak ada masalah dengan berkas itu.
"Omg, Thank You. Entah Aku harus berterima kasih melalui apa" orang itu sangat senang melihat yang di carinya sudah di temukan.
"No Problem, Saya senang bisa menolong Anda kalau begitu Saya harus pergi" Yudha pamit pergi.
__ADS_1
Belum Yudha berjalan tiga langkah Sang pemilik Mansion menghentikannya. "Tunggu, perkenalkan Namaku Sam Aditya. Panggil saja Sam mungkin kita bisa berteman setelah ini" Ucapnya mengulurkan tangan.
Orang itu adalah Sam Aditya dan berkas yang tadi ia cari itu berkas-berkas milik Indah.
Mau tak mau Yudha membalas jabat tangan Sam. "Yudha. Yudha Pratama".
"Kamu tinggal di mana?" tanya Sam.
"Saya baru menghitung hari disini. Dan Masih di Hotel, Sekarang lagi cari tempat tinggal" Jawab Yudha jujur.
Sam senang mendengar itu. "Kalau begitu tinggallah di sini, Mansion ini terlalu sepi untuk kami berdua" Ajak Sam. "Hanya Aku berdua dengan IndahKu yang akan tinggal di sini nantinya. Percuma Mansion besar ini kalau sepi penghuni. Tinggallah Yudha Aku tidak terima penolakan, anggaplah ini balasanku karena sudah mengantar berkas ini ke sini. Kamu bisa memindahkan barang-barangmu kesini. Anggap rumah sendiri" jelas Sam panjang lebar setelah itu Sam berlalu dari Yudha sambil membawa berkas yang di kembalikan tadi oleh Yudha.
Itulah tadi yang membuat Yudha mematung saat pintu Mansion ini terbuka hal pertama yang ia lihat adalah Foto Indah Alexander yang menjadi objek pertama penglihatan saat ia memasuki Mansion. Dan didalam Mansion lebih banyak lagi Foto Gadis yang ingin ia lupakan tersebut bersama Sam Aditya.
Tidak pernah Yudha bayangkan Ia akan seperti ini Tinggal satu atap bersama orang yang ingin ia lupakan yaitu Indah Alexander. Entah bagaimana hari-hari Yudha nanti.
**
Sam sedang menunjukkan kamar yang ingin dipakai untuk Yudha. "Jadi ini adalah kamar kamu, hmm kamu bebas keluar masuk keruangan yang ada dimansion kecuali Yang itu" Sam menunjuk kamar yang berada di hadapan kamar Yudha yang dipintunya terdapat tulisan INDAH ALEXANDER.
"Kalau ada yang kurang bilang saja" lanjut Sam.
"Yeah, Thanks".
Setelah mengatakan itu Sam berlalu. Yudha masuk ke kamarnya sambil menarik kopernya. Kamar yang lebih luas di banding kamar hotel yang ia tempati 2 hari yang lalu. Di dominasi warna krem membuat kamar ini menjadi lebih mewah.
Hampir setiap sudut Mansion ini yang terpajang adalah Foto Indah. Mulai dari Indah masih bayi sampai sekarang. Tapi yang membuat pikiran Yudha ganjal adalah dimana Gadis itu? Mengapa Indah terlihat di Mansion ini.
Sekarang pukul 9 malam tetapi Sam belum terlihat dari tadi. Yudha sedang duduk di ruang tengah sambil menonton.
Pintu terbuka secara otomatis. Sam Masuk dengan keadaan letih. Langsung melempar tas yang dibawanya kesofa menyusul dirinya. "Ku kira Kau sudah tidur" Ucap Sam.
"Belum. Kau terlihat begitu pucat".
"Yah, Aku sedang mengurus Semua berkas Indah dan beberapa yang masih kurang di Mansion ini. Aku ingin saat Indah di sini semua sudah lengkap tinggal Dia menikmati semuanya".
"Emang Indah di mana?" Akhirnya Yudha menanyakan yang dari tadi mengganjal hatinya.
"Jerman. Harusnya hari ini Dia sudah ku jemput tapi Ia sedang berkumpul bersama keluarganya dulu. Kemungkinan Minggu depan Aku mengirim jemputan ke Indah" Jelas Sam.
Yudha mengangguk kan kepalanya. "hmm.. Kalau begitu Aku istirahat dulu, Kau juga Indah Mu pasti akan sedih jika Kau sakit" setelah mengucapkan itu Yudha menuju kamarnya.
Sementara Sam masih tidak berniat beranjak dari sofa ia mengotak-atik Ponselnya Sam Suara yang ingin ia dengar menyapanya.
"Hei... Belum tidur"
"No, kamu sendiri?" tanya Sam balik.
__ADS_1
"Love U"
"hahaha.. Jawaban yang Melenceng tapi memuaskan, Love U Too".
"Disini ada Efrel sama Gifha tapi mereka sudah tidur. Coba tanyakan Apa yang Gifha lakukan saat melihat Fotomu di Ponselku".
"Gifha melakukan apa?".
"Kau tahu Sam ia selalu menciumi Fotomu, saat Aku mengambil Ponsel ku matanya berkaca-kaca membuatku tertawa dan apa yang ia lakukan.. Ia mengadukan ku Ke Daddy Hahahaha.... Tapi Aku membela diri Siapa yang tidak cemburu melihat Kesayangannya di cium orang".
Sam tersenyum bahagia mendengar cerita Gadisnya lewat telepon. "Kau sangat bahagia".
"Yah, Aku Bahagia memiliki Keluargaku dan Kamu".
"Akupun begitu. Kebahagiaanmu adalah kebahagiaanku juga".
"hmm.. Aku menyayangi mu Good Night".
"Menyayangimu juga.. Good Night Too".
Tut.
Hari ini tepat enam hari Yudha tinggal di Mansion otomatis besok Indah Alexander wanita yang paling ia hindari dan yang ingin ia lupakan akan datang kesini. Yudha harus mempersiapkan mentalnya untuk bersikap biasa saja.
Yudha tidak tahu pasti bagaimana semuanya bisa seperti ini. Apa ini takdir? Ia teringat perkataan Roby saat hari terakhirnya berada di Lombok. "Apa ini maksud dari perkataan Lo Rob?". Yudha menghela nafas tak ingin memikirkan terlalu jauh ia memilih untuk berangkat ke kampus. Yang terjadi besok terjadilah semua pasti sudah diatur.
**
Indah sedang mengemasi barang-barang keponakannya Mereka sudah akan pulang ke Rumah mereka masing-masing. Ia sebenarnya masih ingin bersama mereka tapi Kakak-kakaknya masih banyak kerjaan. Selesai mengemas ia turun Keruang keluarga.
"Efrel, Gifha kalian nggak sedih mau pulang?" tanya Indah.
Efrel menggeleng. "No Aunty, Ef seneng banget mau temu Mommy, Kaka Al sama adik Ez "Jawab Efrel polos yang membuat semua yang berada di ruangan itu tertawa.
"Kau terlalu jujur Son" Exan mengacak-ngacak rambut Efrel.
Indah mengerucutkan bibirnya. "Ok, Fine Efrel Aunty nggak mau beliin mainan lagi buat Efrel" Indah mengancam. "Gifha gimana?" Indah beralih ke Gifha.
"Ifha sayang Aunty" Gifha berlari ke gendongan Indah.
"Aunty sayang Gifha juga, kamu jadi anak baik yah. Kak Indar jagain Gifha jangan seperti Efrel yang otaknya ternoda sama Kak Exan".
"Sudah-sudah kita berangkat sekarang" Ucap Mrs.Alexander.
Mereka berangkat menuju ke bandara mengantar Exan dan Indar.
@liliscorpio
__ADS_1