Stay With??

Stay With??
6


__ADS_3

Jangan lupa Vote & Comment! 😇


**


Yudha sedang duduk di kursi tunggu seraya menunggu pemberitahuan. Hari ini ia akan berangkat ke Thailand untuk melanjutkan Studynya. Yudha berharap semua lancar saat dia berada di sana dan sesuai dengan Ekspektasi yang sudah ia persiapkan.


Sambil menunggu Pemberitahuan Yudha mengeluarkan Ponselnya membuka Aplikasi Instagramnya yang dari kemarin belum sempat ia buka karena terlalu sibuk. Hal pertama yang tertera di layar Ponselnya adalah Postingan Indah bersama seorang laki-laki.


Walaupun di Postingan itu Wajah seorang laki-laki yang sedang bersama Indah itu tidak terlihat tapi Yudha sangat yakin bahwa orang itu adalah Sam Aditya.


Yudha memandang lekat foto itu sampai tiba suara pemberitahuan dari bandara terdengar menyadarkan Yudha. Ia segera menonaktifkan Ponselnya dan bersiap-siap.


**


Hari ini 5 hari setelah kepulangan Sam. Indah sedang duduk memikirkan sesuatu di taman Mansionnya sambil melempar makanan ikan ke kolam yang berisi berbagai macam Ikan Koi.


Flashback on


Indah sedang berada di dalam mobil bersama di samping Sam di bangku belakang. Mereka sedang dalam perjalanan mengantar Sam ke bandara. Selama perjalanan Indah hanya berdiam diri dengan tangan yang terus mengalung di leher Sam tanpa niat sedikitpun melepaskan.


Sam sendiri mengelus kepala Indah yang bersandar sempurna di Dada bidangnya. “Sayang.. Dari tadi kamu hanya diam terus”Ucap Sam Lembut.


Bukannya menjawab Indah malah mempererat pelukan di leher Sam begitu seterusnya sampai mereka tiba di bandara tapi Indah masih belum melepaskan pelukannya. Melihat Tingkah manja Indah, Sam menyuruh supir pribadi Indah untuk turun memberikan mereka privasi.


“Sayang..” Sam menangkup pipi Indah agar ia bisa menatap wajahnya.


“Apa kamu benar-benar pergi” Indah akhirnya bersuara.


Sam menatap wajah sendu Indah. “Aku tidak pergi, Aku hanya ingin pulang dulu ke rumah Daddy setelah itu Aku akan menjemputmu dan kembali lagi bersamamu. Ingatlah keinginanmu dulu yang pernah Kamu ceritakan.” Jelas Sam.


Indah terkejut. “Mmm..mak.. Sud Kamu yang di..”


Belum selesai Indah mengucapkan Sam sudah lebih dahulu berbicara. “Iya, Setelah semua beres seseorang akan datang menjemputmu dan membawamu kesana”.


“Sam.....” Indah tidak bisa berkata apa-apa lagi Entah perasaannya bahagia atau sedih sekarang. Matanya sudah berkaca-kaca sementara bibir manisnya membentuk sebuah senyuman.


“Apapun untukmu” Ucap Sam mendekatkan wajahnya.


Indah memejamkan mata saat bibir hangat Sam menyentuh bibirnya bersama dengan dengan gerakan lembut. Indah lebih mengeratkan lagi pelukannya di leher Sam untuk memperdalam ciumannya.


Merasa Indah mulai kehabisan oksigen Sam melepaskan ciumannya lalu mengelus bibir Indah dengan ibu jarinya dengan lembut. Sementara Indah berusaha mengatur kembali Nafasnya.


“Jangan bersedih lagi” setelah mengucapkan itu Sam melepas tangan Indah dari yang mengalung di lehernya lalu mengecup kening Indah kemudian keluar dari mobil. Dari dalam mobil Indah melihat Sam tersenyum melambaikan tangan kepadanya setelahnya Sam mulai berjalan menjauh.


Flashback off


“Sayang, lagi mikirin Sam yah?” Ucap Mommy Indah yang tiba-tiba menyadarkan Indah.


Indah tersentak kaget. “Eh, Mom sejak kapan disini” Indah menyudahi memberi makan ikan Koi tersebut.


Mrs.Alexander tersenyum sambil mengusap bahu Indah. “Udah dari tadi Mom perhatiin kamu, Kamu lagi mikirin Sam? Kenapa tidak pergi sama Daddy mu kalau Kamu sedang merindukannya Sayang”.


Tadi pagi Mr.Alexander berangkat ke Paris karena ada urusan bisnis. Ia sempat mengajak Indah untuk ikut bersamanya tapi Indah menolak dengan alasan Ia masih merindukan Rumahnya.


“Mom, Indah masih kangen. Masa di suruh pergi” Ucap Indah cemberut membuat Mrs.Alexander terkekeh.


“Sayang... Apa jadinya jika Sam melihatmu seperti ini, pasti ia akan tertawa”.


“ih.. Mom” Indah memalingkan wajahnya.


“Hehehe.. Hmm, Sayang Mom belum tau setelah ini Kamu mau Lanjut kuliah di mana?, Mom tidak pernah melihatmu mengurus itu”.


“Indah akan melanjutkan Studyn ke Tempat yang selalu Indah ingin kunjungi tentunya bersama Sam, sementara yang mengurus pendaftarannya itu Sam katanya nanti Indah terlalu kelelahan, inilah itulah banyak banget alasannya” cercah Indah.

__ADS_1


“Mom tidak permasalahkan, Kamu dan Sam sudah bukan anak-anak lagi kalian sudah bisa membedakan antara yang baik dan yang kurang baik. Mom selalu percaya sama Kalian” Mrs.Alexander membawa Indah kedalam pelukannya.


“Thank You, Mom”.


“Hmm.. Mom dengar Sam 2 hari lagi mengirim jemputan ke Kamu” tanya Mrs.Alexander.


“Yes”


“Bolehkah Mom meminta untuk kamu tinggal seminggu lebih lama lagi di sini? Mom sudah lama tidak berkumpul bersama kalian exan dan Indar, mereka juga tidak terlalu sibuk sekarang. Mom kangen kita berkumpul bareng” Mrs.Alexander menyampaikan isi hatinya.


Aldexan Alexander Dan Indarixel Alexander adalah Kakak Indah yang terlahir kembar. Kedua kini sama-sama sudah menikah. Setelah menikah mereka tidak tinggal lagi di Mansion Keluarga Alexander.


Aldexan Alexander menikah 5 tahun lalu dengan Gadis asal Milan mereka kini tinggal dikota Milan bersama tiga putra mereka. Sementara Indarixel Alexander 3 tahun lalu menikah dengan Pria Indonesia yang tak lain adalah sepupunya sendiri. Sekarang ia tinggal di Inggris bersama putri semata wayangnya dan Suaminya yang bekerja di sana.


Indah juga memikirkan hal yang sama. Ia juga sudah lama tidak bertemu Kakak-kakaknya. “Indah akan mengabari Sam. Sam tidak akan mempermasalahkan hal yang menyangkut keluarga” Ucap Indah.


**


“Mom, Kak Exan sama Indar kapan sampainya sih perasaan dari tadi sebentar lagi” keluh Indah mulai bosan menunggu di bandara.


“Sayang, jangan seperti itu Sebentar lagi pasti mereka sampai”.


Sudah hampir sejam Mommy mengatakan sebentar lagi. Kaki Indah sudah pegal-pegal berdiri terus, barusan Indah ingin duduk, Suara teriakan membuatnya mendonggak.


“Mommy, My  Little”.


Indah tanpa aba-aba langsung berlari menghampiri orang itu. “Kak Exan” tangan Indah terangkat seakan ingin memeluk Tubuh kakaknya itu. Tapi nyatanya tangan lentik Indah mendarat mulus menjewer telinga kakaknya. Membuat sang empunya kesakitan.


“Aww... Shhh.. Mommy ini kah sambutan dari anak mu ini” Exan mengadu ke Mommynya.


Mrs.Alexander geleng-geleng kepala melihat tingkah laku kedua anaknya ini. “Indah kasian Kakakmu” lerai Mrs.Alexander.


“Siapa suruh Mom bikin kita menunggu lama” Ucap Indah.


Jeweran itu terlepas ketika suara panggilan lagi membuat menoleh. “Mommy, Indah” panggil seorang wanita yang kedua tangannya diapik oleh sepasang Anak kecil berumur 2 dan 3 tahun.


“Ck, coba lihat Si My Little Mommy Aku  tidak dapat pelukan tapi Cuma jeweran”Exan memeluk Mommynya yang berada di sampingnya.


“Bodo” Indah menjulurkan lidahnya.


“Kak Exan yang sabar”Ucap Indar terkekeh.


“Hussst.. Kalian tidak malu bertengkar ada Efrel sama Gifha depan kalian” Ucap Mrs.Alexander.


Efrelion Alexander adalah adalah Putra kedua Exan dengan Keylin. Sementara Gifha Giraldy adalah Putri pertama Indar dengan Giraldy.


Indah hanya tertawa kemudian jongkok menyapa kedua keponakannya. Jika dipandang wajah Efrel perpaduan 50:50 antara Exan dengan Kakak iparnya Keylin. Berbalik dari Gifha. Gifha cenderung mirip dengan Daddy nya.


“Hello Efrel, Gifha.. Come on ikut Mommy Aunty kita beli banyak mainan.. Daddy Exan Nggak punya uang hari ini” Indah mengajak Kedua keponakannya untuk berjalan-jalan bersamanya. Meninggalkan mereka semua.


“Hey, jangan racuni otak putraku” Teriak Exan kesal tapi tidak dihiraukan oleh Indah.


“Xan, Indar bawa koper kalian. Kalian pasti lelah ayo kita pulang” Exan dan Indar menuruti perkataan Mommynya, yah mereka memang lelah.


Mereka menarik koper mereka masing-masing dan membawanya ke mobil kemudian menuju ke Mansion. Sementara itu Indah mengajak Kedua keponakannya itu berjalan-jalan entah kemana.


Pukul 5 sore Indah pulang dari jalan-jalan bersama Efrel dan Gifha yang di tangannya masing-masing memegang mainan yang mereka beli tadi.


“Hello, apa yang kalian bawa?” Exan menyambut kedatangan anaknya.


“Daddy, Mommy Aunty membelikan mainan balu” Efrel antusias memperlihatkan mainan barunya.


“Gifha juga dapet mainan balu Daddy Uncle” Gifha tak mau kalah.

__ADS_1


“Wow.. Keren, kita akan main bersama nanti tapi kalian Mandi dan ganti baju dulu ok” dengan patuh keduanya mengangguk dan segera menuju ke kamar mereka di temani pelayan Mansion.


Exan kini beralih ke Indah yang di tangannya terdapat cemilan yang belum terbuka. Terlintas ide di kepalanya. “My Little, itu Sam datang” tunjuk Exan ke belakang Indah.


Saat Indah menoleh Exan dengan cepat merebut cemilan Indah dan berlari masuk kamar dan menguncinya. Indah sadar kalau Exan sudah menipunya.


“KAK EXAN....” Teriak Indah. Exan tertawa di kamarnya mendengar teriakan Indah.


**


Yang lainnya sudah berkumpul di meja makan siap untuk menyantap makan malam juga Mrs.Alexander yang baru datang dari Paris, kecuali Indah.


“Indah mana?” tanya Mrs.Alexander.


“Di sini Mom” Indah baru muncul turun dari tangga.


“Cepat lah sayang Efrel sudah dari tadi rewel mau makan” suruh Mrs.Alexander.


Indah berjalan menghampiri Efrel mencubit pipinya dengan gemas. “Ihh.. sayangnya mommy Aunty udah laper yah”.


“Aduh.., Daddy help Me.. Daddy” Efrel mengadu kepada Exan.


“My Little, Efrel kesakitan” tegur Exan.


Indah melepas pipi Efrel sambil cengirang. Setelah itu ia duduk di tengah Efrel dan Gifha untuk makan malam.


Indah meladeni kerewelan kedua keponakannya yang minta ini dan itu. Ia tidak merasa risih ataupun terhalang. Indar geleng-geleng kepala melihat anak, Adik dan keponakannya itu.


“Btw Kak Exan, Kakak ipar kenapa nggak ikut sama 2 budak itu” tanya Indah.


“My Little.. Anakku punya Nama.” Ucap Exan. “Keyzon masih bayi kalau Aku mengajak Keylin otomatis Keyzon ikut, Keyzon belum Aku perbolehkan Naik pesawat. Sementara Alfez ia sibuk dengan kegiatan luar sekolahnya.” Jelas Exan.


“kalau Kak Giral?” tanya Indah ke Indar.


“Giral lagi banyak kerjaan, Kakak kasian kalau Giral ikut pasti nanti kalau dia pulang kerjaannya bisa numpuk” Indar memberikan penjelasan.


Indah hanya mengangguk kemudian melanjutkan lagi makan malamnya.


**


Setelah selesai makan malam mereka berkumpul di ruang keluarga. Sudah lama mereka semua tidak kumpul bersama mengingat kesibukan mereka masing-masing dan jarak tempat tinggal mereka.


Mr.Alexander sedang bercerita bisnis dengan Exan membicarakan perkembangan perusahaan yang di kelola oleh Exan. Indar dan Mrs.Alexander sedang bercerita mengenai kehidupannya di Inggris bersama Giral dan putrinya. Indah sendiri sedang bermain bersama Efrel dan Gifha.


“My Little Kau apakan Gifha” Ucap Exan saat melihat mata Gifha berkaca-kaca hendak menangis.


“Gifha ngambek saat Ia meminta Ponsel Indah nggak kasih. Soalnya Gifha ciumin mulu Foto Sam. ” ujar Indah.


Gifha berlari ke arah Mr.Alexander untuk mengadu. “Grandpa..” Mr.Alexander terkekeh melihat cucunya yang mengadu.


“Hussst.. Jangan sedih nanti Grandpa jewer Mommy Aunty mu itu” Mr.Alexander mencoba menenangkan.


Melihat Gifha yang mengadu membuat Indah tertawa. “Indah jangan seperti itu lagi Kasian Gifha, lagi itukan Cuma fotonya Sam” tegur Mrs.Alexander.


“Tapi Mom, Indah cemburu” Indah mengerucutkan bibirnya.


“Indar adik Kamu tuh cemburu sama Gifha” Ucap Exan.


“adik Kak Exan juga” balas Indar.


“Sudah, sudah Indah adik kalian mengerti” tegas Mr.Alexander yang membuat semuanya diam.


Detik berikutnya semua tertawa Efrel dan Gifha yang tadi sedih pun ikut tertawa meski tidak tahu apa yang lucu. Malam yang membahagiakan bagi keluarga Alexander. Semua berkumpul menjadi satu. Salah satu cara untuk bahagia adalah berkumpul bersama keluarga.

__ADS_1


**


@liliscorpio


__ADS_2