Story My Moon

Story My Moon
Memberikan Hadiah


__ADS_3

kepulangan Laura ke rumah dengan wajah yang lesu membuat ibunya Ririn bertanya- tanya karena baru pertama kali putrinya seperti tidak semangat untuk belajar.


"kamu kenapa sayang? Kok wajah nya miring gitu. ada apa? Cerita sama mama?" ucap ibunya dengan lembut sambil memeluk Laura.


Laura tiba- tiba saja nangis.


hiks..hiks...hiks


"mamaaaaa!"


teriak Laura sambil memeluk ibunya dengan erat. Pelukan serta tangisan yang kencang membuat ibunya menjadi was- was dan ketakutan melihat putri kesayangan nya menangis.


"ada apa sayang?udah! Udah!. sekarang Laura cerita dulu sama mama. Ada apa sebenarnya? Kenapa kamu menangis seperti ini?" tanya ibunya.


Laura menunjukan jepitan rambut yang di berikan oleh ayahnya.


"maaaaa!" teriak Laura kembali.


ibunya melihat barang di tangan Laura.


"inikah hadiah dari papa kamu? Kok bisa gini sayang?" tanya ibunya mengambil jepitan tersebut.


"hiks...hiks...hiks. Iya, Laura bodoh mah. Laura ngak bisa jaga hadiah pemberian papa kepada Laura" tukas Laura sambil menangis dengan wajah yang memerah.


Ibunya tersenyum melihat putri kesayangan nya yang begitu menjaga dan merawat pemberian dari suaminya itu.


"ya udah nak. Nanti kita minta lagi sama papa yah. udah jangan nangis" ucap ibunya menenangkan putrinya itu.


"tapi ma. Itu kan pemberian papa kepada Laura waktu Laura ngak sengaja terjatuh dari sepeda ma" ucap Laura memandang jepitan tersebut.


ibunya memeluknya dan mengelus kepala Laura dengan lembut.


"nak, kamu memang anak yang baik. Kamu Bahkan masih merawat dan menjaga hadiah dari papa mu. Tapi ada kabar baik untuk kamu sayang" ucap ibunya.


"kabar baik apa ma" tanya laura kebingungan.


"coba tebak kabar baik apa yang mama kasih ke kamu?" tanya ibunya.


Laura kebingungan dan dia masih menerka- nerka dalam hatinya.


"ulangtahun ku kan belum bulan ini. trus kabar baik apa yang mama maksud ya?" ucap hati Laura.


Ibunya memegang wajah tembem Laura dengan gemas.


"kalau Laura ingin tahu sekarang Laura pergi ke kamar Laura sekarang juga" ucap ibunya.


Laura langsung berdiri dan berlari ke arah kamarnya.

__ADS_1


Clekkkkk


"papaaaaaaa!" teriak Laura melihat papa nya baru pulang dari luar negri urusan bisnis.


Laura langsung berlari dan memeluk papanya dengan kuat.


"papa. Kapan papa pulang?" tanya Laura sambil memeluk papa nya.


Bima, papa kandung dari Laura yang selalu sibuk urusan bisnis. Hingga bima tidak banyak waktu untuk bermain bahkan bertemu dengan Laura.


"maaf yah sayang. Papa lama pulang!" jawab bima.


Laura menggeleng kepalanya tidak menyukai jawaban dari papanya.


"jangan ngomong gitu pa. Laura ngak suka" jawab nya


"tapi Laura senang banget melihat papa udah pulang. Gimana pa kerjaan di sana. Papa rindu ngak sama Laura?" pertanyaan demi pertanyaan yang di lontarkan laura kepada papanya membuat ibunya tersenyum.


"aduh kamu yah nak. Baru juga papa mu pulang dan belum juga makan. Ayo makan dulu" ajak ibunya.


Laura tersenyum.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara Devan yang baru pulang dari sekolah dan dia langsung menuju ke rumah.


"maaf mbak. Jepitan rambut seperti ini ada ngak mbak" tanya Devan.


"maaf yah pak. di sini ngak ada yang jual seperti itu" jawab nya.


Devan keluar dari toko tersebut. Dan dia masih mencari jepitan rambut tersebut ke toko lain hingga akhirnya beberapa jam kemudian dia mendapatkan jepitan tersebut.


Devan tersenyum dengan bahagia dan akhirnya dia pulang ke rumah dengan hati yang senang membayangkan senyuman Laura ketika dia mendapatkan jepitan rambut tersebut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


pagi harinya seperti biasa Devan akan mengendarai motornya ke sekolah. Dan sesampainya di sekolah dia langsung menuju ke kelas dan melirik sosok Laura. Tetapi Laura sama sekali belum datang atau tidak terlihat.


Devan bertanya kepada temannya.


"laura kemana?" tanya Devan.


Teman sebangku Laura itu pun menjawab bahwa Laura tidak masuk hari ini. Hari Devan seakan- akan sedih mengetahui Laura tidak masuk.


sementara laura yang sudah di izinkan oleh papanya untuk hari ini tidak masuk. papa nya mengajak Laura untuk jalan- jalan keluar karena beberapa bulan kemarin Laura sama sekali tidak bertemu dengan papanya saking sibuknya.


Akhirnya keluarga Laura pun pergi jalan- jalan untuk menikmati suasana di pegunungan.

__ADS_1


mereka yang berada di vila membuat suasana semakin segar di mana laura memilih untuk berada di balkon sambil membaca novel kesukaan nya.


Laura teringat dengan Devan.


"dia ngapain yah?" tanya Laura.


Tiba- tiba Laura memukul kepalanya.


"ikhhh bodoh! Bodoh! Laura... Laura. Kamu ngapain mikirin dia sih?" tanya Laura dalam hatinya.


Laura yang gemar untuk membaca novel dan dia membayangkan kalau cerita yang di baca tersebut adalah tokoh utamanya.


Laura lagi- lagi di ingatkan oleh sosok Devan hingga akhirnya Laura menutup novel tersebut dan akhirnya dia memilih untuk turun ke bawah menjumpai orangtunya.


tanpa tersadar Laura mendengar percakapan mereka bahwa papanya akan kembali lagi ke luar negri untuk urusan bisnis. Laura merasa sangat sedih dan merasa bahwa papa nya begitu bekerja keras demi menghidupi nya.


"papa begitu bekerja keras hingga waktu luang bersama kami ngak ada" ucap hati Laura dan lebih memilih untuk tidak menganggu pembicaraan mereka.


Laura kembali ke kamarnya dengan perasaan sedih.


"hmm. saya ngak pernah membenci papa yang begitu sibuk dengan kerjaan nya tapi saya benci dengan keadaan yang harus memaksa keluarga kami harus berpisah dengan papa" ucap hati Laura.


laura juga merasa bahwa waktu papa nya untuk bertemu bahkan untuk istirahat pun di batasi hanya karena kerjaan. Tapi itu yang membuat Laura ingin cepat- cepat kerja supaya dia yang membiayai hidup mereka. Laura merasa bahwa papa nya akan semakin tua.


Itu yang membuat Laura takut dengan keadaan kalau sewaktu- waktu terjadi sesuatu dengan keluarganya.


Laura pun menepiskan kata- kata tersebut dan dia memilih untuk bermain ponsel.


"Laura sayang. ayo makan nak!" teriak ibunya.


"iya ma" jawab laura bangun dari tempat tidur nya dan menuruni tangga.


"wahhhhhh ini enak ma" ucap Laura yang tergiur dengan masakan ibunya.


Papa dan ibunya sangat bahagia melihat putri kecilnya itu sudah tumbuh besar.


"ya udah sekarang giliran Laura yang melayani papa dan mama" ucap Laura dengan sigap mengambil piring mereka serta menyendokkan nasi.


"makasih yah nak" ucap bima.


Laura memberikan senyuman kepada papanya


"sama- sama pa. Papa sudah capek kerja demi Laura. Jadi sekarang Laura cuman bisa ngebantu papa seperti ini. maafin Laura yah pa kalau Laura pernah nakal sama papa" ucap Laura sedih.


Bima berdiri dan memeluk laura


"ngak sayang. Kamu itu putri kecil kesayangan papa apapun yang kamu inginkan papa akan berusaha untuk mengabulkan nya nak. Asalkan kamu bahagia dan papa senang melihat laura selalu tersenyum" jawab bima.

__ADS_1


laura yang mendengar jawaban dari ayahnya kembali sedih. Hingga akhirnya keluarga kecil mereka berpelukan karena jarang bertemu.


__ADS_2