
Flash back
Laura yang bersekolah di SMA dan dia masih menginjakkan kakinya di kelas 2 SMA.
Laura mempunyai sahabat yang bernama vany. Mereka baru bersahabat karena Laura pertama masuk sudah di kenal dengan orang tuanya yang kaya tetapi itu tidak membuat Laura sombong dan memamerkan harta kekayaan orangtuanya kepada orang lain.
banyak yang menghujat Laura pamer kekayaan akan tetapi tidak sesuai dengan kenyataan. Vany mencoba untuk menghibur Laura.
"hai, boleh aku duduk di sini ngak!" ucap vany melihat Laura seorang diri sedang duduk termenung di taman sekolahnya.
Laura menyeka air matanya sambil menunduk.
Vany duduk di samping Laura sambil mengangkat tangannya untuk kenalan.
"hai kenalin. aku vany" ucap vany.
Laura yang melihat senyuman dari vany dan akhirnya luluh. Dia pun mengangkat tangannya sambil memperkenalkan dirinya.
"saya Laura" jawab Laura.
vany tersenyum melihat wajah laura.
"aku tahu yang kamu rasain sekarang. tapi aku yakin kalau kamu itu pasti kuat. sebagian orang belum mengenal kamu tapi bukan sebagian lagi pasti ada orang baik, jangan terlalu di bawa ke hati kata- kata mereka" ucap vany.
Laura mengangkat kepalanya sambil memandang wajah vany yang tersenyum.
"eummm. gimana kalau kita teman saja" ucap vany.
Laura masih terdiam dan tidak berani untuk merespon.
"ngak apa- apa kok. Kamu juga butuh pikiran yang matang. tapi kalau kamu butuh sesuatu ngak usah segan- segan untuk datang yah" ucap vany meninggalkan Laura.
Laura yang melihat ketulusan hati dari vany membuat hatinya bergerak untuk mencoba bodo amat dengan anak- anak yang lain.
akhirnya laura pun setuju untuk masuk ke lingkungan vany meskipun vany termasuk orang yang populer.
dan pertemanan mereka pun mulai kuat bahkan akrab. Hingga suatu hari Laura bertemu dengan seorang cowok yang bernama Bram.
Bram menyukai Laura karena kepolosan dan senyuman dari laura meskipun laura sebenarnya belum ada kepikiran kesana.
tetapi Bram berusaha untuk mengejar hati Laura.
Bram merupakan sahabat dari vany dan sudah lama mereka berteman semenjak mereka kecil. tetapi Laura sama sekali bahwa mereka sudah lama bersama dan bahkan juga dengan vany.
Karena setiap vany ingin memperkenalkan Laura kepada Bram, Laura selalu tidak punya waktu.
Vany juga sering datang ke rumah Laura untuk bermain.
"kamu kenapa senyum- senyum seperti itu. Eumm saya tahu ini" goda Laura yang melihat vany dengan wajah merah merona.
Vany hanya tersenyum sambil membayangkan Bram menembak dia.
"ngak kok. ngak ada apa- apa" jawab vany.
Laura mendekati vany sambil menggoda.
"saya tahu kamu lagi jatuh cinta sama seseorang yah?" tanya Laura.
Vany berdiri sambil bercermin melihat wajah nya yang merah merona.
__ADS_1
"kok kamu tahu sih. dari mana kamu tahu?" tanya vany.
Laura mendekati vany.
"saya tahu karena kamu itu sahabat saya. dan apapun tentang kamu tentu saya tahu. apalagi berhubungan dengan seorang laki- laki. gimana? orang nya ganteng ngak!" goda Laura.
Vany lagi- lagi tersenyum.
"ehmmm. orang nya sih biasa- biasa aja menurut aku. Tapi kami sudah lama bersama dan dia itu teman kecil aku juga" ucap vany.
"wihhh. Yah berarti kalian jodoh dong kalau begitu" goda Laura.
"apa-apaan sih Laura. Kamu tuh. Trus kamu gimana dengan yang itu masih dia kan?" tanya vany yang tidak mengetahui bahwa orang yang mereka cintai itu adalah orang yang sama.
"ehmmm. Iyah masih. cuman akhir- akhir ini dia ngak keliatan dan sibuk. Tapi dia bilang ke saya kalau dia punya pelajaran tambahan" ucap Laura.
"ohh, Iyah ngak apa- apa kalau belajar asal jangan main cewek aja" ucap vany.
Ting.
sebuah notif berdering di ponsel vany dan ternyata itu adalah Bram yang mengajak vany jalan- jalan.
"ehmm. Aku pergi jalan- jalan dulu yah sama dia. ngak apa- apa kan Laura?" tanya vany.
Laura tersenyum dan mengangguk.
kebersamaan Laura dengan Bram tidak pernah di ketahui oleh vany begitu juga dengan vany sendiri. Tetapi Bram mengetahui semuanya tanpa dia tersadar pernah melihat ponsel vany berfoto dengan Laura. tetapi Bram sama sekali tidak mengatakan yang sebenarnya kepada vany.
Hingga akhirnya di mana Bram mengajak Laura untuk jalan- jalan. Dan tanpa sepengetahuan dari vany tidak sengaja dia melihat Laura dengan pacarnya, bram sedang makan.
vany merasa bahwa sosok tersebut tidak asing dan ketika Bram menoleh ke belakang vany terbelalak.
"oh ternyata kalian berdua?" teriak vany.
Laura juga kaget begitu juga dengan Bram.
"dasar kamu perebut pacar orang. Aku ngak nyangka ternyata kamu Setega ini sama aku, Laura. Kamu ngak tahu dia itu..." ucap vany menahan air matanya.
Laura masih kebingungan.
"maksud kamu apa vany? Saya ngak ngerti" ucap Laura menenangkan Laura.
Vany langsung menepiskan tangan Laura.
"kamu ngak tahu dia itu pacar aku, Laura. Dia yang aku ceritain ke kamu waktu itu tapi kamu tega menusuk aku dari belakang. Jadi, ini balasan kamu selama ini sama aku, hah!" teriak vany yang berhasil menangis.
Laura kaget dan melihat ke arah Bram.
"itu benar yang vany katakan! Hah!!" teriak laura kepada bram.
Bram hanya menunduk membuat Laura duduk lemas.
"saya ngak tahu kalau kamu itu pacar sahabat saya sendiri" ucap Laura.
"ehmm. Ternyata sifat kamu seperti ini Laura. aku ngak tau apakah kamu itu pura- pura atau memang kamu ngak tahu semua ini" ucap vany tersenyum picik.
"saya benar- benar ngak tahu kalau dia itu pacar kamu, vany." jawab Laura.
"udah lah. aku nyesal pernah berteman dengan kamu" ucap vany menepiskan tangannya dan langsung pergi.
__ADS_1
Bram meminta maaf kepada Laura.
"maafin saya Laura. Saya benar- benar minta maaf tapi hati saya untuk vany" ucap Bram jujur.
Laura tersenyum sambil menahan air matanya.
"hah! Kamu pikir dengan minta maaf semuanya akan kembali seperti semula Bram. Ngak Bram! Saya yang telah bersalah di sini. saya yang bakalan di cap jadi penghancur hubungan kalian di sini sedangkan saya tidak tahu kalau kamu itu pacaran dan temanan sama vany" ucap Laura.
Laura yang berusaha untuk menahan air matanya tetapi tidak di sangka pertahannya berhasil roboh juga.
"saya benar- benar minta maaf laura. tapi untuk saat ini saya memilih vany. Maafin saya sekali lagi!" ucap Bram sambil berlari untuk mengejar vany.
sedangkan laura menahan air matanya sekaligus menahan malu karena di labrak oleh vany yang jelas- jelas dia juga tidak mengetahui yang sebenarnya.
"apa yang saya lakukan? Cuman vany yang mau berteman dengan saya. sekarang vany benci dengan saya" ucap Laura.
Pagi harinya Laura seperti biasa pergi ke sekolah dan dia bertemu dengan vany. tetapi vany malah cuek dan tidak seperti biasa vany dengan wajah yang tidak menyukai sosok Laura. Laura masih berusaha untuk menjelaskan semuanya kepada vany tetapi lagi- lagi vany sama sekali tidak mendengar.
hingga anak- anak menjauhi Laura karena mencap Laura sebagai perebut pacar sahabatnya sendiri.
Dan akhirnya ketika mereka naik kelas di mana kelas mereka akan di rombak kembali. Laura akan di pindahkan ke kelas unggulan sedangkan vany berbeda kelas.
Laura tanpa sengaja bertemu dengan vany dan meminta vany untuk membicarakan semua kejadian itu.
"saya mohon sama kamu, vany. Untuk sekali ini kamu dengarin penjelasan saya" mohon Laura.
akhirnya vany pun memberikan waktu kepada Laura untuk menjelaskan semuanya.
mereka berada di taman sambil melihat awan Laura tersenyum
"kamu ingat ngak? Pas pertama kali kamu datang dan cuman kamu yang mau ngajak saya ngobrol. karena saya tahu kamu itu orang yang baik" ucap Laura tersenyum.
Vany hanya terdiam sambil mendengar Laura.
"tapi semenjak kamu datang kamu memberikan saya banyak pelajaran. mulai dari menata hidup lebih baik trus jangan memikirkan kata- kata orang" ucap Laura lagi.
tetapi lagi- lagi vany hanya terdiam.
"tapi dari sini saya juga di ajarkan bahwa apa pun yang terjadi saat ini. Saya tidak pernah menyalahkan siapapun karena saya juga tidak mengetahui yang sebenarnya. cuman dari sini saya juga di ajarkan bahwa Bram lebih mencintai sahabatnya daripada orang baru seperti saya ini" ucap Laura.
Vany menatap ke arah Laura.
"Iyah, itu yang saya dengar Bram lebih memilih tidak kehilangan sahabatnya gara- gara orang baru yang belum tentu jodohnya" ucap Laura kembali.
"saya juga minta maaf sama kamu, vany. Saya benar- benar tidak ada niatan untuk mengkhianati persahabatan kita dan saya benar- benar tidak tahu juga kalau Bram itu sahabat sekaligus pacar yang pernah kamu ceritakan ke saya" ucap Laura menahan air matanya.
tanpa di sangka pertahanan Laura lagi- lagi roboh.
"kenapa sih ini air mata cepat bangat keluar. belum juga siap ngejelasinnya" ucap luar tertawa kecil.
vany mendekati dan meminta maaf kepada Laura.
"seharusnya aku yang minta maaf kepada kamu, Laura. aku juga ngak menyangka bahwa semua ini akan terjadi sama kita" ucap vany.
Laura menggelengkan kepalanya.
"tidak vany! Saya bener- benar bersyukur mendapatkan teman seperti kamu. kamu telah memberikan banyak pelajaran kepada saya. Dan untuk hari ini juga saya berharap kamu selalu bahagia yah vany" ucap Laura menatap vany.
"saya belum bisa memaafkan diri saya sendiri dan untuk itu saya ingin mencari jati diri saya. Dan semoga kita tetap sahabatan" ucap Laura menangis dan dia langsung melarikan diri dari hadapan vany.
__ADS_1
Vany juga menangis melihat Laura kembali seperti dulu lagi. vany juga tidak akan pernah melihat senyuman Laura kembali.