
happy reading
zoya langsung terbangun, dia menarik nafasnya dalam-dalam untuk menetralkan detak jantung yang berdetak dengan sangat cepat,zoya menggelengkan kepalanya,merasa semuannya sudah normal zoya menarik nafas dengan dalam lagi
"hanya mimpi"zoya memejamkan matanya menerawang kejadian itu
flashback on
pagi harinya adalah hari pemakaman zara, Zoya dan lina selalu menangis karena kehilangan zara, hingga zoya selalu menyalahkan dirinya sendiri karena merasa becus menjaga adiknya sendiri
setelah selesai pemakaman semua orang langsung pulang tingga zoya dan bundanya yang masih dipemakaman, lina mengajak zoya untuk untuk pulang zoya hanya mengiyakan saja, entah kemana perginya hendra setelah kejadian itu
saat tiba di rumah zoya hanya duduk melamun menatap jendela menerawang kejadian malam tadi, hingga tiba-tiba Lina memeluk zoya dengan erat
"maafkan zoya bunda, zoya tidak bisa menjaga zara dengan baik, harusnya zoya yang harus diposisi itu" ucap zoya sambil menangis dipelukan bundanya
"bukan kamu nak, takdir yang sudah menentukan,dan itu juga salah bunda yang tidak bisa menjaga kalian berdua, maafkan bunda nak" tangis lina semakin erat memeluk putrinya
mereka saat ini sedang berbagi kesedihan kehilangan zara adalah luka yang tak akan pernah bisa mengering, apalagi jika mereka menyaksikan sendiri bagaimana zara kehilangan nyawa
tak terasa dua minggu berlalu, lina memutuskan untuk pindah dari tempat tinggalnya mencari suasana baru, berdua dengan zoya mereka pindah ke ibu kota, ya, lebih tepatnya ke jakarta, namun malah mereka bertemu seorang yang merubah kehidupan mereka, setelah lina memutuskan untuk bercerai dari hendra
__ADS_1
flashback off
"ya tuhan, hilangkan kejadian itu semua tuhan, kami sudah mengikhlaskan kepergian zara"mohon zara kepada sang pencipta
melanjutkan tidurnya,semoga besok lebih baik lagi
***
di apartement mewah terdapat empat orang pemuda yang sedang duduk berhadapan mereka menatap satu orang yang ada didepan mereka dengan tatapan yang berbeda-beda,
" Lo abis apain Zoya?"tanya evan dingin dengan tatapan wajah yang datar
"Lo gila allard" timpal alvin saat mendengar ucapan allard
"kata lo dia bukan siapa-siapa, tapi lo mau dia jadi milik lo?, ck ck,ga waras lo"ejek evan
"Lo semua ga usah pura pura ga tau tentang itu, jangan belagak bego"allard tersenyum sinis menatap dua sahabatnya
"biar gimana pun, dia ade tiri lo bego, ga sepantesnya lo lakuin itu sama dia,kalo dia trauma gimana?"cecar evan sinis
"bener ucapan Evan, lo udah buat dia trauma"ucap alvin
__ADS_1
"gue mau menentang takdir, walaupun zoya sama aga tapi gue bakal tetep rebut dia, dari dulu zoya udah jadi milik gue" tegas allard
"tapi lo udah berbuat semena-mena sama dia allard, sikap lo gak mencerminkan kalo suka sama dia, sikap Lo kasar lo udah main tangan sama dia, biar lo mau melawan takdir pun, kalo nantinya zoya bakal sama aga lo ga bisa apa-apa allard"terang evan panjang lebar
"biar pun lo kalo sama zoya, tapi zoya udah benci sama Lo, rasa benci itu udah ga bisa dibeli pake uang allard"timpal Alvin
"Lo semua ga guna, gue pergi"
Allard berjalan keluar dari apartemen alvin pulang menuju rumahnya, dia mempunyai kabar jika daddynya pulang mendadak dari luar negeri
****
jangan lupa dukungannya ya dengan
like
komen
dan votenya biar tambah semangat
sekian dan terima kasih
__ADS_1