
happy reading
ya yang didalam mobil mewah itu adalah bundanya, zoya melihat alice sedang memeluk bundanya dan bundanya pun memeluknya dengan hangat, hati zoya terasa diremas dengan apa yang dilihatnya barusan.
"zoy?, lo ga papa kan?," tanya aga sambil mengelus punggung zoya dengan lembut, dia tau perasaan zoya sekarang seperti apa
"gue ga papa, lo bisa nganterin gue sekarang kan?" ucap zoya sambil beranjak dari duduknya, aga pun ikut bangun dari duduknya dia membayar bakso tersebut, mereka berjalan menuju parkiran motor,
selama dalam perjalanan zoya hanya diam saja sambil menikmati angin yang menerpa wajah cantiknya, setelah sampai dirumahnya dia masuk dan aga pulang, dia tahu zoya butuh waktu untuk sendirian
zoya menutup pintu rumahnya setelah aga pulang dia mematikan semua lampu yang ada didalam rumahnya, zoya masuk kedalam kamar dan memandang langit hitam yang baginya sangat menenangkan, suara petir beradu sehingga dada zoya bergetar, dia sangat takut dengan petir, karena kejadian itu membuatnya sulit untuk mengubur masa lalu
zoya berlari kearah ranjangnya dia menutup tubuhnya dengan selimut hingga rapat, zoya menangis dalam diam suasana sangat mencekam karena disekitar tempat tinggalnya jarang ada rumah, jika dia berteriak pun percuma tidak ada yang mendengarnya
hingga tak terasa zoya pun tertidur dengan pulas dengan ketakutan yang dibawanya hingga kealam mimpi, namun jauh dari sana ada seseorang yang memantau zoya, tatapan matanya sulit diartikan, melihat sepertinya zoya telah tertidur dia pun pulang kerumahnya.
"*tolong jangan"teriak gadis itu disebuah gudang tua
"apa kau bilang, jangan!!?,hah!!?,jawab!!!" bentak preman lelaki itu sambil mencekam rahang zoya dengan kuat
ctass
ctasss
__ADS_1
ctasss
tali cambukan itu mendarat dipunggung mulus zoya, hingga punggung itu mengeluarkan darah hingga beberapa saat preman itu menghentikan cambukannya lalu menelfon seseorang
"boss saya sudah melakukan tugas yang anda berikan kepada saya" ucap preman itu
"hahahahaha, bayaranmu akan saya transfer secepatnya, biarkan dia tetap disitu, lalu kau tinggalkan dia jangan kau apa-apakan dia, mengerti?" ucap orang itu sambil tertawa dan memberi perintah kepada preman itu
"ini untuk terakhir kalinya" tutupnya
ctassss*
*****
"****tidakkkk****" teriak zoya tiba-tiba
huh
huh***
**napas zoya seperti tersendat-sendat seperti orang yang habis lari maraton zoya mengelus dadanya untuk menenangkan pikirannya
"hanya mimpi" gumamnya
__ADS_1
zoya beranjak dari baringnya lalu membuka gorden dia melihat keluar, hari masih malam zoya melihat kearah jam dinding masih pukul 1:30, zoya duduk diatas sofa yang mengarah langsung kearah luar hujan telah berhenti kini angin berhembusan menerpa kulit zoya
Zoya menerawang jauh kejadian itu, kejadian demi kejadian selalu ada di memorinya hingga sulit dilupakan,
"lupakan zoya kejadian itu, mulailah kehidupan barumu, masa depamu masih panjang"batin zoya untuk bersiap-siap tidur kembali
***
pagi pun datang
sinar matahari menembus celah gorden yang ada dikamar zoya, zoya pun bangun dia beranjak dari ranjangnya menuju kamar mandi, setelah selesai mencuci muka agar terlihat segar
"okee hari ini gue bakal bersihin rumah" gumamnya sambil mengambil alat bersih-bersih dimulai dari halaman depan hingga belakang zoya membersihkanya, lalu mengepel lantai rumahnya, terasa lelah zoya duduk dihalaman belakang dia menikmati es teh yang dibuatnya sendiri, terasa perut zoya meminta untuk diisi zoya beranjak menuju dapur untuk mencari bahan makanan, zoya membuka kulkas dia hanya menemukan telur dan roti
"yah cuman tinggal ini, yaudahlah ya, habis ini gue belanja ada dipasar, mumpung libur" rencana zoya hari ini
***
jangan lupa dukungannya dengan
like
komen
__ADS_1
vote nya ya
ig:laela_lyla