
happy reading
masih dengan allard yang memandangi semua potret zoya, dirinya seakan terhipnotis akan keteduhan wajah itu, wajah yang pertama kali dilihatnya membuat jantungnya berdegup dengan sangat kencang, hal itu yang membuat allard yakin jika dia mencintai zoya dan zoya adalah sang pemilik hatinya
(so-so an pemilik hati_author pov)
balik lagi
tak ingin dia berlarut degan pikirannya allard segera menempelkan foto zoya yang sudah dicetaknya beberapa hari yang lalu, dia menempelkannya pada pada dinding yang belum terisi foto, foto zoya yang sedang sarapan dipinggir jalan saat dia melihatnya membuat allard semakin mencintainya
melihat foto yang sudah banyak dia tempel allard keluar dari ruangan itu dan menutup rapat pintu itu lalu menguncinya, dia pun keluar dari kamar dan melihat adiknya dan bundanya sedang memakan cake yang dibuat bundanya tadi,allard pun ikut bergabung bersamanya
"nak sinilah duduk bersama kami"ucap lina yang melihat anak tirinya masih menatap mereka diatas tangga, allard pun turun dari tangga dan menghampiri dua orang itu
"bunda membuat cake untuk kalian, makanlah semoga kamu menyukainya"ujar lina sambil menyodorkan piring kecil yang berisi cake
ingin rasanya dia menangis seumur hidupnya baru ada orang yang perhatian terhadapnya, bahkan mendiang ibu kandungnya tidak seperti itu, dia juga melihati alice memakan dengan lahap cake itu,allard pun ikut mencobanya, dan rasanya sungguh luar biasa
"bunda bolehkah allard memintanya lagi?"tanya allard sambil menyodorkan piring kecil itu, hal itu membuat lina tersenyum simpul
"tentu saja, makanlah yang banyak"lina meletakan cake itu dipiring kecil itu dan allard pun langsung melahapnya
"bagaimana dengan sekolah kalian?,apakah semuanya baik baik saja?"tanya lina, itu adalah pertanyaan sehari hari yang dilontarkannya dan tidak ada bosannya untuk menjawabnya
alice pun menceritakan berbagai hal yang terjadi disekolahnya lina pun menjawab sekenannya, dia mengelus surai pirang anak tirinya dengan lembut lalu mencium puncuk kepalanya dengan sayang hal itu membuat alice berkaca kaca karena dia tidak pernah merasakan diperlakukan seperti itu
allard yang melihat itu pun bahagia karena adiknya bisa tersenyum kembali setelah kejadian yang menimpannya, dan dia pun bersyukur karena lina sudah tidak bersikap dingin kepadanya lagi setelah kejadian saat malam itu dia akan melecehkan zoya, dia sudah diberikan hukuman oleh daddynya
"sudah, cepatlah kalian bersiap untuk makan malam, karena Daddy akan pulang cepat hari ini, bunda akan menyambut daddy kalian"ucap lina sambil membereskan peralatan yang tadi di pakainya untuk menyajikan cake
"baik bunda, baik"jawab keduanya secara bersamaan
"bunda ke atas dulu yah" mereka berdua mengangguk
tak lama terdengar suara deru mobil yang memasuki kawasan rumah dan lina sudah stay untuk menyambut suaminya pulang, biar bagaimana pun Abraham suaminya walaupun dengan segala rencana liciknya
__ADS_1
"kau sudah pulang?"tanya lina sambil mengambil tas kerja yang ada ditangan suaminya
Abraham pun mengangguk dia duduk diruang tamu ditemani oleh lina dan pelayan pun menyajikan kopi hitam untuk tuannya
"aku sudah menyiapkan air untuk kamu mandi, mandilah aku mau mengurus dapur terlebih dahulu dan aku juga sudah menyiapkan baju untuk mu"ujar lina yang sudah berjalan menuju dapur dan meninggalkan Abraham yang menatapnya
melihat punggung lina yang sudah jauh dari pandangan matanya Abraham beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kamarnya untuk membersihkan diri.
**
makan malam pun berlangsung hari ini hari yang begitu melelahkan bagi mereka semua dan saatnya berkumpul keluarga untuk melepas penat begitu pun dengan keluarga allard yang sekarang sedang makan malam bersama setelahnya mereka berkumpul diruang keluarga untuk sekedar menyeruput teh hangat atau berbincang
"sayang besok kita harus mengunjungi sekolah allard dan alice kau harus ikut denganku dan mendampingiku"ucap Abraham sambil menatap lina
"baiklah aku akan menemanimu"jawab lina sekenanya, dia senang karena pasti dia akan bertemu putrinya walau hanya melihatnya dari jarak yang cukup jauh
"memangnya ada acara apa dad?"tanya alice penasaran
"hanya pertemuan biasa"ucap Abraham seadanya
"bunda daddy aku meminta ijin untuk ke apartemen alvin"allard meminta izin kepada kedua orang tuanya dan mereka pun memberi allard izin untuk keluar,
melewati malam yang dingin membuat pikiran allard tenang dia malah membelokan motornya ke komplek dimana zoya tinggal seorang diri, niat untuk ke apartemen alvin dia urungkan. nanti saja pikirnya,
allard menghentikan motornya dengan jarak yang lumayan dekat dari rumah zoya, allard hanya melihatnya dari kejauhan rumah minimalis satu lantai itu lampunya masih nyala menandakan bahwa sang penghuni masih terjaga, allard juga melihat kamar zoya ada bayangan zoya sedang duduk dimeja belajar
hampir satu jam lamanya allard berada disana, zoya mematikan semua lampu yang ada dirumahnya dia bersiap untuk tidur saat sudah mematikan lampu ada telepon masuk dari kekasihnya siapa lagi jika bukan agarish
"selamat malam ada yang bisa dibantu?"ledek zoya saat sambungan telepon itu tersambung, disana aga tersenyum mendengarnya
"kamu belum tidur?"tanya agarish, yang disambut tawa oleh Zoya
"kamu ini bagaimana kalau aku sudah tidur mana mungkin aku mengangkat telfon mu"tawa zoya terdengar riang
"ya ya, aku tau aku bodoh, oh ya besok kamu berangkat denganku kan?"tanya aga kepada Zoya
__ADS_1
"ehm,bagaimana yah, baiklah aku akan berangkat denganmu"jawab zoya
"sudah malam tidurlah, tidak baik untuk kesehatanmu"agarish menutup sambungan telfon
zoya hanya geleng-geleng kepala saat telepon itu sudah tertutup,zoya beranjak untuk tidur namun dia melihat bayangan seseorang tak jauh dari kamarnya, ada perasaan takut yang mengerogoti hatinya membuat zoya langsung bersiap-siap tidur dan mengunci pintu kamarnya
**
allard sudah sampai di apartemen milik alvin saat ini mereka bertiga berkumpul karena evan ingin membicarakan sesuatu jadi dia meminta untuk mereka berkumpul di apartemen Alvin
"lama banget loo"cecar alvin saat melihat allard sudah sampai
"biasa dia kan jaga si pujaan hati dulu makanya lama"evan melirik kearah allard dengan tatapan sinis
"oh iya, si dia yang sering ngambil foto diem diem ga disekolah, ga dirumah"ejek alvin
"berisik Lo pada" sergah allard saat merasa dirinya sudah dipojokkan
"van lo mau ngomong apa?"allard mencoba mengalihkan pembicaraan
"ekhem, gue cuma mau bilang kalo gue pengin cari orang tua kandung gue" ucap evan tenang, saat dirinya mengetahui bahwa dia bukan anak kandung orang tuanya yang sekarang dia bertekad ingin mencari tahu sendiri siapa orangtua aslinya
***
update lagi nihh
jangan lupa dukungannya dengan
like
komen
dan vote nya ya
biar penulis tambah semangat lagi
__ADS_1