
happy reading
pemuda itu lantas memeluk mamanya yang sedang menangis tersedu-sedu dilantai dia mengedarkan pandangannya mencari orang itu yang sudah membuat mamanya menangis bahkan dia melihat ada bekas tamparan di pipi mulus itu, hatinya terasa sakit melihat orang tercintanya dengan keadaan seperti itu, setelah mamanya mulai tenang dia membawanya duduk diatas sofa,
"apa yang terjadi mama?"tanya evan saat mamanya sudah tenang, tapi mamanya hanya menggelengkan kepala
"apa karena papa?"tanya Evan
"tidak sayang,"ucap mama evan
"sudah pulang ternyata kamu anak sialan?"tanya seseorang di lantai atas Evan lantas mendonggak menatap sinis orang tersebut
"ternyata lelaki brengsek yang sudah membuat mamaku menangis seperti ini"ejek evan saat melihat papanya
"dasar anak sialan tidak tahu diuntung!!!!"ucap papa evan yang sudah berada dilantai bawah, hendak melayangkan tangannya namun sudah dicegah oleh istrinya
"sudah cukupp!!!!, tidak puaskah kamu menyakiti anakmu!!?"bentak mama evan yang mencekal tangan suaminya
"kau boleh menyiksaku, tapi tidak dengan anakku!!!,kembalilah kepada istri keduamu, bukankah dia sedang mengandung!!?"
"benar dia sedang mengandung anak kandungku, tidak sepertimu yang tidak bisa memberi keturunan untukku,oh ya apakah benar dia adalah anakmu?"ucap papa evan lantang
deg
__ADS_1
apakah yang dimaksud ayahnya, jantung evan berdetak sangat kencang saat mendengar perkataan papanya itu dia menatap papanya dan ingin mengeluarkan suara namun mamanya mencegah terlebih dahulu
"sudah cukup!!,kita sudah berjanji bukan tidak akan pernah mengungkit itu lagi!!!,"bentak eva sambil menunjuk papa Evan
hahahaha
tawa itu menggema, papa evan tertawa dengan menggerikan
"evan asalkan kamu tahu!,kamu bukan anak kandungku, kamu adalah anak yang kami beli dari seseorang!!!"
plak
plak
evan mematung tidak menyangka hal besar didalam hidupnya tentang dia, dia mendekati papanya mendekatinya
"maksud lo apa" hilang sudah kehormatannya kepada ayahnya
"kamu hanya anak yang kami beli!!"tekan papa evan
cengkraman itu mulai melemah, tubuhnya lemas tak berdaya saat mengetahui fakta tentang dirinya. papa evan lalu berjalan keluar dari rumah dan meninggalkan rumah itu, Evan masih mematung tak memperdulikan mamanya yang sedang memeluknya dengan erat sambil menyangkal bahwa dirinya bukan anak kandungnya
"tidak evan kamu anak mama bukan anak siapa siapa, hiks hiks hiks" tangis mama eva
__ADS_1
"kamu anak mama bukan orang lain!!" tekan mama eva sambil memeluk erat anaknya
evan tak berkata apa pun dia beranjak dari duduknya dan berjalan keluar rumah meninggalkan mamanya yang sedang memanggil namanya sambil menangis
hujan turun beserta dengan kilat seorang pemuda duduk didepan danau, dia masih memikirkan apakah benar dirinya anak yang tak diinginkan oleh orang tuanya?, pemuda itu menyimpulkan sendiri
evan menyugarkan rambutnya yang basah terkena air hujan sambil menerawang kejadian dimana sang nenek yang tidak menyukainya bahkan memandang dirinya dan mamanya dengan tatapan meremehkan dan dia sekarang tahu arti tatapan itu, dia bukanlah keturunan dari keluarga itu, dia mengingat lagi saat ayahnya menikah dengan perempuan lain dan keluarganya mendukung itu dan ternyata itu faktanya
hujan semakin deras dan kilat menyambar tak membuat evan tergerak untuk pulang dia masih duduk didepan danau ingin rasanya dia menenggelamkan dirinya disitu, namun dia tak sebodoh itu dia harus mencari keluarga aslinya
"lalu siapakah dia sebenarnya?" tanya Evan dalam hati
***
yokkk jangan lupa dukungannya dengan
like
komen
dan votenya
sekian dan terima kasih
__ADS_1