Suami Ku Sayang Suami Ku Terbang (Part 2)

Suami Ku Sayang Suami Ku Terbang (Part 2)
Suamiku Sayang Suami Ku Terbang (Part2) BAB 2


__ADS_3

Ku rasakan tubuhku tidak kuat lagi berpegangan di leher Acha, Tubuh ku mengglosor hingga kepala ku ada dipangkuannya,,


Acha mengelus punggung ku sambil, berbisik lirih, "Ikhlasin ya key, semua udah jalannya, semua udah takdirnya, yang sabar yaa,,!!" tangisnya pun pecah berbarengan dengan tangisan ku yang sedari tadi tak bisa kutahan.


Tak banyak kata yang terucap, yang terdengar hanya suara tangisan kami saat ituu,,


Betapa perih dan sakitnya hati ku YaaAllah, bisa apa diriku tanpa suami ku di sisi ku, aku yang terbiasa kemana-mana diantar mas DJ, aku yang notabene nya ibu rumah tangga tanpa penghasilan, sekarang harus berjuang bertahan untuk diriku n anak ku semata wayang,,


Setelah puas aku menangis, dan aku rasa aku sudah mampu berdiri, akupun pamitan pada Acha karena harus menjemput Key disekolah, jangan sampai anak kesayangan nungguin mamah nya terlalu lama di gerbang sekolah.


"Key, kalau ada apa-apa, kalau butuh apa-apa kesini aja yaa!!!" Acha berkata padaku


Aku senyum, mengangguk mengiyakan,,


Aku berusaha tegar, jangan sampai key melihat ku menangis, karena saat ini bukan hanya aku yg terluka,. tapi key juga merasakan pastinya,,


Aku sampai disekolah key, kulambaikan tangan dan tersenyum padanya.


"Sayang,,,,!!!!" panggil ku padanya,,

__ADS_1


Key menoleh dan seketika dia berlari kearah ku sambil tersenyum,,


"Aaahhhh kamu sayang, maafkan mamah yang tidak bisa mempertahankan ayah mu ya" bisiku dalam hati,,


"Udah selesai putusan sidangnya, mah??" tanya key padaku selidik sambil matanya memperhatikan wajah dan mataku yang sembab,,


"Udah,,!!" aku berusaha tersenyum menutupi kegetiran hati ku,,


Aku tahu Key pasti tau saat itu aku sedang terluka dalam, Key hanya mengelus punggung tangan ku sebentar dan langsung naik ke jok belakang,,


Kami membelah jalanan yang lalu lalang ramai anak kendaraan, tapi aku dan key tidak ada yang berbicara sepatah katapun, kami terlarut dengan pikiran masing-masing.


Setibanya dirumah, selesai bersih-bersih aku tunjukan amplop berwarna cokelat padanya, sebagai hadiah dari ayahnya untuk ku karena aku telah menemaninya selama 14tahun,,


Tapi ya sudahlah, kembali lagi, Takdirr,,,


"Ini uang dari ayah???" tanya key padaku


Aku mengangguk,,,

__ADS_1


"Kaka mau apa, mau kemana, ada yang pengen dibeli gak, yuk mumpung ada uang,,* ajak ku,,


Seketika kulihat senyumnya mengembang diwajahnya,,,


"Ini beneran gak apa-apa mah kalau aku mau beli yang aku pengen??" tanyanya


"Iya,," jawabku sambil senyum,,


Apalag artinya uang ini untuk mamah kalau kamu pun harus merasakan sakit seperti mamah,,


Aku berusaha membuat Key senang hari itu, aku membelikan apapun yang Key mau, makanan, barang, Tas yang selama ini key inginkan, aku ingin key bahagia,,


Selepas malam kami sampai dirumah, bahagiaku melihat Key bahagia karena apa yang menjadi keinginannya selama ini sudah dia dapatkan.


Menjelang malam seperti biasa, rutinitas kami sebelum tidur, ngobrol sambil tiduran,,


obrolan santai hanya membicarakan kegiatan key tadi seharian disekolah dan tidak ada obrolan malam itu yang menyangkut masalah ku tadi siang di Pengadilan Agama.


Sambil ku peluk, key tertidur, walaupun sudah kelas 8 tetap sama mamah ga bisa jauh, karena tidurnya key harus selalu diusap punggungnya sama mamah.

__ADS_1


Sambil ku pandangi dan ku usap wajahnya, aku berkata lirih,,


*Maafkan Mamah sayang, sebenarnya bukan keluarga seperti ini yang ingin mamah berikan ke kamu, kami ingin memberikan keluarga yang sehat dan utuh untuk mu, tapi apalah daya mamah sudah berjuang semaksimal mungkin, tetapi Allah berkehendak lain,," ku kecup pipinya yang gembil hingga basah karena tetesan air mataku,,


__ADS_2