Suami Ku Sayang Suami Ku Terbang (Part 2)

Suami Ku Sayang Suami Ku Terbang (Part 2)
Suami Ku Sayang Suami Ku Terbang (Part2) BAB 7


__ADS_3

Setibanya dirumah, aku langsung menurunkan kedua kardus tersebut dan menuang isinya kedalam bak besar yang sudah ku isi dengan air sebelumnya. Aku mencuci sabun-sabun tersebut hingga bersih. Setelah kurasa bersih aku mengelap n mengeringkan kan nya sebelum ku foto untuk ku upload dan ku share di grup-grup WhatsApp ku. Alhamdulillah belum sempat ku masukan kedalam etalase, tetangga ku sudah berdatangan membeli dagangan ku, mengingat harga lebih murah dari pada diluaran sana karena aku membeli barang sisa dari retail besar.


Alhamdulillah walaupun untung tidak besar tetapi aku bahagia karena dagangan ku laku terjual. Dan begitulah seterusnya kegiatanku setiap hari nya.


Hari Minggu pagi seusai sarapan, aku berencana untuk belanja ke Agen bersama Key untuk mengisi etalase warung ku dan membeli beberapa makanan buat olahan Bakaran ku. Seketika kami sudah bersiap mengunci pintu tiba-tiba Mas DJ datang,,


Dia heran dengan etalase yang ada didepan teras rumah kami,,


"Kamu jualan, mah??" tanyanya heran padaku


"Iya yah,," jawab ku


"Ini mau kemana??" tanya nya melanjutkan


"Mau ke Agen, belanja menuhin etalase" jawabku,,


"Ayah antar ya naik mobil, tapi ayah taruh cucian dulu ke mesin cuci ya" mas DJ melanjutkan

__ADS_1


Aku mengangguk,,


Selesai dengan urusannya, Mas DJ langsung mengeluarkan mobil dari garasi rumah kami.


Akhrnya kami bertiga ke agen, diperjalanan Key ngobrol dengan ayahnya sesekali tertawa riang. Key terlihat bahagia jika ada ayah nya, aku hanya tersenyum menyaksikan keduanya.


Setibanya di Agen aku dan key langsung mengambil beberapa barang yang sudah kami list di daftar belanja kami hari ini. Sambil sedikit kami ambil juga beberapa cemilan untuk kami dirumah.


"Udah kamu disana aja" tunjuk mas DJ kearah tempat duduk dekat kasir


"Ayah aja yang bayar,," lanjutnya


"Ini ayah yang mau bayar, mah" bisik Key ditelinga ku


"Oh, beneran begitu?? tau gitu tadi belanjanya yang banyak ya ka, sekalian sama keperluan kita juga" kata ku sambil senyum-senyum pada Key,,


Setibanya dirumah aku langsung menurunkan belanjaan dibantu Key dan Mas DJ. Setelah semua barang turun aku bersiap merapihkan barang untuk dimasukan kedalam etalase,,

__ADS_1


"Tunggu, mah,,, ayah cuci dulu dalam etalase nya, mamah keluarin dulu aja barangnya"


Aku mengangguk


"Ayah makan disini gak? kalau ayah makan disini, aku mau masak"


"Gak usah, ayah udah sarapan" jawabnya


sambil tangannya terus menyemprotkan air dari selang ke dalam etalase.


"Makan siang, yah,, bukan sarapan,,"


"Owh, iyaa deh makan disini" jawabnya agak malu terlihat dari sikapnya yang agak salah tingkah


Aku memang seperti itu, setiap mas DJ datang kerumah kami walaupun sudah bukan suami ku lagi tapi aku memperlakukannya tetap seperti dulu, aku tetap melayaninya (makan minum) seperti biasanya. Dan itu masih memberikan rasa kepuasan sendiri buat diriku (bodoh memang)


Selanjutnya hari hari ku berjalan seperti biasa, berat memang hidup tanpa suami yang aku rasakan, tapi Alhamdulillah aku masih ada Key, teman ku berbagi cerita.

__ADS_1


Setiap hari disaat aku sendiri, aku masih sering menangis, apalagi saat Sholat Tahajud, Secara otomatis air mata ku langsung mengalir tanpa harus ku undang, masih tidak percaya dengan apa yang terjadi pada keluarga kecil ku, hidup dan nasib ku. Mengapa harus seperti ini jalan takdir ku, apakah Allah benci kepada ku ataukah sebaliknya,,,


itu yang selalu ada di pikiran ku setiap harinya,,


__ADS_2