
Akhirnya kami tiba dirumah setelah melalui perjalanan pulang yang tidak kalah melelahkan seperti awal berangkat. Motor kami mogok beberapa kali, tapi kali ini kami lebih siap karena sudah tau pasti motor ini akan mogok, jadi kami lebih santai.
Hari ini hari Senin, sesuai rencana kami semalam, sepulang jemput Key sekolah kami berencana ke Agen untuk belanja keperluan warung kami.
Semangat sekali kami hari ini, semua barang yang sudah ku catat aku masukan ke keranjang belanjaan ku. Kak Key tidak kalah sibuk mengambil barang-barang yang sudah kami data semalaman.
Selesai belanja, 3 kardus dan satu kantong plastik besar yang harus kami bawa pulang hari ini.
Sekilas aku berpikir ini bagaimana bawanya,,
Akhrnya dengan susah payah kami berhasil membawanya sampai rumah.
__ADS_1
Langsung kami masukan barang-barang kedalam etalase, dan kami bahagia,, ini adalah usaha pertama ku pasca perceraian.
Hari-hari ku bersama Key berjalan seperti biasa, setiap hari rutinitas pagi hari antar Key sekolah, pulangnya aku belanja buat isi warung, lanjut berbenah rumah dan sholat Dhuha. Karena aku hanya berdua dengan key, aku jarang masak, aku lebih suka beli Mateng mengingat juga sekarang aku jualan Pop ice dan sosis bakar serta teman-temannya. Aku mencari kesibukan agar pikiranku tidak hanya terfokus pada masalah perceraian ku, walaupun semua sudah selesai tapi aku belum bisa melupakan, lebih tepatnya susah untuk ku lupakan dan sore harinya aku menjemput Key disekolah. Begitulah kehidupan ku setiap harinya berdua dengan Key.
Semakin hari usaha ku semakin banyak, selain warung sembako rumahan dan jajanan anak-anak, aku juga mulai mengambil dagangan sahabat-sahabat ku yang ku jual kembali di grup-grup WhatsApp ku. Hasilnya Alhamdulillah bisa buat makan dan ongkos Key sekolah.
Awalnya hanya mengambil dagangan dari sahabat ku, akhirnya aku mencoba mengambil dari agennya langsung dengan modal yang ku peroleh dari hasil pinjaman dari adik ku dan tentunya dengan seizin sahabat ku, walaupun kami dekat aku tidak ingin menikung usaha sahabat ku.
Hari ini aku belanja bermacam-macam sabun ditemani sahabat ku, aku belanja 2 kardus besar.
Tidak sabar aku ingin segera sampai dirumah, ingin segera memajangnya di etalase warung ku.
__ADS_1
Aku mengikat satu kardus dibelakang motorku, dan satu lagi di bawah kaki ku. Perjalanan kardus yang ada di belakang jok motorku terasa miring dan hampir membuat aku terjatuh, akhir nya aku memberhentikan motorku dipinggir jalan, seorang bapak berlari kearah ku "ibuuuu,,," dia berteriak kepadaku
sesaat aku menoleh kearah suara yang memanggil ku
"Udah biarin aja, nanti saya yang benerin ikatannya lagi,," Bapak itu mencoba menerobos mobil yang sedang berlalu lalang, dan aku mengangguk sambil terus menahan motorku agar tidak jatuh.
Sesampai nya, bapak itu langsung membenarkan letak motorku, dengan sigap tangannya langsung membenarkan posisi kardus yang berat itu dan mengikatnya kembali dengan kuat.
"Hati-hati ya Bu, ini berat banget,," katanya padaku,,
Aku tersenyum mengiyakan sambil tidak berhenti aku mengucapkan terimakasih kepadanya.
__ADS_1
Sepanjang jalan menuju rumah aku tidak putus-putusnya mengucapkan rasa syukur karena masih ada yang mau membantu ku tadi, sambil aku merasakan tangan ku belum berhenti gemetar.