
"Papah ga usah khawatir, Aa bisa ko, kan papah tau dari dulu Aa itu anak perempuan papah yang kuat dan mandiri"
kata ku meyakinkan papah ku sambil tersenyum
Padahal dalam lubuk hati ku membantah kalimat yang baru saja terlontar dari mulut ku sendiri,,
( Mandiri??? Kuat???? masih seperti itu kah aku sekarang,,
Seingat ku sudah tidak ada lagi Riana yang Kuat, Mandiri seperti dulu. Sejak menikah dengan mas DJ semua kebutuhan aku, aku mau kemana selalu ada mas DJ yang mendampingi dan siap mengantar kemanapun aku pergi. Hidup ku dulu tanpa mas DJ serasa tidak lengkap, rasanya aku juga tidak bisa kemanapun tanpa dia karena dulu hidup ku amat bergantung padanya ).
__ADS_1
"Dari dulu sampai sekarang, Aa itu tetep anak perempuan papah, tetap papah khawatir sama Aa apalagi sekarang cuma berdua sama Key" Papah melanjutkan
Aku hanya tersenyum,, padahal jujur aku sedih mengingat nasib ku sekarang ini, harus berjuang sendirian, entah sampai kapan aku tidak tau,,
Esok paginya, ketika kami sedang sarapan tiba-tiba Papah menghampiri ku,,
"A, Aa mau usaha apa?? Aa harus punya usaha untuk menopang hidup Aa sama Key setiap harinya, gak bisa ngandelin mas DJ sekarang karena dia bukan lagi suami Aa" papah berkata padaku
Tetapi hidup harus terus berjalan tidak mungkin aku seperti ini terus terpuruk meratapi takdir nasib ku. Ku yakinkan tekad untuk memulai usaha apapun ituu, seperti dulu mungkin mengambil dagangan dari sahabat-sahabat ku dan aku jual di grup WhatsApp ku.
__ADS_1
Akhirnya aku menceritakan niat ku pada Papah, papah juga menyarankan padaku untuk membuka warung kecil di depan rumah sekedar warung kebutuhan harian dan aku mengiyakan. Papah memberi ku modal awal 3juta rupiah, cuma-cuma ga perlu diganti yang penting bisa muter buat belanja warung dan hidup ku sehari-hari berdua dengan key.
"Aaahhh Papah,,betapa sayang dan peduli nya Papah pada ku dan Key" bisik ku dalam hati
Pulang dari rumah orangtua ku, ada rencana besar yang sudah ku susun dalam otak ku, kebetulan sahabatku yang rumahnya dekat dengan ku yang biasa nemenin aku tidur dirumah, dia punya etalase, bekas dia buka warung dulu yang sekarang sudah tidak dipakai lagi, dan dia memperbolehkan aku menggunakannya sementara. Aku senang sekali, Alhamdulillah segalanya dimudahkan Allah.
Seperti biasa, pulang dari rumah orangtua ku selain uang modal yang sudah ku pegang pemberian dari papah, key juga dapet uang jajan dari mamah ku dan adik ku, Oceh. Alhamdulillah berkah banget hidupku dikelilingi oleh orang-orang yang menyayangi aku dan Key.
Sebelum pulang ku peluk papah ku seraya mengucapkan ditelinga beliau "Makasih papah, maafin aku yang selalu merepotkan papah dan selalu bikin papah khawatir padaku" sambil ku kecup pipi papah
__ADS_1
Papah tersenyum sambil membelai ujung jilbab ku.